Merubah Takdir

Merubah Takdir
Episode 64 : Raja Kegelapan Yang Baru


__ADS_3

Aku terbangun dari tidurku karena suhu di kamar Sony terasa sangat dingin. Aku membuka mataku dan aku melihat jendela kamar Sony terbuka lebar tapi Sony tidak ada di kursi dimana dia duduk tadi


"Selalu saja pergi kalau diminta!!" gumamku kesal


"Permisi nona, ini makan malam anda" gumam seorang bawahan Sony di depanku membawa nampan berisi makanan


"Kemana Sony?"


"Yang mulia sedang ada rapat mendadak barusan dan meminta saya mengantarkan makanan untuk anda"


"Oh begitu taruh saja disitu" gumamku menutup jendela yang terbuka itu


"Baik, saya permisi dulu nona"


"Iya" gumamku duduk di depan makanan dan melahap makanan itu


Tiiingg


Tiba - tiba handphoneku berbunyi keras dari dalam sakuku, aku mengambil handphoneku dan membaca pesan yang ternyata pesan dari Nana


*Sani, kamu kemana aja. Sudah 10 hari kamu meninggalkan tasmu di dalam kelas tau!! ~Nana


Tidak ada apa - apa kok, hanya ada masalah sedikit~Sani


Kamu sebaiknya hari ini masuk ke kelas, hari ini ada inspeksi oleh kepala kampus. Jadi kamu jangan sampai tidak masuk!! ~ Nana


Iya nanti aku datang ~Sani*


"Inspeksi dadakan ya?" gumamku meletakkan alat makanku


"Kurang 15 menit lagi kelas masuk" gumamku merapikan pakaianku di kaca


"Kamu mau kemana?" tanya Sony di belakangku


"Haissh mengagetkanku" gumamku


"Mau kembali ke kelas katanya ada inspeksi mendadak" gumamku menatap Sony


"Oh ya aku tahu"


"Kalau tahu kenapa masih disini aja" protesku menarik Sony dan berpindah ke atas gedung kelas


"Santai saja" gumam sony merubah wujudnya ke wujud manusia


"Ya aku tahu" gumamku berjalan kembali ke dalam kelas


Di lorong kelas tiba - tiba ada seseorang yang menarik bahuku lalu mendorong tubuhku sehingga tubuhku terhempas ke dinding yang keras itu. Aku melihat Wajah Steven yang terlihat sangat marah dan menekan tubuhku dengan tangan kirinya sehingga aku tidak bisa bergerak sama sekali


"Ada apa?" gumamku dingin, bukannya di jawab malah Steven mencium bibirku dengan lembut


"Kenapa kamu menciumku!!" protesku kesal


"Kamu kemana aja beberapa hari ini?"


"Bukan urusanmu"


"Kenapa lehermu ada bekas sayatan?"


"Bukan urusanmu"


"Apa kamu memberikan darahmu kepada orang lain?"


"Ya, aku berikan kepada kaisar langit! Kenapa?" ucapku dingin, tiba - tiba tangan Steven diangkatnya ke udara seperti dia ingin memukulku


Aku menutup mataku dan bersiap menerima pukulan dari Steven, aku tidak tahu kenapa dia tiba - tiba marah seperti itu kepadaku


Duuuuaaakkk


Suara dinding yang terpukul sangat keras yang membuatku sedikit terkejut, aku membuka mataku dan melihat Steven yang meneteskan air matanya dan darah yang menetes dari kepalan tangannya


"Kenapa? Kenapa kamu tega melakukan itu!!" gumam Steven yang terus meneteskan air matanya


Dia melepaskan tangan kirinya dan berbalik menjauhiku, aku tidak mengerti apa yang sedang terjadi tapi sangat terlihat dari wajah steven kalau Steven begitu kecewa melihat leherku yang masih terluka karena goresan yang aku buat saat Sony tidak sadarkan diri.


Tanpa kata - kata apapun Steven pergi meninggalkanku dan menghilang di depanku. Aku terkejut melihat dinding yang rusak setelah dipukul Steven dengan keras itu


"Sampai segitunya?" gumamku mengambil bekas darah Steven di dinding dan aku mencoba membau darah yang ada di tanganku itu dengan hidungku


"Darah ini? Kenapa bisa berbeda?" gumamku bingung


"Seingatku darah Steven tidak berbau seperti ini, tapi kenapa darah miliknya sekarang berbau wangi?" gumamku bingung


Aku yang sudah pernah membau dan merasakan darah Steven sangat hafal dengan darah asli milik Steven tapi kenapa saat ini darahnya berbeda dari yang sebelumnya


"Kenapa bisa begitu?" gumamku berjalan ke kelasku


Di dalam kelas aku terus di tatap teman - temanku dengan tatapan aneh yang membuatku agak tidak nyaman berada di kelas tapi aku berusaha tidak peduli dan duduk di tempat dudukku


"Sani kamu kemana saja 10 hari tidak kembali ke dalam kelas?" gumam Xiao Min yang berdiri di sampingku


"Maaf aku kemarin tidak enak badan lalu pulang ke rumah" gumamku pelan

__ADS_1


"Kamu sakit?"


"Ya sedikit"


"Hmmm pantas wajahmu pucat, kamu lebih baik istirahat tidak perlu memaksakan diri buat masuk ke kelas"


"Tidak apa kok ketua kelas" gumamku tersenyum


"Hmmm baiklah kalau merasa tidak enak lagi kamu istirahat saja"


"Ya baiklah, maaf membuat kalian khawatir" gumamku sedikit membungkukkan badanku dan teman - temanku tidak menatapku dengan aneh lagi sehingga membuatku sedikit lega


"Sani..." gumam Nana duduk di depanku


"Iya Na"


"Kamu baik - baik saja kan?"


