
"Kau pikir kami akan membiarkanmu?" Suara para dewa terdengar berbicara padanya.
Sebuah tangan spiritual muncul dan dengan suara yang begitu berat ia memberikan peringatan "Seorang irregular seperti mu tidak seharusnya ada" kilau cahaya mengelilingi pemuda itu bersamaan dengan bayangan ular yang melilit tubuhnya.
'kau pikir aku peduli?! Kalian para pemimpin hanya bisa memanfaatkan orang lain dari belakang. Sosok seperti kalian tidak pantas di sebut sebagai dewa!!'
Novan berteriak dengan emosi yang meluap di dalam dirinya. Matanya bersinar merah dan ia seakan siap untuk membangkang lebih jauh.
"Sekali pembangkang tetap pembangkang ya. Kalau begitu kita lihat apa yang bisa kau lakukan bila kami menghapus ingatanmu"
Sebuah tetesan air mengenai kening Novan, menghapus semua ingatan tentang apa yang pernah ia lalui bahkan menyegel semua kekuatan yang ia miliki.
"moga jalanmu selalu di penuhi oleh rintangan, wahai irregular yang sengsara"
Novan bisa merasakan tubuhnya melebur mengikuti jarum jam waktu yang berputar melawan hukum dunia. Dan tepat sebelum ia lenyap suara para dewa kembali terdengar.
"Terperangkap lah dalam lucid dream mu sendiri"
Para dewa mengharapkan Novan terus sengsara di dalam alam mimpi, terjebak karena pilihannya sendiri dalam menentang para dewa mitologi.
Namun para dewa lain mengasihaninya. Dan diantara semua dewa itu terdapat tiga orang dewa yang mengharapkan Novan untuk tidak jatuh. Hades sang penguasa underworld, Hipnos sang dewa tidur dan Thanatos sang dewa kematian.
__ADS_1
Thanatos yang merasa kesal saudaranya ditipu oleh para dewa kemudian membantu Hipnos dan anak-anak untuk kembali hidup namun dengan setengah kekuatan dewa mereka. Untuk melakukan hal ini Thanatos membutuhkan bantuan Hades dan akhirnya keduanya sepakat bekerjasama menghidupkan kembali Hipnos.
Keduanya mengaitkan benang takdir antara Novan dan para dewa mimpi melalui sebuah kutukan yang diucapkan oleh Hades dan Hipnos "kami berharap kau akan dihantui oleh masa lalu mu" berharap kedepannya Novan bisa sekilas melihat nasip buruk yang ia lalui.
Sementara Thanatos akan selalu mengawasi Novan, memastikan pemuda itu mati dengan menyakitkan di setiap putaran nya agar Novan memiliki trauma demi trauma yang semakin menghantui dirinya di setiap putaran, dan perlahan akan berdampak pada bagaimana Novan bersikap dan mengambil pilihan.
Hades dan Thanatos yakin bahwa mereka akan terhubung dan saling bekerjasama suatu hari nanti dalam membuat sebuah dunia dimana para dewa akan hidup dengan tenang dan tanpa menimbulkan bencana. Hipnos dan anak-anaknya tanpa sadar menyerap kekuatan jiwa Novan untuk bertahan hidup, dan Novan membutuhkan mereka untuk membantunya menjalani putaran demi putaran.
Diputaran kedua Novan menyerap kekuatan Morfeus, membuat Morfeus kemudian mendiami diri Novan dan menyaksikan semua hal yang tak Novan ingat. Di putaran ke lima belas Novan membunuh Fobetor, membuat Fobetor kemudian bersumpah menjalin kontrak di setiap putaran Novan kedepannya, bahwa ia akan melayani Novan meskipun ia tak memiliki ingatan tentang Novan. Diputaran ke lima puluh Novan dikuasai oleh kegelapannya, membuat dirinya menjadi raja iblis dan berakhir mati karena Kiel membunuhnya atas perintah arc angel Michael. Diputaran keseratus Novan membunuh Perseus dan Medusa, mengacaukan semua tataan dunia mimpi.
Disetiap putaran selalu ada saja satu kesalahan yang membuat Novan tidak dapat mencapai tujuan nya. Yaitu membebaskan dunia mimpi dan semua manusia. Sikapnya selalu berubah, sosoknya semakin tak dapat di ingat bahkan oleh dirinya sendiri.
Novan bagaikan cermin yang retak, ia bahkan tak dapat melihat dirinya seperti apa. Bagaimana sifatnya, penampilannya bahkan siapa saja yang ada di pihaknya kini. Semua ingatan putaran yang ia alami menerjangnya bagaikan ombak laut yang menghantamnya begitu kuat. Novan kini tertidur dalam memorinya sendiri, menyaksikan bagaimana dirinya menjalani setiap putaran dengan penuh kesengsaraan dan penderitaan.
