Mimpi Untuk Nyata

Mimpi Untuk Nyata
26


__ADS_3

Ketika Mayang sudah keluar dari ruangan Rendra, ia bertemu lagi dengan sekretaris Rendra.


“Ibu mau pulang ya?” tanya Sarah


“Eh iya saya mau pulang ada apa ya” jawab Mayang


“Tidak bu” ia menjabat tangan Mayang dan menciumnya “Hati-hati ya bu” sambungnya


Mayang yang heran dengan sikap sekretaris Rendra memilih untuk pulang dan tak menghiraukannya lagi. Meski ia memperkenalkan diri, Mayang tidak menggubrisnya sama sekali.


“Nama saya Sarah bu” ucap Sarah sedikit berteriak karena Mayang pergi meninggalkannya dan tak menjawab ucapannya sama sekali.


“Ishh dasar orang tua, belum selesai bicara malah ditinggal” ucapnya kesal


Karyawan yang melihat tertawa dengan kelakuan Sarah yang tidak tahu malu itu.


“Ngapain pada ketawa? Ada yang lucu hah?” ucap Sarah


Semua karyawan langsung diam dan melanjutkan perkerjaannya. Mereka malas jika harus meladeni Sarah yang terkenal tidak tahu malu itu, semua karyawan sudah hafal sikap Sarah jadi jika Sarah berbicara tak ada yang mempercayainya. Apalagi ia sempat mengaku dekat dengan Rendra dan akan pacaran, tapi nyatanya Rendra terlihat cuek dan acuh padanya.


“Ayo berangkat Sarah” ucap Rendra yang baru keluar dari ruangannya


“Baik pak” jawab Sarah


“Ini kamu bawa semua berkas-berkas nanti untuk meeting, sekalian kita makan siang dulu baru setelah itu kita ke tempat meeting” ucap Rendra


“Baik pak, ayo kita makan siang pak” ucap Sarah sedikit keras agar karyawan mendengarnya


Rendra berjalan di depan Sarah, ia mengikutinya di belakang sesekali berjalan di sampingnya agar para karyawan melihat bahwa dirinya berjalan bersama dengan Rendra dan membuktikan bahwa Sarah memang lagi dekat dengan Rendra.


Rendra yang melihat Sarah berusaha mengimbanginya dan tersenyum pada karyawan lain langsung menegurnya.


“Kamu kenapa Sarah?” tanya Rendra terus berjalan


“Eh tidak pak” Sarah kembali berjalan dan mengikuti langkah Rendra


Mereka berjalan ke arah parkiran dan masuk ke dalam mobil Rendra. Rendra terbiasa menyetir sendiri, jadi Sarah duduk di depan dengan Rendra.


“Kita mau makan siang di mana pak?” tanya Sarah, ia menatap Rendra yang begitu tampan baginya


“Kita akan makan di Restoran dekat tempat meeting jadi kita tak perlu putar arah nantinya” jawab Rendra


“Oh iya pak, emm bapak tidak ada niatan untuk mencari pendamping hidup?” tanya Sarah


“Kenapa kamu bertanya seperti itu?” Rendra yang kurang nyaman dengan pertanyaan Sarah karena ini menyangkut privasi


“Hanya bertanya pak, kan banyak perempuan yang suka sama bapak” ucap Sarah menunjukkan senyum manisnya


“Aku tidak terlalu memikirkan itu, dan aku tidak suka kamu bertanya hal itu” ucap Rendra dengan tegas

__ADS_1


Sarah langsung diam dan tak banyak bicara lagi, sepertinya Rendra memang tak suka pertanyaan tadi Sarah pun tidak melanjutkan ucapannya sampai mereka tiba di Restoran. Rendra dan Sarah turun dari mobilnya dan memesan makanan.


Selesai makan Rendra dan Sarah menuju tempat untuk meeting bersama kliennya.


“Selamat siang pak Rendra” ucap Axel


“Selamat siang pak, sudah lama menunggu?” tanya Rendra


“Tidak, saya juga baru sampai, silakan duduk” ucapnya


Kliennya melirik ke arah Sarah, sepertinya ia tertarik dengan Sarah.


“Jadi bagaimana pak?” tanya Rendra membuyarkan Axel


“Oh iya pak, saya tertarik bekerja sama dengan bapak, jadi kapan kita akan memulai proyeknya?” tanya Axel


“Minggu depan proyek ini akan berjalan pak, saya harap pak Axel bisa bekerja sama dengan kami” ucap Rendra


“Tentu saja, saya senang bekerja sama dengan pak Rendra” melirik ke arah Sarah lalu mengedipkan matanya.


