
Aku segera keluar kampus dan mencari tempat duduk yang ada di taman depan kampus, aku segera duduk di kursi taman dan memasang headset ditelingaku. Di kondisi yang sunyi ini ditemani lagu Korea kesukaanku sangat membuatku tenang dan melupakan semua kejadian yang aku alami selama ini.
Hampir setengah jam lamanya aku menunggu Xiao Min yang belum keluar kelas, aku menatap lorong kelas yang tampak sangat sepi bahkan anak - anak dari kelas lain juga belum keluar semua.
"Emangnya aku kecepetan banget ya ngerjainnya" gumamku
"Padahal kan sebelum aku mengumpulkan tugas waktu ujian kurang dari 15 menit tetapi kenapa lama banget ya?" gumamku kesal
Menunggu adalah hal yang tidak aku sukai dalam hidupku, apalagi menunggu sendirian di taman seperti orang hilang. Aku menatap kakak kelas sedang bermain basket di lapangan basket yang terletak persis di depanku. Di kampus ini jika adik kelas ujian biasanya kakak kelas tidak akan ujian karena jadwal yang berbeda, jadi biasanya mereka akan melakukan ekstrakulikuler di sekitar kampus.
"Mmmm, yang main basket ganteng semua ya wajahnya" gumamku lirih sambil memandang beberapa laki - laki tampan yang sedang bermain basket.
Namun disaat aku asik memandang laki - laki tampan di depanku, tiba - tiba datang di penegak disiplin kearahku dan berdiri di depan pandanganku yang membuatku terkejut.
"Apa yang kamu lakukan disini?" ucap Tiger Chan dingin
"Eeehh.. A... Aku sedang menunggu temanku ujian kak"
"Oh ya? Kamu gak bohong?"
"Iya kak serius aku gak bohong"
"Oh begitu ya" desah Tiger Chan duduk di sampingku yang membuatku mati kutu
"Jadi kamu tadi mencontek ya?"
"Tidak, siapa yang bilang aku mencontek!!!" protesku
"Baguslah kalau begitu, biasanya mahasiswa yang keluar dulu itu mencontek"
"Jadi kakak menuduhku mencontek?"
"Tidak, aku cuma bertanya saja" ucap Tiger Chan santai
"Aku tidak akan mencontek seperti itu" gumamku
"Baguslah. Oh ya kenalkan aku Tiger Chan, aku ketua penegak disiplin di kampus ini dan juga ketua penegak hukum kontrak"
"Penegak hukum kontrak?"
"Ya, aku menegakkan semua orang yang melanggar kontrak yang telah di tanda tangan di Negara ini"
"Melanggar ... Kontrak?"
"Iya melanggar kontrak" gumam Tiger santai
"Jadi kamu posisinya lebih tinggi dari siapapun?"
"Ya bisa dibilang begitu"
"Oh ya aku ingin bertanya satu hal" ucapku baru mengingat tentang perjanjian kontrakku dengan Steven
"Bertanya apa?"
"Apakah ada cara untuk membatalkan kontrak?"
"Kenapa? Kamu melakukan kontrak dengan seseorang?"
"Bisa dibilang begitu"
"Kamu ingin tahu jawabannya?" gumam Tiger berdiri dari tempat duduknya
"Iya aku ingin tahu"
"Hai Sani" sapa Xiao Min yang berlari ke arahku
"Oh Hai Xiao Min" sapaku dan aku melihat Tiger meninggalkanku saat Xiao Min datang menghampiriku
"Kamu mau kemana?"
"Aku ada urusan"
"Pertanyaanku belum kamu jawab!!" protesku
"Kalau kamu ingin tahu jawabannya besok temui aku ditempat dimana kita janjian" gumam Tiger dan langsung berjalan meninggalkanku
"Tunggu sebentar ..." teriakku dan Tiger menghentikan langkahnya
"Ada lagi?"
"Kenapa tadi saat kita di lorong kamu menyuruhku menemuimu besok?"
"Kamu akan tahu sendiri " gumam Tiger sambil melangkah meninggalkan aku
__ADS_1
"Apa yang terjadi?" tanya Xiao Min bingung
"Tidak ada"
"Kenapa kamu dengan ketua penegak kedisiplinan?"
"Mmm tidak ada, udah jangan kamu pikirkan. Aku kita berangkat keburu yang lain tahu" gumamku berjalan mendahului Xiao Min
"Ba...baiklah" gumam Xiao Min berjalan di sampingku
"Jadi kamu ingin mengajakku kemana?"
"Ya makan malam sederhana saja, tidak masalah kan"
"Oke no probelm" gumamku mengikuti Xiao Min ke area parkir kendaraan
"Kita mau naik apa? Aku tidak membawa kendaraan" gumamku
"Tenang saja, pakai mobilku. Ayo masuk" gumam Xiao Min membuka pintu mobil mewah milik Xiao Min
"Baiklah" desahku dan langsung masuk ke dalam mobil
"Mmm ngomong - ngomong rumahmu dimana?"
"Aku? Jauh"
"Seberapa jauh?"
"Kenapa bertanya?"
"Aku pengen tahu aja, mana tahu aku bisa menjemputmu"
"Tidak perlu nanti merepotkan"
"Tidak. Tidak akan merepotkan"
"Suatu hari nanti kamu akan tahu" gumamku menatap keluar jendela
"Baiklah, kalau kamu ada apa - apa cerita sama aku ya"
"Iya tenang saja kita kan teman" ucapku tersenyum kepada Xiao Min
"Benarkah? Senang mendengarnya"
"Ya kan semua adalah temanku" gumamku
"Iya, aku berteman dengan dia sejak awal masuk kuliah" gumamku
"Begitukah? Hmmm aku selama ini hanya punya teman kamu saja"
"Punya teman aku saja?"
