
"Tuan Nikolai?" Pria itu menatap keberadaan Nikolai yang tengah berdiri didepan jendela.
"Oh tuan Valas ternyata, jadi bagaimana kondisinya?" Tanya Nikolai dengan tatapan tetap terpaku pada jendela dengan tangan yang memegang sebuah pisau emas.
"Seperti yang anda sudah perkirakan, dia orag yang menarik, saya mencoba menjelajahi pikirannya namun yang saya lihat hanyalah mimpi buruk. Para dewa telah lama mengutuknya"
"Kau boleh pergi"
Langkah demi langkah terdengar menjauhinya dan dengan alis yang berkerut Nikola menatap seekor gagak yang terbang di langit "Sebenarnya apa rencanamu memintaku untuk menjaganya, Loki" Gagak itu terbang menjauh dari jangkauan pengelihatan Nikolai, terbang hingga akhirnya ia tiba dan hinggap pada sebilah ranting di depan ruangan Novan berada, menyaksikan dengan seksama apa yang akan selanjutnya pemuda itu lakukan.
.
.
.
"Kalau begitu saya akan pergi.. anda benar-benar baik-baik saja?" Pelayan itu bertanya padaku dengan wajah khawatir.
"bukankah sudah ku katakan berulang kali? aku baik-baik saja, jadi pergilah" jawabku, kumohon pergilah karena aku semakin tidak nyaman dengan suasana itu.
"Baiklah saya akan pergi untuk melapor.. kalau anda butuh sesuatu bunyikan saja lonceng di sudut ruangan ini.."
๐ท๐๐ ๐๐โ๐๐๐๐ฆ๐ ๐๐ ๐๐๐๐๐..
๐ด๐๐ข ๐๐๐๐๐ ๐๐๐ข ๐๐๐๐ ๐ก๐๐๐๐๐๐๐..
๐๐ฆ๐๐๐๐ ๐ ๐๐๐..
"Kak Morfeus?" Aku membuka dekapan selimut itu dan menatap ular terebut dengan tatapan bingung.
"Maaf tapi sepertinya kau salah orang, aku bukanlah Morfeus, aku Novan" Tegasku.
"Aku tahu, tapi aura itu tidak akan pernah bisa berbohong padaku. Di dalam dirimu, disanalah ia berada" Aku mengerutkan alisku.
๐ด๐๐ ๐ฆ๐๐๐ ๐๐๐๐ข ๐ ๐๐๐ ๐ข๐๐๐ ๐๐๐ ๐๐๐ก๐๐๐๐?
๐ด๐๐ ๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐ ๐๐ ๐๐ ๐ฆ๐๐๐ ๐๐๐ ๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ข?
"Kau, siapa namamu?" Aku mengulurkan tanganku, ia dengan senang hati bergerak mendekat dan melilit tanganku.
"Fobetor, tapi kau bisa memanggilku Fobe"
Diluar dugaanku, di balik tampangnya yang ganas dan nama yang menyeramkan ia terlihat begitu imut? yah setidaknya tidak semenyeramkan sebelumnya- di mataku. "Bolehkah aku tahu bagaimana kau bisa sampai ke sini, Fobe?" tanyaku.
"Aku mengikuti aura kak Morfeus hingga ke goa para Griffin, tapi aku tidak bisa masuk karena burung menyebalkan itu pasti akan menemukanku" sepertinya yang ia maksud adalah Garuda "Jadi aku memutuskan menunggu hingga akhirnya kau keluar dengan keadaan tak sadarkan diri"Sepertinya itu sesaat setelah aku pingsan.
"Apa kau tau siapa yang membawaku keluar dari sana?"
"Aku tahu, ia adalah orang yang menyebalkan, berambut pirang dengan mata hijau Zamrud" Ciri-ciriya sudah jelas itu Nanaru.
"kak, jangan dekat dekat dengannya. Dia itu bukan orang yang bisa dipercaya"
"Pertama-tama panggil aku Novan, karena orang yang kau panggil Morfeus itu ada di dalam diriku tapi aku sendiri tidak mengenalnya, bagaimana kalau kau menjelaskan sosoknya itu seperti apa?" Aku menenangkan dirinya dan kemudian duduk di atas kasur' berharap aku menemukan petunjuk baru.