.
.
"Tampaknya ini sudah waktunya" suara lembut dari belakang nya menarik perhatian gadis itu dan ia melihat Protogonos berdiri bersama Ivan di lorong. "Waktunya untuk kembali, Arin" Ivan merentangkan tangannya dan Arin dengan senyuman menggapai tangan itu.
"Ya, waktunya membangunkan kakak ku"
__ADS_1
Arin memegang bukunya dan ia tersenyum ke arah pintu keluar dari perpustakaan alam semesta. Arin telah menghabiskan waktunya dengan membaca semua informasi dunia, dan ia bahkan membaca semua yang telah Novan lalui juga fakta bahwa Novan dan Arin di dunia asli adalah sepasang kakak beradik yang mengalami koma karena suatu kecelakaan kereta api.
Arin menatap tanganya, menarik nafas dalam-dalam sembari menguatkan dirinya untuk berani mengambil pilihan. Ingatan saat Novan memeluknya di kereta yang rusak membuat Arin kembali membulatkan tekadnya. Novan selalu ada untuknya dan kini sudah saatnya kakaknya itu membutuhkannya.
Dengan langkah tegap Arin keluar dari perpustakaan alam semesta dan bersama dengan Ivan keduanya memasuki dunia mimpi, menuju ke tempat dimana seharusnya Novan berada.
Sementara itu seorang raja iblis tampak duduk di singgasana emasnya dengan tatapan penuh penekanan ia menatap ke arah setiap bawahan nya sementara sebuah layar tampak menampilkan sosok enam raja iblis lainya. Mammon dan Leviathan kini telah mendapatkan mahkota mereka, membuat Kerajaan mereka sendiri di dunia iblis yang berada di underworld dan bersanding setara dengan raja iblis lainnya termasuk Lucifer. Waktu berlalu terlalu cepat bagi mereka atau mungkin karena waktu di underworld berbeda dengan dunia lainnya.
Waktu underworld dan nightmare terasa lebih lambat daripada realita, sementara waktu di dunia mimpi lainya terasa begitu cepat daripada realita. Bahkan selisih perbandingan antara dunia itu sangat jauh. Satu tahun di nightmare bahkan mungkin hanya setara dengan sebulan di comfort dream.
"Yang mulia, tuan Morfeus mengirimkan pesan untuk anda" seorang pemuda berambut putih dengan beberapa corak hitam tampak membungkuk, ia mengenakan jubah hitam dengan lambang iblis Keserakahan yang berwarna kuning di punggungnya. Kanz menyerahkan sebuah surat dan Mammon membukanya.
"Hah kau masih berhubungan dengan mantan dewa itu? Dia bahkan kini masih menjalin kontrak dengan manusia biasa-" suara ejekan dari raja iblis lain membangkitkan kemarahan dari Mammon namun berbeda dengan Mammon yang dulu ia kini hanya diam membiarkan Leviathan mengejek balik raja iblis itu.
"Tampaknya kau sudah tidak punya rasa takut ya" Suara Leviathan yang diselimuti oleh aura mengancam dan tatapan dingin membuat semua raja iblis di layar sihir kini terdiam. "Mungkin aku selalu memaklumi semua perbuatan yang kalian lakukan di Nightmare selama ini tapi ingatlah aku adalah penguasa lautan gelap di dunia ini, pemimpin dari para monster lautan dalam." Leviathan menegaskan posisinya, ia benar-benar berbeda dengan pemuda yang dulu selalu memandang rendah dirinya sendiri. Ia tak lagi dikuasai oleh rasa iri, namun menguasai semua orang dengan rasa iri itu.
"Dan mungkin saja manusia yang kalian ejek itu suatu hari akan memintaku menghancurkan kalian semua. Tentu aku akan dengan senang hati melakukan itu"
"Cukup Leviathan" suara Lucifer yang tegas akhirnya membuat Leviathan kembali menjadi tenang. "Aku tidak ingin para bangsawan iblis terpecah hanya karena keegoisan kalian semua" Lucifer tampaknya telah menyusun rencana besar dan rencana itu membutuhkan semua bantuan raja iblis termasuk Leviathan dan Mammon yang memiliki pengaruh kuat di dunia mimpi.
"Seperti yang aku katakan sebelumnya, kita akan membantu para dewa legenda untuk mengurung para dewa mitologi"
__ADS_1
...[Bersambung]...