Mimpi Untuk Nyata

Mimpi Untuk Nyata
37


__ADS_3

Rendra sudah bangun pagi ini, ia bersiap-siap karena ada meeting. Setelah selesai Rendra keluar dan pergi ke kamar Kayla untuk berpamitan.


“Kayla, sudah bangun sayang” ujar Rendra yang membuka pintu kamar Kayla


“Sudah pah, papah mau berangkat ya, Kayla belum mandi”


“Ya sudah kan sekolahnya masih pukul 7 nanti, papah mau berangkat karna ada meeting pagi ini”


“Iya pah, papah hati-hati ya”


“Iya papah berangkat dulu”


Rendra keluar dari kamar Kayla dan menuju meja makan, Mayang yang baru turun melihat Rendra sudah di meja makan langsung menyapanya


“Tumben pagi-pagi sudah sarapan? Ada meeting kah?” tanya Mayang


“Iya bu, ada meeting pagi ini. Kalo begitu aku berangkat ya bu. Assalamualaikum”


“Hati-hati ya, Waalaikumsalam”


Rendra berangkat ke kantornya, pagi ini jalanan masih belum macet dan pengendara tidak banyak, mungkin karena masih pagi sehingga mereka belum melakukan aktivitasnya di luar rumah.


Sesampainya di kantor, ia langsung ke ruangannya. Sarah yang baru sampai langsung masuk ke ruangan Rendra dan memberikan beberapa berkas-berkas untuk meeting nanti.


“Ini dokumen untuk meeting nanti pak” Sarah memberikannya pada Rendra


“Iya, setelah ini kita ke tempat meeting” ucap Rendra


“Baik pak”


Sarah ke luar dari ruangan Rendra.


Rendra dan Sarah sudah di tempat meeting, mereka menunggu klien mereka. Setelah menunggu beberapa menit akhirnya mereka datang, karena dirasa sudah lengkap Rendra langsung memulainya. Hampir satu jam mereka ada di ruangan itu dan proyek itu ditanda tangani oleh klien Rendra.


“Terima kasih pak, saya harap proyek ini berjalan dengan lancar” ujar Rendra


“Iya pak, semoga proyek ini berjalan dengan lancar, kalau begitu kami pamit pak Rendra”


“Iya pak, mari saya antar ke depan”


Mereka semua keluar dari tempat meeting, Rendra menyuruh Sarah untuk mengantarkan sampai ke parkiran.


“Kalau begitu, kami pamit bu Sarah” menyalami Sarah


“Iya pak, hati-hati di jalan” ucap Sarah

__ADS_1


Sarah kembali ke tempatnya, ia ingin mengajak Rendra makan siang nanti, setelah dipikir-pikir Sarah berdiri dan langsung ke ruangan Rendra.


“Permisi pak” Sarah yang membuka pintu “Boleh saya masuk?” tanya Sarah


“Boleh, silakan masuk Sarah” ujar Rendra “Ada apa?” tanya Rendra


“Bapak nanti makan siang?” tanya Sarah


“Iya nanti saya mau makan siang”


“Bagaimana kalau kita makan siang bareng”


“Maaf ya Sarah, saya ada perlu jadi tidak bisa. Kamu makan siang sama yang lain saja ya” ucap Rendra


“Ya sudah kalau begitu pak, saya permisi” Wajah Sarah tampak lesu karena Rendra menolak makan siang bersamanya


“Ya Sarah”


Sarah keluar dari ruang Rendra tak bersemangat, karyawan lain yang melihat itu langsung bergosip.


“Eh liat itu Sarah keluar dari ruangan pak  Rendra kok jadi begitu mukanya apa dia ditolak sama pak Rendra ya?” ucap karyawan sambil tertawa


“Atau mungkin dia dicuekin sama pak Rendra jadi sedih deh hahaha”


Karyawan yang lain ikut tertawa kecil, semua karyawan sudah tahu kalau Sarah menyukai Rendra, bahkan Sarah terang-terangan mendekati Rendra, tapi Rendra hanya merespons biasa saja tak meladeninya.


