
"Senang berjumpa dengan anda, Fobetor sang dewa pemberi mimpi buruk dari Yunani"
Tubuh Loki yang utuh kemudian melebur menjadi bulu bulu hitam gagak, dan ketika Fobetor hendak menangkapnya Loki yang dalam wujud gagak telah ada di pundaknya dan berbisik "Sungguh mengejutkan anda yang merupakan Mantan Dewa Nightmare malah membuat kontrak sumpah dengan Manusia yang menerima kekuatan dewa Nightmare yang sekarang"
"Itu kan bukan urusan anda.."
"Wah bahkan sekarang sikapmu berubah drastis, kau yang dulu hanya diam dan menatap manusia dengan wujud moster mu itu kini malah membela manusia? Dewa Yunani memang aneh-aneh ya.." Loki terbang menjauh dari pundak Fobetor dan ketika terpaut jarak diantara mereka keduanya saling bertatapan dengan tajam.
"Apa ayahmu tahu tentang ini? bukankah kalian seharusnya sudah mati?"
"Sudah ku bilang itu bukan urusanmu kan!"
Sebuah tentakel muncul dari punggung Fobetor dan melesat cepat menangkap Loki, namun bukannya takut loki malah tersenyum "Apa kau kira mereka akan diam saja mengetahui kondisimu?"
"Aku berbeda dengan Novan, aku tidak akan tertipu oleh tipu dayamu itu. Aku tahu sejak awal kau sudah mengikuti Novan kan? kau sadar ada sesuatu yang besar sedang tertidur di dalam dirinya itu"
Loki tak dapat mengelak, ia akhirnya menghela nafas dan kembali ke wujud manusianya "Peka sekali ya.. tenang saja aku tidak akan membocorkan apapun tentang kalian, justru aku ke sini ingin memberikan peringatan karena sepertinya sebagai Mantan dewa kau tidak tahu situasinya sekarang.."
"Peringatan?"
"Saat ini para dewa telah memulai perang dingin, tidak peduli mau darimana mitologi mereka, persaingan terjadi sangat ketat terutama di Nightmare karena mereka ingin menjadi yang terkuat diantara dewa lainnya, dan saat ini wilayah ini juga adalah medan perang tak terlihat antara dua dewa kuat"
"Jadi maksudmu Poseidon sedang berperang dengan dewa lain?"
"Yah aku tidak tahu juga sih, tapi tampaknya anak itu pasti akan segera tahu" Loki menatap ke arah Novan yang kini tampak berlumuran darah hitam "Karena aku yakin ia adalah anak dalam ramalan itu, sang pemimpin dari kubu ketiga, raja dari kehancuran dunia ini"
Sebuah ramalan, sesuatu yang terdengar tabu untuk di percayai apa lagi bagi para dewa, namun nyatanya mereka menaruh perhatian pada hal itu karena dahulu kala para titan pernah membuat sebuah ramalan akan kehancuran kejayaan para dewa. Para dewa Nordik mempercayai itu adalah ragnarok kedua sementara lainya berkata itu adalah kiamat bagi dunia atas. Namun yang meresahkan para dewa ialah bangsa titan mengambarkan ramalan itu dengan 2 gelombang, dan tepatnya 1 abad yang lalu satu gelombang telah muncul.
__ADS_1
Para manusia yang penurut mulai menentang dewa di setiap dunia mimpi, menciptakan perang 7 tahun yang begitu dasyat dan membuat manusia terbelah menajdi dua kubu, kubu dewa dan kubu manusia fana. Perang itu membuat para dewa menjadi resah, mereka telah diterjang oleh gelombang yang begitu tak terduga bahkan kehilagan banyak pahlawan manusia terbaik mereka.
Pada akhirnya yang tersisa dari perang itu hanyalah rasa perpecahan diantara para dewa yang mempercayai ramalan dan yang tidak. Buntut dari kejadian itu adalah para dewa mimpi yang diantaranya adalah Fobetor dan Morfeus yang kehilangan tubuh dan setengah kekuatan dewa mereka, menyebabkan jatuhnya posisi dewa mimpi ke beberapa dewa olympus, dan diangkatnya seorang manusia menjadi dewa yang harus mengabdikan dirinya untuk para dewa itu sendiri.
Dan tak lama lagi para dewa mulai memprediksi akan datangnya Gelombang kedua.
