
“Mau sewa tahunan atau bulanan mas?” tanyanya
“Kalo per tahun berapa ya pak?” tanya Rio
“Kalo satu tahun 7 juta, tapi saya kasih 6 juta saja daripada kosong lumayan loh tempatnya strategis dekat kampus jadi kalau mau buka usaha pasti laku karna ada dekat dengan kampus, apalagi kalau buka Cafe di situ pasti banyak yang akan datang” ujarnya
“Tidak bisa diturunin lagi ya pak? Saya memang mau buka Cafe pak” tawar Rio
“Tidak bisa mas, itu sudah harga murah banget. Tidak ada yang harga segitu kalau pun ada lokasinya pasti tidak strategis” ucapnya
“Terima saja, benar kata bapaknya tidak ada yang harga segitu, kalo di tempat lain mungkin bisa 8-10 juta apalagi kalau di tempat strategis seperti ini” bisik Bram
“Ya sudah saya ambil pak per tahun ya sewanya” ujar Rio
“Iya mas, kapan akan ditempati mas, biar kunci saya antar ke situ”
“Satu minggu lagi pak, tapi nanti saya kabari saja karna masih mau siapkan alat-alatnya”
“Oh ya sudah nanti kabari saja mas”
“Iya pak terima kasih” ucap Rio
“Iya mas sama-sama”
Rio memutuskan sambungan teleponnya.
“Kita sambil siapkan menunya juga, biar nanti kalo sudah buka tidak kebingungan lagi” ujar Bram
“Aku hampir lupa, nanti aku siapkan di rumah, besok temani aku ya buat lihat-lihat perabotan dan lainnya, tidak mungkin dong aku pegang sendiri” ucap Rio
“Iya, terus mau di taruh di mana nanti alat-alatnya kalo rukonya belum dibuka?” tanya Bram
“Iya aku lupa, besok aku hubungi lagi bapaknya dan ambil kuncinya sekalian kasih Dp” jawab Rio
“Besok aku siapkan uangnya ya, besok bawa mobil aku saja, motor kamu taruh di kampus saja nanti enak ambilnya. Terus kamu masih mau bekerja di Cafe sana” tanya Bram
“Kayaknya besok aku mau berhenti, mau bilang kalo aku sudah ada usaha” ujar Rio
__ADS_1
“Kalo itu keputusannya ya sudah. Aku pulang dulu ya, ini sudah sore pasti papi sudah nunggu” ujar Bra
“Iya, terima kasih ya sudah mau bantu” Rio menepuk pundak Bram
“Santai saja, mending kamu pulang terus buat menunya biar kita bisa siapkan apa saja yang harus dibeli besok” ujar Bram
“Oke bro” jawab Rio
Rio duduk di atas motornya dan membawa motornya menuju ke rumahnya. Di depan rumahnya sudah ada becak ayahnya yang ditaruh dengan rapi yang artinya Surya sudah pulang dan ada di dalam rumahnya.
“Assalamualaikum ayah” panggil Rio
“Waalaikumsalam, sudah pulang nak?”
“Iya yah, ayah sudah pulang dari tadi?” tanya Rio
“Iya, ayah sudah masak juga, kamu mandi dulu hampir maghrib. Kita sholat dulu baru makan ya” ujar Surya
“Iya, ada yang ingin Rio sampaikan pada ayah setelah sholat nanti”
“Iya”
“Ayo makan Rio” panggil Surya yang sudah menunggu Rio
“Iya yah” jawab Rio keluar dari dalam kamarnya
“Kamu mau bicara apa?” tanya Surya
“Rio mau buka usaha yah” ujar Rio
“Buka usaha apa? Memang kamu ada modal?” tanya Surya yang sedikit kaget mendengar Rio akan membuka usaha, setahunya Rio belum memiliki tabungan banyak jadi tak mungkin kalau ia bisa membuka usaha kalau modalnya saja tidak ada
“Ayah ingat Bram? Yang pernah antar Rio pulang dan mampir di sini?” tanya Rio
Surya tampak berpikir dan mengingat.
