Mimpi Untuk Nyata

Mimpi Untuk Nyata
52


__ADS_3

“Rio mau mandi dulu biar lebih segar” ujar Rio


“Ya jangan lupa makan ya, ayah ke kamar dulu” ucap Surya


“Iya yah”


Rutinitas yang sama dilakukan Rio ketika sudah sampai di rumahnya, melihat ayahnya yang semakin menua membuat Rio tak tega membiarkan bekerja. Rio hanya bermodal nekat untuk membuka usaha dengan pengalaman yang diperolehnya ketika masih bekerja di Cafe, dan juga beberapa makanan yang bisa dibuatnya, ia tak perlu mencari pelayan jika nanti sudah maju dan Cafenya mulai ramai barulah Rio akan mencari pelayan yang bisa membantunya.


Rio yang sudah lelah karna tadi sudah berbelanja banyak untuk peralatan Cafe, Surya yang setelah isya’ langsung merebahkan dan tertidur pulas. Besok Rio masih harus membersih tempatnya sebelum menata dan membuka Cafe. Rio tidak punya banyak teman yang dekat dengannya, hanya Bram yang sangat dekat dengan Rio. Meski Bram anak orang kaya, ia tak memilih-milih teman.


Flash back on


Rio yang sedang duduk di taman menunggu waktunya masuk kelas, seorang laki-laki yang penampilannya seperti orang kaya menghampiri Rio.


“Hei ngapain di sini bukannya masuk kelas?” sapanya


“Ini mau masuk kelas tapi lagi nunggu dosen belum waktunya juga” jawab Rio


“Kenalin Bram” mengulurkan tangannya untuk bersalaman


“Rio” ujar Rio menjabat tangan Bram


“Oh Rio, sering lihat kamu tapi belum sempat nyapa” ujar Bram


“Oh ya, kenapa tidak disapa kan boleh jadi teman” ujar Rio tersenyum


“Kalo mau kenalan mending sama cewek ngapain kenalan sama cowok” ucap Bram tertawa


“Terus ngapain tadi ajak kenalan, apa sekarang sudah tidak tertarik sama cewek lagi” sidik Rio


“Enak saja, aku masih normal ya” ujar Bram “Sepertinya kita cocok jadi teman, mulai sekarang kita teman” imbuhnya


“Kok maksa” ujar Rio pura-pura kesal


“Ya harus” ucap Bram


“Aku mau ke kelas, dosen sudah di sana” Rio berdiri dan melangkahkan kakinya


“Oke” jawab Bram mengangkat jempol


Mereka jadi sering bertemu dan mengobrol, tak ada canggung lagi bila bercanda.


Flash back off

__ADS_1


Begitulah awal kenal mereka, dan sampai sekarang pertemanan mereka terjaga tak pernah melibatkan masalah hati dalam pertemanan, jika pun nantinya mereka menyukai wanita yang sama maka harus bersaing dengan adil, itulah janji mereka.


Hari ini cerah seperti harapan Rio yang akan merapikan tempat yang akan dijadikan Cafe, hari ini Rio libur karna dosennya ada rapat jadi Rio bisa fokus membersihkan ruko dan mempersiapkan agar Cafenya segera dibuka.


Rio sudah menghubungi Bram kalau dirinya libur sehingga bisa langsung ke Cafe. Di sana Rio terlihat sangat sibuk menata Cafe dengan konsep yang sudah ia rencanakan. Tempat itu memang tidak terlalu besar, jika nanti sudah ada modal Rio akan membeli tempat yang lebih besar agar lebih banyak pengunjung yang datang.


“Sibuk banget kayaknya” ucap Bram yang baru datang


“Iya besok ingin buka kalo ini selesai semua” jawab Rio


“Aku bantuin biar cepat beres dan besok cepat buka” ujar Bram mendekati Rio yang sedang menata kursi


“Dari tadi kek” ujar Rio tertawa


“Harus ada gajinya loh, ini tidak gratis” ucap Bram bercanda


“Wah payah kamu, mau minta gaji segala” sungut Rio


“Gajinya dengan makan gratis” Bram memainkan alisnya


“Bantuin cepat biar lekas kelar nanti aku potong gaji kamu ya” ledek Rio


“Haduh bos marah iya iya bos” Bram langsung membantu Rio seperti karyawan yang dimarahi bosnya


Hari mulai sore, Bram dan Rio masih sangat sibuk membereskan Cafenya, merek bekerja dengan cepat agar segera selesai dan bisa belanja di mini market terdekat.


