
Kayla dan Bram sudah pergi dari Cafe, mereka pergi ke kampus karna sudah cukup lama berbincang-bincang dan mereka ada kelas pukul 10 nanti. Rio juga ada kelas hari ini, tapi karna kelasnya siang jadi ia santai dan menjaga di kasir.
Hari demi hari berganti, minggu kini dilewati Cafe Rio sudah banyak pengunjung tetap yang setiap harinya datang setiap hari untuk nongkrong di sana. Rio juga sudah mengembalikan uang yang dipinjamnya dari Bram. Pendapatan yang diperolehnya sudah lumayan, ia berniat mencari kontrakan yang dekat dengan Cafenya, ia akan mengontrak bersama ayahnya. Ia juga berniat membeli tanah yang ada di sebelah kampus, itu masih keinginan Rio karna uangnya belum cukup untuk membelinya. Ia harus menabung agar uangnya segera terkumpul dan impiannya akan terwujud, jika ia punya tempat sendiri, ia tak perlu memikirkan uang untuk perpanjang masa sewanya.
Rio sudah berada di kampusnya, lagi-lagi Anggi masih mengganggunya.
“Hai Rio, ke kantin yuk” ajak Anggi
Belum sempat Rio menjawab, Kayla dan Bram sudah datang.
“Ayo Rio” ajak Kayla
“Eh mau ke mana, aku yang ajak Rio duluan” ucap Anggi tidak terima
“Kita ada perlu, kamu siapa sih dekat-dekat sama pacar aku” ucap Kayla
Kayla berjalan ke samping Rio dan menggandeng tangannya.
“Pa-pacar jadi kalian” Anggi tak percaya apa yang didengarnya
“Iya, Rio ini pacar aku jadi kamu jangan dekat-dekat sama Rio lagi” ancam Kayla
Rio yang melihat Kayla seperti itu hanya tersenyum.
“Ayo” Kayla menarik tangan Rio agar mengikuti Kayla
“Iih kurang ajar, aku yang dekat dari dulu tidak berhasil masa dia yang baru sudah bisa pacaran sama Rio, lagian dia siapa sih berani-beraninya bilang seperti itu” ucap Anggi geram
Kayla, Rio dan Bram sudah pergi, mereka menuju ke Cafe Rio.
“Siapa sih dia?” tanya Kayla cemberut pada Rio
“Biasalah fans Rio” jawab Bram dengan santai
Rio yang mendengar Bram menjawab seperti itu menatapnya dengan tajam, Bram hanya menunjukkan deretan giginya.
“Dia teman sekelas aku” jawab Rio
“Masih ada ya cewek modelan kayak begitu” ucap Kayla heran
“Model seperti apa?” tanya Rio mengernyitkan keningnya
“Ya seperti itu, mengejar kamu, padahal kamu tidak merespon atau jangan-jangan kamu juga ikut merespons ya” Kayla menatap tajam pada Rio
“Eh mana mungkin aku seperti itu, aku tidak pernah genit apalagi gangguin cewek ya” sangkal Rio
__ADS_1
“Tidak pernah ganggu tapi merespons” ucap Kayla membalikkan badannya membelakangi Rio
“Kalo cewek sudah cemburu bisa habis hidupmu” bisik Bram
“Bantuin dong, kan semuanya gara-gara kamu pakai bilang kalo fans aku lagi” omel Rio
“Ya mana aku tahu kalo Kayla akan cemburu seperti itu” ucap Bram
“Pokoknya kamu harus bantuin” ujar Rio
“Kita ke Cafe aja ayo, takutnya di sana banyak yang beli. Sudahlah Kayla lagian kan yang suka bukan Rio, aku juga tahu kalo Rio tidak akan meladeni cewek itu Rio pasti setia sama kamu” ucap Bram
Kayla tak menghiraukan, ia malah berjalan dengan cepat agar dua orang itu tak mengejarnya.
“Kayla tunggu” panggil Rio
“Ribet banget sih, ini nih alasan aku tidak mau punya cewek pasti ujung-ujungnya cemburu dan berantem” ucap Bram mengejar Rio dan Kyala
Kayla berjalan ke Cafe, di sana ia duduk di bangku yang kosong. Rio yang melihat Cafenya ramai berpamitan untuk membantu karyawannya dulu.
