Mimpi Untuk Kembali: The God Of The Tower

Mimpi Untuk Kembali: The God Of The Tower
70. Membimbing Calon Raja (7)


__ADS_3

"Karena sejujurnya aku berharap kaulah yang memenangkan perang itu, bukan para dewa" Mata Novan membulat dan ketika ia hendak mengutarakan pertanyaan selanjutnya tiba-tiba Fobetor berteriak kesal.


"Itu Hermes?!"


Mata mereka berempat kemudian tertuju ke arah kerumunan elf dan samar-samar mereka merasakan energi dewa dari sana "Waktunya kita kembali, bisa gawat bila para dewa mengetahui kalian masih hidup" setelah beberapa saat Novan mengatakan itu Morfeus membukakan sebuah portal kembali ke kediaman Akasa.


"Tunggu bawa aku bersama dengan kalian!"


Fantasos akhirnya menunjukan wujud nyatanya, kini ia merubah wujudnya menjadi sebuah aksesoris berbentuk mawar putih.


"Fantasos?! Syukurlah kau baik-baik saja-"


"Reuninya nanti saja dikediaman, ayo kita segera pergi" Novan menegur mereka sembari mengambil Fantasos dan menuliskan sesuatu dalam selembar kertas sihir yang ia kirimkan ke Nik sesaat sebelum mereka memasuki portal dan menghilang.


"Eh?"


Nik menatap secarik kertas hitam yang datang bersama kupu-kupu hitam. Disana tertulis bahwa Nik bukan lagi penyihir milik kediaman Akasa dan Kaleid ditugaskan untuk menemani Nik sebagai perwakilan drai keluarga Akasa. Kalimat yang tertulis di balik kertas itu kemudian bertulis.


'Kami akan terus membimbing mu, segala hormat untuk raja elf yang baru'


-Novan


Nik tersenyum dan kemudian menatap ke arah langit biru yang cerah "Saya menantikan pesan anda selanjutnya, tuanku".


.


.


.


Sementara itu disebuah tepian pantai Mammon tampak menatap seekor anjing yang imut tengah bermain air dengan gemasnya "Heh kau jadi tambah jelek saat terkena air" Kalimat ejekan terus keluar dari mulutnya namun begitulah cara Mammon mengungkapkan kepeduliannya akan sesuatu. "Kemarilah waktu bermain sudah selesai saatnya kembali bekerja"


"Guk!"

__ADS_1


"Hm? apa? kau mau aku memberikanmu mainan baru? baiklah ayo nanti-"


"Diluar perkiraan, ternyata kau lebih parah dariku" Suara Leviathan terdengar dari belakang. Matanya menatap Mammon dengan tatapan datar dan jijik yang tak dapat dijelaskan.


"Bilang saja kau iri-"


"Untuk apa aku iri pada seekor kucing yang kini malah memelihara anjing?"


"Kita sudah sepakat tidak akan membahas itu!" Protes Mammon dengan tatapan dingin dan tangan yang terlipat di dadanya. "Kau pikir aku tidak tahu kau meniru sikap Novan agar terlihat keren?"


"Ini tidak ada hubungannya!" Nada suara Leviathan mulai meninggi.


"Kalau begitu kau tidak menyangkal hal ini. Aku akan mengadukan ini" Mammon terus menyudutkan iblis iri hati itu hingga akhirnya keduanya berhenti bertengkar saat sebuah pedang berornamen ular jatuh diantara mereka.


"ya ampun, maaf" Medusa datang dengan senyuman yang cukup mengintimidasi seakan meminta kedua iblis itu untuk diam. Namun alih-alih ketakutan Mammon malah bertanya soal harta karun yang tersimpan di goa para Gorgon.


"Ku dengar kau punya harta karun yang berlimpah, tertarik untuk investasi?"


Ombak laut yang membawa angin yang sejuk terasa begitu jelas saat itu, ketiganya kemudian terdiam dan sayup-sayup suara dari lautan terdengar. Leviathan melangkahkan kakinya ke pantai dan terus berjalan maju diikuti oleh Mammon yang membawa anjingnya dan Medusa yang merubah wujudnya menjadi setengah ular.


Ketiganya menyelam didalam lautan, gelembung udara terbentuk di sekitar tubuh Mammon sementara Leviathan dan Medusa berenang dengan ekor ular naga mereka ke dalam air. Semakin dalam mereka menyelam semakin jelas kegelapan dan dinginnya lautan yang dapat mereka rasakan.


istana bawah air yang begitu gelap terbangun di tengah hamparan dasar laut yang berhiaskan aneka ragam mahluk hidup dan terumbu karang. Tak ada cahaya di tempat itu dan semua monster dan duyung menyembunyikan diri mereka dalam kegelapan. Tak ada kebanggaan atau pun semangat di wajah para duyung yang terbuang oleh Poseidon, mereka menganggap bahwa tak ada lagi harapan untuk mereka melanjutkan kehidupan di bawah perintah seorang iblis.


"Haha tampaknya pekerjaanmu akan sulit, kawan" ucapan Mammon membuat Leviathan menatap ke arah Mammon dan tepat di mulut anjing yang di gendong Mammon sebuah kantong bercahaya tampak ia gigit. Anjing itu kemudian melompat keluar dari gelembung udara dan gelembung udara yang baru terbentuk di sekitar tubuhnya. Hewan kecil itu mendekati Leviathan seakan memintanya untuk segera mengambil bungkusan bercahaya itu.