"Soal Morfeus, sebenarnya siapa ia?"
๐๐๐๐ ๐๐ก๐ข.. ๐ด๐๐ข ๐ ๐๐๐๐๐ก๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ฆ๐..
๐๐๐๐๐๐ข๐ ๐๐๐ ๐น๐๐๐๐ก๐๐, ๐๐๐ข ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐ข ๐๐๐๐๐-๐๐๐๐๐ ๐ก๐๐๐๐ ๐๐๐ ๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐ก ๐๐๐๐๐ข๐ ๐ก๐๐๐ก๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐ก๐ข..
__ADS_1
Normalnya aku akan mengingat sesuatu meskipun itu hanya sebatas pengetahuan umum. Contohnya seperti nama dewa, apa itu artinya mereka bukan dewa- tapi dilihat dari wujud Febetor ia pastilah bukan hewan biasa, hanya hewan mitologi saja yang dapat bicara-
๐๐ข๐๐๐๐ข ๐๐โ๐๐ข๐ ๐๐๐ค๐?!
๐บ๐๐๐๐๐๐ ๐๐ก๐ข ๐๐๐๐๐๐ ๐๐โ๐๐ข๐ ๐๐๐ก๐๐๐๐๐ ๐ก๐๐๐ ๐ ๐๐ค๐๐๐๐๐๐ฆ๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐ก๐๐๐๐ ๐๐๐ ๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐..?
๐ด๐๐ ๐๐๐ข.. ๐ท๐๐๐๐๐๐?
Entah mengapa tepat pada saat itu sebuah suara kembali memasuki kepalaku dan dengan berat berkata "๐๐๐๐" seakan memintaku untuk mencari buku yang telah aku pilih, aku sendiri tidak tahu mengapa memilihnya dari pada sebuah emas yang tertimbun pada sarang para Griffin.
๐ต๐ข๐๐ข๐๐ฆ๐ ๐ก๐๐๐๐ ๐๐๐?!
Aku melihat ke arah ular itu sesaat dan berpikir '๐ต๐ข๐๐๐๐๐โ ๐ ๐๐ค๐๐๐๐๐๐ฆ๐ ๐๐๐ ๐ก๐๐๐๐ ๐๐๐ ๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐ข๐๐, ๐๐ก๐๐ข๐๐โ ๐๐ ๐๐๐ก๐-๐๐๐ก๐ ๐๐๐ค๐?' namun pikiran itu dengan cepat sirna terganti dengan wajah pria berambut putih yang sempat ke sini.
๐๐๐๐๐๐, ๐๐๐ ๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐ค๐..
๐๐๐๐๐๐ข๐๐๐ฆ๐ ๐๐๐ข ๐๐๐๐๐ ๐ ๐๐๐๐๐ข๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐ข ๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐, ๐ก๐๐๐ ๐ก๐๐๐๐๐๐๐ฆ๐ ๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐ข ๐๐โ๐๐..
๐พ๐๐๐๐๐ ๐ฆ๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ข๐๐๐ ๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ข๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ก๐๐๐ ๐๐๐๐ข๐ ๐๐ ๐๐ก๐ข ๐๐๐๐๐-๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ข๐๐ก๐๐ข ๐๐ข๐๐.
"Kalau kalian bisa menyekesaikan ini dengan kekuatan kalian, mengapa tidak selesaikan secara langsung saja?!" Gumamku. "Jadi bagaimana sosok Morfeus? Siapa dia?" Lanjut ku bertanya.
"Hm.. Saudara yang menyeramkan?"
๐ฟ๐๐๐ข ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐ข ๐๐๐๐๐๐๐๐๐ฆ๐..?
"Morfeus selalu merubah wujudnya, tidak ada seorang pun yang tahu dirinya yang asli, makanya saat aku merasakan auranya dari tubuhmu kupikir akhirnya kak Morfeus berhasil kembali dalam wujud manusianya" Jadi karena itu ia mengikuti ku.
