
Pagi harinya, Rio langsung berangkat ke rumah sakit ia tidak ke Cafe dulu karna ingin menjenguk Kayla takutnya kalau agak siang nanti Mayang ada di sana.
“Semoga saja nenek Kayla belum datang ke rumah sakit jadi aku bisa melihat keadaan Kayla” gumam Rio
Setelah berpamitan pada ayahnya Rio langsung melajukan motornya ke arah rumah sakit. Rio memarkirkan motornya di area parkir. Ia langsung masuk ke dalam rumah sakit dan melihat sekeliling apakah ada Mayang atau tidak, karna Rio tak melihat keberadaan Mayang Rio membuka pintu dan mengintip siapa saja yang ada di dalam. Ternyata hanya ada Rendra di dalam, mungkin mereka baru pulang dan bergantian untuk berjaga Kayla.
Rio masuk ke dalam ruang perawatan Kayla.
“Assalamualaikum” ucap Rio pada Rendra
“Waalaikumsalam, kamu itu” Rendra tampak berpikir mengingat siapa orang yang berada di hadapannya
“Saya Rio om” jawab Rio
“Oh iya Rio, teman Kayla maaf ya om lupa maklum sudah tua jadi gampang lupa” ucap Rendra
“Iya om tidak apa-apa, saya ke sini mau lihat keadaan Kayla, bagaimana keadaan Kayla om?” tanya Rio
“Seperti yang kamu lihat, masih sama hanya saja lebih baik dari sebelumnya Kayla masih belum sadarkan diri” wajah Rendra berubah sendu
“Yang sabar om, Kayla pasti baik-baik saja Kayla anaknya kuat” ucap Rio memberikan semangat pada Rendra
“Iya, jika selama satu minggu tidak ada kemajuan kami sekeluarga sepakat untuk membawa Kayla ke luar negeri” ucap Rendra
Rio sedikit terkejut, di sini saja ia harus mengendap-endap untuk bertemu Kayla bagaimana jika Kayla di bawa ke luar negeri.
“Saya do’akan semoga Kayla segera sadar” ucap Rio tulus
“Amin, terima kasih do’anya. Kamu boleh jaga Kayla sebentar om mau ke luar sebentar mau mengabari asisten om agar menghandle perusahaan hari ini” pinta Rendra
“Iya om bisa” jawab Rio
Rendra keluar dari kamar rawat Kayla.
__ADS_1
Rio duduk di samping Kayla, Rio menatap lekat perempuan yang sedang terbaring di hadapannya, perempuan yang akan marah jika dirinya mendekati perempuan lain, perempuan yang selalu tertawa kini terbaring lemah.
“Kayla, ayo bangun katanya mau bawa aku ke rumah kamu, mau mengenalkan aku sama keluarga kamu kenapa kamu tidak bangun, sebentar lagi kita akan ke rumah kamu sudah hampir satu bulan dan Cafe aku juga sudah kembali ramai. Kita berjuang bersama agar nenek kamu merestui kita, aku akan buktikan kalo aku mampu dan sanggup untuk membuat kamu bahagia, aku akan melakukan apa pun agar kamu tidak kesusahan” ucap Rio menggenggam tangan Kayla
Tanpa Rio sadari ada sepasang mata yang melihat dan mendengar ungkapan Rio.
Rio mengelus rambut Kayla, dan masih menggenggam tangan Kayla.
“Maaf ya lama” ucap Rendra membuat Rio kaget dan melepaskan tangan Kayla
“Eh iya om, tidak apa-apa” jawab Rio “Kalo begitu aku pamit ya om” Rio takut Mayang tiba-tiba datang dan memarahinya lagi
“Loh kok buru-buru sih” ucap Rendra
“Iya om, Rio harus kembali ke Cafe” jawab Rio
“Jadi kamu punya Cafe?” Tanya Rendra
“Iya om, Cafe kecil-kecilan” jawab Rio
“Iya om, alhamdulillah” ucap Rio “Rio pamit ya om” Rio menyalami tangan Rendra
“Iya kamu hati-hati ya, terima kasih sudah menjenguk Kayla” ucap Rendra
“Iya om, sama-sama. Assalamualaikum” ucap Rio
“Waalaikumsalam” jawab Rendra
Rio keluar dan ia langsung menuju Cafenya.
