
Sayap coklatnya yang samar berwarna merah terbentang lebar di punggungnya, sebuah lingkaran cahaya merah tetap terlihat dengan jelas meskipun cahaya matahari bersinar di langit biru yang cerah. Semua mata langsung tertuju ke arahnya ketika ia datang dan mendarat tepat di atas jalan batu yang terlihat kokoh.
Sayap di punggung dan lingkaran cahaya merah di atas kepala Novan langsung menghilang begitu ia turun ke jalan namun meskipun sesaat semua orang yang melihatnya tidak akan pernah melupakan sosoknya itu. "Novan!!" Suara Fobetor terdengar dan ia berjalan menghampiri Novan dengan membawa sebuah sate daging. "Dasar dari mana saja kau ini, kau tahu aku mencarinya ke seluruh benteng saat aku sadar kau tak lagi ada di kamarmu?" Fobetor tampak mengomel dan Novan hanya tertawa.
Mata Novan kemudian terpaku pada sosok seorang anjing yang mengendong seekor kucing, kedua hewan itu kemudian menatap Novan dan butuh beberapa saat untuk Novan menyadari sesuatu yang aneh. "Aku tidak tahu kalau kucing dan anjing bisa seakur ini-"
"Siapa yang kau panggil kucing dasar manusia bodoh!" Mammon protes.
"Loh ku kira aku salah lihat, kenapa wujud mu jadi seperti itu lagi?" Novan mendekat ke arah Mammon dan membungkuk.
"Dia kehilangan banyak kekuatannya untuk melawan Ares" tanpa menunggu jawaban dari Mammon, Morfeus langsung menjawab Novan. "Maaf kami tidak bisa membantu Leviathan atau Mammon yang berhadapan dengan dewa, kami saat itu sibuk mencari mu" sela Fobetor.
"Tidak ini salahku tidak memperkirakan bahwa akan ada kejadian penculikan seperti itu.." Novan mengelus kepala kucing Mammon dan kemudian memberikan pujian yang juga terasa seperti sindiran "kerja bagus, dengan begini setidaknya aku benar-benar percaya kau calon raja iblis" dan itu membuat Mammon kembali kesal.
"Jadi selama ini kau melihatku apa?!"
"Babu- ah lupakan" Novan langsung menghentikan ucapannya dengan wajah tak berdosa.
"Anak kurang ajar" ejekan Mammon bukanya membuat Novan kesal tapi malah membuatnya tersenyum puas, setidaknya Mammon tidak mengalami perubahan apapun kecuali bentuk wujudnya yang kembali jadi kucing untuk sementara waktu.
"Dari pada itu coba jelaskan dulu padaku kenapa kau membawa banyak monster di dalam dirimu?" Mammon menatap ke arah kaki Novan, seakan-akan ia melihat sesuatu berada di bawah bayangan kaki itu. Sesuatu yang sangat gelap dan mengerikan hingga membuat bulu tubuh kucing Mammon berdiri karena waspada.
".... Ini bukan apa-apa" Novan terdiam sejenak dan menghentakkan kakinya, membuat Mammon kini tak merasakan lagi energi kegelapan Novan.
'aku tidak boleh menunjukan kekuatanku di sembarang tempat'
'*karena mungkin saja ada mata-mata dewa di sin*i'
Novan menatap ke sekitar jalanan yang ramai itu dengan tatapan tajam, tanpa ia sadari itu membuat Fobetor kebingungan. "Ada masalah?" Namun Novan segera tersenyum dan menggeleng.
"Tidak, tempat ini jauh lebih bagus dari yang ku kira... Meskipun begitu kita tidak boleh menurunkan kewaspadaan kita"
"Saya mengerti"
__ADS_1
"Bagus" Novan tersenyum dan menatap Mammon kembali "ngomong-ngomong aku ingin bertanya padamu bagaimana caranya ke dunia iblis" pertanyaan Novan membuat Mammon seketika berteriak kaget.
"K-kau berencana mau ke underworld?!"
"Jawab pertanyaan ku saja! Kenapa malah berteriak!" tegas Novan dan segera menutup mulut Mammon. Semua orang kemudian menatap ke arah mereka dan mulai berbisik.
"Apa aku mulai berhalusinasi? Kucing bisa bicara?" Beberapa orang menatap ke arah Mammon namun sebagai dari mereka juga menatap keberadaan Novan.
"Eh itu kan Discarded Hero"
Discarded Hero, atau yang berarti pahlawan yang dibuang. Itulah julukan yang mulai terdengar sejak beberapa bulan sebelum bencana, julukan itu dibuat untuk menyebutkan sosok Novan atau pahlawan misterius dengan belati merah yang terkadang melindungi hutan elf dan membasmi monster di pelabuhan Utara. Julukan itu dibuat karena orang-orang banyak yang tidak mengetahui nama Novan.
Pahlawan yang dibuang berarti sosok yang memiliki hati mulia dan kemampuan yang hebat namun tak diakui oleh pihak bangsawan maupun kerajaan bahkan terdengar ada Wahyu dari para dewa bahwa ia adalah pendosa yang bertarung demi kegelapan dimasa depan. Hanya para rakyat biasa yang menaruh perhatian pada sosok Discarded Hiro yang diperankan oleh Novan dan Fobetor. Karena secara kebetulan desas-desus tentang sosok Discarded Hero juga muncul ketika Novan memutuskan untuk membuat sosok Askara Akasa, sang pemimpin baru keluar Candra dan Akasa.
'sial tahu begitu aku mengubah wujudku dulu sebelum kesini' batin Novan. Kini perhatian semua orang selalu terarah ke arahnya. Sementara Morfeus dan Fobetor menggunakan sihir penyamaran agar tidak memancing kerumunan. Novan ingin menggunakan sihir yang sama tapi sihir itu juga ada aturannya, yaitu Novan tidak boleh memancing perhatian orang, dan ia sudah tidak memenuhi aturan itu.