"Begitu ya.. " Sepertinya mereka itu mahluk mitologi yang bisa merubah wujudnya, wajar bila aku tidak mengetahui mereka, aku kan juga manusia jadi tidak mungkin aku mengetahui semuanya. "Maaf saja tapi aku tidak bisa menuruti permintaanmu soal tidak berurusan dengan Nanaru, aku punya perjanjian dengannya, jadi bila kau merasa keberatan lebih baik kau pergi" Meskipun akan sangat membantu bila ia mengetahui sosok di dalam diriku tapi untuk saat ini asal usulnya tidak jelas, belum lagi aku tidak tahu apakah ia adalah hewan utusan dewa atau bukan.
"A-aku tidak bisa! aku bisa membantumu!"
"Oh ya? mengapa?"
"Karena aku saudara dari sosok yang ada di dalam dirimu, artinya secara tidak langsung kau adalah kakakku"
Mataku menangkap keberadaan pisau buah yang tertancap pada sebuah apel. Setelah dipikir-pikir pria bernama Valas itu tidak mungkin tidak mengetahui keberadaan ular ini di sampingku kan?
"๐๐๐๐ข๐ก ๐๐๐ข๐ค ๐ฆ๐ฎ๐ฅ๐๐ข ๐ฌ๐๐ค๐๐ซ๐๐ง๐ ๐ค๐๐ฎ ๐ฆ๐๐ง๐ฃ๐๐ ๐ ๐๐ข๐ซ๐ข๐ฆ๐ฎ ๐ฌ๐๐ง๐๐ข๐ซ๐ข. ๐๐ข๐ฌ๐ข๐ง๐ข ๐ญ๐ข๐๐๐ค ๐๐ค๐๐ง ๐๐๐ ๐ฒ๐๐ง๐ ๐๐ข๐ฌ๐ ๐ค๐๐ฎ ๐ฉ๐๐ซ๐๐๐ฒ๐๐ข ๐ฌ๐๐ฅ๐๐ข๐ง ๐๐ข๐ซ๐ข๐ฆ๐ฎ"
๐๐๐๐๐๐๐๐ฆ๐ ๐๐๐๐๐-๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐ข ๐๐๐๐๐๐๐๐๐ข...
๐ป๐๐๐ ๐๐ ๐๐๐๐๐. ๐ท๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ฆ๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐, ๐๐๐๐โ ๐๐๐๐๐๐ข๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐ข ๐ก๐ข๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐ฆ๐๐ ๐๐๐๐๐๐ข ๐ ๐๐๐๐๐๐.
"Bagaimana aku bisa mempercayaimu? Bagaimana caranya agar aku tahu kau bukan mata-mata para dewa itu?" Aku mengambil pisau tersebut, menodongkannya pada leher ular itu "Bila kau menggigitku maka pisau ini akan menusuk dirimu, bila kau lari aku juga bisa melempar pisau ini ke arahmu jadi lebih baik kau berkata jujur" Rasa panas membakar dadaku, perasaan yang sama seketika aku kehilangan kontrol pada diriku sendiri ini, cukup menghilangkan rasa takutku.
"...."
"Semakin kau mengulur waktu, semakin cepat aku membuat keputusan"
.
.
.
Matanya memerah bersama dengan keluarnya energi gelap yang begitu kuat dari dirinya hingga menutupi aura energi kak Morfeus. Sorot mata itu bagaikan tombak yang bisa menusuk mental siapa saja, untuk sesaat aku lupa siapa pemuda ang ada di hadapanku. Sosok dirinya di hadapanku ini benar-benar terasa berbeda, rasanya seperti aku sendiri yang berhadapan dengan sosok kak Morfeus.
๐๐๐๐ข๐๐ ๐๐๐, ๐๐๐ ๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ข๐๐๐๐ข?
__ADS_1
"Ayo kita lakukan sumpah dunia"
"Sumpah?"
"Sumpah ini akan mengikatku untuk terus menurutimu, jangankan mengkhianati aku tidak akan membohongimu, apa itu bisa membuatmu percaya padaku?" Aku tahu ini tawaran yang terlalu berlebihan tapi entah mengapa aku berpikir bila aku tidak mengikutinya maka aku bisa benar-benar berakhir sekarang juga, seperti apa yang ia lakukan pada bawahan Hera.
...
๐๐๐๐ข๐๐ ๐๐ก๐ข ๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ข๐๐ก๐๐ ๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ข๐ ?!
