
Novan mengangguk paham dengan cerita Andi dan kemudian matanya terarah ke buah apel yang tertusuk oleh belati Andi. Malam sudah semakin larut dan Andi memutuskan untuk tidur, setelah ia berpamitan kini hanya tersisa Novan.
Angin malam yang dingin berhembus menerpa kulit dan menerbangkan dedaunan ke udara. Diatas langit bulan sabit tampak begitu indah memancarkan cahayanya. Novan menghela nafas dan memilih duduk disebuah gazebo. Kupu-kupu muncul dari bayangan langkahnya dan memanfaatkan semua pencahayaan disekitarnya.
Dalam kegelapan malam dan kesendirian ia kemudian bergumam "kalau saja kau manusia asli mungkin aku akan lebih mempercayai mu, Andi" Novan menutup matanya sesaat, saat ini banyak hal yang harus ia lakukan sebelum bencana benar-benar terjadi.
"Jadi anda juga menyadarinya?" Morfeus datang dan tampak membawakan sebuah teh lemon. "Bahwa anak itu bukan manusia" pertanyaan Morfeus dibalas dengan anggukkan kepala oleh Novan.
.
.
Aku mengambil teh yang telah disajikan oleh Morfeus, rasa asam dan hangat memasuki tenggorokanku dan aku menghembuskan nafas, menciptakan uap keluar dari mulutku, tampaknya udara belakangan ini menjadi lebih dingin.
"Awalnya aku tidak sadar, tapi semakin dilihat memang benar dia itu hanyalah tokoh dalam dunia ini..."
Dunia ini berjalan layaknya kisah dalam sebuah buku, mimpi yang terbuat dari kisah yang para dewa buat karena tak dapat lagi menguasai dunia manusia. Di dalam dunia ini ada manusia yang terkurung dan ada juga 'tokoh' yang menjadi pelengkap manusia, tujuan 'tokoh' itu dibuat ialah untuk mengisi kekosongan peran yang tak dapat manusia isi. Seperti hewan magis dan ras lain yang bukan adalah manusia, semuanya hanyalah ilusi yang di buat untuk mengendalikan dunia ini dengan baik.
Tidak ada cara untuk membedakan mana manusia asli dan 'tokoh'. Namun satu hal yang bisa menjadi ciri-ciri tokoh adalah mereka jelas memiliki peran ya masing-masing, artinya bila sejak awal mereka adalah penjahat maka dimasa depan mereka tetaplah akan berbuat jahat. Layaknya boneka yang telah ditentukan takdirnya, itulah para 'tokoh' dalam dunia ini, merekalah makhluk yang berdampingan dengan manusia.
"Kapan anda mulai curiga?"
__ADS_1
"Andi selalu tampak mengikuti perintah Dian, hanya Dian yang ia ikuti dan percayai selama ini. Seakan sejak awal ia ada untuk bersama dan mendukung Dian dari balik kegelapan, tipikal tokoh pembantu antagonis sekali" Morfeus mengangguk paham dan kemudian beralih ke pertanyaan selanjutnya.
"Lalu kenapa anda penasaran dengan Nik?" Wajah Morfeus terlihat begitu tertarik, seakan menunggu jawaban yang bagus dari Novan.
"Bukankah karena dia memang unik?" Namun jawaban Novan membuat Morfeus seketika kehilangan senyumannya.
"Apa?" Dengan wajah bingung dan tak percaya ia bertanya "hanya itu? Anda tidak punya rencana?" Novan menatap Morfeus bingung dan keduanya kini hanya saling terdiam. Sebelum kemudian Morfeus mencoba memecahkan suasana "haha anda bercanda kan-" namun Novan segera memotongnya.
"Tidak, aku serius. Memangnya apa yang kau pikirkan?" Morfeus kini benar-benar tampak kecewa dan kemudian Novan meletakan cangkir tehnya ke tangan Morfeus dan kemudian tersenyum tanpa sara bersalah "cukup untuk malam ini, aku ingin istirahat jadi sampai jumpa!"
"Tunggu! Hey! Tuan!!!"
Malam semakin larut dan bulan sabit telah berada di tempatnya. Udara malam menjadi semakin dingin dan kegelapan menyebar dimana-mana, sebagian besar mahluk hidup telah terlelap dalam tidur mereka, mengistirahatkan tubuh dan pikiran mereka untuk hari esok. Namun sayangnya itu tidak berlaku untuk orang-orang yang kini berada di hutan.
