
Disebuah ruangan yang begitu besar, beberapa buah kursi tampak tersusun saling berhadapan, di depan setiap kursi dua buah meja panjang diletakan dan di antara meja itu sebuah jalan berkarpet merah terbentang cukup lebar. Di ujung karpet sebuah takhta berlapis emas berdiri megah dan di sana seorang wanita cantik duduk sambil menatap para kepala keluarga yang ada di sisi kanan dan kirinya.
"sekarang semua sudah berkumpul, katakanlah apa yang hendak kau utarakan, wahai anak tertua keluarga Akasa."
Di hadapan semua orang tiga orang pemuda berjubah tampak berlutut di hadapan sang ratu. Vivian menatap Nikolai, Abdi dan Novan dengan tatapan serius, menunjukan kini siapa ratu yang ada di atas mereka. Baik Vivian maupun semua bangsawan dan kepala keluarga di sana tidak mengetahui bahwa sosok Novan yang ada di hadapannya adalah orang yang sama dengan orang yang pernah menjadi pengawal Vivian.
Novan tidak mengangkat wajahnya, ia menunjuk dan kemudian berbicara dengan seutas senyuman di bibirnya, wajahnya terlihat dingin dan kaku, seakan orang yang baru pertama kali menerima tekanan dari banyak mata para orang berpangkat tinggi. Rambut hitamnya kini telah berwarna biru karena pengaruh sihir dan mata merahnya samar-samar berwarna emas, semua itu karena Valas yang berhasil menciptakan ramuan pengubah penampilan atas permintaan dari Novan sendiri. Ada alasan mengapa ia menyembunyikan warna mata dan rambut aslinya.
"Dengan segala hormat saya, Askara putra pertama dari mendiang Adipati Akasa, menghadap sang matahari kerajaan ini, yang mulia ratu Vivian.. Sebelumnya saya meminta belas kasih anda karena selama ini saya tidak pernah menunjukan wajah saya dan tidak bisa berkonstribusi untuk kerajaan ini seperti kedua adik saya.." suaranya terdengar tenang namun juga di saat yang bersamaan kaku, seakan ia berusaha berbicara sesopan mungkin di depan sosok ratu yang tak pernah ia temui dan juga wanita paling terhormat di kerajaan itu.
Novan memalsukan Namanya, ia tahu tak ada seorangpun yang mengenal dirinya yang dulu, tidak ada orang yang mengenal Novan Akasa, karena pada kenyataanya Novan adalah anak yang tidak di perkenalkan ke publik oleh keluarga Akasa sendiri.
Bila kisah berjalan dengan seharusnya dan Novan tidak tiba-tiba menghilang, maka semua orang seharusnya sudah tahu bahwa Novan adalah anak pertama keluarga Akasa, Jendral termuda dan calon pemimpin keluarga Akasa selanjutnya, namun terlepas drai semua itu, semua orang juga tahu bahwa sebenarnya ia tidak lebih dari anak haram adipati Akasa yang dibuang karena terlahir di luar nikah. Tapi takdir kini telah berubah, karena Novan sempat menghilang, hanya segelintir orang yang mengenal Novan dan artinya hanya beberapa orang yang tahu Novan anak haram.
Sekarang Novan bisa menipu semua orang semaunya..
Karena setiap kebohongan yang keluar dari mulut Novan..
Tidak akan ada seorang pun yang tahu bahwa itu kebohongan.
"Dikarenakan penyakit langka saya, keluarga saya khawatir akan keadaan saya dan terpaksa mengurung saya di suatu tempat yang jauh.. hingga saat saya mendengar bahwa ayah saya membuat kerusuhan, saya terlambat untuk menghentikannya.." suara Novan terdengar bergetar, matanya yang menunduk memancarkan sorot kesedihan dan kekecewaan.
Keheningan melanda namun kemudian suara bisikan terdengar dari setiap hadirin yang datang, kebanyakan menganggap bahwa kekacauan yang terjadi anatar Akasa dan Candra hanya tipu muslihat agar keluarga Akasa sepenuhnya mengambil alih keluarga Candra. Namun tak sedikit yang memandang bahwa kekacauan adalah ulah dari mendiang Adipati Akasa, karena pada nyatanya sendiri Adipati Akasa dikenal sebagai orang yang egois dan bisa melakukan apapun demi mendapatkan apa yang ia inginkan, dan sosok Askara dipandang sebagai sosok penengah dari konflik keluarga itu.
