Mimpi Untuk Kembali: The God Of The Tower

Mimpi Untuk Kembali: The God Of The Tower
29. Penderitaan Masa Lalu


__ADS_3

𝑵𝒐𝒗𝒂𝒏 𝑷𝒐𝒗:


Air danau yang jernih memantulkan bayangan wajahku yang kini tampak berbeda, rambutku yang hitam terpatul menjadi warna biru gelap, begitu juga mataku yang kini berwarna emas. Sangat mirip dengan ciri khas keluarga Akasa.


Sensasi angin yang menghembus mengelus pelan kulitku terasa begitu nyata, hingga rasanya aku tidak akan sadar bahwa ini hanyalah kilas balik ingatan masa laluku.


[Sekarang saksikanlah salah satu akhir dari masa lalu mu]


[Kau akan melihat memori putaran ke 5]


Suara itu seakan memberiku petunjuk untuk menyaksikan apa yang tengah kurasakan kini.


𝑇𝑎𝑑𝑖 𝑖𝑡𝑢 𝑠𝑢𝑎𝑟𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑠𝑎𝑚𝑎 𝑑𝑒𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑠𝑜𝑠𝑜𝑘 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑝𝑒𝑟𝑛𝑎ℎ 𝑚𝑢𝑛𝑐𝑢𝑙 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑚𝑖𝑚𝑝𝑢 𝑏𝑢𝑟𝑢𝑘𝑘𝑢..


𝐴𝑝𝑎 𝑖𝑡𝑢 𝑠𝑢𝑎𝑟𝑎 𝑑𝑖𝑟𝑖𝑘𝑢 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑙𝑎𝑖𝑛?


Dengan pakaian rapi aku berjalan kembali menyusuri setiap penjuru hutan, di hadapanku aku melihat seekor kelinci kecil yang begitu aneh.


Pupilnya yang berwarna hijau entah mengapa menggangguku, saat aku mengikutinya aku melihat sosok seorang gadis kecil berambut coklat pucat.


𝐴𝑟𝑖𝑛.. 𝐽𝑎𝑑𝑖 𝑏𝑒𝑔𝑖𝑛𝑖 𝑦𝑎 𝑘𝑖𝑡𝑎 𝑏𝑒𝑟𝑡𝑒𝑚𝑢 𝑑𝑖 𝑝𝑢𝑡𝑎𝑟𝑎𝑛 𝑠𝑒𝑏𝑒𝑙𝑢𝑚𝑛𝑦𝑎..


Aku kemudian mengendongnya dengan hati-hati, ia tidak terluka, ia tidak tertidur. Ia hanya pura-pura tak sadarkan diri. Meskipun begitu diriku hanya diam mengendongnya layaknya seorang kakak.


𝐴𝑟𝑖𝑛 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑎𝑘𝑢 𝑘𝑒𝑛𝑎𝑙 𝑠𝑒𝑘𝑎𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑡𝑖𝑑𝑎𝑘 𝑎𝑘𝑎𝑛 𝑏𝑒𝑔𝑖𝑛𝑖, 𝑡𝑎𝑚𝑝𝑎𝑘𝑛𝑦𝑎 𝑑𝑖𝑎 𝑗𝑢𝑔𝑎 𝑘𝑒𝑙𝑖ℎ𝑎𝑡𝑎𝑛 𝑙𝑒𝑏𝑖ℎ 𝑑𝑒𝑤𝑎𝑠𝑎 𝑑𝑎𝑟𝑖 𝐴𝑟𝑖𝑛 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑘𝑢 𝑘𝑒𝑛𝑎𝑙.. 𝑀𝑢𝑛𝑔𝑘𝑖𝑛 𝑠𝑒𝑘𝑎𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑢𝑠𝑖𝑎𝑛𝑦𝑎 12 𝑡𝑎ℎ𝑢𝑛..