'Kalau aku mau menyamar sekarang aku harus ke tempat sepi tapi... Memangnya ada tempat sepi di sini? Semua orang kenapa juga melihatku seserius itu?!'
Novan merasa tak enak tapi kemudian dia tersenyum dan langsung mengajak yang lainya pergi "lebih baik kita mencari tempat aman dulu. Ada sesuatu yang ingin ku bahas dengan kalian".
.
.
.
"Sebenarnya bagaimana bisa kau jadi seperti ini?!" Leviathan menatap sebuah retakan cahaya di punggung Novan "kenapa kau begitu ceroboh sampai membiarkan seorang pahlawan suci menusuk mu sih?" Retakan itu tampak mengeluarkan energi positif dan sekaan merambat ke sekitarnya mencoba untuk menyucikan energi kegelapan Novan.
Tentunya bentrokan kedua kekuatan itu membuat rasa sakit yang luar biasa, semua orang tahu itu namun yang lebih membuat mereka khawatir adalah sikap Novan yang sekaan tak mempedulikan rasa sakit itu. "Jangan khawatir aku masih bisa menahan ini" Novan memakai kembali kemejanya dan kemudian tersenyum namun Mammon segera membentaknya.
"Bagaimana bisa kami tidak khawatir?! Kau tahu dirimu yang sekarang itu seperti sosok setengah iblis, artinya bila energi suci ini di biarkan terus berada di dalam dirimu kau akan dimurnikan! Kau akan menghilang!!"
"Maka dari itu aku butuh bantuan kalian" Novan segera menyela kalimat Mammon dan ekspresi nya kini menjadi serius "aku butuh kekuatan kalian untuk ke underworld" semua orang tampak terkejut, begitu juga Morfeus.
__ADS_1
"Tapi underworld adalah alam tempat orang mati berada. Tempat itu diluar dunia mimpi!" Fobetor tak mengerti bagaimana caranya Novan bisa mencapai tempat itu sedangkan mereka terkurung di dunia mimpi.
"Benar, tapi underworld adalah tempat yang dituju oleh jiwa-jiwa yang telah mati, sama seperti dunia mimpi tempat para jiwa singgah selama tertidur. Sebenarnya memasuki underworld lebih mudah bagi kita karena kita kini berbentuk jiwa tanpa tubuh, yang jadi masalah memang adalah jalur keluar dari tempat ini" ucap Novan.
"Dan satu-satunya tempat yang bisa menjadi jalur untuk kita ke sana adalah dengan bertemu dengan pemilik tempat itu" Novan tersenyum dan kemudian ia menatap ke arah Mammon dan Leviathan "kordinator dari dunia mimpi buruk saat ini, sang dewa underworld. Hades" Mammon dan Leviathan kini mengerti apa maksud Novan.
"Jadi kau ingin kami mengantarmu ke nightmare dan bertemu Hades? Tapi dia bukan dewa yang ramah, kau tahu?" Mammon memberikan peringatan.
"Memangnya kapan aku bertemu dewa yang ramah? Di Mataku semua sama saja"
"Haha kau benar... Itulah dirimu, dasar sembrono" Leviathan menghela nafas dan menatap ke arah Fobetor dan Morfeus sesaat. "Bagaimana dengan kalian?" Ia bertanya karena Fobetor dan Morfeus kini adalah mantan dewa, apakah mereka akan mengikuti Novan atau tidak.
"Kalau begitu aku ikut" ucap Fobetor merasa tertantang untuk pergi ke nightmare, biar bagaimanapun itu adalah mantan wilayahnya dan ia memiliki beberapa pertanyaan untuk Hades, khususnya kenapa energi kegelapan Hades pernah ada di tubuh Novan.
"Harus ada yang mengatur tempat ini kan selama kalian pergi. Saya rasa saya yang paling cocok untuk itu" ucap Morfeus percaya dengan Novan.
"Baiklah kurasa kita sudah memutuskan tujuan selanjutnya" Novan mengangguk puas dan tersenyum senang "aku, Mammon, Leviathan dan Fobetor akan pergi ke nightmare. Sampaikan pada yang lainya untuk melindungi tempat ini sebisa mungkin" Morfeus mengangguk paham dan kemudian ia bertanya.
"Apa anda ada pesan untuk para penduduk? Sepertinya kurang sopan bila anda baru datang dan langsung pergi lagi padahal mereka sepertinya penasaran dengan anda"
"Wah sejak kapan kau peduli dengan hal seperti itu.. katakan saja mereka boleh bebas berpikir apa pun tentangku, aku tidak terlalu peduli. Dan katakan bahwa tempat ini bukan hanya miliku, tapi milik mereka juga, mereka berhak melindungi tempat ini"
"Kalau begitu saya akan sampaikan pesan anda besok"
"Kalau begitu sekarang kita harus membuat portal, aku dan Leviathan bisa membuatnya bersama tapi kekuatan kami banyak terkuras karena melawan para dewa, mungkin kita butuh waktu-" ucapan Mammon terpotong saat Novan kemudian mengeluarkan sebuah kobaran api hitam di tangannya.
"Kita tidak punya banyak waktu lagi, untuk itu biar aku yang memberikannya kepada kalian" sebuah lingkaran cahaya merah dan sayap terlihat di tubuh Novan.
"Serap lah energiku sebanyak yang kalian butuhkan"
Api hitam di tangan Novan semakin besar dan mengeluarkan begitu banyak energi kegelapan di udara, membuat Mammon dan Leviathan bisa menyerap energi itu.
...[Bersambung]...
__ADS_1