Mimpi Untuk Kembali: The God Of The Tower

Mimpi Untuk Kembali: The God Of The Tower
28. Putaran ke 1666 dan 5


__ADS_3

"Lagi-lagi diputaran kali ini aku gagal.. apa.. ada cara lain? Tapi bagaimana caranya.. "


"pada akhirnya hanya ada dua akhir untukku.. membunuh para dewa atau dibunuh oleh para dewa ini.."


Novan menutup wajahnya dengan helaan nafas panjang. Dan saat itu juga Fobetor menyadari, bahwa itu bukanlah 'putaran' dan 'akhir yang pertama kali Novan dapatkan. Itu artinya Novan yang juga ia kenal sekarang bisa berpotensi menjadi Novan yang saat ini ada di depannya.


Berapa banyak putaran yang ia lalui agar bisa sukses membunuh para dewa, berapa banyak penderitaan yang ia rasakan dan saksikan untuk mengubah dirinya menjadi yang terkuat, dan berapa akhir memilukan yang telah ia dapatkan sampai saat itu. Fobetor tidak tahu. Tidak ada seorang pun yang tahu.


"Kutukan kalian terus menempel pada jiwaku.. tidak peduli mau seberapa banyak aku mengulang waktu, meskipun tubuhku menjadi muda dan semua orang yang ku sayang kembali hidup, kalian yang mengutukku untuk tidak bisa mengingat saat-saat ini sangatlah menggangguku.."


Novan menggenggam erat sebuah jam silver di tangannya, jam yang selalu ia hancurkan untuk bisa memutar kembali waktu. Tapi pada nyatanya Fobetor tahu itu bukanlah jam untuk memutar kembali waktu, melainkan jam yang membuat jiwa pemiliknya terlempar ke masa lalu.


Dengan kata lain, Novan dimasa depan dan yang Fobetor kenal adalah dua jiwa yang berbeda namun menyatu.


'inilah alasan mengapa Novan memiliki kepribadian ganda.. karena sosok kepribadian dirinya yang satunya tak lain adalah Novan dari masa depan..'


Kutukan yang membuat Novan tak bisa mengingat masa lalunya, tak lain berarti kutukan yang membuatnya tak bisa melihat masa depan yang telah ia lalui. Dengan begitu persentase untuk Novan menghancurkan para dewa menjadi sangat mustahil.


𝑻𝒂𝒑𝒊 𝒂𝒌𝒉𝒊𝒓𝒏𝒚𝒂 𝑵𝒐𝒗𝒂𝒏 𝒃𝒆𝒓𝒉𝒂𝒔𝒊𝒍 𝒎𝒆𝒎𝒃𝒖𝒏𝒖𝒉 𝒑𝒂𝒓𝒂 𝒅𝒆𝒘𝒂..


𝑳𝒂𝒏𝒕𝒂𝒔 𝒔𝒆𝒃𝒆𝒏𝒂𝒓𝒏𝒚𝒂 𝒂𝒑𝒂 𝒂𝒌𝒉𝒊𝒓 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒃𝒆𝒏𝒂𝒓-𝒃𝒆𝒏𝒂𝒓 𝑵𝒐𝒗𝒂𝒏 𝒊𝒏𝒈𝒊𝒏𝒌𝒂𝒏?


𝐷𝑎𝑛 𝑎𝑝𝑎 𝑎𝑙𝑎𝑠𝑎𝑛 𝑝𝑎𝑟𝑎 𝑑𝑒𝑤𝑎 𝑚𝑒𝑛𝑔𝑢𝑡𝑢𝑘 𝑁𝑜𝑣𝑎𝑛? 𝐴𝑝𝑎 𝑝𝑎𝑟𝑎 𝑑𝑒𝑤𝑎 𝑗𝑎𝑢ℎ 𝑑𝑖 𝑝𝑢𝑡𝑎𝑟𝑎𝑛 𝑠𝑒𝑏𝑒𝑙𝑢𝑚𝑛𝑦𝑎 𝑡𝑒𝑙𝑎ℎ 𝑚𝑒𝑚𝑝𝑟𝑒𝑑𝑖𝑘𝑠𝑖𝑘𝑎𝑛 𝑝𝑜𝑡𝑒𝑛𝑠𝑖 𝑚𝑒𝑚𝑎𝑡𝑖𝑘𝑎𝑛 𝑁𝑜𝑣𝑎𝑛, 𝑎𝑡𝑎𝑢 𝑎𝑑𝑎 𝑎𝑙𝑎𝑠𝑎𝑛 𝑙𝑎𝑖𝑛 ℎ𝑖𝑛𝑔𝑔𝑎 𝑚𝑒𝑟𝑒𝑘𝑎 𝑡𝑎𝑘𝑖𝑡 𝑝𝑎𝑑𝑎 𝑚𝑎𝑛𝑢𝑠𝑖𝑎 𝑠𝑒𝑝𝑒𝑟𝑡𝑖 𝑁𝑜𝑣𝑎𝑛..


