
Semenjak pulang dari rumah Rio, Kayla hanya diam di dalam kamar bahkan Kayla melewati makan malam bersama.
Tok tok tok
“Mamah boleh masuk sayang?” tanya Bela
“Masuk saka mah” jawab Kayla
Bela membuka pintu lalu duduk di samping Kayla.
“Ada yang mau diceritakan?” tanya Bela
“Tidak mah” jawab Kayla menyembunyikan perasaannya
“Mamah tahu perasaan kamu, kalo kamu mau cerita sama mamah, mamah siap dengar semuanya” bujuk Bela
Kayla menunduk, ia mulai menarik nafasnya dalam-dalam.
“Kalo mamah ada di posisi aku apa mamah akan menyerah jika melihat orang yang mamah cintai tak mengenal dan menganggap kita?” tanya Kayla, ia menatap lekat mamah sambungnya itu.
“Mamah akan berjuang untuk mendapatkan kembali hati orang yang mamah cintai, tapi jika ternyata perjuangan mamah tidak dihargai mungkin mamah akan mundur, bukan karna mamah tidak mau berjuang lebih kalo usaha kita tidak dihargai untuk apa mempertahankan dengan menahan sakit hati” Jawab Bela
“Apa Kayla harus mundur mah, rasanya Kayla tidak sanggup kalo harus seperti ini terus. Rio tak ingat kalo dia pernah menyatakan perasaannya, entah apa yang membuat dia tidak ingat padahal dari kecil kita sudah bersama” ucap Kayla terisak
“Kamu harus berusaha dulu sayang, jika Rio benar-benar sudah tidak menganggap kamu, kamu bisa mundur” saran Bela
“Kayla tidak kuat kalo harus melihat Rio dengan Anggi” ucap Kayla
“Anggi? Siapa itu, mamah tidak pernah mendengar nama itu” Bela mengernyitkan dahinya
“Teman sekelas Rio waktu kuliah, dia suka sama Rio entah kenapa bisa kebetulan bertemu di rumah sakit. Sepertinya dia mengarang cerita agar dia mendapatkan Rio, terbukti sekarang Rio malah menganggap dia pacarnya bukan aku, padahal dulu dia kelihatan tidak suka sama Anggi tapi sekarang malah dekat-dekat, kesel aku lihatnya mah. Anggi sengaja memanas-manasi aku mungkin agar aku tidak bertemu dengan Rio” terang Kayla
“Kamu harus sabar ya, mungkin ini ujian agar cinta kalian nantinya bisa lebih kokoh”
“Waktu itu juga kami sudah melewati ujian mah, nenek jodohin aku dengan Bram padahal aku sudah ada Rio” ucap Kayla menunduk mengingat bagaimana neneknya bersikeras menjodohkan dirinya dengan Bram
__ADS_1
“Dalam setiap ujian juga harus selalu sabar sayang, ini bukan ujian sekolah yang hanya dilakukan setengah tahun sekali” ucap Bela terkekeh melihat anak sambungnya galau karna ujian dalam percintaannya yang datang namun Kayla menganggap seperti ujian di sekolah.
“Iih mamah, orang anaknya lagi sedih” Bela memajukan bibirnya
“Besok kamu coba datangi lagi, siapa tahu Rio bisa mengingat sedikit-sedikit kalo kamu menceritakan hal-hal yang pernah kamu lewati.”
“Iya mah, aku juga meminta om Surya untuk mengawasi Anggi, takutnya malah menceritakan yang bukan-bukan, nanti ingatannya susah untuk kembali lagi”
“Ya sudah kamu istirahat ya, nanti mamah minta bi Sri untuk membawakan makanan, kamu kan belum makan”
“Iya mah”
Setelah dinasihati Bela, Kayla jadi sedikit lebih tenang dan bisa mengontrol pikirannya dari over thinkingnya.
Saran yang diberikan Bela memang ada benarnya, ia harus menemui Rio besok atau sesering mungkin agar Rio bisa mengingat dirinya dan menyingkirkan Anggi.
“Besok aku akan menemui Rio lagi, enak saja Anggi memanfaatkan keadaan Rio lalu dengan mudahnya mengambil posisi aku” ucap Kayla
Setelah memakan makanan yang diantar bi Sri, Kayla istirahat agar besok ia lebih segar dan tidak terlihat kacau kalo harus bertemu dengan Anggi, pasti Anggi akan senang melihat Kayla yang sudah kalang kabut karna Rio lebih memilihnya.
Anggi yang sudah berada di depan rumah Rio untuk menemuinya tapi Surya melarang Anggi untuk masuk.
