
Rio keluar dari mobil Rendra, dan Rendra melajukan mobilnya. Di perjalanan Rio mengucap syukur karena ada orang baik yang sudah dikirimkan Allah, uang itu akan ia berikan pada ayahnya dan Rio hanya akan mengambil uang yang diperoleh dari jualannya.
“Alhamdulillah, dikasih uang. Terima kasih ya Allah sudah memberikan hamba rezeki.” Rio menghitung uang yang diberikan Rendra
“Waah ada tiga ratus ribu, banyak banget aku kasih bapak nanti pasti bapak senang deh” Rio bersemangat untuk pulang hingga ia berlari-lari kecil agar segera sampai ke rumahnya.
“Assalamualaikum”
“Waalaikumsalam, sudah pulang nak?” tanya Surya
“Iya yah, ayah pulang dari tadi?”
“Baru sampai langsung mandi”
“Oh iya yah, Rio dapat rezeki” Rio memberikan uang 300.000 kepada Surya
“Apa ini? Kamu dapat dari mana?” tanya sang ayah
“Rio dikasih sama om Rendra yah”
“Om Rendra? Siapa?”
“Tadi itu Rio hampir saja tertabrak, salah Rio juga karena Rio tidak lihat jalan”
“Ya Allah, kamu tidak apa-apa kan?” Surya langsung memeriksa tubuh Rio apakah ada yang luka atau tidak
“Rio tidak apa-apa yah, ayah tenang saja. Setelah itu om Rendra mau mengantar Rio tapi Rio audah menolak karena Rio tidak luka dan masih bisa jalan. Tapi om Rendra paksa, ya sudah Rio diantar sampai gang karena Rio tidak mau merepotkan om Rendra kalau harus diantar sampai rumah” ujar Rio
“Lalu uang itu?”
“Uang itu dikasih sama om Rendra, Rio sudah menolaknya tapi om Rendra paksa buat diterima. Rio terima uang itu tapi Rio tidak minta kok yah” ucap Rio jujur
“Iya ayah percaya mungkin ini rezeki kita jadi ini bisa kita simpan buat nanti ibumu chek up ya”
“Iya yah”
“Ya sudah sana kamu mandi dan beres-beres”
“Iya yah, Rio ke kamar dulu”
Surya mengangguk, dan Rio masuk ke dalam kamarnya untuk meletakkan barang-barang dan tas sekolahnya. Selesai meletakkan barang-barangnya Rio mengambil handuk untuk mandi.
__ADS_1
Surya sedang mempersiapkan makan malam, Ningsih menghampiri Surya yang sedang sibuk memasak.
“Lagi masak apa yah?” Tanya Ningsih
“Lagi masak nasi sama goreng telur bu” jawab Surya
“Ibu bantu yah”
“Tidak usah bu, ayah bisa kok. Ibu istirahat aja nanti kalo selesai kita makan bersama ya”
“Ibu bantu goreng telurnya saja yah, boleh ya?” Ningsih masih memaksa
“Ya sudah ini, ayah mau ke kamar mandi sebentar ya”
“Iya yah” Ningsih menggantikan Surya menggoreng telur
Setelah kembali dari kamar mandi Ningsih sudah menyiapkan makanan untuk di bawa ke ruang tamu dan makan bersama.
“Sudah selesai bu?”
“Sudah yah”
“Biar aku yang bawa ibu dulu saja”
Surya membawa nasi, telur dan piring untuk mereka makan bersama. Surya, Ningsih dan Rio memang selalu makan bersama karena mereka ingin menikmati waktu untuk berkumpul meski hanya beberapa menit saja. Jika siang mereka tidak bisa berkumpul sambil mengobrol maka ketika malam itulah mereka memanfaat waktu agar bisa merasakan kehangatan dan kebahagiaan bersama keluarga kecilnya.
“Rio ayo makan dulu” Iya yah
Mereka semua bahagia meski makanan yang dimakan tidak mewah tapi mereka bahagia bisa melewati semuanya bersama. Kebahagiaan tidaklah diukur seberapa mewahnya barang atau hal-hal yang dilakukan tapi kebahagiaan akan terasa bisa melewati dengan orang terkasih meski pun hanya dengan hal-hal yang sederhana.