Semakin Fobetor pikirkan ia semakin tak menemukan jawabannya, namun ia yakin akan satu hal, ia ingin membantu Novan. Fobetor tidak ingin melihat putaran yang telah Novan lalui terulang lagi, meskipun itu artinya dia harus menghianati bangsanya sendiri, Fobetor tidak masalah disebut penghianat kalau itu demi mencegah kehancuran dunia.


[Kau telah melihat memori putaran yang ke 1666]


Suara misterius itu menggema dalam lingkup ruangan ini, perlahan pandangan yang jelas menjadi terdistorsi. Dan ketika Fobetor menemukan Novan yang tengah terapung sendirian di dalam kolam air yang gelap, ia menarik tangan pemuda itu dengan kuat.


𝐾𝑎𝑢 𝑡𝑒𝑙𝑎ℎ 𝑚𝑒𝑛𝑔𝑎𝑙𝑎𝑚𝑖 𝑚𝑎𝑠𝑎-𝑚𝑎𝑠𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑚𝑒𝑛𝑦𝑢𝑙𝑖𝑡𝑘𝑎𝑛 𝑠𝑒𝑛𝑑𝑖𝑟𝑖 𝑦𝑎..


𝐾𝑎𝑙𝑎𝑢 𝑏𝑒𝑔𝑖𝑡𝑢 𝑖𝑧𝑖𝑛𝑘𝑎𝑛 𝑎𝑘𝑢 𝑚𝑒𝑚𝑏𝑎𝑛𝑡𝑢𝑚𝑦..

__ADS_1


𝑾𝒂𝒉𝒂𝒊 𝒎𝒂𝒏𝒖𝒔𝒊𝒂 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒅𝒊𝒉𝒂𝒏𝒕𝒖𝒊 𝒐𝒍𝒆𝒉 𝒎𝒊𝒎𝒑𝒊 𝒃𝒖𝒓𝒖𝒌𝒎𝒖 𝒔𝒆𝒏𝒅𝒊𝒓𝒊..


Wujud Fobetor perlahan berubah menjadi sosok bayangan hitam yang menyeramkan, namun alih-alih ia bisa menarik Novan keluar dari kolam itu, justru dirinyalah yang tertarik oleh tangan Novan. Tubuhnya yang menyeramkan terjun masuk ke dalam air hitam yang begitu dingin, namun perlahan sosoknya malah kembali menjadi manusia, sosok yang ia dapatkan lewat perjanjian dengan Novan.


Novan perlahan membuka matanya, kedua pupil matanya yang memerah itu menatap Fobetor dengan tatapan hampa dan kemudian dengan suara berat ia mengatakan permintaan yang tidak bisa Fobetor pahami.


"Tolong jangan korbankan dirimu lagi"


Sebelum kemudian kolam yang gelap berubah menjadi dipenuhi oleh bintang-bintang indah dan keduanya akhirnya keluar dari alam bawah sadar itu.


Terbangun di pangkuan seseorang yang tak ia kenal, Fobetor yang terlihat dalam bentuk ular seketika menatap ke arah atas. "Maaf apa aku membangunkan mu?" Medusa yang menutup matanya tampak bertanya dengan nada panik.


"Kau.. t-tunggu dulu! Dimana anak itu?! Tuan Novan-" baru sesaat Fobetor berteriak panik, kini sebuah jari putih menutup mulutnya dengan cepat.


"Tolong jangan berisik, saat ini.. Tuan Novan belum membuka matanya" Medusa seakan menatap ke arah kasur yang kini di tiduri oleh Novan, di sampingnya Rian dan Valas tampak dengan tenang mengecek keadaan tubuh pemuda itu.


"Energi dewa yang berlimpah meledak dalam dirinya, sepertinya ini karena ia tidak bisa mengendalikan kekuatan yang dewa berikan padanya" ujar Valas.


"Seseorang yang tidak memiliki kekuatan dewa tidak bisa melihat energi dewa orang lain"


"Jadi maksud mu-"


"Bagaimana dengan orang yang bisa mengeluarkan energi dewa tanpa bantuan seorang dewa? Apa itu memungkinkan?" Tanya Fobetor yang kemudian merubah wujudnya menjadi bentuk manusianya.


"Selama hidupku didunia ini, kasus seperti ini hanya ada sekali. Yaitu orang yang berubah menjadi setengah dewa.." ucap Valas.


"Aku telah kehilangan semua pengetahuan yang aku dapat dari putaran-putaran yang telah ku jalani, para dewa merebut ingatan itu dan kini aku menemukannya kembali berkat buku yang anak ini temukan.." Valas mengangkat buku usang yang ada di tangannya, itu adalah buku diary yang telah lama ia tulis dan sekarang ia sedang dalam tahap menyalin buku itu. "Yah secara tidak langsung aku berhutang pada anak ini"


"... Kira-kira sampai kapan ia akan tertidur begini?"


"Kita tidak bisa memastikannya.. mungkin seminggu atau lebih" ucap Valas.


"Tunggu, ngomong-ngomong bagaimana kau ada disini?" Pertanyaan Fobetor untuk sesaat membuat valas terdiam.