“Maaf nak Anggi, Rio sedang istirahat lebih baik datang lain waktu saja” ucap Surya dengan lembut
“Tapi om, Rio pasti sudah menunggu, aku sudah bilang akan menjenguknya hari ini karna kemarin tidak bisa ikut mengantar” ujar Anggi
“Biar om yang bilang nanti, om akan jelaskan kalo kamu tidak bisa datang”
“Kenapa om melarang aku? Aku kan pacarnya Rio, aku Cuma ingin ketemu itu saja” ucap Anggi ketus
“Aku tahu kamu berbohong pada Rio mengaku pacarnya, sebelum Rio kecelakaan Rio sudah bercerita kalo pacarnya itu Kayla bukan kamu, sebaiknya kamu jangan datang ke sini lagi kamu mempengaruhi ingatan Rio sehingga dia lupa dengan Kayla, sudah kamu pulang saja dan jangan mengganggu Rio lagi, bisa-bisa ingatannya semakin lama sembuhnya” ucap Surya dengan tegas
“Maksud om apa, jadi om usir aku? Aku bakal bilang sama Rio kalo om usir aku, pasti dia bakal bela aku” Ujar Anggi sinis
“Itulah mengapa Rio memilih Kayla daripada kamu, kamu itu minim sopan santun sama orang tua saja bicaranya seperti itu” Surya yang mulai terpancing dengan Anggi
__ADS_1
“Salah om sendiri kenapa aku tidak boleh masuk padahal niat aku baik ke sini, tidak perlu om banding-bandingkan aku dengan Kayla tentu kami berbeda, Kayla pintar bersandiwara di depan om dengan pura-pura baik, mending aku seperti ini apa adanya tanpa perlu berpura-pura”
“Lebih baik kamu pulang, sebelum saya panggilkan satpam untuk membawa kamu ke luar”
“Tanpa om suruh aku akan pulang” Anggi pergi dari rumah Surya dengan perasaan kesal sekaligus marah karna ia diusir bahkan namanya sudah tidak baik.
Surya menggelengkan kepala melihat tingkah Anggi yang tak memiliki sopan santun pada orang yang lebih tua.
Surya menghampiri Rio yang berada di dalam kamarnya.
“Ayah, tadi Rio kayak dengar suara ribut-ribut siapa yah?” tanya Rio
“Bukan siapa-siapa hanya kucing tadi lewat jadi ayah marahi karna hampir saja ayah jatuh” jawab Surya berbohong
Rio mengangguk
“Kamu sudah enakan apa masih ada yang sakit?” tanya Surya
“Sudah mendingan yah, cuma kalo ada yang cerita tentang Rio kayak merasa pusing saja, apalagi kalo harus mengingat pasti sakit” jawab Rio
“Ya sudah kamu jangan terlalu banyak pikiran, kalo memang kamu tidak ingat kamu jangan paksakan pelan-pelan saja ingatnya ya”
“Iya yah, oh iya apa tidak ada Anggi datang yah? Katanya tadi dia mau ke sini apa dia macet ya”
“Kamu jangan berhubungan lagi dengan dia Rio, dia tidak baik ayah sudah melihatnya sendiri dan kamu jangan terlalu percaya apa yang dia ceritakan, lebih baik kamu tidak perlu bertemu lagi dengannya”
“Kenapa ayah melarang Rio bertemu Anggi padahal kan Anggi pacar Rio apa ayah tidak merestui kami?”
“Bukan ayah tidak merestui, ayah hanya ingin kamu mendapatkan yang baik buat mendampingi kamu nantinya. Anggi tidak bisa bersikap sopan pada ayah bagaimana kalo nantinya kamu bersama dia lalu dia malah bersikap semena-mena dengan ayah apa kamu tidak akan menyesal”
“Selama aku bertemu Anggi, dia tidak pernah bersikap yang aneh-aneh yah apa ayah hanya mendengar cerita orang lalu menilai Anggi yang tidak tidak” tebak Rio
“Ayah tidak mendengar kata orang, tapi ayah melihat langsung bagaimana Anggi bersikap tidak sopan pada ayah, ayah tidak mau kalo kamu bertemu dengan dia. Dan kamu perlu tahu kalo pacar kamu itu Kayla bukan Anggi, kamu yang bilang sendiri sebelum kamu kecelakaan” terang Surya
“Apa iya Anggi bohong sama aku, tapi yang dia ceritakan seperti benar-benar Rio alami yah, apa dia hanya mengarang cerita agar Rio percaya” Rio memegang kepalanya yang terasa sakit karna berusaha mengingat
__ADS_1