Seperti yang dirasakan Rio dan juga keluarga kecilnya mereka sangat bahagia malam ini, setidaknya mereka masih diberi nikmat sehat untuk menghadapi kenyataan bahwa mereka harus bisa hidup dengan bekerja keras.
Tidak ada yang ingin hidup susah, semua orang pasti ingin kaya meski kaya tidak menjamin hidup selalu senang tapi jika kaya tak perlu bekerja susah payah. Tapi takdir tidak memihak pada Surya, ia diberikan bahu dan kaki yang kuat agar bisa melewati kerasnya hidup.
“Biar Rio yang cuci piringnya yah, bu” ujar Rio “Ibu sama ayah ke kamar aja istirahat” sambungnya
“Ibu saja yang nyuci kamu belajar saja sambil nunggu isya’” bantah Ningsih
“Gak pa-apa kok bu, lagian kan belajarnya bisa setelah cuci piring”
“Ya sudah, ayah sama ibu masuk ke kamar ya”
__ADS_1
“Iya yah”
Rio membawa semua piring-piring kotor yang digunakan makan tadi ke dapur lalu mencucinya dengan hati-hati. Setelah selesai mencuci semua piring, Rio masuk ke kamarnya. Rio mengambil tas sekolah dan mengeluarkan buku pelajarannya. Sebelum belajar Rio mengambil celengan yang ia letakkan di dalam lemarinya, dan memasukkan uang 15 ribu, sedangkan sisanya ingin ia kasihkan pada ayahnya esok sebelum berangkat kerja agar bisa membeli ikan.
Hasil jualan tadi lumayan banyak, biasanya Rio hanya mendapatkan paling banyak 30 ribuan dan jika tak ada yang membeli hanya mendapat 5 ribu saja.
“Celengannya hampir penuh, kalo penuh aku akan langsung membelikan sepatu baru untuk ayah” ucap Rio
Rio menaruh kembali celengannya ke dalam lemari, dan ia duduk di ranjangnya untuk belajar. Adzan isya’ sudah berkumandang, Rio bergegas mengambil wudhu dan sholat isya’. Tak lupa Rio berdo’a untuk kesehatan ibunya dan juga ayahnya.
Selesai sholat Rio kembali ke ranjangnya untuk melanjutkan belajarnya. Hampir satu jam Rio belajar, ia mulai menguap. Rio mengakhiri belajarnya dan merapikan tas serta menyiapkan buku pelajaran untuk besok. Semuanya selesai Rio merebahkan tubuhnya dan ia terlelap.
Keesokan harinya badan Rio terasa sangat berat bahkan untuk bangun pagi saja Rio gemetar, setelah sholat tadi Rio kembali ke kamarnya, Rio kembali merebahkan tubuhnya di atas ranjangnya.
“Rio belum bangun nak” panggil Ningsih
Ningsih masuk ke kamar Rio, dan menghampiri Rio yang terbaring.
“Astagfirullah, Rio demam” ujar Ningsih
“Ayah, Rio demam yah badannya panas banget”
Surya masuk ke kamar Rio dan memegang dahinya.
“Bu, ayah bawa Rio ke bidan dulu ya, ibu tunggu di sini”
“Iya yah, hati-hati”
Surya mengangkat tubuh Rio dan mendudukkannya di becak. Surya terlihat sangat panik, Rio memang jarang sakit, lebih tepatnya bisa ditahan. Mungkin karena sudah tidak sanggup jadi Rio tidak bisa bangun.
“Bu tolong anak saya, badannya panas” Surya membawa Rio masuk ke dalam
“Bapak tenang dulu, jangan panik ya biar saya periksa” ucap bidan menenangkan Surya
“Iya tolong”
Bidan memeriksa Rio, badannya sangat panas.
“Badan Rio sangat panas pak, sebaiknya dikompres nanti biar turun panasnya. Bisa jadi Rio kelelahan dan cuacanya yang memang tidak menentu membuat tubuh Rio tidak bisa menstabilkannya.”
“Ini obat untuk Rio pak, Rio tidak perlu dirawat inap, nanti setelah makan langsung diminum obatnya insya Allah panasnya akan turun, semuanya 30 ribu pak”
__ADS_1
“Ini uangnya dan terima kasih bu, saya permisi dok”