“Aku bantu mereka dulu ya kasihan rame pasti mereka kualahan, kamu tunggu di sini ya” ucap Rio
Kayla tak menghiraukan dan tak menjawab ucapan Rio, ia masih diam.
“Kamu temanin dia” bisik Rio pada Bram
“Bukannya memberi solusi malah buat aku taku kamu ya” Kayla menoyor pundak Bram
“Ampun Kayla, sakit tahu galak banget sih untung aku menolak perjodohan itu kalo aku menerima bisa-bisa habis aku seperti ini setiap hari dan aku akan laporin kamu karna sudah KDRT” ucap Bram meringis
“Siapa yang dijodohkan dan KDRT?” ujar Rio yang berada di belakang mereka membuat keduanya kaget
Kayla menatap Bram agar memberi penjelasan pada Rio tentang ucapannya.
“Oh itu anu, emm artis di TV dijodohkan kok malah melakukan KDRT jahat banget kan, malah yang cewek yang melakukan KDRT” ucap Bram membuat Kayla melotot mendengar penjelasan Bram
“Oh Cuma di TV aku kira kenyataan” ucap Rio “Ak uke kasir dulu ya ada yang mau bayar” Rio meninggalkan Bram dan Kayla
“Makanya kalo bicara itu dipikir dulu jangan asal nyablak begitu kalo sampai Rio tahu bisa gawat” omel Kayla
“Ya maaf aku kan tidak tahu kalo Rio sudah di belakang kita” ucap Bram
“Lain kali lihat situasi kalo bicara masalah itu” ujar Kayla
“Iya iya” ucap Bram
__ADS_1
Setelah menunggu beberapa menit dan semua sudah dilayani Rio kembali bergabung dengan Bram dan Kayla.
“Kalian mau minum?” tanya Rio
“Akum au pulang saja, takut papi menunggu” ucap Bram
“Buru-buru amat sih” ucap Rio
“Nanti uang jajan aku dipotong, aku balik dulu ya” Bram berdiri dan meninggalkan Kayla dan Rio
“Kamu sudah tidak marah lagi kan?” tanya Rio pada Kayla
“Tapi kamu jangan pernah genit sama cewek ya, awas saja kalo sampai aku melihat kamu genit sama cewek” ucap Kayla
“Iya, aku tidak pernah genit sama cewek, aku juga tidak pernah dekat-dekat apalagi sampai merespons” jelas Rio
“Ya bagus dong biar cewek-cewek itu tidak dekat-dekat lagi sama kamu” ucap Kayla
“Iya, kamu kalo cemburu lucu ya” ucap Rio gemas
“Lucu apanya, kamu mau aku cemburu terus” ucap Kayla sengit
“Ya ampun salah lagi” ucap Rio dalam hati
“Bukan begitu, sudahlah jangan bahas itu nanti kamu marah lagi susah buat membujuk kamu” ucap Rio
“Makanya jangan buat aku marah” ucap Kayla
“Siapa yang buat kamu marah, kamu saja yang marah-marah tidak jelas” ucap Rio dalam hati sambil menggelengkan kepalanya
“Iya aku minta maaf” ucap Rio
“Aku harus pulang, papah pasti sudah menunggu” ucap Kayla hendak berdiri
“Memang ma uke mana?” tanya Rio
“Aku mau ke perusahaan papah” jawab Kayla
“Ya sudah kamu hati-hati ya” ujar Rio
Setelah kepergian Kayla, Rio masih duduk dan menatap Kayla sampai benar-benar tak terlihat lagi.
“Aku akan mencapai mimpiku dan akan membuktikan kalau aku bisa sukses bukankah mimpi itu untuk nyata. Setelah semua itu terwujud aku akan menemui orang tuamu Kayla dan membuktikan bahwa aku bisa membahagiakanmu” ucap Rio
Rio baru ingat kalau hari ini dia akan menjemput ayahnya untuk melihat-lihat kontrakan, Rio langsung berpamitan pada pelayan di Cafenya dan pulang mengambil beberapa pakaian agar ia tidak perlu pulang lagi, barang-barang lainnya akan ia ambil besok jika sudah menemukan kontrakan yang pas.
__ADS_1
Sesampainya di rumah, Rio langsung menemui ayahnya dan mengajak berangkat karna hari mulai sore takutnya ia malah kemalaman untuk membereskan kontrakannya.