Mimpi Untuk Nyata

Mimpi Untuk Nyata
77


__ADS_3

Anggi yang kebetulan berada di rumah sakit yang sama dengan Rio dirawat. Melihat Kayla yang sedang duduk membuat Anggi penasaran.


“Siapa yang sakit?” tanya Anggi


“Anggi” gumam Kayla “Kamu kok bisa ada di sini?” tanya Kayla


“Orang tanya malah balik tanya, siapa yang sakit?” Anggi mengulang pertanyaannya


“Rio” jawab Kayla


Anggi syok mendengar jawaban Kayla.


“Kok bisa? Pasti gara-gara kamu ya” ucap Anggi menunjuk Kayla


“Kalo tidak tahu mending diam saja deh, lagian ngapain sih kamu ke sini bikin ribut saja”


Anggi tak merespons ucapan Kayla, ia masuk ke dalam untuk melihat Rio. Tak mau kalah Kayla pun ikut masuk.


“Siapa Kayla?” tanya Surya


“Halo om saya Anggi teman satu kelas Rio waktu kuliah, kebetulan ada di rumah sakit ini dan melihat Kayla katanya Rio kecelakaan” ucap Anggi


“Oh temannya Rio, iya Rio kecelakaan” ucap Surya


Kayla yang tidak suka dengan keberadaan Anggi tak melihat ke arahnya hanya melirik sesekali saja.


“Keadaannya bagaimana om?” tanya Anggi


“Rio masih belum sadar, sudah hampir 3 hari ini” jawab Surya


“Kamu sama siapa ke sini?” tanya Kayla ketus


“Sama mami” jawab Anggi singkat


“Mending kamu temui mami kamu takutnya malah menunggu kamu” Kayla mengusir dengan halus


“Mami sedang konsultasi dengan dokter, pasti lama mending aku di sini temani Rio, boleh kan om?” ujar Anggi


“Boleh” jawab Surya


Anggi merasa menang, sedangkan Kayla memutar bola matanya karna melihat sikap Anggi yang sok manis di depan Surya.


Hampir setengah jam Kayla menunggu Anggi, berharap anak itu segera keluar.


Drrrt drrtt


Ponsel Anggi bergetar, sang mami meneleponnya.


“Iya halo mi” ujar Anggi


“Kamu di mana? Mami sudah selesai” ucapnya di seberang sana


“Iya aku ke situ” Anggi memutuskan sambungan teleponnya

__ADS_1


“Om, aku pamit dulu ya, mami sudah selesai konsultasinya lain waktu aku ke sini lagi” ucap Anggi


“Iya, terima kasih sudah jenguk nak Anggi” ucap Surya


“Sama-sama om”


“Akhirnya pulang juga” gumam Kayla yang terdengar oleh Anggi


Anggi keluar, dan Kayla menunggu Rio dengan Surya berharap hari ini ada kemajuan pada kondisi Rio.


Setiap hari Kayla selalu datang ke rumah sakit untuk menjenguk dan menemani Rio, sudah hampir satu minggu Rio belum sadarkan diri. Rendra dan juga Mayang pun tak pernah absen untuk menjenguk Rio, kadang dua hari sekali datang untuk mengetahui keadaan Rio.


Semenjak kecelakaan dirinya yang melibatkan Rio, Mayang tak pernah membahas masalah perjodohan Kayla, bahkan sikapnya pada ayah Rio baik. Entah karna dirinya merasa bersalah atau memang sudah menyadari kalo Rio bisa membuat Kayla aman dan bahagia.


Kayla dan Surya yang sedang duduk, Kayla duduk di samping Rio dan menggenggam tangannya, sedangkan Surya duduk di sofa. Kayla selalu mengajak Rio untuk mengobrol meski tak dapat jawaban darinya, Kayla berharap Rio segera membuka mata dan bisa berkumpul kembali.


Kayla yang sedang menatap wajah Rio, merasakan ada gerakan jari di tangannya langsung melihat dan benar saja Rio menggerakkan jarinya.


“Om, lihat jari Rio bergerak” ucap Kayla


Surya yang mendengar langsung berdiri dan menghampiri Kayla.


“Iya jarinya bergerak, kamu tolong panggil dokter ya” ucap Surya


Kayla langsung memanggil dokter untuk segera melihat keadaan Rio.


“Pasien sudah sadar dari komanya, namun jangan terlalu membuat pasien stress agar keadaannya cepat membaik” ucap dokter


“Saya permisi” dokter keluar dari ruang rawat Rio


“Rio kamu sudah sadar” ucap Kayla


“Ayah, kenapa aku bisa di sini?” tanya Rio memperhatikan sekelilingnya


“Kamu kecelakaan nak, apa kamu tidak ingat?” Rio tampak berpikir dan mengingat kejadiannya


“Sudah kalo kamu belum mengingat tidak apa-apa, kamu istirahat dulu ya” ucap Surya


Rio mengangguk.


