
Setelah hampir satu jam, dokter keluar.
“Dok bagaimana keadaan Rio?” tanya Kayla tak sabar
Dokter menghela nafasnya.
“Apa ibu keluarga pasien?” tanya dokter
“Iya saya keluarganya dok, bagaimana keadaannya?”
“Saya harus menyampaikan ini, benturan yang terjadi di kepalanya membuat cedera kepala, cedera kepala ini merupakan segala jenis cedera pada otak, jaringan dan pembuluh darah di kepala, tengkorak, hingga kulit kepala yang terjadi karena benturan. Bentuknya dapat berkisar dari benjolan ringan atau memar hingga cedera otak traumatis. Hilangnya fungsi yang terkait dengan gegar otak sebagian besar bersifat sementara.” Terang dokter
“Apa ini berpengaruh pada ingatannya dok?” tanya Kayla
“Iya, ini bisa berpengaruh pada ingatannya. Pasien akan lupa dengan sebagian ingatannya. Kita berdo’a saja semoga pasien tak sampai kehilangan ingatannya, tapi risikonya bisa berpengaruh, pasien bisa ingat kembali jika ada rangsangan yang dilakukan, yaitu dengan membawa pasien ke tempat-tempat yang pernah ia datangi dan mengulang kejadian yang pernah ia alami sebelumnya” jawab dokter
Kayla yang mendengar itu, menangis ia tak sanggup membendung air matanya.
“Kalo begitu saya permisi” ucapnya
“Iya terima kasih dok”
“Sama-sama”
Tadi Kayla sudah menghubungi ayah Rio untuk ke rumah sakit.
Surya tiba di rumah sakit, ia langsung menuju UGD untuk melihat kondisi Rio.
“Bagaimana keadaan Rio nak?” tanya Surya pada Kayla
“Om, Rio masih di dalam dan belum sadar. Kalo om mau masuk tidak apa-apa” jawab Kayla
Surya masuk dan melihat keadaan anaknya yang terbaring lemah.
Kayla menyusul Surya masuk, Kayla menyampaikan semua yang telah disampaikan oleh dokter.
“Apa kamu yang namanya Kayla?” tanya Surya
“Iya, saya Kayla om” jawab Kayla ramah
“Pantas anak saya jatuh cinta, kamu cantik dan baik, terima kasih sudah menjaga anak saya” ujar Surya
“Sama-sama om”
“Apa kamu tahu kenapa Rio bisa kecelakaan?”
Kayla diam tak menjawab Surya.
__ADS_1
“Nak Kayla, kok malah melamun”
“Eh iya om, sebenarnya Rio kecelakaan karna menolong nenek saya” jawab Kayla menunduk “Maafkan kami om, kami akan tanggung jawab” ucap Kayla merasa bersalah
“Kenapa mesti minta maaf? Kan kita tidak ada yang tahu musibah datangnya kapan jadi ini semua bukan kesalah nenek kamu” ucap Surya
“Tapi om” Surya memotong ucapan Kayla
“Kamu istirahat dulu, biar om yang menjaga Rio”
“Kalo begitu aku pamit ya om, besok aku ke sini lagi”
“Iya nak, kamu hati-hati ya”
Setelah berpamitan Kayla keluar dan menuju di mana neneknya dirawat. Mayang hanya luka sedikit besok pagi sudah diizinkan pulang.
“Bagaimana keadaan Rio Kayla?” tanya Mayang
“Apa nenek masih peduli dengan Rio? Kayla rasa Rio sudah tidak penting” jawab Kayla membuat Mayang menunduk, dirinya memang salah telah menilai Rio yang tidak-tidak padahal belum pernah mengobrol dengannya.
“Nenek memang salah, nenek minta maaf ya sekarang nenek sadar kalau Rio memang baik” ucap Mayang terlihat sangat menyesal, andai saja dirinya tidak menghampiri Rio ke Kafenya pasti semua ini tak akan terjadi
“Kenapa harus sadar sekarang nek, setelah Rio seperti itu. Rio gegar otak yang bisa mengakibatkan ingatannya hilang, apa Rio akan ingat dengan Kayla” ucap Kayla terisak
“Kayla sabar sayang, kamu tidak boleh berbicara seperti itu dengan nenek. Kamu tetap harus berdoa, semoga Rio cepat sadar dan ingatannya juga tidak terganggu” ucap Bela mengelus pundak Kayla
“Kayla mau pulang dulu mah, besok Kayla ke sini lagi” ucap Kayla keluar
“Sudah bu, Kayla masih syok mendengar keadaan Rio, besok Kayla pasti tidak akan seperti itu lagi lebih bauk ibu istirahat dulu ya” ucap Bela
“Ibu sudah salah sama Kayla, mungkin kalo ibu tidak menghampiri Rio semua ini tidak akan terjadi, ibu takut Kayla membenci ibu, ibu tidak mau hal itu terjadi” Mayang menangis tersedu
“Kayla tidak akan membenci ibu, Kayla hanya capek dan syok dengan kejadian ini semua bu jadi ibu jangan berpikir yang macam-macam dulu” Bela menenangkan mertuanya yang sedang meratapi penyesalannya
Setelah membujuk untuk beristirahat dan perasaannya sudah mulai tenang, Mayang sudah terlelap dan Bela menunggu di samping menemani Mayang.
