Mimpi Untuk Nyata

Mimpi Untuk Nyata
54


__ADS_3

Hari berganti, minggu berlalu kini Cafe Rio mulai banyak pengunjungnya. Rio dibantu dua orang yang akan melayani dan juga mengantarkan ke mejanya. Surya sudah tidak lagi bekerja, Rio tidak mengizinkannya karna hasil di Cafenya sudah cukup untuk kehidupan mereka, dan Rio menyisihkan untuk mengganti modal yang dipinjamnya pada Bram.


Di sebuah mini market Rio yang sedang memilih-milih sayur, berjalan tanpa melihat ke depan tanpa ia sadari ada orang di depannya.


Bruuk


“Maaf maaf saya tidak sengaja, saya tidak lihat ada orang di depan saya” ucap Rio mengambil belanjaannya yang terjatuh


“Duuh makanya mas jangan bengong saja kalau jalan” ucap kesal


“Saya kan” belum sempat melanjutkan perkataannya Rio melihat gelang yang dipakai gadis itu “Kayla” gumamnya


Rio langsung melihat orang yang ditabraknya, ternyata benar orang yang ada di depannya adalah Kayla, teman kecil yang sudah pergi. Seandainya dulu Rio sudah dewasa mungkin ia akan menyusul Kayla ke Bandung, tapi semua itu hanya pertemanan semasa kecil.


“Ri-Rio” ucap Kayla tergagap


“Kamu masih ingat denganku? Apa kamu masih mengenaliku?” tanya Rio pada Kayla


“Tentu saja, gelang itu. Bukankah gelang yang aku berikan padamu” ucap Kayla


“Ya ini gelang yang kamu berikan” jawab Rio


“Kamu masih pakai?” tanya Kayla


“Iya, karna ini gelang pertama yang aku dapatkan dari seorang teman” ucap Rio “Sebelum orang itu pergi tanpa sepatah kata pun” sambungnya


Kayla menunduk ketika Rio berbicara seperti itu, tak pernah terbesit dalam dirinya kalau Kayla harus pindah ke Bandung dan meninggalkan Rio. Kayla sempat meminta waktu untuk bisa berpamitan pada Rio tapi neneknya tak mengizinkan karna Rio yang tidak jelas bibit bebet dan bobotnya.


“Aku buru-buru harus ke Cafe” ucap Rio memecah keheningan


“Cafe? Kamu punya Cafe? Kalo begitu nanti aku main ke sana” ujar Kayla “Cafenya di mana?” tanya Kayla


“Di samping kampus situ” Rio menunjuk kampusnya


“Aku akan ke sana besok” ucap Kayla


“Aku harus pergi”


Rio meninggalkan Kayla yang masih menatapnya berjalan menjauh, punggungnya sudah tak terlihat lagi.


“Entah ini kebetulan atau memang rencana Tuhan mempertemukan kita kembali Rio” gumam Kayla

__ADS_1


Pertemuan hari ini tak pernah dibayangkan oleh Kayla atau pun Rio, mereka tak menyangka akan bertemu kembali. Sudah lama mereka tak bertemu, tapi takdir mempertemukan mereka kembali dalam keadaan yang berbeda.


Rio sudah sampai di Cafenya, ia meletakkan semua belanjaannya dan menyuruh pelayannya untuk membantu meletakkan ke dalam kulkas untuk persediaan besok pagi.


“Yang ini dipisah ya karna ada yang matang banget takutnya nanti malah busuk dan merusak yang lain, jadi ini bisa dipakai sekarang lebih awal” ucap Rio


“Siap pak” jawabnya


Rio duduk di tempat kasir, karna ia yang menjaga sendiri.


“Pertemuan yang pernah aku harapkan dari dulu kini terwujud, tapi apakah keadaan masih sama dan pertemanan kita akan tetap berlanjut?” ucap Rio dalam hati


Kehidupan masa kecil dan sekarang tentu jauh berbeda, apalagi Kayla dan Rio hidup berjauhan yang mungkin dalam beberapa waktu mendapatkan pergaulan yang bisa merubah sikap dan sifat seseorang. Dari raut wajah Rio yang terlihat terkejut karna bertemu Kayla, namun hatinya tak bisa berbohong kalau dirinya tentu bahagia.