Mayang yang pertama kali bertemu dengan Sarah pun merasa heran mengapa ada sekretaris model begini, ia ingin mengatakan pada Rendra untuk mencari penggantinya, tapi jika kerjanya bagus tak ada alasan lain untuk memecatnya. Entah kenapa Rendra bisa bertahan dengan sekretaris seperti Sarah, jika dibilang ia tergoda tidak mungkin karena kalau tergoda sudah pasti mengajaknya kencan atau jalan yang pertama kali adalah Rendra bukan Sarah.


Setlah jam makan siang Rendra memilih untuk memesan makanan saja, ia malas keluar, Remdra menghubungi seseorang.


“Halo, sedang apa?” tanya Rendra


“Saya baru saja mau makan siang, ada apa ya pak?” tanya Bela


Ya, Rendra menelepon Bela.


“Jangan panggil saya pak, kan bukan jam kantor” ujar Rendra


“Tapi kan masih di kantor” sanggah Bela


“Ini kan bukan jam kerja jadi jangan panggil saya pak” tegas Rendra


“Iya iya, ada apa mas?” Bela menyerah dan tak memanggilnya pak


“Tidak, hanya menghubungimu saja”

__ADS_1


“Iissh mas bikin jam makan siang aku berkurang kalau tidak ada yang ingin dikatakan lebih baik saya pergi ke kantin” ucap Bela


“Tenang saja, karena jam makan siangmu berkurang jadi aku akan menambahkan, saya kan bosnya” ucap Rendra dengan santai


“Terserah saja, kalau tidak mau bicara saya matikan ya” ancam Bela


“Jangan dimatikan, kalau dimatikan saya tidak memberi jatah makan siang” Rendra tak mau kalah


“Bisanya mengancam, ya sudah mau bicara apa kalau tidak penting tidak perlu menelepon” ujar Bela


“Dengarkan baik-baik ya saya tidak akan mengulangi kata-kata saya” sebelum melanjutkan Rendra menarik nafasnya


“Jujur, aku tidak menyukaimu tapi entah kenapa setelah kebersamaan kita selama beberapa hari kemarin membuat perasaanku tidak nyaman, aku tidak mau menyimpulkan semua ini tapi aku harap kamu mengerti, aku rasa kita harus bertemu, aku akan ke Bandung besok” ucap Rendra


“Jadi?” Bela yang masih belum mengerti dengan ucapan Rendra


“Jadi apa? Ya kita harus bertemu ada sesuatu yang ingin saya sampaikan”


“Ya terserah kamu, apa hanya itu? Ada lagikah?” tanya Bela


“Tidak, oh iya aku akan menghubungi Erik untuk menambah jam makan siangmu” ucap Remdra sebelum memutuskan sambungan teleponnya


“Huuf mungkin setelah bertemu dengannya aku akan sedikit tenang dengan perasaan yang aku rasakan” ucap Rendra


Rendra tak tahu perasaannya pada Bela seperti apa, tapi jauh darinya membuat ia aneh apa Rendra merindukan Bela atau hanya karena sudah biasa bersama Bela dan Kayla, Rendra masih belum tahu. Ia ingin bertemu dengan Bela untuk menyampaikan perasaannya, ia akan memintanya untuk mengerti keadaannya. Jika memang Bela tak mau mengerti dirinya mungkin Rendra akan menepis semua rasa yang pernah ada di hatinya.


 


Sedangkan Bela yang sedang makan siang di kantin, memikirkan ucapan Rendra yang baru disampaikannya. Ia sebenarnya tak mengerti maksud dari ucapan Rendra, tapi Bela senang jika Rendra ingin bertemu dengannya, itu artinya ia tak perlu menunggu lama untuk melihat Rendra lagi.


“Bela” sapa Erik


“Eh iya pak?” Jawab Bela


“Kamu kenapa senyum-senyum?” tanya Erik


“Saya senyum? Kapan pak?” tanya Bela heran


“Ya tadi, kamu senyum-senyum sambil makan, apa ada sesuatu yang membuatmu senang sampai kamu senyum seperti itu?”


“Tidak pak, saya senyum karena makanan ini enak jadi saya senyum sambil menikmati makanan ini” kilah Bela


“Oh saya kira ada apa kamu senyum-senyum begitu, ya sudah habiskan makan siangnya setelah itu kembali ke ruangannya”  ujar Rendra


“Iya pak, saya langsung ke ruangan saya setelah makan siang” ucap Bela

__ADS_1


Erik berlalu pergi meninggalkan Bela yang melanjutkan makannya.


__ADS_2