"Sial sekali ya... Kalian memang mahluk yang tidak bisa diremehkan..." Fobetor mencoba untuk berdiri namun ia tak dapat lagi bergerak, dalam hatinya ia mengumpat begitu kasar dan penuh emosi, berpikir seharusnya ia lebih berhati-hati akan serangan Dark Elf yang selalu menggunakan panah beracun. Racun pelumpuh menyebar kedalam tubuhnya lewat luka yang timbul di lengan dan perutnya dan kini Elf itu hampir saja menembakkan satu anak panah lagi ke arahnya kalau saja sebuah belati tidak melesat ke arahnya dan melukai tanganya.
"Pantas saja perutku rasanya sakit, rupanya kau dalam masalah ya" Kupu-kupu hitam berterbangan di dalam kegelapan dan dari arah semak-semak yang lebat Novan dan Morfeus datang dengan persiapan lengkap. "Lebih baik kau menceritakan apa yang terjadi setelah ini" sebuah sayap hitam muncul dari punggung Morfeus dan dengan cepat ia mengejar elf yang hendak berlari menjauh.
Novan membuka sebuah ramuan penyembuhan dan menyiramnya ke arah luka Fobetor, membuat pemuda itu kemudian merasa sedikit lebih baik. "ubah wujudmu dan sembunyi di syalku" Fobetor mengubah wujudnya menjadi ular dan masuk ke dalam syal yang Novan kenakan.
"Sekarang ceritakan semuanya"
__ADS_1
"Sesuai perintah anda, ada banyak pemburu di hutan ini. Awalnya saya mengira bila saya memberikan pelajaran pada para pemburu itu maka hutan ini akan semakin tentram, ternyata situasi dalam hutan ini jauh lebih rumit dari yang saya kira.." Fobetor menghentikan ucapannya seakan mengambil nafas untuk mengungkapkan informasi penting selanjutnya.
"Ternyata para pemburu itu tidak sepenuhnya datang atas kemauan mereka, tapi ada pihak lain yang mengundang mereka ke hutan ini"
"Apa maksud mu?"
"Jauh di dalam hutan ada dua kelompok Elf, normalnya daerah mereka dilindungi oleh sihir cahaya dan kegelapan. Light Elf akan menjaga sihir mereka disiang hari dan Dark Elf akan menjaga sihir malam hari. Tujuan itu adalah untuk melindungi sisi dalam hutan ini, namun para pemburu cenderung berdatangan pada malam hari.."
"Jadi maksud mu pihak Dark Elf sengaja melonggarkan penjagaan mereka?" Kini Novan mengerti akan situasi yang terjadi, konflik tengah terjadi diantara kedua kubu elf dan Dark Elf kemudian bekerjasama dengan para manusia untuk menangkap para light Elf, bila teori ini benar maka bukan hal mustahil pangeran Elf seperti Nik bisa ditangkap dan dijual ke pelelangan dengan mudahnya. Ternyata semua telah terencana, para Dark elf membiarkan manusia menculik light Elf dan menjual mereka sebagai budak.
"Tapi bukankah ini tetap saja mustahil?" Novan mulai berjalan menyusuri hutan menyusul Morfeus. "Entah itu Dark Elf maupun Light Elf keduanya adalah mahluk yang tak bersahabat dengan manusia, mereka tidak akan sudi melakukan hal kotor seperti ini" Fobetor mengangguk setuju namun ia tahu jawabannya.
"Saya dengar di dalam silsilah kerajaan Dark Elf terdapat seorang putri berdarah campuran manusia dan Elf. Dan julukan untuknya adalah penyihir kebanggaan para Dark Elf."
"Jadi kau berasumsi bahwa dialah dalang dari semua ini? Tapi ini tetap saja aneh. Dimana sekarang Nik dan Kaleid?!"
"Mereka menghilang begitu saja, firasat saya mengatakan para Dark elf menculik mereka. Tak salah lagi target mereka adalah Nik." Novan mengangkat alisnya heran.
"Kenapa Nik? Bukankah seharusnya kau?" Novan menghentikan langkahnya dan kemudian menatap bingung ke arah sampingnya, ia bertanya dengan nada dan wajah tanpa dosa. Seakan-akan ia kecewa kenapa tidak Fobetor saja yang diincar dan itu membuat Fobetor kesal.
"Apa maksud anda?!" Fobetor mendesis dan hampir mencekik leher Novan sebelum kemudian ia berteriak.
__ADS_1
"Tentu saja mereka mengincar Nik! Karena Nik adalah calon penerus raja light Elf!!"
...[Bersambung]...