“Kayla, Bram di mana?” tanya Rio


“Kamu ingat dengan aku?” tanya Kayla


“Ya ingat dong, kamu ini ada-ada saja masak aku lupa sama teman kecil aku kan kita juga sudah berteman kan” ucap Rio membuat Kayla yang awalnya tersenyum memudar


“Hanya teman ya” Kayla tersenyum


“Iya kita kan berteman, aku kamu dan Bram, tapi Bram tidak ke sini ya?” tanya Rio


“Bram masih bekerja, kemarin sudah ke sini mungkin nanti malam baru akan ke sini” ucap Surya “Kamu istirahat dulu ya” imbuh Surya


“Om aku mau temui dokter dulu ya” ucap Kayla

__ADS_1


Setelah sampai di ruangan dokter yang menangani Rio, Kayla menyampaikan semuanya.


“Seperti yang sudah saya sampaikan, bahwa pasien lupa ingatan tapi tidak semuanya hanya sebagian saja” terang dokter


“Lalu bagaimana agar Rio bisa ingat kembali?” tanya Kayla


“Kamu bisa mengajaknya ke suatu tempat atau melakukan sesuatu yang bisa membuat ingatannya kembali” jawab dokter


Kayla mengangguk paham, setelah mendapatkan saran Kayla kembali ke kamar Rio, namun ia melihat pemandangan yang tidak enak, Anggi sedang menyuapi Rio.


“Ngapain kamu di sini?” tanya Kayla sinis


“Lagi nyuapin pacar aku lah” ucap Anggi santai


“Pacar? Mimpi ya, om Surya ke mana?” tanya Kayla


“Keluar” jawab Anggi


“Kayla, kamu tidak pulang?” tanya Rio


“Iya mending kamu pulang saja, ada aku yang menjaga Rio” ucap Anggi


“Seharusnya yang pulang itu kamu, kenapa harus aku yang pulang”


“Anggi benar, kamu pulang saja kan ada Anggi yang jaga aku” ujar Rio membuat Kayla kaget mendengarnya


“Mak-maksudnya apa Rio” tanya Kayla tak mengerti dengan pikiran Rio


“Anggi kan pacar aku, jadi wajar kalo dia menjaga aku” jawab Rio


“Sejak kapan kamu jadi pacar Anggi, kamu itu pacar aku Rio” ucap Kayla lirih


“Sudahlah kamu tidak dengar Rio bilang apa, kamu pulang gih di sini juga cuma jadi nyamuk” ujar Anggi


“Kamu pasti mempengaruhi ingatan Rio kan, kamu pasti sudah bercerita yang tidak-tidak sehingga Rio kayak gitu, ngaku kamu” ucap Kayla emosi


“Ada apa ini? Kok malah ribut” ucap Surya yang baru saja masuk


“Ini om Kayla, aku suruh pulang buat istirahat malah marah-marah” jawab Anggi


“Kayla, om mau bicara sama kamu” ucap Surya


“Paling disuruh jangan ke sini lagi, kali ini aku bakal menang dari kamu” bisik Anggi


“Lihat saja, kebenaran pasti akan terungkap, kamu jangan bangga dulu karna sudah berhasil dekat dengan Rio dan mengambil posisi aku, karna kamu mempengaruhi dia saat dia tidak ingat, setelah dia ingat pasti kamu akan ditendang jauh-jauh dan aku akan mengambil posisi aku kembali dengar itu lintah darat” ucap Kayla


“Kurang ajar, siapa yang lintah darat hah” ucap Anggi tak terima


Kayla tak menghiraukan dan memilih ke luar


“Ada apa semuanya om? Kenapa Rio menganggap kalo Anggi pacarnya padahal aku yang pacarnya, apa Anggi sudah menceritakan sesuatu hingga berpengaruh pada ingatan Rio” ucap Kayla sendu


“Om juga tidak tahu, waktu kamu ke dokter, om pamit mau mencari kopi karna merasa mengantuk, setelah kembali aku melihat Rio sudah disuapi oleh Anggi, menurut om tidak terjadi apa-apa karna mungkin Rio merasa lapar sehingga Anggi membantunya, tapi setelah om duduk Rio malah mengenalkan Anggi sebagai pacarnya, om tidak tahu apa yang sudah ia ceritakan, om izin keluar lagi karna ada telepon setelah itu om lihat kamu malah ribut dengan Anggi” jelas Surya

__ADS_1


__ADS_2