
Portal hitam terbentuk di udara dan beberapa orang pemuda keluar dari dalam sana. Tetesan air hujan menyambut mereka dan mata mereka kemudian menatap ke arah sekitar. Bangunan-bangunan gedung pencakar langit hancur dimana-mana, jalan aspal dan tanah retak, sangat jelas bahwa latar tempat dunia nightmare adalah abad 21 berkebalikan dengan dunia comfort dream yang berada di latar kerajaan.
"Sebenci itukah para dewa dengan peradaban modern?" Ucap Novan penasaran.
"Dulu tempat ini bukan aku desain seperti ini. Jadi pasti para dewa lain yang mengaturnya agar seperti ini" ujar Fobetor menendang sebuah bongkahan batu.
"Yah apapun itu berbahaya bila kita mencolok, Fobetor kemarilah" Novan merentangkan tanganya dan Fobetor merubah wujudnya menjadi ular dan bersembunyi di lengan baju Novan.
"Aku benci tempat ini, aku jadi harus meninggalkan Pupu di penginapan" gerutu Mammon mengingat anjingnya.
"Aku lebih terkejut anjing itu masih hidup, bagaimana caranya melawan dewa sembari melindungi anjing itu?" Gumam Novan sembarangan dan dibalas gelengan kepala oleh Fobetor yang juga bingung.
"Memangnya kau saja yang benci ke sini? Aku juga harus meninggalkan Amfitrit ke Medusa karena akan berbahaya baginya bila berada disini" Leviathan ikut menggerutu.
"Diam kau dasar bucin akut!"
"Bucin? Kau mulai mengejekku dengan ejekan manusia? Sialan kau-"
"Kalau kalian bertengkar disini aku tidak segan-segan menarik energi kegelapan ku dari kalian. Kalian mau jadi seekor kucing dan seekor kadal?" Ancam Novan.
""Tidak, terimakasih""
Keduanya kemudian diam dan menyusuri kota modern yang hancur itu. Hujan tak berhenti turun dan udara dingin begitu menusuk kulit mereka. "kau tidak apa-apa?" Tanya Fobetor menatap ke arah Novan "tidak baik terkena air hujan terlalu lama, ayo meneduh dulu" mendengar ucapan itu Mammon kemudian ikut berpikir hal yang sama.
"Benar, aku lupa manusia kan memang punya tubuh lemah. Ayo kita meneduh"
"Yah manusia memang merepotkan-"
Kabur hitam muncul menutupi tubuh Mammon dan Leviathan yang berjalan di depan Novan dan ketika kabut itu menghilang kedua iblis itu telah menjadi seekor kucing dan kadal kecil. Yang lebih buruknya keduanya bahkan tak bisa berbicara dengan baik.
__ADS_1
"Ya, dan manusia itu kini menarik kekuatan yang kalian pinjam" Novan tersenyum dan menatap ke bawah Mammon dan Leviathan.
"Meow! Meow!!" ('bagaimana kau melakukan itu?!')
Sementara Mammon terus bersuara mengungkapkan kekesalannya, Leviathan tampak menatap pantulan wujudnya sendiri di genangan air. Wajahnya terlihat tertekan dan tak bisa mempercayai wujud nya sendiri. Novan tersenyum dan tertawa dengan puas.
"Novan, ada yang mendekat kemari" ucapan Fobetor itu seketika memecahkan suasana dan ketika ia melihat ke arah lain seorang pria berjas hitam tampak menatapnya dari kejauhan. Mata merah pria itu bagaikan iblis yang begitu menyeramkan meskipun begitu wajahnya masih terlihat rupawan walaupun rambutnya tampak berantakan dan basah.
Novan mengenal sosok pria itu, sosok yang sama dengan orang yang telah membunuh Leviathan diputaran kelima Novan. Namun hanya sesaat mereka bertatapan sebuah suara dari kejauhan terdengar dan seorang pemuda berambut pirang dengan mata biru tampak berlari ke arahnya. "Oh anda yang di sana!" Mata Novan teralihkan ke pemuda itu untuk sesaat dan ketika ia melihat kembali ke arah sosok hitam di kejauhan itu, pria itu telah hilang.
"Anda tampaknya tersesat, disini tidak aman" pemuda berambut pirang itu tampak menghawatirkan Novan "apa anda rakyat biasa?"
"Haha iya.. sepertinya... Begitu. Maaf tapi mungkin saya kehilangan ingatan saya, saya tidak ingat apapun. Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa tempat ini begitu kacau? Yang saya ingat saya terbangun di jalanan dan tidak mengingat apapun" Novan mulai berakting seperti biasanya. Kini wajahnya benar-benar terlihat bingung dan takut melihat keadaan sekitarnya. Sementara itu Fobetor, Mammon dan Leviathan hanya bisa terdiam mengikuti.
