Mimpi Untuk Kembali: The God Of The Tower

Mimpi Untuk Kembali: The God Of The Tower
56. Kontrak (1)


__ADS_3

"Kau memang peka, benar aku ingat" suara Morfeus terdengar yakin dan tenang. Senyuman di wajahnya kini hilang menjadi raut wajah serius.


"Kalau begitu putaran berapa aku berada saat ini?" Novan bertanya dengan alis yang terangkat ke atas, menunjukan seberapa penasarannya ia akan putaran yang ia lalui. Apakah ia kini melewati putaran ke enam? Sepuluh atau mungkin keduapuluh? Novan begitu penasaran sebanyak apa ia mati, sebanyak apa ia gagal dan sebanyak apa ia kembali ke awal.


"Kau berada diputaran ke 1947"


Jawaban Morfeus kini membuat Novan terdiam, matanya melebar dan wajahnya kini menjadi serius. "Mustahil.. sebanyak itu?" Ia sedikit menaikan nada intonasinya namun kemudian ia menenangkan dirinya dan menggaruk kepalanya dengan frustasi.


"Apa itu artinya.. diriku yang selama ini ku lihat juga berasal dari putaran yang berbeda-beda.. apa mereka.. adalah wujud dari kegagalanku? Mereka menghantuiku?"


"Tapi kenapa?"


Puluhan pertanyaan muncul dalam kepala Novan bagaikan air yang mengalir deras dan memenuhi kepalanya. Matanya membulat sempurna dan keringat dingin keluar dari tubuhnya, hanya ada hawa dingin di sekitar tubuhnya dan samar-samar ia bisa merasakan puluhan tangan hitam menyentuh punggung nya, seakan dirinya dari masa lalu kini tengah bersembunyi di balik tubuhnya, berdiam dalam kegelapan alam bawah sadarnya dan menunggu saat yang tepat untuk keluar.


Pengelihatan yang ia alami saat tak sadarkan diri ketika bertemu Leviathan membuatnya sadar, bahwa tidak sepenuhnya dirinya dimasa lalu mau membantunya. Ada beberapa dari mereka seakan ingin membuat Novan menyerah, dan itu membuat Novan was-was.


Bagaimana jika suatu hari ia hilang kendali dan sosok-sosok itu kembali mengambil tubuhnya, bagaimana bila saat itu yang mengambil alih adalah sosok yang ingin dirinya menyerah, bagaimana kalau sosok di dalam dirinya sebenarnya tidak ingin mengikuti dirinya.


Tangan pucat dan dingin kemudian menyentuh kepala Novan, mengusapnya dengan pelan dan kemudian Morfeus tersenyum. Ia mencoba menenangkan Novan "musuh bebuyutan mu adalah dirimu sendiri jadi kau tidak boleh takut pada mereka. Tunjukan bahwa sekarang kau adalah yang memegang kendali. Ini adalah hidupmu, bukan mereka" aneh, tangan pucat itu terasa begitu hangat bagi Novan.


Novan terdiam membiarkan kepalanya diusap, ia tidak lagi bisa berkata-kata. Hanya dapat melamun dan memikirkan banyak hal, mencoba untuk mengambil kembali kesadarannya dan fokus pada tujuannya.


Mata nya kini terpaku pada sebuah pasir emas yang tiba-tiba terbang mengelilinginya dan dengan senyuman Morfeus kemudian memegang pundak Novan.

__ADS_1


"Ini waktunya kembali, teman-teman mu sudah menunggumu"


Pasir itu berputar di sekeliling tubuh Novan, membuat dirinya melayang dan kemudian disusul dengan sebuah tangan besar yang menangkap dirinya, tangan itu terlihat terbuat dari air yang dingin dan Novan tidak bisa memberontak, seakan ada energi lain diluar tubuhnya yang memaksanya untuk sadar.


"Tunggu! Aku masih ada pertanyaan!"


Novan berteriak cepat saat dirinya semakin tertarik menjauh. "Apa kau tahu siapa itu Hopeless?!" Mendengar pertanyaan itu Morfeus terdiam sejenak sebelum kemudian ia sedikit terkejut dan tersenyum kembali.