"Energi ini-"


Leviathan membuka bungkusan itu dan tepat di dalam sana sebuah ranting dan beberapa buah pohon dunia terlihat bercahaya. Tanpa mengatakan apapun Leviathan segera berenang menuju ke atas menara tertinggi Kerajaan itu dan ketika ia menemukan sebuah altar kecil yang ditengahnya terdapat patung Poseidon yang rusak ia segera menghancurkannya dan meletakan buah berisi benih pohon dunia ke dalam altar itu, cahaya emas ketika memancar keseluruh penjuru dan tunas kecil dengan cepat tumbuh, memberikan energi baru untuk kerajaan laut utara kembali bersinar.


Semua mahluk yang bersembunyi dalam kegelapan kemudian keluar dan menatap ke arah menara itu dengan tatapan kagum. "Dengar para PEnghuni lautan utara! Aku tidak peduli bagaimana kalian akan bertahan hidup dalam kegelapan ini, aku tidak peduli pula tentang harga diri kalian yang harus hidup di bawah diriku. Tapi ketahuilah aku memang bukanlah dewa tapi aku bisa memberikan kalian kebebasan untuk bertindak!" Suara Leviathan menggema keseluruh lautan.


"Aku tidak mengenal apa itu keadilan dan cahaya! tapi bukan berarti aku menginginkan kekacauan dan penderitaan, apa salahnya bila kalian hidup dalam kegelapan yang bahkan tak bisa melukai kalian? Kalian bebas mencari cahaya kalian sendiri, bahkan bila itu berarti harus ke daratan dan menyamar menjadi manusia.."

__ADS_1


"selama itu tak menganggu ketenangan tempat yang aku jaga, akan ku biarkan kalian melakukan apapun" Perlahan satu persatu duyung keluar dari tempat persembunyian mereka dan berenang mendekati menara. para monster yang berdiam diri mulai mengangkat wajahnya dan berharap bisa merasakan cahaya.


Mereka yang selalu bersembunyi dan tak pernah merasakan cahaya kini mulai kembali mengharapkan cahaya dan kebebasan yang begitu mereka dambakan, selama ini Poseidon terus melarang mereka untuk ke daratan dengan alasan keseimbangan, namun kini tuan mereka bukanlah Poseidon tapi Leviathan, sang iblis yang terlahir dari rasa iri dunia dan kegelapan lautan itu sendiri.


"Jadi keluarlah dari rasa takut kalian dan cobalah tunjukan padaku cahaya seperti apa yang kalian inginkan!"


Ia yang selalu hidup dalam kegelapan kini tak lagi menginginkan cahaya untuk nya sendiri, rasa iri dan pertemuannya dengan berbagai orang mendorongnya menginginkan suatu hal yang lebih besar dan itu adalah ambisi untuknya melanjutkan hidupnya, ambisi untuk membuat semua orang yang tengelam dalam kegelapan dan rasa iri untuk terus berenang mengejar cahaya.


'Akan ku hantu kalian dengan ketakutan dan penyesalan'


'Sehingga bila suatu hari kalian berhasil keluar dari lautan kegelapan dan iri hati dunia, kalian akan menganggap saat-saat sulit itu sebagai sebuah pelajaran'


Maksud dari ucapanya kini tersampaikan ke penjuru lautan dan sorakan terdengar menggema bersamaan dengan seekor hiu besar yang melintas mengelilingi kerajaan Lautan Utara sebelum kemudian berenang ke arah Leviathan dn Leviathan menyentuh hiu itu, menjadikanya peliharaan baru dan bawahan setianya.


Dan begitulah kerajaan utara kembali berdiri dan menunjukan taringnya ke daratan.


.


.


.


"Semua berjalan dengan baik tuan" Morfeus membungkukkan tubuhnya dan tersenyum sembari menyerahkan sebuah surat dari kerajaan utara dan kerajaan elf. Kedua surat itu tampak memiliki dua stempel kerajaan, menandakan bahwa itu adalah surat kerjasama antar dua kerajaan. Bangsa elf dan bangsa duyung kini bersama-sama menjalin hubungan diplomatik, sesuai dengan apa yang telah Novan perintahkan.


"Kak harus ku katakan kakak sangat jenius, setengah dari pasar internasional berada dalam jangkauan organisasi perdagangan yang tuan Mammon dan lady Kinan buat, dengan ini bukan hal mustahil kita membangun kerajaan baru" Nikolai tampak tersenyum senang dengan dokumen-dokumen laporan yang dikirimkan Mammon.


"Tentu saja, mereka berdua adalah iblis tingkat tinggi. bila mereka tidak bisa menguasai satu bagian dunia ini saja itu namanya mereka tidak pantas menjadi calon raja neraka. Kini hanya menunggu waktu hingga bencana datang" Novan menyilangkan tanganya dan menatap papan catur yang berada di hadapannya.


"Maaf tapi kalau boleh tahu sebenarnya bencana apa yang kau maksud?" Pertanyaan Fobetor membuat semua anggota di ruangan itu menatap Novan.


"itu adalah sebuah bencana monster yang akan menyapu habis kerajaan, kemarahan para dewa"


...[bersambung]...

__ADS_1


__ADS_2