Mata pemuda itu terarah ke Mammon dan Leviathan kemudian ia terdiam sejenak "tampaknya anda bukan orang biasa, melihat dari hewan magis yang anda punya mungkin anda seorang penjinak monster" pemuda itu kemudian mengulurkan tanganya untuk berjaba tangan dan memperkenalkan dirinya "Kiel, salah seorang Hunter disini" Novan tampak tak mengerti apa yang orang itu maksud, melihat reaksi Novan itu Kiel kemudian sedikit tertawa.
"Ah begitu ya... Jadi anda Hunter..."
Kiel tersenyum dan dengan tatapan ramah ia menyentuh pundak Novan "wajar saja orang dari dunia sebelah tidak tahu apa-apa tentang tempat ini" ucapan Kiel membuat keheningan melanda diantara mereka. Dan Kiel masih tersenyum, membuat Novan kemudian ikut tersenyum, namun kini ia tak mencoba menutupi ekspresi aslinya.
"Jadi sejak awal anda tahu saya bukan dari dunia ini?" Kiel tertawa dan kemudian melipat tangannya di depan dada.
"Bukankah itu sudah wajar? Melihatmu membawa Mammon dan Leviathan saja sudah menunjukkan siapa dirimu..." Novan terkejut Kiel mengetahui identitas asli Mammon dan Leviathan yang tengah berada dalam wujud kecil mereka. "Discarded Hero" Kiel tersenyum dan mata biru langitnya yang indah seperti permata menatap mata merah darah Novan.
"Biar ku tebak kau punya sebuah urusan sampai datang ke sini, benar?"
"Tunggu-bagaimana kau tahu begitu banyak hal tentangku" Novan menajamkan matanya dan ia menatap Kiel dengan penuh kewaspadaan. Mata biru langit Kiel menatap ke arah kupu-kupu hitam yang terbang di beberapa tempat.
"Sebelum itu tenanglah dulu, saya sama sekali tidak ingin menjadikan anda musuh. Bukankah kita ada di pihak yang sama?" Kiel tersenyum dan seekor elang emas terbang membuat para kupu-kupu hitam yang bersembunyi keluar.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu saya akan memperkenalkan diri dengan benar kali ini..." Elang emas itu bertengger di tangan Kiel yang terlentang, dan bulu-bulu emas burung itu berjatuhan menciptakan beberapa kilauan cahaya. "Nama saya Kiel Blade, satu dari penjaga kota Tagisna ini." Dari energinya Novan tahu bahwa Kiel adalah pengguna kekuatan suci namu ada yang aneh.
"Pihak yang sama? Apa arti dari kalimatmu itu?"
"Kita sama-sama memiliki keinginan untuk membebaskan manusia di alam ini kan? Haha tidak perluh berbelit-belit aku tahu karena-"
"Sepertinya kau salah paham" Novan menatap Kiel dengan tatapan serius "aku bukan ingin membebaskan manusia disini. Tapi menghancurkan dunia ini dan para dewa mitologi sialan itu" untuk sesaat Kiel terkejut mendengar ucapan Novan. Dan ketika Novan melanjutkan kalimatnya "jadi kita bukan di kubu yang sama, aku tidak peduli mau kau membebaskan mereka atau tidak tapi kalau semisal kau berani mengatakan itu karena percaya bahwa para dewa akan membebaskan mereka maka itu adalah tindakan bodoh" Novan berjalan melewati Kiel dan wajahnya tampak sangat serius dan penuh dominasi.
Novan berasumsi bahwa Kiel juga adalah salah satu 'pahlawan' buatan para dewa yang telah dijanjikan sebuah janji manis yang tak berguna. Namun alih-alih Kiel menganggap Novan ancaman ia malah tertawa senang sekaan kini ia sepenuhnya mempercayai Novan.
"Mati kita kesampingkan itu, kau ingin ke tempat dimana tidak dapat di capai oleh cahaya kan?" Mendengar ucapan Kiel Novan seketika berhenti berjalan namun ia tak membalikkan badannya.
"Aku tahu cara pergi ke tempat itu tanpa menemui Hades"
"Apa?"
"Tapi sebelum itu aku ingin kau percaya padaku. Aku ini memang pahlawan tapi aku bukan pahlawan yang dipilih oleh para dewa mitologi tapi dewa legenda" Kiel tampak mengatakan itu dengan tatapan jujur dan senyuman ramah. "Aku mengetahui soal dirimu dari dewaku. Jadi jangan takut"
"Baiklah aku akan percaya. Jadi bagaimana caranya pergi ke sana?"
"Kau harus membantuku membunuh seekor monster"
"Monster? Monster yang mana-"
Suara raungan terdengar dan tanah mulai bergemuruh. Dari kejauhan seekor monster dengan tubuh hewan buas tampak mengamuk.
"Bantu aku membunuh Bahemoth, satu dari para pangeran iblis dunia bawah"
...[Bersambung]...
__ADS_1