
Sreeekkk... ssrreeeekkk
"Selamat pagi nona" sapa Sali di sebelah jendela kamarku
"Mmm pagi juga Sali" gumamku mengusap mataku karena masih mengantuk
"Nona... semalam tuan menelepon nona tapi nona sudah tidur jadi saya tidak berani membangunkan nona"
"Emang ayah berbicara apa?
"Katanya tuan jangan lupa nanti jam 7 kalau bisa berangkat sebelumnya saja, janhan sampai tuan Huan menunggu.. itu ucap tuan"
"Oh baiklah... terimakasih Sali"
"Nona sarapan dulu? ... sarapannya nona sudah saya taruh di atas meja"
"Oke terimakasih Sila" gumamku dan Sila langsung keluar dari kamarku
Aku segera mandi dan segera mempelajari bahan yang diberikan oleh ayah kepadaku. Sebenarnya bahannya cuma sedikit sih cuma buat meyakinkan pemilik PT. Huan agar mau terus bekerjasama dengan perusahaan keluargaku yang agak kesusahan apalagi dia bakal tau kalau aku adalah anaknya ayah.
"Huuuhhh... stressnya" gumamku
"Ma... apa yang harus aku lakukan!!" gumamku menatap fotoku dengan mama
"Hmmm... "
Aku takut, gelisah, stres harus berbuat apa... kenapa harus aku yang rapat dan kenapa harus dia kenapa tidak orang lain saja... sangat menyebalkan sekali. Seharian aku terus berfikir dan malas melakukan apapun, aku bingung harus bagaimana untuk melakukannya
Tookk... toookkk
__ADS_1
"Masuk..." gumamku dan Sali masuk ke dalam kamar membawakan baju rapat untukku
"Nona ... ini baju untuk nona"
"Taruh aja di meja Sali" gumamku tidak bersemangat
"Nona tidak sarapan?"
"Lagi gak bersemangat Sali..."
"Ada apa nona?" tanya Sali menatapku
"Aku malas bertemu dengan petinggi PT Huan itu, apalagi dia menyebalkan" gumamku
"Emang nona udah pernah melihatnya?"
"Udah... pokok dia mengerikan " gumamku dan Sali langsung duduk di kasurku menatapku dengan lembut
"Sali..." gumamku terharu dan langsung memeluk Sali dengan erat. Umur Sali denganku tidak terlampau jauh, hanya selisih 5 tahun. Ibunya dulu pernah bekerja di keluarga kami dan sekarang Sali juga bekerja di keluarga kami, saat ini Sali sudah aku anggap kakak kandungku sendiri
"Terimakasih Sali" gumamku senang
"Baiklah nona.... ini sudah pukul setengah 6 sore, sebaiknya nona mempersiapkan diri karena nona akan berangkat pukul 6 sore" gumam Sali melepaskan pelukanku
"Iya Sali..."
"Saya permisi dulu nona" gumam Sali dan keluar dari rumahku
Aku segera mandi dan berdandan, untuk siap - siap pergi ke rapat bersama dengan orang yang paling menyebalkan tersebut. Aku ingin membuktikan kalau aku bisa membahagiakan ayahku dan juga membuktikan kepada orang itu kalau aku bukan anak kecil yang bisa ditindas semaunya dia saja. Setelah aku siap, aku lamgsung keluar kamar dan turun ke lamtai bawah bertemu dengan sopir pribadi keluargaku
__ADS_1
"Nona sudah siap?" tanya sopir yang sedang berdiri di sebelah pintu rumah
"Sudah.."
"Baiklah... mari nona kita berangkat" ucap sopir keluargaku
"Okey" gumamku mengikuti sopir keluargaku
Aku masuk kedalam mobil dan sopir menjalankan mobilnya dengan hati - hati Menuju ke perusahaan PT. Huan, Aku tidak tahu aku harus berbuat apa saat bertemu dengan laki - laki itu, apa aku harus bersikap dinhin saat berada di depannya biar sedikit terlihat wibawaku ini
Perjalanan yang jauh dan melelahkan, ternyata perusahaannya PT. Huan itu sangat jauh dari rumahku tetapi kenapa dia selalu ada di manapun aku berada, apa yang sebenarnya dia cari di sekitar lingkungan rumahku. Pikiranku tidak karu - karuan, aku takut salah menyampaikan bahan yang telah diberikan oleh ayah, pikiranku tenggelam ke dalam suasana yang menyebalkan ini
"Nona... kita udah sampai" ucap sopir tersebuy dan memakirkan mobil di parkiran mobil
"Baiklah... terimakasih pak" gumamku dan turun dari mobil
Aku berjalan sendirian menuju gedung perusahaan PT. Huan, gedung perusahaannya sangat tinggi dan besar lebih megah dari pada perusahaan milik keluargaku
Di depan pintu masuk aku melihat ada dua orang yang menunggu kedatanganku, salah satu diantaranya ada laki - laki yang dua kali aku tabrak beberapa hari yang lalu. Wajahnya tampak dingin dan menyebalkan yang membuatku lebih jijik menatapnya
"Selamat datang nona muda Lan, selamat datang di perusahaan Huan... saya Michel Huan adalah wakil perusahaan Huan dan ini steven Huan adalah CEO sekaligus pemilik dari PT. Huan ini"
"Oh ya silahkan masuk nona" ucap Michel ramah dan aku mengikuti mereka berdua
Di gedung tersebut terdapat beberapa karyawan yang masih bekerja di malam hari seperti ini dan juga dekorasi gedung yang sangat elegan dan indah membuat perusahaan tersebut sangat mewah untuk di pandang
"Silahkan masuk nona" ucap Michel ramah dan aku masuk ke sebuah ruang rapat yang sangat mewah dan besar
"Baik... nona silahkan dimulai rapatnya" ucap Michel duduk di sebelah Steven dan aku berjalan ke depan mereka untuk memaparkan bahan yang sudah aku pelajari semuanya
__ADS_1
"Baik terimakasih tuan Michel dan Tuan Steven, nama saya Sani Lan, saya disini akan di menggantikan ayah saya Tuan Lan untuk memaparkan beberapa isi rapat yang akan saya paparkan kepada anda semuanya... baiklah pertama saya akan membahas..." jelasku menjelaskan semua bahan yang sudah aku pelajari dari bahan yang diberikan oleh ayah.
Selama aku memaparkan Steven hanya menatapku dingin. sejujurnya aku terasa tidak nyaman saja tetapi mau tidak mau aku lakukan untuk bisa menyelesaikan semua ini dengan cepat