__ADS_1
Kini pandangan orang yang berpikiran buruk akan keluarga Akasa yang terlihat tamak berubah. Sosok kedatangan Askara seakan merubah keadaan menjadi netral kembali. Dilihat dari latar cerita palsu Novan, Dimata semua orang, Askara adalah sosok yang netral, dia hidup jauh dari pertempuran politik, tidak akan condong pada satu kubu manapun, dan bila ia memegang kedua posisi kepala keluarga maka..
'Buakankah semakin mudah memanfaatkan sosoknya?'
Pikiran semua orang kini dipenuhi oleh tipu muslihat dan cara agar Novan bisa mereka perdaya dan tipu.
'Katanya dia punya penyakit langka? haha umurnya pasti tidak akan panjang.. bagaimana kalau aku mencoba menjebaknya dengan bertunangan dengan putriku? Bila ia tiada nantinya maka putriku akan menjadi istri pemimpin kedua keluarga terbesar di kerajaan ini..'
'Dia tampaknya seperti tidak punya pengetahuan akan politik, akan sangat mudah menipunya..'
'Lihatlah sikapnya itu, ia tidak berani mengangkat wajahnya, pasti ia sangat ketakutan haha, ini akan semakin mudah..'
'kita harus memperdayanya!'
'Benar, angap lah aku seperti anak anjing kecil yang bisa kalian jinakkan. Karena kalian akan menyesal bila suatu hari kalian tahu aku adalah seekor serigala yang sanggup mengigit leher kalian'
Dari belakang, Nikolai dan Abdi juga tersenyum dalam diam. Dalam hati mereka sebuah kebanggan dan rasa kagum akan sosok kakaknya tumbuh dengan cepat seperti saat mereka kecil, semua berjalan sesuai rencana mereka. Kini para bangsawan akan mendekati sosok Askara yang terlihat polos dan tenang untuk memberdayakan, sementara itu perlahan namun pasti Novan akan mulai menghancurkan pondasi kerajaan ini.
'Tujuanku kini hanya satu. Aku akan menghancurkan kisah yang telah Hera buat dengan cara merebut kekuasaan Vivian. Dan dengan kekuatan itu, aku akan menghalau bencana yang akan datang..'
'bahkan meskipun itu artinya aku harus berperan sebagai anak anjing yang polos'
.
__ADS_1
.
.
Sementara itu di sebuah ruangan sidang yang bercahaya Hopeless tampak mengangkat tanganya.
"Saya keberatan dengan hasil persidangan ini"
Semua mata dewa menatapnya dengan tatapan penuh intimidasi dan ketertarikan. Kira-kira apa yang akan dewa abstrak itu katakan pada sidang yang telah berjalan begitu panjang itu.
"Saya baru akan menerima hasil persidangan ini kalau Poseidon mau membayar kerugian yang telah ia sebabkan padaku dan para manusia di pelabuhan Utara "
"Omong kosong macam apa itu?! Kenapa aku harus ganti rugi-"
"Anda telah merebut nyawa manusia dan menghancurkan wilayah kekuasaan dewa lain. Anda menyeret manusia masuk ke dalam pertempuran anda, bahkan anda juga berencana melenyapkan utusan dewa Indra dengan memprovokasi pasukan Gorgon agar mereka memakannya.. tak hanya itu anda juga-"
"Baiklah cukup" suara Zeus mengema di ruangan itu dan dengan tatapan tegas ia menatap ke arah kedua dewa itu. "Phoseidon, apa yang dia katakan ada benarnya"
Phoseidon tampak tak terima namun ia tidak bisa berkata apa-apa bila kakaknya sudah memintanya menurut, dalam balutan topeng kertas Hopeless tersenyum puas, entah apa yang telah ia lakukan hingga Zeus terpaksa memaksa Poseidon untuk menuruti permintaannya.
"Kalau begitu permintaan saya tidak sulit.."
"Ceraikan istri anda dan berikan wilayah laut Utara untuk
__ADS_1
[Bersambung.]