Mimpi Untuk Kembali: The God Of The Tower

Mimpi Untuk Kembali: The God Of The Tower
58. Kontrak (3)


__ADS_3

Pagi itu angin laut begitu sejuk, lautan tampak bergelora dengan tenang dan ombak kecil bergerak di sepanjang pesisir pantai. Novan menatap ke arah surat hitam pemberian Hopeless dan ia sadar ada yang tak beres dengan surat itu, di belakang surat itu tertulis bahwa ia harus membuka surat itu bila ia telah merasa siap, seakan Hopeless tahu apa rencana besar yang Novan ingin jalankan.


Seekor gagak terbang ke arahnya dan membawa sebuah surat dari kediaman Akasa. Loki kemudian mendarat di atas pasir pantai yang putih dan merubah wujudnya menjadi seekor kucing hitam. "Semakin ku lihat, semakin aku tidak bisa memahami mu. Kau membuat kontrak dengan dewa dan sekarang dengan pangeran iblis, sebenarnya apa rencanamu?" Novan tersenyum dan mengantongi kedua surat yang ia terima sebelum kemudian menatap Loki dengan tatapan senang.


"Kau ingin mendengarnya sebagai apa? rekanku atau seorang dewa?" Tanya Novan, arti dari pertanyaan itu ialah menanyakan siapa posisi Loki saat ini. Sebagai seorang dewa atau hanya rekan yang dapat dipercaya.


"Aku tidak bisa memilih, toh kedua kubu itu akan merugikan bukan? Para dewa akan memburuku saat mereka tahu aku masih berhubungan denganmu, tapi bila aku menjawab sebagai seorang dewa kau akan menempatkan diriku ke dalam ancaman" Ujar Loki menjelaskan bahwa ia tidak memihak keduanya, sesuai ekspetasi Novan.


Loki hanya membantunya karena ia tertarik akan suatu permainan yang mendebarkan, tapi Loki juga bukan orang yang bisa menusuk Novan, karena tak dapat dipungkiri bahwa ia memiliki hutang pada Novan dan selain itu diam-diam Loki juga terganggu dengan Hopeless yang kini terlihat memihak Novan. Loki adalah dewa yang jauh lebih rumit dari dewa manapun, ia berdiri bersama dewa lainnya tapi juga berpihak pada kegelapan, semua tindakannya hanya didasari oleh rasa tertarik dan bosan.


"Kalau begitu saya tidak akan menjawab" Ujar Novan dan kemudian berjalan menjauhi pantai, meninggalkan Loki yang kini menatap lautan sendirian.


Dari kejauhan Novan melihat Medusa dan Leviathan berbincang dengan nyaman. Untuk sesaat kemudian Novan memikirkan ekspresi Leviathan kemarin malam, tampak sangat jelas bahwa iblis itu seperti menyukai Amfirit, namun keduanya adalah ras yang saling berlawanan tidak mungkin keduanya bisa menjalin hubungan, justru berbanding terbalik bila Leviathan dengan Medusa.


Sadar akan pemikiran kekanakan dirinya karena telah mencocokkan orang lain, Novan kemudian menggelengkan kepalanya dan tertawa malu. "Haha kenapa aku malah berpikir seperti anak kecil..." Novan mencoba untuk menutupi raa malunya dengan menghela nafa dan mengusap wajahnya namun kemudian sebuah suara yang tak asing mengejutkannya.


"Apanya yang seperti anak kecil, tuan?" Perseus datang dari arah belakang dan mengejutkan Novan.

__ADS_1


"Kau mengagetkanku!" Perseus tampak meminta maaf dan kemudian memberikan sebuah kotak pada Novan.


"Terimakasih atas semuanya" Perseus kini tersenyum dan kemudian membungkuk sesaat, seakan berpamitan pada Novan sebelum kemudian ia akan pergi dalam perjalanan yang jauh.


"Kau mau pergi kemana?"


"Saya harus pergi menjelajah, meskipun terdengar tidak masuk akal tapi saya mendengar suara dewa" Novan kini membeku dan kemudian menatap ke arah Medusa yang masih berbincang dengan Leviathan di tempat lain. Sejujurnya Novan ingin bertanya apa yang telah Perseus dengar tapi ia enggan, ia tidak ingin gegabah.