𝑇𝑢𝑛𝑔𝑔𝑢, 𝑖𝑡𝑢 𝑎𝑟𝑡𝑖𝑛𝑦𝑎 𝑘𝑒𝑚𝑢𝑛𝑐𝑢𝑙𝑎𝑛 𝑘𝑢 𝑘𝑒 𝐸𝑝ℎ𝑒𝑚𝑒𝑟𝑎𝑙 𝑑𝑎𝑛 𝑏𝑒𝑟𝑡𝑒𝑚𝑢 𝐴𝑟𝑖𝑛 𝑖𝑡𝑢 𝑠𝑒ℎ𝑎𝑟𝑢𝑠𝑛𝑦𝑎 𝑡𝑖𝑑𝑎𝑘 𝑝𝑒𝑟𝑛𝑎ℎ 𝑡𝑒𝑟𝑗𝑎𝑑𝑖 𝑘𝑎𝑛.. 𝐾𝑎𝑙𝑎𝑢 𝑎𝑘𝑢 𝑠𝑒𝑗𝑎𝑘 𝑎𝑤𝑎𝑙 𝑏𝑒𝑟𝑎𝑑𝑎 𝑑𝑖 𝑑𝑢𝑛𝑖𝑎 𝐶𝑜𝑚𝑓𝑜𝑟𝑑 𝑑𝑟𝑒𝑎𝑚 𝑑𝑎𝑛 𝑚𝑒𝑛𝑗𝑎𝑑𝑖 𝑡𝑜𝑘𝑜ℎ 𝑑𝑖 𝑠𝑖𝑛𝑖.. 𝐵𝑎𝑔𝑎𝑖𝑚𝑎𝑛𝑎 𝑎𝑘𝑢 𝑏𝑖𝑠𝑎 𝑠𝑎𝑚𝑝𝑎𝑖 𝑘𝑒 𝑒𝑝ℎ𝑒𝑚𝑒𝑟𝑎𝑙? 𝐵𝑎ℎ𝑘𝑎𝑛 𝑠𝑎𝑎𝑡 𝐴𝑟𝑖𝑛 𝑏𝑒𝑟𝑢𝑠𝑖𝑎 9 𝑡𝑎ℎ𝑢𝑛..?


𝐵𝑢𝑘𝑎𝑛𝑘𝑎ℎ 𝑖𝑡𝑢 𝑎𝑟𝑡𝑖𝑛𝑦𝑎 𝑘𝑎𝑚𝑖 𝑏𝑒𝑟𝑡𝑒𝑚𝑢 3 𝑡𝑎ℎ𝑢𝑛 𝑙𝑒𝑏𝑖ℎ 𝑐𝑒𝑝𝑎𝑡?


Pikiranku melayang kemana-mana, mau dipikirkan sejauh apapun hanya ada satu orang yang mungkin mengetahui jawabannya, Nanaru. Bila dilihat dari reaksinya yang panik saat pertemuan pertama kami tapi kemudian ia malah membantuku apa itu artinya dia tahu suatu saat aku dan Arin akan bertemu.


𝑇𝑒𝑟𝑙𝑎𝑙𝑢 𝑏𝑎𝑛𝑦𝑎𝑘 𝑚𝑖𝑠𝑡𝑒𝑟𝑖 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑚𝑒𝑛𝑔𝑒𝑛𝑡𝑎𝑦𝑎𝑛𝑔𝑖𝑘𝑢..


Tanpa sadar akhirnya aku sampai ke sebuah perkemahan, di sana tampak Abdi dan Kaleid sedang berbincang serius. "Jendral!" dilihat dari cara Abdi yang kini memanggilku dengan jabatannya sepertinya di putaran ini aku adalah orang yang berpangkat tinggi.


Mata emasnya tampak berbinar ketika melihatku, sangat mengambarkan sosok seorang adik yang mengagumi kakak nya.


"Siapkan alat medis dan panggilkan dokter ke sini. Anak ini tampaknya butuh pertolongan"


"Siapa anak ini?"