"Tidak ku sangka kau juga telah bertemu ayahku"


Novan membulatkan matanya, hendak kembali bertanya apa maksud dari jawaban Morfeus tapi tarikan energi lain itu terus menariknya keluar, membuatnya pada akhirnya harus keluar dari alam bawah sadarnya sendiri tanpa ia inginkan.


"Sial! Morfeus!!!"


"Aw.. kenapa kepalaku sakit begini.." Novan hendak bergerak ke samping tapi ia merasakan ada sesuatu di samping tubuhnya, seekor kucing berbulu panjang dan mengkilap tertidur disamping kiri tubuhnya, lalu di sebelah kanannya seekor ular merah kecil juga tampak meringkuk tidur.


"Ini Fobetor.. lalu ini... Mammon?"


Novan menatap kucing di sampingnya dan kemudian mengelus buku kucing itu "dasar, kau tidak mau membiarkanku tidur tenang ya.." Novan menyentuh hidung kucing itu, membuat Mammon langsung meringkuk dan menutup wajahnya sembari lanjut tertidur.


Ada alasan kenapa Mammon kini kembali ke dalam bentuk kucing. Didunia ini ada sebuah benda yang bisa menyerap energi keserakahan dan membuatnya bisa melakukan apapun bila pemiliknya membiarkannya memakan energi keserakahan itu, dan kebetulan benda itu adalah cincin permata kuning yang dibawa oleh Kanz.


Secara mengejutkan cincin itu bereaksi pada energi keserakahan Kanz yang ingin mencuri koin emas milik Novan. Dan ketika cincin itu menyerap semua koin emas Novan yang telah di kelilingi oleh sihir, cincin itu penuh akan sihir lalu pecah dan menjadi tubuh seekor kucing tanpa jiwa. Karena penuh dengan energi keserakahan ia hendak mencari jiwa yang bisa ia serap, awalnya Novan ingin mengambil kucing itu dan menyimpannya untuk jaga-jaga.

__ADS_1


Diluar dugaan Novan yang terbawa emosi pada malam itu malah menghabisi Mammon, membuat jiwa Mammon yang dipenuhi keserakahan meminta sebuah kesempatan baru, membangkitkan keserakahan dalam dirinya untuk terus hidup. Tubuh kucing itu langsung menyelamatkan Mammon, mengurung jiwa Mammon dalam tubuh itu dan kemudian menjadi sosok Mammon yang baru.


Novan tahu akan kebenaran itu tapi ia tidak berani mengatakan kebenarannya pada Mammon, Novan tahu Mammon bisa saja membunuhnya kalau Mammon tahu apa yang sebenarnya terjadi.


Mata Novan kini terpaku pada punggung Mammon, sebuah sayap naga terlihat di sana dan itu membuat Novan kaget. Itu artinya tubuh kucing Mammon telah berevolusi menjadi sosok mahluk lain dan mahluk yang kini ada di benak Novan ada mahluk yang begitu menyukai permata dan bersikap ganas pada manusia.


"Griffin..? Tidak dia iblis jadi lebih mirip Chimera.. yang pasti dia jadi lebih mencolok karena sayap dipunggungnya.." gumam Novan.


Mata Novan lalu melihat ke arah tanganya, dua buah simbol asing tergambar di lengan kanannya, berbeda dengan simbol perjanjian jiwa dengan Fobetor. Simbol itu tampak familiar "ini.. mustahil.." Novan mencoba tidak mempercayai matanya, namun mau ia berkedip beberapa kali ataupun mencubit kulitnya ia sadar bahwa itu bukan mimpi, tapi tetap saja ia berharap itu adalah mimpi.


"Kenapa ada lambang iblis keserakahan dan iri hati di lenganku?!" Suara pintu terdengar dan seorang pemuda berambut putih dengan mata merah tampak masuk ke dalam ruangan dengan senyuman yang tak asing. Leviathan datang dan tersenyum layaknya Novan.


"Tampaknya kau sudah lebih baik ya, manusia"


"Tunggu kenapa senyummu itu terlihat tidak asing- tidak daripada itu kenapa ada lambang dirimu dan Mammon di tubuhku?! Bukankah tanda ini hanya bisa muncul kalau aku menjalin kontrak dengan kalian?!"


"Kenapa kau bertanya kalau sudah tahu jawabannya?"


"Eh apa?"


"Tanda itu muncul karena kami membuat kontrak denganmu"


...[Bersambung]...

__ADS_1


__ADS_2