Mimpi Untuk Kembali: The God Of The Tower

Mimpi Untuk Kembali: The God Of The Tower
81. Underworld


__ADS_3

Novan tengelam dalam kegelapan itu, berbeda dengan saat ia berada dalam tubuh paus milik Leviathan, tubuhnya kini menyerap semua kegelapan di dalam Bahemoth, membuat mayat Iblis itu perlahan hancur menjadi kepingan batu yang mengeluarkan bau busuk. Semakin Novan terjatuh semakin ia bisa melihat portal underworld, rupanya tubuh Bahemoth terbuat dari kepingan gua menuju underworld dan mayat Bahemoth yang asli, hal ini menjelaskan bagaimana iblis itu bisa berukuran sangat besar.


Novan bisa melihat tubuh Bahemoth perlahan runtuh dan ia segera menjatuhkan dirinya ke arah portal, seketika memindahkannya ke underworld sendirian.


Kegelapan ada dimana-mana, jiwa para orang yang telah mati tampak berlalu lalang di tempat itu tanpa tujuan. Sungai-sungai dengan aliran air berwarna biru dan merah pekat terlihat dibeberapa jalur, Novan akhirnya menginjakkan kakinya di underworld. Tepat dihadapannya seekor anjing berkepala tiga menatapnya "Cerberus" Hewan itu bereaksi pada suara Novan, keenam matanya yang berwarna merah terang menatapnya dengan seksama sebelum kemudian menggonggong dan mendekat ke arah Novan.


Novan seketika berjalan melangkah mundur, membuat Cerberus kebingungan. Suara gonggongan lain terdengar dari kejauhan membuat Cerberus dengan cepat mengigit baju Novan dan membawanya ke sebuah tempat "Hey! apa yang kau lakukan?!" Novan tak menyerang, ia sama sekali tak merasakan hawa kebencian dan aura negatif yang ditunjukan Cerberus padanya. Pada saat berlari, salah satu kepala Cerberus menengok ke arah belakang, Novan bisa melihat seekor serigala berukuran sama seperti Cerberus tampak mengendus tempat terakhir Novan berdiri.


Tampaknya alasan Cerberus mengangkat Novan adalah untuk menghilangkan jejak baunya menggunakan bau energi yang dimiliki oleh Cerberus. Mahluk mitologi Yunani itu terus berjalan sembari mengigit baju Novan yang beruntung nya cukup tebal. Perlahan namun pasti semakin jauh Cerberus membawanya pergi, semakin jelas tanah yang gersang di hadapan Novan perlahan berubah menjadi tanah subur yang ditumbuhi oleh rerumputan hijau.


Pada akhirnya keduanya tiba disebuah taman yang indah dan subur, sangat berbeda dengan pemandangan di luar taman itu bahkan Novan tak tahu ia tengah berada di underworld atau alam lain. "Oh Cerberus! Akhirnya kau kembali!" Suara yang lembut dan hangat terdengar dari balik semak-semak berbunga yang tertata rapi.


Seorang wanita berambut pirang dengan mahkota bunga di kepalanya menampakkan dirinya, mata emasnya yang terlihat begitu indah bertemu dengan mata merah Novan. Senyuman terbentuk di wajah Persephone. "Novan!!" Ia berlari ke arah Novan dan dengan senang mengengam tangan pemuda itu dengan lembut "syukurlah kau baik-baik saja, aku khawatir saat Hades menceritakan semuanya. Bagaimana kau bisa sampai disini nak?" Persephone tampak seperti seorang ibu yang menyambut kedatangan anaknya yang telah lama ia nantikan.


Novan tak dapat membuka mulutnya, ia tak dapat mengingat pertemuannya dengan Persephone. "Ah maaf apa aku membuatmu bingung?!" Persephone tampak panik saat Novan hanya diam mematung ditempat. Mata emas Persephone menatap ke arah Cerberus sesaat dan ia akhirnya sadar Cerberus tampak berekspresi khawatir ketika melihat punggung Novan.