๐๐ข๐ ๐ก๐โ๐๐, ๐๐ข๐๐๐๐๐๐๐โ ๐๐ ๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ข๐ ?!
๐ด๐๐ข โ๐๐๐ข๐ ๐๐๐๐๐๐๐ข๐ก๐๐๐ฆ๐!
Aku berlari ke mulut goa Griffin dan menunggu hingga seekor garuda terbang mendarat tepat di tempat yang tak jauh dari sana. Sial apa yang dilakukan para manusia utusan dewa itu kemari? apa mereka mengikuti kak Morfeus? Aku harus mengubah wujudku dulu.
"Garuda? kau melihat apa?"
"Sepertinya dia melihat ke arah Griffin itu"
"Oh warnanya unik, memangnya ada ya Griffin berwarna merah?"
"Entahlah, bukankah apa saja bisa terjadi di dunia ini? "
๐๐๐๐๐๐๐๐ฆ๐ ๐๐๐ ๐ ๐๐๐โ๐๐ฆ๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐ค๐๐๐๐๐๐ข?
๐ท๐๐ ๐๐ ๐๐๐๐ข๐ ๐๐..
Aku menunggu sembari memperhatikan mereka, tampaknya mereka tidak bisa masuk kedalam sarang karena sihir yang di tanam oleh para Griffin selain itu tampaknya keduanya tipe yang tidak bisa bertarung. Setelah beberapa saat menunggu akhirnya seseorang keluar dari dalam sana.
๐ผ๐ก๐ข ๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ข!
๐ด๐๐ ๐ฆ๐๐๐ ๐๐๐๐ข๐ ๐๐ ๐ ๐๐ก๐๐๐๐โ ๐๐๐ค๐ ๐๐กโ ๐๐๐๐ข๐๐๐ ๐๐๐ ๐๐๐?!
Pria itu tampak menggendong pemuda berambut hitam yang aku ikuti dengan hati-hati. Dan menyerahkannya pada kedua pemuda itu dengan mudah sebelum kemudian matanya menangkap keberadaan ku dengan tatapan aneh dan langsung pergi menghilang menjadi kepingan cahaya hijau, Garuda juga kemudian terbang pergi.
๐๐๐๐๐๐๐๐ฆ๐ ๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐ ๐ข๐๐โ ๐๐๐๐..
Namun baru saja aku mengikuti mereka beberapa saat kekacauan kemudian terjadi. Para bayangan utusan dewa tiba-tiba menyerang mereka namun pada akhirnya Pemuda berambut hitam itu menghancurkan mereka semua, matanya yang secoklat kayu kini berwarna merah darah dan tangannya yang memegang belati merah itu tampak dikelilingi oleh aura kekuatan hitam yang kuat. Sangat jelas kalau itu bukanlah dirinya.
๐๐๐๐๐๐๐๐๐ฆ๐ ๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐?
...
"Baiklah ayo kita lakukan"
"Pilihan bagus" akhirnya ia mau "rentangkan tanganmu" ia merentangkan tangannya "mungkin akan terasa sakit tapi jangan khawatir.." aku menggigitnya, dan dengan cepat menyebarkan kekuatanku ke dalam tangannya.
"Apa yang kau lakukan?!" Pisau buah hampir saja menusukku namun ketika ia sadar ada yang berubah dari tangan nya dan tubuhku ia menghentikan aksinya.
Simbol ular bersayap dengan warna merah terbentuk pada tangan kirinya dan juga tubuh ularku. Menunjukan kalau sumpah darah suci telah dibuat dan dengan ini kami tidak akan bisa saling membunuh.
"Sekarang aku tidak bisa membohongimu tapi sebagai gantinya bila sesuatu terjadi padaku maka kau akan merasakannya juga"
"Haruskah ku katakan kau membohongiku?"
"Kau boleh berpikir begitu, karena kini kita adalah sekutu" aura hitam menyelimuti tubuhku yang mulai membesar dan sosok ku mulai menyerupai dirinya. Energi ini benar-benar membuatku segar, meskipun aku benci sosok manusia tapi ini tidak buruk.
"๐๐๐ ๐ ๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐, ๐ป๐๐๐๐๐?"
__ADS_1
[Bersambung]