"Aku tidak tahu tapi melihatnya terkapar tak berdaya itu menggangguku"


𝑊𝑎ℎ 𝑑𝑖𝑙𝑖ℎ𝑎𝑡 𝑑𝑎𝑟𝑖 𝑛𝑎𝑑𝑎 𝑏𝑖𝑐𝑎𝑟𝑎𝑘𝑢 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑘𝑒𝑡𝑢𝑠 𝑠𝑒𝑝𝑒𝑟𝑡𝑖𝑛𝑦𝑎 𝑎𝑘𝑢 𝑡𝑖𝑑𝑎𝑘 𝑎𝑑𝑎 𝑏𝑒𝑑𝑎𝑛𝑦𝑎..


"Anda sungguh sangat perhatian pada anak kecil ya, seperti biasa" aku menengok ke arah suara dan di belakang sana Vivian tersenyun ke arahku.


"Apa yang yang mulia lakukan disini?"


"Apa aku salah bila mengunjungi tunanganku?" Vivian tersenyum dengan lembut sembari berjalan mendekatiku.

__ADS_1


"Tolong katakan itu sambil tersenyum ke arah tunangan anda, jangan membuat saya seperti orang yang merebut tunangan adik saya sendiri"


Ujarku dengan kening yang berkerut. "Dan lebih baik anda beristirahat, pasti anda kemari bukan tanpa alasan. Baiklah saya tidak akan bertanya tapi tolong duduklah dan istirahat saja"


"Ahaha, seperti biasa hanya anda yang bisa mengerti saya! Ngomong-ngomong siapa anak ini?"


"Seperti halnya anda dengan urusan anda, saya hanya mengurus urusan saya. Saya permisi" aku tampak menjawabnya dengan kasar, tapi ia malah tersenyum. Pada akhirnya aku berjalan menjauhinya tanpa melihat balik ke arahnya, untuk sesaat pula Arin tampak mengengam erat tanganya sendiri.


"Tolong rawat dia" di tenda perawatan aku hendak menyerahkannya, namun begitu aku berjalan menjauh ia dengan mengejutkanya memanggilku.


"Kak Novan?"


Dengan tatapan datar aku berbalik ke arahnya, melihatnya sesaat dan kemudian kembali mendekat padanya.


𝑇𝑢𝑛𝑔𝑔𝑢 𝑑𝑢𝑙𝑢..


"Jangan tinggalin Arin.."


"Maaf, tapi aku punya beberapa pekerjaan.. Aku akan kembali lagi nanti"


Arin mengangguk ceria layaknya anak-anak seusianya. Dan tanpa mencurigai apapun aku berjalan keluar meninggalkannya.


𝑇𝑢𝑛𝑔𝑔𝑢, 𝑘𝑒𝑛𝑎𝑝𝑎 𝑎𝑘𝑢 𝑏𝑎𝑟𝑢 𝑚𝑒𝑛𝑦𝑎𝑑𝑎𝑟𝑖 𝑖𝑛𝑖 𝑠𝑒𝑘𝑎𝑟𝑎𝑛𝑔..?


𝐵𝑎𝑔𝑎𝑖𝑚𝑎𝑛𝑎 𝑏𝑖𝑠𝑎 𝐴𝑟𝑖𝑛 𝑚𝑒𝑛𝑔𝑒𝑡𝑎ℎ𝑢𝑖 𝑛𝑎𝑚𝑎𝑘𝑢 𝑝𝑎𝑑𝑎ℎ𝑎𝑙 𝑎𝑘𝑢 𝑡𝑖𝑑𝑎𝑘 𝑝𝑒𝑟𝑛𝑎ℎ 𝑚𝑒𝑚𝑝𝑒𝑟𝑘𝑒𝑛𝑎𝑙𝑘𝑎𝑛 𝑑𝑖𝑟𝑖𝑘𝑢?! 𝐷𝑎𝑛 𝑒𝑘𝑠𝑝𝑟𝑒𝑠𝑖𝑘𝑢 𝑖𝑡𝑢- 𝑚𝑒𝑛𝑔𝑎𝑝𝑎 𝑎𝑘𝑢 𝑠𝑎𝑚𝑎 𝑠𝑒𝑘𝑎𝑙𝑖 𝑡𝑖𝑑𝑎𝑘 𝑚𝑒𝑟𝑎𝑠𝑎 𝑎𝑑𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑎𝑛𝑒ℎ?


