Mimpi Untuk Kembali: The God Of The Tower

Mimpi Untuk Kembali: The God Of The Tower
32. Ombak Yang Bergelora


__ADS_3

Fobetor tampak terdiam melihat Novan yang sedari tadi sibuk berkeliling melihat para kesatria, beberapa saat yang lalu Novan telah meminta Perseus untuk mengumpulkan semua prajurit bayaran dan kesatria di kota itu. Kota Nalayatia, atau lebih dikenal dengan daerah pelabuhan Utara adalah sebuah kota yang beroperasi di bidang perikanan dan merupakan kota yang cukup maju karena di atur langsung oleh para kepala keluarga Adipati Candra dari generasi ke generasi.


Kota yang berdekatan dengan laut yang dimiliki oleh Poseidon itu termasuk kota terkaya di kerajaan Abyudara. Namun saat ini daerah ini tengah di lumpuhkan total secara tidak langsung oleh Phoseidon.


Ada satu rahasia yang Novan ketahui setelah melihat putaran kelimanya, bahwa sebenarnya dewa Indra dan Dewi Ratna melakukan sebuah kesepakatan barter, dewa Indra akan membiarkan manusia pilihan Dewi Ratna mengambil alih keluarga Akasa, bayarannya adalah posisi kepala keluarga Candra di berikan pada Rian dan pelabuhan Utara yang berdekatan dengan Phoseidon, alasannya cukup sederhana, itu karena dewa Indra ingin memulai sebuah pertempuran langsung dengan Phoseidon.


Namun Dewi Ratna malah menghianati kepercayaan dewa Indra dan berusaha menyingkirkan Rian dari keluarga Akasa.


Satu hal yang tak Dewi Ratna ketahui ialah posisi kepala keluarga Candra yang begitu ia lindungi malah secara tidak sadar ia berikan pada Nikolai atau dengan kata lain malah jatuh ke genggaman Dewa Loki.


Loki secara tidak langsung beberapa kali membantu dewa Indra dan itu membuat Dewi Ratna kesal, dan saat ia mengetahui bahwa Novan yang diincar oleh Dewi Ratna malah membantu Rian dan Nikolai, ia kemudian membuat kesepakatan dengan Dewi Hera. Kesepakatan untuk menuntut dewa Loki dan Indra.


Diputaran kelima rencana kedua Dewi itu berjalan sukses, namun mereka tidak mengira bahwa dengan di tuntutnya Indra maka tidak ada yang menahan serangan maha dahsyat Phoseidon. Pada akhirnya setengah kerajaan Abyudara terendam habis oleh tsunami dan monster laut.


Namun sekarang tampaknya masa depan itu akan berubah karena Novan berhasil menarik Ares masuk ke dalam pusaran permasalahan itu.


'π‘†π‘’π‘˜π‘Žπ‘Ÿπ‘Žπ‘›π‘” π‘˜π‘–π‘‘π‘Ž π‘Žπ‘˜π‘Žπ‘› π‘™π‘–β„Žπ‘Žπ‘‘ π‘Žπ‘π‘Ž π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘Žπ‘˜π‘Žπ‘› 𝐷𝑒𝑀𝑖 π»π‘’π‘Ÿπ‘Ž π‘™π‘Žπ‘˜π‘’π‘˜π‘Žπ‘› π‘π‘–π‘™π‘Ž π‘π‘’π‘‘π‘Ÿπ‘Žπ‘›π‘¦π‘Ž π‘šπ‘Žπ‘™π‘Žβ„Ž π‘šπ‘’π‘›π‘—π‘Žπ‘‘π‘– π‘šπ‘’π‘ π‘’β„Ž π‘‘π‘Žπ‘Ÿπ‘– π‘π‘Žπ‘Ÿπ‘‘π‘›π‘’π‘Ÿπ‘›π‘¦π‘Ž..' Novan tersenyum penuh kemenangan membayangkan reaksi para dewa nantinya.


"Jadi kau akan mempekerjakan kami? Dengar tuan bangsawan aku tidak tahu sebanyak apa hartamu tapi seharusnya kau sadar diri kalau ingin menyewa kami semua dan meminta kami bertarung mempertaruhkan nyawa itu bayarannya akan sangat banyak" Seorang pria tinggi dengan bekas luka di matanya tampak menatap Novan dengan tatapan tajam. Mau dilihat darimana pun orang itulah pemimpin dari para prajurit bayaran kota ini.


"Berapa banyak?"


"Kau tidak akan bisa membayangkan seberapa banyaknya itu.." jawab pria itu dan kemudian membuang puntung rokoknya dan menginjaknya "kami bukanlah prajurit bayaran biasa, kami mempertaruhkan nyawa kami demi demi suatu keberhasilan misi kami-"


"Kalau begitu jual lah nyawamu itu padaku"

__ADS_1


Dengan senyuman dan tatapan tajam Novan meminta Fobetor untuk mendekat, di tanganya sebuah koper kemudian terbuka dan sekumpulan koin emas dan permata tampak terlihat di dalam sana.


"Ini hanya untuk satu orang.. Kalian semua akan mendapatkan nilai yang sama bahkan lebih tinggi dari satu koper ini, jangan ragu karena aku akan membayar kalian dengan harta milik keluarga Candra, kalian tidak pernah berpikir untuk meragukan kekayaan salah satu bangsawan besar di kerajaan ini kan?" para prajurit bayaran itu tampak tergiur akan bayaran yang ditawarkan, dengan wajah sombong Novan kembali bertanya pada sang pemimpin kelompok prajurit bayaran itu.