Keesokan harinya, Mayang sudah diperbolehkan pulang, sebelum pulang ia ingin menengok Rio dulu.
“Rendra, ibu mau ke kamar tempat Rio dirawat” pinta Mayang
Rendra menuntun ibunya, sesampainya di depan kamar Mayang tampak ragu untuk masuk karna di dalam ada Surya yang sedang menunggu Rio.
“Kenapa berhenti bu?” tanya Rendra
“Ibu takut nanti orang tua Rio marah dan memperkarakan masalah ini” jawab Mayang
“Semua ini bukan salah ibu, pelaku yang menabrak juga sudah diamankan, jadi ibu tidak perlu takut” Rendra menenangkan sang ibu “Ayo masuk bu” imbuhnya
__ADS_1
Surya yang belum pernah bertemu dengan Rendra dan Mayang hanya bisa menatap meminta jawaban.
“Kami keluarganya Kayla pak, saya papahnya dan ini neneknya Kayla” jelas Rendra
“Oh jadi kalian keluarganya Kayla, saya kira siapa karna belum pernah bertemu” ucap Surya ramah
“Saya mau minta maaf pak” ucap Mayang tertunduk
“Untuk apa ya bu? Kenapa meminta maaf” tanya Surya
“Karna saya anak bapak jadi kecelakaan”
“Semua ini bukan salah ibu, Kayla sudah menjelaskan kronologinya seperti apa jadi ibu dan Rio adalah korban” ucap Surya tenang
“Bapak tidak marah dengan saya?” tanya Mayang
“Kenapa saya mesti marah bu, Rio sudah mengambil keputusan untuk menyelamatkan ibu dan dia sudah tahu risikonya jadi semua ini bukan salah ibu ataupun Rio”
Mendengar penuturan Surya Mayang tenang, karna semua di luar ekspektasinya, kalau Surya akan marah-marah dan tidak terima dengan keadaan Rio, namun Surya menanggapi semuanya dengan sabar dan menerima dengan ikhlas apa yang terjadi dengan Rio.
“Saya akan tanggung jawab semua biaya pengobatan Rio pak” ucap Mayang
“Terima kasih bu, jika ibu mau bertanggung jawab. Saya sebenarnya tidak akan meminta ibu untuk membiayai Rio karna kami insya Allah sanggup bu” ucap Surya
Jika bapak menolak saya akan merasa sangat bersalah, jadi saya harap bapak bisa menerima” ujar Mayang
“Terima saja pak, anggap saja ini sebagai permintaan maaf kami dan sebagai ucapan terima kasih karna Rio sudah menyelamatkan ibu saya, saya tidak tahu kalo Rio tidak menyelamatkan Ibu saya” ucap Rendra
“Ya sudah jika bapak dan ibu ikhlas saya akan menerima” ucap Surya
“Tentu kami ikhlas pak” ucap Rendra
“Kalo begitu kami permisi dulu pak, lain waktu kami akan ke sini lagi” ucap Mayang
“Iya bu”
Mayang dan Rendra pamit untuk pulang
*
Bram yang baru mengetahui kalau Rio kecelakaan langsung menjenguknya di rumah sakit.
“Om, bagaimana keadaan Rio?” tanya Bram yang baru saja masuk
“Sepeti yang kamu lihat, sampai sekarang Rio belum sadarkan diri” jawab Surya
“Kenapa bisa Rio kecelakaan begini, tadi Kayla mengabari aku dan aku langsung berangkat ke sini tak sempat bertanya” ujar Bram
__ADS_1
Surya menceritakan semua kejadian, kenapa Rio bisa kecelakaan dan keadaan Rio yang gegar otak.
“Aku turut prihatin ya om, aku tidak menyangka kalo Rio akan kecelakaan padahal kemarin kami masih bertemu” ucap Bram menatap Rio yang terbaring tak bisa apa-apa “Om apa biaya Rio sudah ditangani?” tanya Bram