Mimpi Untuk Kembali: The God Of The Tower

Mimpi Untuk Kembali: The God Of The Tower
47. Tiada Pilihan


__ADS_3

Novan muncul dan memprovokasi mammon, setelah itu Nikolai dan Loki yang berpenampilan sama dengannya membuat perhatian Mammon terpecah. Karena Kanz itu mata duitan pasti cincin keserakahan yang ada di tanganya akan langsung bereaksi bila ia mendeteksi sedikit saja rasa serakah dalam diri Kanz. Lalu saat cincin itu merubah wujudnya karena terisi penuh oleh emas hingga mencuri perhatian Mammon sepenuhnya, Fobetor diam-diam mengambil kartu emas milik Mammon. Kira-kira itulah rencana yang Novan bentuk.


Ia tidak mencegah Kanz membuat perjanjian dengan Mammon karena ia tahu kunci masalahnya disini bukan Kanz tapi Mammon itu sendiri. Novan tidak suka menghabiskan tenaganya hanya untuk mengurus seorang bawahan lawannya sesuai dengan perkataanya "lebih seru kalau langsung berhadapan dengan bosnya" karena bagi Novan menghadapi suatu masalah haruslah di selesaikan sampai akar-akarnya, dan di mata Novan Mammon adalah salah satu akar dari pohon yang bernama bencana besar yang akan menghantamnya.


"Jadi bagaimana kalau kita mulai membahas kontrak?"


Mammon tertawa dan memandang Novan dengan rendah "hah! Kau yang seorang utusan dewa mau menjadi bawahanku? Jangan harap! Aku tidak menerima orang aneh seperti mu-" tanpa peringatan Novan menendang sangkar sihir itu hingga meninggalkan bekas penyok dan retakan di sana, membuat baik Loki, Mammon maupun Fobetor terkejut bukan main.


"Ah.. kakak sudah marah tuh.." gumam Nikolai mengambil langkah mundur meninggalkan Kanz yang tergeletak di bawah lantai.


Dengan mata tajam dan bersinar merah Novan melepas topengnya, wajahnya yang tersenyum dengan aura mencekam tampak begitu jelas terlihat meskipun di dalam kegelapan. Untuk pertama kalinya ia merasa semarah ini, rasanya tidak ada rasa kesabaran untuk iblis yang ada di depannya, tidak terlepas dari apa yang iblis itu lakukan di putaran kelima Novan.


Novan masih mengingatnya, di malam yang dingin dan kerajaan yang hancur, ia yang sudah berusaha payah mengevakuasi semua masyarakat ke tempat yang aman malah harus menyaksikan banjir darah. Semua orang yang ia selamatkan terbunuh oleh Kanz dan dari jasat mereka darah mengalir deras membasahi tanah yang ia pijak. Dan dengan berteriak senang Kanz memanggil nama Mammon: "persembahan untuk rajaku! Tuan Mammon yang hebat!" Seakan telah dirasuki oleh iblis yang begitu kejam. Dan tepat di malam itu semua keluarganya terbunuh.


"Angap saja aku tidak pernah mendengar jawabanmu itu" Novan menatap ke arah kartu emas yang ia pegang "dan angap saja kau tidak memiliki ini sedari awal" kartu emas itu tampak berpikir oleh ornamen simbol dan di tengah simbol itu sebuah gambar takhta yang di taburi oleh koin emas terukir di sana. Itulah penampakan dari kartu keserakahan, satu dari 13 kartu calon penguasa neraka. Tanda bahwa seseorang yang memiliki nya bisa menjadi satu dari 7 raja iblis utama.


"Haha tampaknya kau tahu kartu apa itu ya.. manusia bodoh.. benar kau pasti berpikir akan bisa menggunakan itu kan? Dengan begitu kau bisa menjadi raja iblis kan? Hahaha pemikiran yang benar-benar bodoh!"


Alih-alih terprovokasi, senyuman malah muncul di wajah Novan untuk kesekian kalinya. Kini senyuman yang begitu tenang dan hampa. Namun dilihat dari matanya, semua orang tahu ada suatu maksud tersembunyi di balik senyuman itu. "Siapa yang bilang aku akan menggunakannya?" Dari balik saku celana nya Novan mengeluarkan sebuah koin emas.


"Apa kau tahu.. dimasa depan uang koin itu nilainya tidak lebih tinggi dari uang kertas. Selain karena mudah di bawa kemanapun dan ringan.. namun uang kertas juga mudah terbakar.. ya Nikolai?"


Nikolai tampak mengeluarkan uang kertas dari saku celana nya "{barter}" dan dalam hitungan detik koin emas yang ada di tangan Novan berubah menjadi uang kertas, diikuti oleh seluruh koin emas yang berserakan di ruangan itu.


"Nah sekarang.. karena kau suka menghamburkan uang.. kira-kira apa kau juga suka melihat uang terbakar?" Loki tiba-tiba berubah menjadi seekor burung api dan kemudian terbang membakar setiap sudut ruangan, api menjalar ke seluruh ruangan dan membakar semua uang kertas di dalam sana. Senyuman semakin jelas terlihat saat Novan menyodorkan kartu emas itu ke arah kobaran api di sampingnya "mungkin api biasa tidak akan membakar kartu ini.. tapi bagaimana kalau kartu terkutuk ini bertemu dengan api hewan suci? Bukankah kau juga penasaran apa yang akan terjadi" Mammon berteriak kalap kala kartu emas itu terlepas dari tangan Novan.


"Kau-!"