“Sepertinya pak Axel genit pada wanita, dia berusaha menggoda Sarah” ucap Rendra dalam hati.


“Saya permisi ke toilet dulu ya pak” ucap Rendra


Belum beberapa menit Rendra meninggalkan Axel dengan Sarah, Axel malah berani memegang tangan Sarah.


“Kamu cantik ya” ucap Axel memegang tangan Sarah


“Maaf pak” Sarah berusaha pindah dari kursinya namun tangannya di tarik membuat Sarah tak bisa bergerak.


Rendra yang baru keluar dari toilet melihat Axel berusaha memeluk Sarah langsung berlari dan menari Sarah.


“Apa-apaan pak Axel, ini sekretaris saya Anda jangan lancang ya” ucap Rendra dengan lantang


Axel yang ketahuan dan tak bisa mengelak langsung meminta maaf pada Sarah dan juga Rendra.


“Maaf pak Rendra ini tidak seperti yang Anda pikirkan” ucap Axel


“Kerja sama ini saya batalkan” ucap Rendra dengan tegas


“Maksud pak Rendra apa! Jangan macam-macam ya pak membatalkan kerja sama dengan sepihak” ucap Axel tak terima


“Jika kerja sama ini saya lanjutkan apalagi yang akan Anda lakukan pada sekretaris saya, Anda sudah berkeluarga tapi masih menggoda wanita lain” ucap Rendra dengan penuh amarah


“Halah tidak usah munafik pak Rendra, Anda juga pernah begitu apalagi sama sekretaris pasti sudah banyak kali” belum sempat Axel melanjutkan ucapannya Rendra memukul Axel


Bugh


“Sudah pak, lebih baik kita pergi nanti malah makin panjang urusannya” ucap Sarah menenangkan Rendra dan menarik lengannya menjauhi Axel

__ADS_1


“Awas saja kamu saya bisa melaporkan polisi atas perbuatan kamu” ucap Axel memegang pipinya yang sudah dipukul Rendra


“Saya juga akan melapor polisi, ini merupakan tindakan pelecehan dan istri Anda akan tahu kelakuan busuk suaminya” ucap Rendra


“Sudah pak, ayo kita ke mobil” menarik Rendra yang sudah sangat emosi


Akhirnya Rendra meninggalkan Axel yang masih duduk dan mengusap pipinya yang merah akibat pukulan Rendra yang sangat keras.


“Bapak tidak apa-apa?” tanya Sarah


“Saya tidak apa-apa, kamu di apa kan sama manusia brengsek itu?” tanya Rendra


“Tidak pak, dia hanya memegang saya dan saya juga menghindar beruntungnya bapak langsung datang. Terima kasih pak sudah menolong saya” ucap Sarah menunjukkan senyumnya


“Saya hanya tidak suka melihat perempuan diperlakukan seperti itu” ucap Rendra


“Bilang saja bapak tidak mau kalau saya diganggu pria lain” ucap Sarah dalam hati


“Kamu kenapa senyum-senyum Sarah?” ucap Rendra dengan heran


“Tidak pak” Sarah langsung menatap ke arah lain karena malu


Rendra dan Sarah kembali ke kantor dan melanjutkan pekerjaan mereka.


Di taman Rio sedang memperbaiki barang-barang di ranjangnya, barang-barangnya berantakan karena tadi Rio tersandung batu. Beruntung  tak ada yang rusak atau luka hanya barang-barangnya ada yang terjatuh.


Selesai menaruh semua barang jualannya Rio keliling taman untuk menjajakan jualannya.


“Dek” panggil bapak penjual bakso


“Iya pak, mau beli apa?” tanya Rio


“Bapak tidak mau beli, bapak mau tanya kamu sudah makan?” tanya bapak penjual bakso


“Belum pak” jawab Rio


“Ini ada bakso, tinggal satu mangkok bapak mau pulang setelah ini jadi bapak kasih kamu mau?” tawa tukang bakso itu


“Benaran pak? Iya saya mau pak”


“Kamu duduk dulu ya, bapak buatkan dulu baksonya”


“Iya pak”


Rio menunggu bapak penjual bakso itu membuatkan bakso.


“Ini baksonya, ayo dimakan” bapak itu memberikan satu mangkok bakso


“Iya pak”

__ADS_1


Rio memakan dengan lahap dan menghabiskan baksonya. Setelah habis Rio memberikan mangkoknya pada bapak itu.


__ADS_2