Aku menginggat kembali momen pertemuan ku dan Arin di Ephemeral, dan benar saat itu juga Arin langsung mengetahui namaku. Apakah itu kekuatan lucid dream nya, ataukah Arin juga sama sepertiku?


Bagaikan mimpi yang indah, begitulah yang aku pikirkan. Namun naasnya tak ada sesuatu yang benar-benad indah di dunia itu. Putaran yang ku lihat di akhiri dengan sebuah bencana besar, bencana yang terjadi karena kedatangan Arin dan karena aku melakukan beberapa tindakan yang melenceng dari takdir kisah yang para dewa inginkan.


Pada akhirnya aku kehilangan semuanya, semua hancur dan terbakar habis karena para dewa.


𝐵𝑢𝑘𝑎𝑛𝑘𝑎ℎ 𝑖𝑛𝑖 𝑝𝑢𝑡𝑎𝑟𝑎𝑛 𝑘𝑒𝑙𝑖𝑚𝑎?


𝐵𝑎𝑔𝑎𝑖𝑚𝑎𝑛𝑎 𝑑𝑒𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑝𝑢𝑡𝑎𝑟𝑎𝑛 𝑝𝑒𝑟𝑡𝑎𝑚𝑎𝑘𝑢?


𝑂𝑟𝑎𝑛𝑔-𝑜𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑏𝑖𝑙𝑎𝑛𝑔 𝑏𝑖𝑙𝑎 𝑚𝑒𝑟𝑒𝑘𝑎 𝑚𝑎𝑡𝑖, 𝑚𝑎𝑘𝑎 𝑑𝑖 𝑝𝑢𝑡𝑎𝑟𝑎𝑛 𝑠𝑒𝑙𝑎𝑛𝑗𝑢𝑡𝑛𝑦𝑎 𝑚𝑒𝑟𝑒𝑘𝑎 𝑎𝑘𝑎𝑛 𝑡𝑒𝑟𝑙𝑎ℎ𝑖𝑟 𝑑𝑖 𝑚𝑎𝑠𝑎 𝑑𝑒𝑝𝑎𝑛 𝑑𝑎𝑛 𝑎𝑑𝑎 𝑏𝑒𝑏𝑒𝑟𝑎𝑝𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑘𝑒ℎ𝑖𝑙𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑖𝑛𝑔𝑎𝑡𝑎𝑛𝑦𝑎..


𝑇𝑎𝑝𝑖 𝑚𝑒𝑛𝑔𝑎𝑝𝑎 𝑎𝑘𝑢 𝑚𝑎𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑒𝑎𝑘𝑎𝑛 𝑚𝑒𝑛𝑦𝑎𝑘𝑠𝑖𝑘𝑎𝑛 𝑚𝑎𝑠𝑎 𝑑𝑒𝑝𝑎𝑛 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑎𝑘𝑎𝑛 𝑡𝑒𝑟𝑗𝑎𝑑𝑖? 𝑆𝑒𝑎𝑘𝑎𝑛 𝑎𝑘𝑢 𝑚𝑎𝑡𝑖 𝑑𝑎𝑛 𝑘𝑒𝑚𝑏𝑎𝑙𝑖 𝑘𝑒 𝑚𝑎𝑠𝑎 𝑙𝑎𝑙𝑢, 𝐴𝑝𝑎 𝑖𝑛𝑖 𝑏𝑢𝑘𝑎𝑛 𝑝𝑢𝑡𝑎𝑟𝑎𝑛𝑘𝑢 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑠𝑒𝑏𝑒𝑙𝑢𝑚𝑛𝑦𝑎 𝑎𝑡𝑎𝑢𝑘𝑎ℎ..