"Oh maaf.. tanganku kepanasan jadi tidak sengaja deh"

__ADS_1


Tepat ketika kartu itu hampir terbakar Mammon akhirnya menyerah. "Baiklah aku akan mendengarkan kontrakmu! Jadi cepat padamkan api itu!! " Novan tersenyum dan kakinya kemudian menginjak kartu emas yang terbakar itu dan api di atas kartu itu pun padam.


"Sudah saya duga anda memang orang yang cepat tanggap, jadi sampai mana tadi? Ah iya kontrak!"


Loki yang terbang kemudian bertengger di punggung Nikolai dan melindungi anak itu dan Kanz yang tak sadarkan diri, dari kobaran api yang semakin besar.


"Apa yang kau inginkan manusia?! Cepat katakan sebelum kita semua terpanggang di sini!" Bentak Mammon.


"Jual lah harga diri mu"


Keheningan melanda untuk beberapa saat sebelum kemudian Mammon berteriak tak terima "apa maksud mu manusia?! Beraninya kau meminta hal seperti itu hanya untuk-"


"Kartu emas milikmu, kekayaan, kehormatan dan tempat bersembunyi, aku akan memberikan semua itu padamu kalau kau mau menyerahkan dirimu. Di sini kau harus ingat, kini kau berada di dunia yang dikuasai para dewa, dunia dimana kegelapan begitu kecil daripada cahaya. Kalian para iblis tingkat tinggi memang memiliki kekuatan yang begitu menakjubkan tapi bila kalian berada di luar teritorial kalian, kalian begitu lemah"


Mammon mengeretakkan giginya kesal, ia tidak bisa membantah itu dan ia malu akan kenyataan itu. Dibandingkan dengan Nightmare, comfort dream adalah dunia yang penuh cahaya. Tempat dimana iblis sulit untuk mengembangkan kekuatan nya.


'sial.. aku gegabah.. ku kira karena terbuai oleh kesenangan para manusia disini akan mudah di pengaruhi. Aku tidak mengira akan begini pada akhirnya..!' penyesalan dan rasa kesal terlihat jelas pada wajah Mammon. Dan dengan menatap Novan ia sekali lagi berbicara di dalam hatinya 'manusia ini... Lebih licik dari para iblis' senyuman kemenangan Novan terlihat begitu mengerikan dan penuh akan kejahatan murni yang bahkan Mammon tak bisa bayangkan bisa keluar dari wajah seorang manusia yang lebih lemah darinya.


"Apa yang terjadi kalau aku menolak?" Mammon mencoba mengulur waktu namun itu hanya membuat ia kehilangan banyak waktu untuk selamat.


"Maka kau akan menyesali pilihanmu. Aku tidak pernah menarik perkataanku"


Kupu-kupu hitam muncul dari balik punggung Novan dan dengan ganas menyelimuti tubuh Mammon.


"Tunggu- aku bahkan belum membuat pilihan!" Mammon berteriak panik saat kulitnya tampak mulai menghitam dan mengeluarkan darah.


"Tidak, kau salah paham." Suara Novan terdengar begitu dingin dan senyuman hilang dari wajahnya.


"Sejak awal aku juga tidak memberimu pilihan kok.."

__ADS_1


.


.


.


Malam itu berlalu dengan cepat dan kabar akan kebakaran besar di wilayah kekuasaan Samodra menggemparkan seluruh kerajaan. Semua orang hanya mengetahui bahwa insiden tersebut di sebabkan oleh burung api yang tiba-tiba tersesat ke dalam salah satu gedung, tanpa tahu bahwa burung itu sebenarnya adalah Loki.


"Nih ku kembalikan uangmu" dengan wajah tersenyum Novan memberikan sebuah dokumen pada Kinan.


"Loh? Kenapa?"


"Karena aku tidak membutuhkan nya lagi, lagipula kau juga butuh kan? Kebakaran besar itu akan membuat perekonomian keluarga Samodra mengalami kemunduran. Kau lebih membutuhkan nya" Kinan membulatkan matanya kaget.


"Tapi kan.. tidak.. aku tidak suka berhutang Budi.." Novan tahu ia akan mendengar jawaban itu, sayang sekali kalau orang lain mendengat itu pasti mereka akan bingung menjawab apa tapi tidak dengan Novan.


"Aku tahu kau akan berkata begitu.. tapi ketahuilah aku begini karena peduli padamu.." Novan menampilkan senyuman andalannya "anggaplah aku memberimu uang yang kau titipkan padaku, aku tahu kau benar-benar membutuhkannya.. dengan ini juga kau akan bisa selangkah lebih maju dari kakak mu kan? Bukankah itu bagus?"


Kinan kini membeku diam, ia kemudian mengangguk dan Novan yang sadar bahwa akting nya berhasil kemudian menepuk pundak wanita itu "kau boleh meminta tolong padaku, bukankah kita ini sahabat-" namun ucapan Novan terpotong saat wanita itu memeluknya dengan erat. Membuat Novan sekali lagi bernostalgia akan kenangan masa kecil nya. Saat mereka kedua sama-sama di abaikan oleh keluarga mereka masing-masing, maka mereka akan saling menghibur satu sama lain.


"Terimakasih.. sungguh.. terimakasih juga sudah kembali.."


Novan tersenyum tulus dan kemudian menepuk punggung wanita itu, layaknya seorang teman yang menenangkan temannya yang tengah kesulitan.


Beberapa saat kemudian Kinan pergi dan seekor kucing gembul berwarna kuning dengan mata merah tampak duduk di atas sofa.


"Bagus, licik sekali kau manusia!"


Novan menatap kucing itu dengan mata tajam dan senyuman tipis "aku tidak tahu kalau kau akan seimut ini saat menjadi kucing, Mammon"

__ADS_1


...[Bersambung]...


__ADS_2