Novan tahu hari ini akan datang, hari dimana akhirnya para dewa mengerakkan para bidak pahlawan mereka. Dan Novan tahu bahwa salah satu tugas Perseus adalah membunuh Medusa, karena itu adalah salah satu momen dimana Perseus menemukan senjata andalannya, yaitu kepala Medusa. Tapi kini Novan telah merubah alur, sekarang Perseus dan Medusa adalah rekan yang pernah bertempur bersama, dan berkat itu Dewa Indra juga telah menjanjikan keamanan untuk Medusa. Jadi hampir mustahil untuk Perseus membunuh Medusa.


"Benarkah? itu hebat!" Novan memasang wajah senyum palsunya seperti biasa, namun kemudian Perseus memotong dan balik memuji Novan.


Pada akhirnya tak ada waktu maupun kesempatan untuk Novan mengorek Informasi lebih dalam. Ia harus segera kembali ke Kediaman Akasa dan dengan bantuan Mammon dan Leviathan kini ia telah berada di ruang kerjanya seperti biasa, dengan penampilan yang kembali menjadi sosok Askara Akasa.


Novan bertekad ia tidak akan lagi melewatkan kesempatan apapun, dan kini ia sudah mulai melangkah menjalankan rencananya. Mata Emas Novan menatap ke arah kedua orang kini duduk saling berhadapan tepat di depannya.


"Begitu ya, yah memang akan sangat bermanfaat bila meningkatkan aspek itu tapi bagaimana kalau coba memonopoli barangnya dari seluruh negeri? dan saat terjadi kelangkaan kita naikkan harganya tiga kali lipat!" senyuman bisnis terpampang pada wajah Mammon dengan cerahnya, kini ia berpakaian seperti bangsawan kelas atas. Jas merah yang ia kenakan tampak seiras dengan bros ruby yang tergantung pada dadanya, di depannya seorang wanita berambut pirang dan mata hijau tampak fokus mendengarkan dan kemudian tersenyum.

__ADS_1


Kinan mengangkat alisnya senang dan ia kemudian menjaba tangan Mammon, mengungkapkan rasa setujunya akan rencana licik iblis itu "Itu ide yang bagus, tidak ada hukum di kerajaan yang melarang memonopoli barang jadi kita bisa melakukan itu!" ucapnya tersenyum.


"Haha benar mumpung belum ada jadi kita harus memanfaatkanya, ini demi memperoleh banyak keuntungan!" Mammon tersenyum dan menautkan jari telunjuk dan jempolnya, memberikan isyarat yang berarti uang. Novan sedikit menghela nafas, ia memang mengira kedua orang itu akan cocok tapi tidak ia sangka pada akhirnya mereka sama-sama membuat rencana licik.


"Kalau begitu kita lakukan seperti itu saja, senang berbisnis dengan anda Tuan Mammon"


"Aku juga, kalau begitu ayo kita tanda tangani kontrak kerja dengan nama alias kita, bagaimana?"


"Ekhm, saya harap anda berdua tidak melupakan saya" Novan menyela dan kemudian mulai mengambil sebuah pena "Aku sudah menuliskan nama kalian dan isi perjanjian yang sedari tadi anda bahas, dengan ini kalian akan bekerja sama dibawah nama keluarga Akasa dan menggunakan identitas samaran kalian, detail lebih lengkap ada di dalam sini".


"Aku tahu kau orang yang peka tapi aku tidak tahu kau bersemangat sekali membuat kontrak, tak hanya mengenalkan diriku dengan tuan cerdik seperti tuan Mammon tapi juga kontrak kerja dengan jaminan menguntungkan, kau punya rencana ya.." Ucapan kinan membuat seutas senyum licik terbentuk di wajah Novan, senyum yang juga terasa hangat di saat yang bersamaan.


"Karena suatu saat kita harus mengorbankan banyak biaya dan harta.."


"Sebanyak apa?"


"Sebanyak yang kita bisa hingga dapat membuat sebuah kerajaan"

__ADS_1


Memang terdengar tak masuk akal tapi dengan adanya iblis sekelas Mammon maka hal itu bukanlah sesuatu yang mustahil.


...[Bersambung]...


__ADS_2