𝑀𝑎𝑘𝑛𝑎 𝑝𝑢𝑡𝑎𝑟𝑎𝑛 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑘𝑒ℎ𝑖𝑑𝑢𝑝𝑎𝑛𝑘𝑢 𝑏𝑒𝑏𝑒𝑑𝑎 𝑎𝑟𝑡𝑖?


𝑆𝑒𝑡𝑖𝑎𝑝 𝑎𝑘𝑢 𝑚𝑎𝑡𝑖.. 𝐴𝑘𝑢 𝑎𝑘𝑎𝑛 𝑚𝑒𝑛𝑔𝑢𝑙𝑎𝑛𝑔 𝑤𝑎𝑘𝑡𝑢, 𝑡𝑎𝑛𝑝𝑎 𝑖𝑛𝑔𝑎𝑡𝑎𝑛, 𝑡𝑎𝑛𝑝𝑎 𝑘𝑒𝑘𝑢𝑎𝑡𝑎𝑛.


𝑆𝑢𝑛𝑔𝑔𝑢ℎ 𝑘𝑒𝑚𝑎𝑚𝑝𝑢𝑎𝑛 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑡𝑎𝑘 𝑏𝑒𝑟𝑔𝑢𝑛𝑎..


𝐴𝑝𝑎 𝑖𝑛𝑖 𝑎𝑙𝑎𝑠𝑎𝑛 𝑝𝑎𝑟𝑎 𝑑𝑒𝑤𝑎 𝑚𝑒𝑛𝑔𝑢𝑡𝑢𝑘𝑘𝑢? 𝐴𝑔𝑎𝑟 𝑎𝑘𝑢 𝑡𝑖𝑑𝑎𝑘 𝑏𝑖𝑠𝑎 𝑚𝑒𝑛𝑔𝑢𝑏𝑎ℎ 𝑚𝑎𝑠𝑎 𝑑𝑒𝑝𝑎𝑛?


"Kalau begitu berapa lama aku berputar-putar dalam takdir ini?"


𝑆𝑒𝑚𝑢𝑎 𝑚𝑖𝑚𝑝𝑖 𝑏𝑢𝑟𝑢𝑘𝑘𝑢.. 𝐴𝑝𝑎 𝑖𝑡𝑢 𝑎𝑑𝑎𝑙𝑎ℎ 𝑘𝑖𝑙𝑎𝑠 𝑏𝑎𝑙𝑖𝑘 𝑝𝑢𝑡𝑎𝑟𝑎𝑛 𝑚𝑎𝑠𝑎 𝑙𝑎𝑙𝑢𝑘𝑢..?

__ADS_1


"Mengapa.. Mengapa aku memiliki kekuatan ini kalau aku bahkan tak bisa memanfaatkannya?!"


𝑅𝑎𝑠𝑎 𝑓𝑟𝑢𝑠𝑡𝑎𝑠𝑖 𝑚𝑒𝑛𝑦𝑒𝑟𝑢𝑎𝑘 𝑚𝑒𝑚𝑎𝑠𝑢𝑘𝑖 𝑑𝑎𝑑𝑎𝑘𝑢..


𝑆𝑒𝑎𝑘𝑎𝑛 𝑘𝑖𝑛𝑖 𝑡𝑎𝑘𝑑𝑖𝑟 𝑝𝑢𝑛 𝑚𝑒𝑚𝑝𝑒𝑟𝑚𝑎𝑖𝑛𝑘𝑎𝑛𝑘𝑢..