Persephone berjalan ke belakang tubuh Novan dan ia dapat melihat cahaya keluar dari punggung itu "ini kekuatan suci? Tapi bagaimana bisa tertanam di dalam tubuhmu nak?" Persephone menutup mulutnya, ia tak dapat mempercayai apa yang ia lihat. Novan akhirnya membuka mulutnya.


"Saya datang ke sini karena seseorang mengatakan pada saya bahwa tempat ini bisa menghilangkan kekuatan suci ditubuh ini" ujar Novan dengan tatapan serius. Persephone tampak berpikir sejenak sebelum ia kembali menatap Novan dengan tatapan khawatir.


"Tidak ada cara untuk menghilangkan kekuatan suci di tubuh seseorang... Kecuali bila orang itu bisa menyeimbangkan nya" Persephone kini semakin terlihat khawatir. "Aku tahu caranya agar kau bertahan, tapi aku tidak ingin melihatmu menderita seperti apa yang Hipnos ceritakan pada kami nak..." Persephone tampak sangat sedih.


"...apa yang dimaksud itu adalah tentang saya yang telah mengalami putaran dunia selama ribuan putaran?" Persephone tak dapat menjawab, Novan kini mengangam tangan Persephone dan tersenyum "saya tidak akan pernah menyesali itu, karena kali ini saya akan menyudahi putaran terkutuk ini..." Persephone hanya dapat mengangguk percaya. Meski didalam hatinya masih terdapat sebuah keraguan, namun mungkin penderitaan lebih baik daripada kematian bagi Novan.


Persephone mengantar Novan ke sebuah sungai yang memancarkan cahaya biru terang yang menenangkan hati. "Ini adalah sungai Mnemosine, sungai yang dapat mengembalikan semua ingatanmu." Novan menatap air sungai itu dan pantulan dirinya yang sangat berbeda dengan yang sekarang terlihat begitu jelas.


"Sungai ini berkebalikan dengan sungai Lethe yang mengalir dari gua milik Hipnos" mendengar perkataan Persephone kini Novan sadar bahwa ternyata kutukan penghapusan ingatan itu dia dapatkan karena air dari sungai Lethe. Air sungai Lethe yang membasuh jiwa Novan di putaran pertamanya membuatkan efek yang sama di setiap putaran nya karena air itu telah dikutuk oleh para dewa untuk selalu menyucikan jiwa Novan setiap kali Novan mati, dengan begitu Novan tak bisa mengingat putaran sebelumnya.

__ADS_1


"Bila aku meminum air ini apa aku akan mengingat semuanya?" Persephone mengangguk ketika Novan bertanya hal itu. Novan akan mendapatkan ingatannya, bahkan kekuatannya dari setiap putaran sebelumnya. Namun tentu ada harga yang harus ia bayar untuk itu.


Novan mengambil air itu dan meminumnya, tubuhnya seketika bercahaya oleh cahaya biru yang indah dan tubuh Novan terasa begitu berat dan rasa sakit menusuk seluruh jiwanya. Novan terjatuh dan Cerberus segera menangkap nya, membawanya ke sebuah peti mati yang di kelilingi oleh bunga, Persephone mempersilahkan Cerberus membaringkan Novan dan dengan senyuman hangat dan wajah yang terlihat sendu Persephone mengelus kepala Novan untuk terakhir kalinya.


"Sampai bertemu lagi, putra yang paling kami sayangi" dan Novan kemudian menutup matanya.


.


.


.


Novan terbangun di sebuah Medan perang. Seorang pria berambut pirang menghampirinya dan menanyakan keadaanya "apa kau baik-baik saja? Kau masih bisa bergerak?" Novan untuk sesaat merasa bingung namun kemudian ia ingat bahwa saat ini ia tengah berperang melawan para utusan dewa.