"Nah sekarang kita lihat berapa harga nyawamu itu?"


Pria itu untuk sesaat mencabut pedangnya dan kemudian menancapkannya di hadapan Novan lalu berlutut.


"Apa perintah anda tuanku?"


Novan dengan puas tersenyum dan menyentuh pundak pria itu "siapa namamu?" Pria itu dengan sopan menjawab.


"Kanz, tuanku"


Novan mengenal nama itu, nama yang terukir jelas dalam memorinya, satu dari pemicu bencana yang menimpanya di putaran kelima. Orang yang berhasil menghalau setengah dari pasukan Phoseidon, sang pengabdi dari tujuh raja iblis. Kanz si tangan kanan Raja iblis Mammon. Dilihat dari mudahnya ia mendapatkan orang yang berbahaya seperti Kanz tampaknya para Raja iblis yang bersembunyi di dunia Nightmare belum sampai ke Comfort Dream untuk mencari orang-orang yang bisa menjadi tangan kanan mereka.


Dengan senyuman palsu Novan menyambut Kanz dengan ramah, karena dikemudian hari Novan tak akan segan-segan memanfaatkan Kanz, karena Novan tahu Kanz hanyalah mengincar kekayaan materi dan bila ia nanti akan bertemu Mammon sudah pasti Kanz akan lebih memilik berada di sisi Mammon seperti saat di putaran kelima. Novan masih mengingat jelas saat-saat Kanz menusuk dirinya dan pergi ke sisi raja iblis Mammon dan memulai banyak teror pembunuhan atas perintah Raja iblis Mammon.


'π‘‡π‘’π‘Ÿπ‘–π‘šπ‘Žπ‘˜π‘Žπ‘ π‘–β„Ž π‘ π‘’π‘‘π‘Žβ„Ž π‘šπ‘Žπ‘’ π‘šπ‘’π‘›π‘”β„Žπ‘–π‘Žπ‘›π‘Žπ‘‘π‘–π‘˜π‘’ 𝑑𝑖 π‘π‘’π‘‘π‘Žπ‘Ÿπ‘Žπ‘› π‘˜π‘’π‘™π‘–π‘šπ‘Ž, π‘˜π‘–π‘›π‘– π‘Žπ‘˜π‘’ π‘‘π‘–π‘‘π‘Žπ‘˜ π‘Žπ‘˜π‘Žπ‘› π‘Ÿπ‘Žπ‘”π‘’ π‘’π‘›π‘‘π‘’π‘˜ π‘šπ‘’π‘šπ‘Žπ‘›π‘“π‘Žπ‘Žπ‘‘π‘˜π‘Žπ‘›π‘šπ‘’, πΎπ‘Žπ‘›π‘§..'


.


.


.

__ADS_1


Di sebuah kapal yang diangkat oleh balon udara yang begitu besar dan indah seorang pemuda berambut pirang tampak menguap karena bosan, Nanaru tampak duduk dengan santainya di pinggir ran kapal.


"Hey Hopeless.. Jangan bilang kau membuat kapal ini karena tidak bisa berlabuh di laut.." tanya Nanaru menebak.


"Hoho tentu, memangnya siapa yang berani mengusik Phoseidon disaat seperti ini? Jangankan berlabuh, kemarin aku mencoba memancing di laut namun tiba-tiba ada badai, dewa tua itu sensitif sekali.." ucap sosok pria yang mengenakan penutup kepala dan topi pesulap.


"Jadi kau mau memancing apa di atas sini? Yang pasti bukan itu kan?" Nanaru tersenyum sembari menunjuk seekor paus biru raksasa yang melayang diudara.


"Buat apa aku mengusik raja iblis seperti dia?"


"Menurutmu mengapa Leviathan bisa sampai sini?" Nanaru mengenal sosok paus itu, itu adalah satu dari 7 raja iblis dari Nightmare, Leviathan sang iri hati.


"Entahlah.. Aku dengar itu bukan sosok aslinya, para dewa atas mengutuknya dan mengurungnya di sini" Hopless tampak memberikan secangkir limun dingin pada Nanaru "kau tahu kan para manusia disini memburunya, kurasa para dewa membawanya kemari untuk di siksa namun dengan perantara manusia" Alih-alih menerima limun itu Nanaru malah melemparnya.


"Aku tidak suka lemon.. Apa alasan para dewa melakukan itu?"


"Kalau begitu mau jus Wortel?" Nanaru mengangguk sesaat sebelum kemudian menerima jus wortel entah dari mana "kurasa alasannya.. Agar Leviathan membenci manusia"


"Jadi ini seperti Adu domba?"


"Mungkin? Aku akan tanya pada para dewa bintang lainnya.. " Hopeless tampak menaikan pundaknya sesaat sebelum kemudian berjalan kembali memasuki bagian dalam kapal.


Dalam diam Nanaru terus menatap paus itu, dan dengan senyuman misterius ia kemudian berdiri dari tempatnya.


"Kurasa waktunya menemui Novan, aku penasaran apa yang akan dia lakukan ya.."

__ADS_1


[Bersambung]


__ADS_2