“Iya ayah ingat, Bram yang anak pengusaha itu kan?” tanya Surya
__ADS_1
“Iya, jadi Bram dan papinya kasih Rio pinjaman buat modal tadi Rio juga Bram sudah lihat rukonya, dan besok Rio juga akan membeli beberapa perabotan dan juga alat-alat yang akan diperlukan” ucap Rio
“Kamu berhenti kerja? Terus kuliah kamu?” tanya Surya
“Rio besok akan ke tempat kerja mau bilang kalau Rio mau buka usaha dan keluar dari Cafe tempat Rio kerja yah” ujar Rio
“Kalau itu memang sudah kamu pikirkan matang-matang dan memang ada kemudahan ayah mendukung, jadi kamu tidak perlu bekerja pada orang lagi dan akan menjadi bos” ucap Surya tersenyum
“Ayah bisa saja, do’akan Rio semoga usaha Rio lancar dan Rio bisa balikin uang yang dipinjam sebagai modal”
“Iya nak, do’a ayah selalu menyertaimu, tapi kamu juga harus tetap ingat kewajibanmu jangan sampai kamu lalai, semua yang diberikan oleh-Nya adalah nikmat agar kamu bersyukur dengan rezeki yang telah diberikan” nasehat Surya
“Pasti yah, Rio akan selalu ingat kewajiban Rio”
“Ayo kita makan”
“Iya yah”
Rio dan Surya makan dengan nikmat, semua yang didapat harus tetap disyukurinya sedikit atau pun banyak, karna rezeki tidak akan pernah tertukar meski pekerjaannya sama. Hal itu selalu diingat mereka, agar tidak pernah mengeluh dengan keadaan yang sedang mereka jalani.
“Rio ke kamar dulu ya yah, mau buat meny” ujar Rio
“Iya nak” jawab Surya
Rio mengambil buku dan juga bolpoin, ia akan menyajikan menu yang praktis dan juga yang banyak diminati oleh remaja-remaja, Rio juga membuat menu minuman yang ada di Cafenya nanti. Rio juga berniat memasang WIFI agar banyak yang datang dan betah di Cafenya.
Rio menuliskan beberapa makanan dan minuman yang akan menjadi menu di Cafenya, Rio menulis makanan dan minuman yang pernah ia buat, agar lebih mudah. Setelah dirasa cukup, Rio merebahkan tubuhnya, ia berharap usahanya bisa sukses.
Setiap orang yang ingin sukses atau membuka usahanya pasti harus merasakan jatuh bangun, untung rugi. Semua itu bumbu dalam menjalankan usaha, nikmati saja prosesnya pasti tidak akan terasa capeknya. Rio menatap langit-langit rumahnya, ia berharap suatu saat nanti bisa memiliki rumah yang lebih baik dari rumah ini, jika nanti ia berhasil dan usahanya sukses ia akan membeli rumah di kota agar tidak perlu terlalu jauh untuk pulang.
Tak sadar Rio sudah memejamkan matanya. Sebelum ke kampus Rio akan pergi ke Cafe dulu untuk berhenti bekerja dan berpamitan dengan teman-temannya di Cafe. Meski Rio baru bekerja dan tidak sampai satu tahun bekerja di Cafe, teman-temannya sangat menyukai Rio karna sikapnya yang ramah dan juga suka menolong, hanya Leon yang tak menyukai Rio karna baginya Rio adalah saingannya untuk mendapatkan Desi, padahal Rio dan Desi hanyalah teman. Mungkin karna Leon takut Desi menyukai Rio, sehingga membuat hatinya untuk membenci Rio.
Cinta memang kerap kali membuat orang saling dekat seperti saudara dan bisa membuat teman menjadi musuh, semua bergantung bagaimana mengendalikan perasaan agar tak terlalu mengharapkan pada seseorang.
Pagi harinya Rio berangkat menuju Cafe untuk menemui manajernya untuk berpamitan dan berhenti bekerja.
“Kok tumben pagi datangnya?” tanya Desi
__ADS_1
“Iya aku ada perlu sama pak manajer, jadi ke sini sebelum ke kampus dulu” jawab Rio