“Ini hampir selesai, kalo kamu mau pulang, pulang saja ini bisa dikerjakan sendiri” ujar Rio


“Kalo ini sudah beres semua aku pulang” ucap Bram


Mereka melanjutkan pekerjaannya.


“Akhirnya selesai juga” ucap Bram


“Iya, aku mau belanja dulu beli bahan-bahan masak buat besok” ujar Rio


“Aku pulang duluan ya”


Rio mengangkat jempolnya pertanda iya. Rio melajukan motornya menuju ke sebuah mini market untuk membeli bahan memasak untuk besok seperti minyak, mie, sayur-sayur dan lainnya.


Setelah selesai, Rio membawa semua belanjaannya ke Cafe dan menaruhnya ke dalam kulkas agar tetap segar.


“Besok aku akan ajak ayah, kan besok libur jadi aku bisa buka dari pagi” gumam Rio

__ADS_1


Semua sudah masuk ke dalam kulkas, Rio mengunci pintu dan ia segera pulang ke rumahnya karna hari sudah mulai gelap, ia sudah bilang kalau akan pulang telat agar ayahnya tidak khawatir dengannya.


Sesampainya di rumah, Rio masuk ke dalam untuk mencari ayahnya.


“Assalamualaikum Rio pulang yah” ujar Rio


“Waalaikumsalam, ayah di kamar nak” jawab Surya


“Ayah sakit?” tanya Rio khawatir


“Tidak nak, ayah Cuma batuk dan capek” ujar Surya


“Besok Rio mau ajak ayah ke Cafe, karna Rio akan membuka Cafe besok sekalian syukuran walau hanya aku dan ayah di sana paling nambah Bram” ujar Rio


“Sudah mau buka ya, ayah do’akan semoga usaha kamu sukses ya, bisa maju dan berkembang” ujar Surya tulus


“Amin, ayah sudah makan?” tanya Rio


“Sudah, kamu mandilah setelah itu makan dan istirahat kamu pasti capek tadi sudah beres-beres Cafe” ucap Surya


“Iya yah, Rio ke kamar dulu ya” Rio berdiri meninggalkan Surya yang terbaring di atas kasurnya


Hari ini terasa sangat melelahkan bagi Rio, mungkin karna tadi seharian membereskan Cafe jadi tenaganya terkuras, ia harus beristirahat malam ini agar besok kembali segar dan semangat karna besok adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh Rio, ia akan menjadi bos. Ya karna Rio mempunyai usaha sendiri meski tidak besar yang penting Rio mau memulai dan berusaha agar usahanya tetap berjalan dan maju.


Di Cafe, Rio dan Surya sedang menyiapkan makanan untuk dinikmati bersama sebelum ia resmi membuka Cafenya, Bram yang baru datang langsung menyalami Surya.


“Eh ada om, selamat pagi om” ujar Bram


“Nak Bram, sendirian saja” ucap Surya


“Iya om, aku sendirian mau ajak papi tapi ada kerjaan pagi ini jadi tidak bisa, papi titip salam sama om dan juga Rio semoga Cafenya sukses dan maju” ujar Bram


“Amin, ayo sini hampir selesai masaknya kita makan-makan dulu” ujar Surya


“Biar aku saja yang bawa om” Bram mengambil nampan yang akan dibawa Surya


Rio, Bram dan Surya menikmati makanan yang akan menjadi menu di Cafenya, mereka menikmati sambil mengobrol dan mencurahkan harapan agar Cade yang dibuka Rio bisa terus manu dan nantinya bisa membuka di berbagai kota serta bisa mempunyai tempat sendiri tanpa menyewa lagi.


“Semoga usaha kamu sukses ya, biar bisa jadi bos” ucap Bram


“Kalo punya usaha sendiri meski pun kecil itu sudah menjadi bos, meski gajinya tidak seperti kamu” ledek Bram


“Jadi nak Bram ini kerja di mana?” tanya Surya

__ADS_1


“Aku cuma bantu papi di perusahaannya om, masih belajar. Papi maksa karna usianya sudah menua jadi biar Bram belajar sambil melanjutkan perusahaannya” ujar Bram


__ADS_2