"Ya aku baik-baik saja, Nanaru"


"Apa kau tahu bagaimana para dewa itu menipu para dewa mimpi?"


"Oh tentu. Mereka mengatakan bahwa kita ingin mengendalikan dunia ini, padahal yang sebenarnya ingin mengendalikan dunia mimpi kan para dewa itu sendiri. Entah bagaimana bisa para dewa mimpi mempercayai mereka..." Ucap Nanaru dengan jelas.


"Lalu kenapa kita harus membunuh mereka? Bukankah kita bisa bicara baik-baik?-"


"Novan, seseorang yang telah dibutakan oleh kebencian itu sulit untuk mengalah pada realita. Terlebih kita telah membunuh satu dewa yaitu Fobetor. Para dewa mimpi pasti telah membenci kita. Tak ada jalan lain selain sepenuhnya merebut dunia ini dari tangan para dewa" Nanaru menyentuh pundak Novan dan ia mengatakan semua kebenaran yang ia ketahui dari kekuatan mata pencari informasi nya.


Novan hanya dapat mengangguk paham dan ia telah berjanji untuk terus membantu Nanaru merebut dunia mimpi dan mengembalikan semua manusia ke dunia realita.


Nanaru tersenyum dan ia memberikan sebuah jam pada Novan "ini adalah jam yang bisa memutar waktu. Kita tidak akan pernah tahu apa yang terjadi di masa depan. Aku ingin kau menggunakan nya dan membantuku di saat yang tepat" Novan mengambil jam saku berwarna emas itu, dan ia menggenggamnya erat-erat.

__ADS_1


"Baiklah, aku akan melakukan itu"


Keduanya berjuang bersama hingga ke pertempuran terakhir dari Ragnarok. Para dewa murka pada Nanaru yang berhasil sampai sejauh itu dan mereka menantangnya berduel, namun pad akhirnya Nanaru kalah. Novan yang sadar temannya terpojok segera menggunakan jam pemberian Nanaru, tanpa menyadari bahwa itu juga adalah salah satu tipu muslihat para dewa.


Jam itu bukanlah jam yang dapat membawa Novan ke masa lalu, namun mengurung Novan dalam sebuah dimensi waktu yang begitu rumit. Novan terkurung di dalam dimensi itu untuk waktu yang lama, ia kehilangan harapannya.


Dalam kegelapan tiada ujung ia tengelam dalam kesendirian.


Tiada harapan, tiada cahaya maupun jalan untuk kembali.


Semua telah lenyap bagaimana mimpi buruk yang telah selesai dan menghilang tanpa jejak dalam ingatan, tak teringat namun membekas pada pikiran bagaikan luka. Yang dapat ia lakukan kini hanyalah bertanya pada dirinya sendiri.


'padahal aku tidak ingin ini terjadi..'


'mengapa takdir harus berjalan sekejam ini..?'


'semua telah lenyap.. mengapa.. hanya aku'


'mengapa hanya aku sendiri yang dapat melihat akhir dari mimpi buruk ini..'


Ia ingin menyerah namun ia tahu ia harus kembali. Kembali untuk memulai mimpi yang ia mulai, kembali ke masa lalu untuk menyelamatkan semua yang ia sayangi.


Cahaya muncul di tanganya dan suara dari jam dunia terdengar "apa kau ingin kembali ke waktu dimana kau tak memiliki apapun?" Suara itu bagaikan hembusan angin di tengah gurun yang panas, sebuah cahaya harapan yang mendatangi Novan untuk menjawab semua permohonannya.


'benar.. aku harus kembali..'


Cahaya itu meredup dan berubah menjadi jam saku yang ia genggam dengan erat, jam saku putih di tangannya itu perlahan memutar jarumnya ke arah yang berlawanan dari yang seharusnya, memutar balikkan waktu ke masa lampau. Dan itulah awal dari penderitaan Novan.

__ADS_1


...[Bersambung]...


__ADS_2