"Ya begitulah"
"Teman luar kampus kamu tidak punya?"
"Tidak punya, makanya kenapa aku senang bisa mengenalmu"
"Oh ya? Aku juga seperti itu"
"Kamu juga tidak punya teman?" tanya Xiao Min kaget
"Tidak punya, semenjak kejadian itu saat aku masih sekolah aku tidak punya teman"
"Kejadian apa?"
"Kejadian masa lalu yang menyedihkan" desahku menatap keluar jendela mobil
"Kalau kejadian itu menyakitkan buatmu, kamu bisa curhat ke aku agar pikiran dan hatimu tenang"
"Tidak, itu rahasiaku pribadi. Maaf aku tidak bisa mneceritakannya kepadamu"
Baiklah no problem"
"Terimakasih kamu bisa mengerti" desahku
"Ya tidak masalah Sani. Baiklah, ayo kita turun dulu kita sudah sampai" ucap Xiao Min turun dari mobil
"Kita udah sampai?"
"Ya, kita sudah sampai"
"Baiklah" gumamku turun dari mobil dan melihat sebuah restoran mewah yang ada di depanku
__ADS_1
"Restoran Internasional? Ini kan restoran mahal" gumamku kaget
"Tidak ah, ini restoran biasa aja kok. Aku bayarin kalau kamu tidak ada uang, tenang saja" gumam Xiao Min berjalan mendahuluiku
"Kamu kira aku tidak punya uang" gerutuku kesal
"Hehehe bercanda cantik" gumam Xiao Min dan kami berdua berjalan masuk ke dalam restoran yang mewah itu
Restoran berdekorasi mewah dengan meja dan kursi berwarna putih dengan dihiasi ornamen - ornamen kecil yang mewah serta lampu gantung berukuran besar yang berada di tengah - tengah ruangan dan banyak tamu yang datang untuk makan di restoran ini
"Kamu mau duduk di dekat jendela itu?"
"Mmm boleh" gumamku duduk di meja yang ditentukan oleh Xiao Min, tidak berapa lama seorang pelayan datang menghampiri kami berdua
"Selamat datang, silahkan ini menunya" ucap seorang pelayan tampan datang ke meja kami
"Terimakasih, Sani kamu mau makan apa?" gumam Xiao Min menatapku
"Mmm aku mau steak dan milkshake aja"
"Gak ada tambahan yang lain?"
"Tidak ada"
"Baiklah, steak dua, milkshake satu, wine" gumam Xiao Min sambil menutup buku menu itu
"Ingin menggunakan kartu kredit atau tunai?" tanya pelayanitu lalu Xiao Min mengeluarkan black card yang sama dengan milikku dan pelayan itu langsung menggesek kartu itu di mesin kartu yang ia bawa
"Baik, mohon ditunggu" gumam pelayan itu mengembalikan kartu milik Xiao Min dan pergi meninggalkan kami berdua
"Kamu suka wine?"
"Suka, kenapa kamu tidak suka laki - laki peminum?" gumam Xiao Min menatapku
"Aku sih biasa aja, itukan hak kamu dan aku tidak melarang apapun kesukaanmu" gumamku
"Baguslah kalau begitu"
"Emang kenapa?"
"Tidak ada, takut aja kamu tidak suka punya orang yang suka wine seperti aku"
"Aku sudah terbiasa melihat orang minum jadi tidak terlalu kaget"
"Oh begitu ya, baguslah"
"Silahkan tuan dan nyonya, selamat menikmati" ucap seorang pelayan yang berdiri di dekat meja kami sambil membawa makanan pesanan kami dan meletakkan beberapa piring tersebut ke atas meja kemudian berlalu meninggalkan kami
"Terimakasih" gumam Xiao Min dan kami berdua mulai menikmati makanan yang ada di depan kami
"Bagaimana, enak gak rasannya?" ucap Xiao Min menatapku yang sedang makan
"Mmmm ya lumayan enak lah"
"Oh syukurlah"
"Oh ya kamu punya alasanmu sendiri kan mengajakku makan malam"
"Ya, kamu kok tahu?"
"Aku tahulah, jadi apa alasanmu mengajakku?"
"Besok saja aku mengatakannya kepadamu"
"Besok? Sepertinya aku tidak bisa besok"
"Kenapa? Tadi katanya kamu bisa"
"Kamu tahu sendiri kan tadi aku di cari penegak disiplin dan dia besok mewajibkan aku menemuinya, kamu tidak mau aku bermasalah kan?"
"Oh baiklah, kalau begitu setelah makan malam ini aku akan mengajakmu ke suatu tempat"
"Kemana?"
"Kamu akan tahu sendiri nanti, habiskan dulu makananmu"
"Aku sudah selesai kok" gumamku
"Baiklah, mari kita pergi" gumam Xiao Min berjalan mendahului dan aku mengikutinya dari belakang
"Emang kamu mau mengajakku kemana?" tanyaku penasaran
"Nanti kamu akan tau sendiri" gumam Xiao Min masuk kedalam mobil miliknya
__ADS_1
"Hmmm baiklah" desahku mengalah dan mengikuti Xiao Min masuk dalam mobil miliknya
Aku sendiri sebenarnya masih bingung apa yang menjadi tujuan dia mangajakku makan malam serta mengajakku pergi besok dan sekarang mengajakku kesuatu tempat yang aku tidak tahu