Besok Rio akan menanyakan mengapa Kayla pergi waktu itu, apa alasannya dan kenapa ia tak memberi tahu Rio terlebih dahulu, apakah tidak waktu untuk mengatakannya atau memang sebenarnya ia juga tidak mau bertemu lagi dengan Rio. Banyak pertanyaan yang akan ia tanyakan besok bila Kayla datang ke sini. Seperti reporter, ia akan mewawancarai Kayla agar Rio mendapatkan semua jawaban dan membuat pikirannya tidak menerka-nerka lagi.


Keesokan harinya Rio masih sibuk berberes untuk membuka Cafe dibantu dua orang yang saat ini menjadi pelayannya.


“Selamat pagi” sapa seorang yang baru datang ke Cafe


“Kayla, pagi banget yang ke sini?” tanya Rio


“Duduk dulu, aku buatkan minuman dulu” ucap Rio mempersilakan Kayla duduk di dekat kasir agar nanti Rio tak perlu bolak-balik ke tempat kasir kalau ada yang akan membayar


“Ini sambil diminum dulu” Rio memberikan minuman pada Kayla


“Kamu tahu kalo aku suka cokelat?” tanya Kayla heran karna minuman yang dibuatnya memang minuman yang selalu ia pesan kalau sedang ke Cafe


“Tidak sih, memang kamu suka cokelat? Kalo iya berarti kita sama” ujar Rio


“Jadi kamu suka cokelat juga? Aku memang suka cokelat suka banget malahan” ucap Kayla


“Mungkin” Rio menghentikan ucapannya


“Mungkin apa?” tanya Kayla penasaran


“Mungkin kita sama-sama pencinta cokelat” ucap Rio


“Ya memang, eh kok jadi bahas cokelat sih” ucap Kayla tertawa


“Bagaimana kabar kamu?” tanya Rio

__ADS_1


“Baik, kalo kamu?”


“Aku baik, sangat baik sampai sekarang”


“Syukurlah” ucap Kayla menunduk


Suasana hening tanpa ada sepatah kata yang keluar dari mulut Rio dan Kayla, mereka menjadi canggung.


“Emm Kenapa kamu pindah ke Bandung?” tanya Rio langsung


“Sebenarnya waktu itu aku sudah mau bilang dan ketemu kamu tapi nenek melarang aku jadi aku tidak sempat ketemu kamu”


FLash back on


“Nek, Kayla mau ketemu Rio dulu ya mau bilang kalau Kayla pindah ke Bandung” ucap Kayla kecil


“Tidak perlu Kayla, Rio siapa sih perasaan nenek tidak pernah tahu teman kamu ada yang namanya Rio, teman sekolah atau teman di mana?” tanya Mayang


“Teman main Kayla nek, nanti Rio cari Kayla jadi Kayla harus bilang dulu sama Rio” ucap Kayla


“Tidak usah sayang, Rio kan cuma teman main jadi tidak perlu pakai pamit toh dia tidak akan cari kamu percaya sama nenek” ucap Mayang


Mayang membawa Kayla masuk ke dalam mobil. Mereka harus pindah untuk sementara waktu ke Bandung karna Rendra yang masih koma dan belum sadarkan diri. Jadi Mayang tidak mungkin bolak-balik Jakarta-Bandung karna itu sangat melelahkan. Mayang memutuskan pindah sampai Rendra benar-benar sembuh, dan Kayla melanjutkan sekolah di Bandung.


Setelah hampir satu bulan Rendra koma akhirnya ia sadar, Mayang, Kayla dan juga Bela senang mendengar kabar itu. Bela yang merasa bersalah karna menyebabkan Rendra kecelakaan langsung menangis dan meminta maaf pada Rendra.


“Maafin aku ya, gara-gara aku, kamu sampai kecelakaan seperti ini” ucap Bela terisak


“Kamu ngomong apa, ini bukan salah kamu, aku yang kurang hati-hati jadi sampai seperti ini” ucap Rendra “Sudah jangan nangis” imbuhnya


“Kamu bangunnya lama, aku jadi takut kamu kenapa-napa” ucap Bela


“Sekarang aku sudah tahu jawabannya” ucap Rendra tiba-tiba


“Jawaban apa?” tanya Mayang


Bela menatap Rendra meminta jawaban.


“Jawaban tentang pekerjaan kok bu, ish ibu kepo banget sih” ucap Rendra membuat Mayang tertawa


“Ibu sama Kayla ke luar ya, kalian lanjut saja” ucap Mayang mengedipkan mata pada Rendra

__ADS_1


__ADS_2