"Itu tidak mungkin" Fobetor membantah perkataan Loki "Kalau ramalan itu nyata maka para dewa pasti sudah bisa menghalanginya dengan mudah"
"Aku tidak bilang kalau anak itu Novan.. sepertinya kita salah membahas ramalan" ucap Loki tegas "Yah yang pasti aku juga tidak percaya kalau anak itu yang akan mengalahkan para dewa, mentalnya sih bagus tapi kekuatannya kan buruk" Loki tampak tertawa melihat ke arah Novan yang dengan cepat memukul mundur para Moster itu dengan tatapan yang begitu mengintimidasi.
"Apapun itu aku akan menantikan perkembangan nya, tampaknya dia bisa berubah kepribadian bila melihat darah ya, unik sekali ya haha.." Loki tertawa untuk beberapa saat sebelum kemudian dengan senyuman di wajahnya ia kemudian pergi tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
"Dasar Dewa aneh.."
Suara benturan yang begitu keras terdengar dari arah pertempuran, membuatnya dengan cepat kemudian melesat mendekat dan dalam keadaan syok ia melihat tubuh Novan yang tampak telah dipenuhi darah baik dari lawannya maupun darahnya sendiri. Langit yang telah menjadi jingga tampak begitu menggoda para monster kegelapan untuk keluar, situasi yang begitu buruk bagi mereka berdua untuk melawan.
Novan tak menjawab, tubuhnya kembali berdiri tegap dan dengan kecepatan tinggi berlari menuju ke arah seekor ular besar dan membelah perutnya menggunakan belatinya. Darah menghujani dirinya namun matanya yang tak lagi bercahaya menatap ke arah tubuh seseorang yang keluar dari perut ular itu.
"Apa yang kau perbuat hingga mati seperti ini lagi.." ujar Novan yang kini menatap tubuh anak berambut hitam dengan pakaian bangsawan. Satu dari anak-anak Adipati Akasa, manusia yang dipilih oleh dewa Indra "Rian Akasa".
π΄πππ π¦πππ ππππππβ πππ€π πΌππππ?!
ππππππ‘-π πππππ‘ππ¦π πππ ππππ¦ππππππ‘πππππ¦π ππππβππ πππ’ ππππππ πππ’ ππππππππ πππ€π!
Fobetor yang tak dapat menebak pikiran Novan mencoba untuk melindunginya dari belakang, dengan kekuatannya ia menciptakan sebuah pedang, membuatnya dengan mudah melawan para ular yang semakin banyak itu.
Novan mengangkatnya dengan hati-hati mata coklatnya yang telah menjadi merah hanya menatap ke arah udara kosong seakan-akan untuk sesaat ia terjebak dalam pikirannya sendiri. Tidak, ia seperti mengingat sesuatu dan menunggu seseorang. Tepat ketika matahari sudah hampir terbenam suara teriakan seorang pemuda terdengar membelah keributan.
__ADS_1
Dengan perisai cermin yang berkilau ia memantulkan cahaya matahari senja ke arah para monster ular itu, membuat mereka semua menjadi buta untuk sesaat dan kemudian pemuda itu dengan cepat berlari ke arah Novan dan Fobetor. "Cepat kita harus pergi dari sini!!"
Para monster yang kemudian sudah bisa melihat kembali menyadari hari telah menjadi gelap dan mereka tak dapat menemukan hawa keberadaan ketiga pemuda itu.
.
.
.
Di sebuah desa yang tak jauh dari hutan Novan tampak terbaring tak sadarkan diri dengan balutan perban, di sampingnya Fobetor hanya dapat terdiam dan mengucapkan terimakasih pada sosok yang telah menyelamatkan mereka.
"Terimakasih sudah membawa kami kemari, kalau tidak ada anda mungkin kami sudah menjadi santapan moster itu"
"Tak masalah, kalian bisa bertahan saja sudah hebat. Apa kalian anak kembar?"
"Y-ya begitulah.." Fobetor terpaksa berbohong. "Nama saya Fobe, dan Ini kakak saya Nov, kami kemari hendak berlibur di pantai namun akhirnya malah diserang oleh segerombolan moster ular"
"Begitu ya, nasib kalian sial sekali. Padahal bawahan para gorgon itu seharusnya tidak berkeliaran sampai sini" ujar pemuda itu.
"Gorgon?"
"Mereka adalah bawahan milik tiga gorgon yaitu Stheno, Euriale dan Medusa" mendengar nama Medusa seketika Fobetor menjadi kaget, dan dengan perasaan tak enak ia kemudian bertanya.
"Maaf, siapa nama anda?"
"Nama saya? Saya Perseus"
__ADS_1
[Bersambung]