𝑇𝑖𝑑𝑎𝑘 𝑎𝑘𝑎𝑛 𝑎𝑑𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑏𝑒𝑟𝑢𝑏𝑎ℎ, 𝑡𝑖𝑑𝑎𝑘 𝑎𝑘𝑎𝑛 𝑎𝑑𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑚𝑒𝑛𝑎𝑗𝑎𝑑𝑖 𝑙𝑒𝑏𝑖ℎ 𝑏𝑎𝑖𝑘 𝑏𝑖𝑙𝑎 𝑎𝑘𝑢 𝑘𝑒𝑚𝑏𝑎𝑙𝑖 𝑘𝑒 𝑚𝑎𝑠𝑎 𝑙𝑎𝑙𝑢..


𝐿𝑎𝑛𝑡𝑎𝑠 𝑎𝑝𝑎 𝑡𝑢𝑗𝑢𝑎𝑛 𝑘𝑒𝑘𝑢𝑎𝑡𝑎𝑛 𝑖𝑛𝑖 𝑠𝑒𝑙𝑎𝑖𝑛 𝑚𝑒𝑛𝑦𝑖𝑘𝑠𝑎𝑘𝑢 𝑑𝑒𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑘𝑒ℎ𝑖𝑑𝑢𝑝𝑎𝑛 𝑙𝑎𝑦𝑎𝑘𝑛𝑦𝑎 𝑙𝑜𝑜𝑝 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑡𝑖𝑎𝑑𝑎 𝑎𝑘ℎ𝑖𝑟𝑛𝑦𝑎.


[Kau telah melihat memori putaran yang ke 5]


Di hadapanku kini hanya ada kegelapan, dan dengan tatapan lelah aku menatap ke arah soson pemuda berambut putih yang tak lain adalah Morfeus. Di sebelahnya aku melihat diriku sendiri diputaran ke 5.


"Katakan padaku.. Kalau begitu untuk apa aku memiliki kekuatan ini?!"


[Tidak ada sesuatu yang sia-sia]


"Tapi pada akhirnya sama saja kan?! Kalau begitu sudah berap kali aku memutar waktu?! Sudah berapa kali aku gagal?! 𝗕𝗲𝗿𝗮𝗽𝗮 𝗸𝗮𝗹𝗶 𝗮𝗸𝘂 𝗺𝗮𝘁𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝘁𝗲𝗿𝘀𝗶𝗸𝘀𝗮?!"


Aku berdiri dan mencoba menarik kerah bajunya namun diriku yang lain menghalangiku. Dan dengan tatapan tenang ia memeluk diriku, meyakinkanku bahwa semua yang telah berlalu pasti punya suatu tujuan.


"Setiap kegagalan melahirkan sebuah peluang baru, dan setiap peluang membimbing kita pada perubahan"


Amarahku yang meluap seakan reda untuk sesaat dan dengan suara yang begitu dipenuhi harapan sosok diriku itu melebur menjadi kepingan cahaya merah yang perlahan mengelilingiku, ia melebur dan sepenuhnya menyatu denganku bersamaan dengan seluruh memori yang ia miliki.


Pandanganku menjadi buram dan aku kemudian tidak menginggat apapun yang terjadi setelahnya.


Terbangun dengan jantung yang terasa sakit aku mendengarkan sejenak percakapan orang-orang di sebelahku.


"saat ini tuan muda tengah disandra oleh pihak Adipati Akasa, saya tidak tahu detailnya namun ia dikabarkan melakukan suatu pelanggaran dan perbuatan tidak mengenakan.."


𝑂𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑖𝑡𝑢.. 𝐴ℎ 𝑖𝑦𝑎 𝑎𝑘𝑢 𝑚𝑒𝑛𝑔𝑖𝑛𝑔𝑔𝑎𝑡𝑛𝑦𝑎..


Valas Grahard, orang yang baik di masa lalu maupun masa depan akan menjadi seorang ilmuan penting yang dibenci oleh para dewa. Semua penemuannya yang berdasarkan hukum sains dan didasari oleh rumusan duniawi banyak menentang kekuatan dewa.