"Ya aku baik - baik saja"


"Tapi kenapa di tanganmu ada bekas darah?"


"Ini bukan darahku" gumamku menatap tanganku


"Darah siapa?"


"Steven"


"Kak Steven?"


"Iya"


"Kamu bertemu dengan dia?"


"Iya tadi, dia sangat marah kepadaku. Aku tidak tahu kenapa"


"Emang awal mulanya gimana?"


"Ya awalnya dia tanya kenapa leherku terluka tapi aku tidak mau menjawabnya terus saat dia tau kalau aku memberikan darahku kepada orang lain dia marah kepadaku"


"Pantas saja. Emang kamu berikan kepada siapa?"


"Kaisar langit"


"Serius? Apa karena dia bertarung dengan raja kegelapan?"


"Ya begitulahTapi aneh loh bau darah Steven jadi beda banget"


"Ya beneran aku gak bohong"


"Hmmm"


"Ada apa?"


"Kamu tahu siapa raja kegelapan saat ini?" tanya Nana serius


"Bukannya dewa kematian yang dulu ya?"


"Bukan"


"Haah bukan?"


"Ya sekarang sudah berganti"


"Haaah emang bisa ganti?"


"Ya bisalah kalau raja kegelapan yang aslinya telah tiada"


"Haaah raja kegelapan dikalahkan?"


"Ya begitulah"


"Siapa yang mengalahkannya?" tanyaku penasaran


Tookkk... Tookk... Toookkk


Tiba - tiba pintu kelas terketuk dengan keras dan masuk beberapa orang ke dalam kelas


"Siapa mereka?" gumamku


"Mereka petinggi di sekolah ini"


"Oh ya? Aku sangat tidak tertarik" gumamku menatap keluar jendela


"Sani kamu mau tau siapa yang membunuh raja kegelapan?"


"Siapa?" tanyaku penasaran


"Dia!!" gumam Nana menunjuk Steven yang memakai jas hitam


"Steven? Serius?" tanyaku terkejut

__ADS_1


"Ya, makanya kenapa bau darahnya berbeda kan sekarang" gumam Nana beranjak dari tempat duduknya


"Haah serius?" gumamku masih tidak percaya, kenapa steven bisa membunuh raja kegelapan dengan mudah


"Selamat pagi semuanya" sapa wali kelasku dengan ramah


"Pagi"


"Saat ini akan diadakan inspeksi mendadak, jadi kepala kampus kita yang baru ingin mengetahui murid - murid kelas pagi" gumam wali kelasku, tiba - tiba Steven berjalan santai ke arahku sedangkan teman - temanku yang lain menatap Steven dengan bingung


Saat Steven akan memegangku tanpa aku sangka Candra dan Sony berdiri di depanku dengan serius


"Kenapa kalian berdiri didepanku?" gumam steven dingin


"Mohon maaf anda tidak boleh menyentuh apapun" ucap Candra dingin


"Apa urusannya denganmu?"


"Itu peraturan di kelas ini, jadi kalau sudah selesai anda bisa langsung pergi dari sini" ucap sony dingin


"Hmmm" desah Steven berbalik meninggalkan kelasku dengan perasaan marah


"Apa yang terjadi barusan?"


"Ya apa yang terjadi?"


"Aku tidak mengerti" gumam teman - temanku dengan bingung


"Harap tenang semua" teriak Xiao Min menenangkan kelas


"Jangan sampai kepala kampus melakukan seenaknya, kita harus menentang apapun yang dilakukannya"


"Kenapa?" tanya salah satu temanku


"Dia yang melukai Sani yang membuatnya tidak masuk selama 10 hari" gumam Xiao Min berbohong


"Apa yang dilakukannya?"


"Dia melukai Sani yang membuat lehernya terluka jadi kalian harus menjaga Sani atau siapapun darinya"


"Waah kepala kampus ternyata jahat ya!"


"Ya mana bisa kepala kampus melukai muridnya!!"


"Ya benar tidak di perbolehkan seperti itu!!"


"Kita harus protes!!"


"Ya benar" teriak teman - temanku kesal


"Hei kalau kalian tau mending kalian diam dan anggap saja tidak ada apa - apa dari pada kalian di keluarkan"


"Hmmm benar juga sih" desah salah satu temanku


"Mending kita jaga satu sama lain"


"Baiklah setuju" teriak seorang mahasiswa di depanku


"Ya aku juga setuju"


"Baiklah terimakasih teman - teman" gumam Xiao Min duduk kembali di kursinya


Sedangkan aku masih bingung dengan apa yang terjadi saat ini


"Candra? Sony? Kenapa kalian berdiri di depanku?" gumamku bingung


"Melindungimu"


"Kenapa juga kalian berdua melindungiku?"


"Kamu tahu siapa dia?" gumam sony serius


"Ya aku tahu, dia raja kegelapan yang baru" gumamku santai


"Benar dan tahu siapa raja kegelapan yang membuatku tidak sadar selama berminggu - minggu?"


"Siapa?"


"Dia" gumam Sony serius


"Haaah? Serius?"


"Ya benar, dia yang membuatku tidak sadar selama itu. Jadi kamu harus hati - hati"


"Ya aku tahu, aku bisa mengatasinya sendiri kalau raja kegelapannya dia" gumamku santai


"Steven sekarang berbeda dengan Steven yang dulu Sani, kamu jangan menyepelekannya"


"Ya aku tahu, kalian tenang saja" gumamku santai sambil menatap keluar jendela kembali


Aku sebenarnya masih terkejut kenapa Steven bisa mengalahkan raja kegelapan yang kuat itu bahkan dia bisa melukai sang kaisar langit, apa yang harus aku lakukan untuk mengalahkannya?

__ADS_1


__ADS_2