__ADS_1


"Tadinya saya kemari untuk meminta bantuan kalian.." Valas meletakkan kacamata nya dan kemudian melepas sarung tangannya "saat ini tuan muda tengah disandera oleh pihak Adipati Akasa, saya tidak tahu detailnya namun ia dikabarkan melakukan suatu pelanggaran dan perbuatan tidak mengenakan.." Valas tampak begitu kawatir.


"Meskipun demikian saya yakin itu hanyalah tuduhan semata, baik bagaimana pun saya adalah orang yang telah berdiri di samping tuan muda Nikolai, mau seberani apa beliau trauma beliau akan keluarga Akasa yang telah mengirimnya ke keluarga Candra telah menciptakan sebuah trauma yang tak akan pernah hilang" menyadari ada sesuatu yang aneh Rian kemudian mulai bersuara.


"Jadi benar ya.. kakak keempat itu sebenarnya Nikolai?" Valas tampak begitu enggan menceritakan tentang sejarah kedua keluarga itu, namun ia mau tidak mau harus menceritakannya.


"Tolong jangan terlalu membencinya setelah mendengar cerita ini.. tuan Nikolai itu adalah orang yang sejak kecil di pilih oleh dewa Tipu daya, karena perbedaan antara kepercayaan anugrah ini beliau akhirnya dikirim menjadi tunangan anak perempuan Keluarga Candra sejak usia 12 tahun..


"Keluarga Candra adalah perlambang dari bulan yang menyinari kekaisaran, namun pada generasi ini tidak ada satupun keturunannya yang mendapatkan berkah dari sang Dewi bulan, Ratna. Pernikahan paksaan itu pada akhirnya hanya menyisakan bencana, seluruh keluarga Candra meninggal tanpa sebab begitu juga tunangan tuan muda Novan, memaksa anak yang pada saat itu baru berusia 15 tahun menjadi kepala keluarga sembari menyelesaikan pendidikannya di akademi..


"Tuan Nikolai tidak ingin lagi berhubungan dengan keluarga Akasa, oleh karena itu ia benar-benar mengubah penampilannya. Rambut biru gelapnya yang persis seperti mu ia cat putih meskipun begitu ia tak bisa mengubah mata emasnya.. Tuan Rian, kalau bisa di ibaratkan saat itu beliau sama seperti anda yang sekarang, meskipun ia tidak ingin berhubungan dengan keluarganya tapi ia sering memperhatikan anda"


Valas tersenyum pilu ke arah Rian, ia tidak percaya bahwa suatu saat akan tiba hari dimana ia akan mengatakan kisah kasih sayang dari seorang kakak yang bahkan tak adiknya kenali. Valas tahu sebesar apa Nikolai ingin melindungi adiknya yang melupakan dirinya, bahkan alasan Novan dikirim ke pelabuhan untuk mengurus masalah bajak laut hanyalah dalih, begitu juga harta yang ia janjikan, meskipun begitu kalaupun Novan berhasil ia tidak masalah memberikan setengah hartanya demi nyawa adiknya.


Lewat mata Loki, Nikolai tahu Rian berhasil selamat dan berada di sisi Novan, itu alasan mengapa ia segera mengirimkan surat untuk menyerah dan kembali saja ke kediaman, Nikolai hanya ingin adiknya selamat.


"𝗕𝘂𝗸𝗮𝗻𝗸𝗮𝗵 𝗶𝘁𝘂 𝗮𝗿𝘁𝗶𝗻𝘆𝗮 𝗸𝗶𝘁𝗮 𝗵𝗮𝗿𝘂𝘀 𝗺𝗲𝗻𝘆𝗲𝗹𝗮𝗺𝗮𝘁𝗸𝗮𝗻𝘆𝗮?"


Sebuah suara yang begitu serak terdengar menyela pembicaraan, dari arah kasir Novan tampak membuka matanya dan menatap orang-orang di hadapannya. Wajahnya tampak begitu pucat seakan telah mengalami mimpi buruk. "Adikku- tidak Nikolai pasti sekarang sedang di kurung dalam penjara bawah tanah bersama Arin.. Dewi-Dewi menyebalkan itulah yang pasti merencanakan ini"


"Apa yang kau katakan, nak?" Valas tampak tak mengerti namun alih-alih bertanya maksud perkataan Novan, Fobetor lebih penasaran akan putaran yang ia telah lihat.


"Apa kau mendapatkan kepingan ingatan lamamu?"


Novan terdiam sejenak sebelum kemudian mendengus lelah "bukan ingatan yang menyenangkan.." jawabannya dengan wajah tertekuk dengan tangan yang mengusap wajahnya sendiri "kau tidak akan percaya meskipun aku menceritakannya.." lanjut Novan, meskipun sedikit tapi tampak jelas bahwa ada sesuatu yang berubah dari Novan.


"Seperti kau berhasil membunuh para dewa?" Fobetor mencoba memancing tapi diluar ekspektasi itu bukanlah putaran yang Novan lihat.


"Tidak.. aku melihat putaran ke 5 ku, saat itu.. aku berperan sebagai anak pertama Keluarga Akasa, kakak dari semua anak-anak Adipati Akasa.."


"Apa?!"


[Bersambung]

__ADS_1


__ADS_2