Karena potensinya itu, para dewa mengambil ingatanya dan membuatnya memulai semua penelitianya dari awal. Namun seingatku 10 tahun yang akan datang ia kemudian berhasil menemukan cara melepaskan kutukan para dewa dan menemukan kembali semua pengetahuannya.


"Tuan Rian, kalau bisa di ibaratkan saat itu beliau sama seperti anda yang sekarang, meskipun ia tidak ingin berhubungan dengan keluarganya tapi ia sering memperhatikan anda"


𝐾𝑎𝑙𝑎𝑢 𝑑𝑖𝑖𝑛𝑔𝑎𝑡-𝑖𝑛𝑔𝑎𝑡 𝑚𝑒𝑚𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑎 𝑎𝑑𝑎𝑙𝑎ℎ 𝑜𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑠𝑒𝑝𝑒𝑟𝑡𝑖 𝑖𝑡𝑢.. 𝑁𝑖𝑘𝑜𝑙𝑎𝑖, 𝑎𝑛𝑎𝑘 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑚𝑎𝑙𝑎𝑛𝑔 𝑖𝑡𝑢..


𝐵𝑎ℎ𝑘𝑎𝑛 𝑑𝑖 𝑝𝑢𝑡𝑎𝑟𝑎𝑛 𝑘𝑒𝑙𝑖𝑚𝑎 𝑎𝑘𝑢 𝑚𝑎𝑠𝑖ℎ 𝑏𝑖𝑠𝑎 𝑚𝑒𝑛𝑔𝑖𝑛𝑔𝑔𝑎𝑡 𝑠𝑎𝑎𝑡-𝑠𝑎𝑎𝑡 𝑖𝑎 𝑚𝑎𝑡𝑖 𝑘𝑎𝑟𝑒𝑛𝑎 𝑑𝑖𝑗𝑒𝑏𝑎𝑘 𝑜𝑙𝑒ℎ 𝑎𝑦𝑎ℎ𝑛𝑦𝑎 𝑠𝑒𝑛𝑑𝑖𝑟𝑖..


𝑃𝑎𝑑𝑎 𝑎𝑘ℎ𝑖𝑟𝑛𝑦𝑎 𝑎𝑘𝑢 𝑡𝑖𝑑𝑎𝑘 𝑏𝑖𝑠𝑎 𝑚𝑒𝑙𝑖𝑛𝑑𝑢𝑛𝑔𝑖 𝑠𝑖𝑎𝑝𝑎𝑝𝑢𝑛..


𝑇𝑎𝑝𝑖 𝑘𝑎𝑟𝑒𝑛𝑎 𝑠𝑒𝑘𝑎𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑎𝑘𝑢 𝑚𝑒𝑛𝑔𝑖𝑛𝑔𝑔𝑎𝑡 𝑠𝑒𝑚𝑢𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑎𝑘𝑎𝑛 𝑡𝑒𝑟𝑗𝑎𝑑𝑖 𝑘𝑒𝑑𝑒𝑝𝑎𝑛𝑛𝑦𝑎 ℎ𝑖𝑛𝑔𝑔𝑎 𝑠𝑎𝑎𝑡 '𝑏𝑒𝑛𝑐𝑎𝑛𝑎' 𝑡𝑖𝑏𝑎, 𝐻𝑎𝑟𝑢𝑠𝑘𝑎ℎ 𝑎𝑘𝑢 𝑚𝑒𝑛𝑔𝑢𝑏𝑎ℎ 𝑎𝑙𝑢𝑟 𝑝𝑢𝑡𝑎𝑟𝑎𝑛 𝑖𝑛𝑖?


"Bukankah itu artinya kita harus menyelamatkan nya?"


𝑻𝒊𝒅𝒂𝒌, 𝒂𝒌𝒖 𝒎𝒆𝒎𝒂𝒏𝒈 𝒉𝒂𝒓𝒖𝒔 𝒎𝒆𝒏𝒈𝒖𝒃𝒂𝒉𝒏𝒚𝒂.

__ADS_1


[Bersambung]


__ADS_2