Sedangkan Rendra masih duduk di samping Kayla, Rendra selalu mengajak bicara Kayla meski Rendra tahu Kayla tak akan mendengarnya, tapi kata dokter terus berkomunikasi dengan Kayla siapa tahu Kayla merespons. Jadi Rendra berharap ada keajaiban agar putrinya bisa segera sadar dan sehat kembali seperti semual. Rendra akan menuruti semua kemauan Kayla asalkan ia sadar dan sehat lagi, Rendra tak sanggup kalau harus melihat Kayla terbaring lemah seperti ini. Sepertinya Rendra harus bersikap tegas pada ibunya agar tidak terlalu ikut campur pilihan Kayla, apalagi Rendra mendengar sendiri kalo Kayla sudah menemukan tambatan hatinya.
Rendra sudah mendengar semua apa yang dikatakan oleh Rio, meski Rendra tidak mengenal siapa Rio dan seperti apa keluarganya, dilihat dari sikapnya Rio adalah anak yang baik dan bisa membuat Kayla bahagia meski bukanlah dari kalangan atas, tapi Rendra tak mempermasalahkan itu asalkan Rio mau bertanggung jawab dan menjamin putrinya hidup bahagia ia akan merestuinya. Mungkin Rendra harus membicarakan ini semua pada ibunya, jika ibunya masih memandang orang dengan status sosialnya maka Rendra harus bisa menasihati dan bertindak tegas meski ia tak bisa melawan pada ibunya sendiri. Tapi kebahagiaan Kayla yang paling utama, apa pun akan Rendra lakukan asal putrinya selalu bahagia, cukup waktu kecil saja ia tak merasakan kasih sayang dan selalu diejek karna tak ada seorang ibu, tak akan Rendra biarkan Kayla sedih lagi.
__ADS_1
“Mas” panggil Bela yang baru masuk “Kamu pulang dulu istirahat dan makan, biar aku yang jaga Kayla” ucap Bela lembut
“Tap” Rendra tak sempat melanjutkan ucapannya Bela langsung berbicara
“Kamu dari semalam di sini mas, sekarang gantian kamu istirahat dulu nanti malam kamu ke sini lagi, kalo kamu tidak istirahat kamu bisa sakit juga” ucap Bela
“Aku istirahat di sini saja ya”
“Tidak mas, kamu pulang dulu mandi terus makan. Kalo Kayla tahu kamu seperti ini pasti dia juga sedih, kamu tenang saja mas ada aku yang akan menjaga Kayla, Kayla tidak sendirian kok” bujuk Bela
“Ya sudah aku akan pulang, nanti siang aku ke sini lagi” ucap Rendra
“Ya sudah terserah kamu, yang penting kamu harus istirahat dulu agar tubuh kamu tidak drop”
“Aku pulang ya, kalau ada apa-apa langsung kabari aku”
“Iya mas”
“Nanti aku minta ibu ke sini biar kamu tidak sendirian”
“Iya”
Rendra akhirnya pulang juga, setelah Bela berhasil membujuknya.
Meski Kayla bukan anak kandung Bela, tapi Bela sangat menyayangi Kayla sama seperti ia menyayangi Berlian tak ada pilih kasih antara Berlian dan Kayla, Bela ataupun Rendra memperlakukan mereka sama, memanjakan mereka sama jika salah mereka juga menghukumnya, agar mereka menyadari kesalahannya. Semenjak dirinya menikah dengan Rendra Bela sudah berjanji akan menyayangi Kayla seperti anaknya sendiri,
Bela juga merasakan hal yang sama dengan Rendra, ia sedih tak tega melihat Kayla seperti ini, Bela sempat melarang Rendra untuk membawa Kayla ke luar negeri karna dirinya tak mungkin meninggalkan Berlian di sini, ia juga ingin menemani Kayla, tapi keputusan Rendra sudah bulat jika Kayla tak kunjung sadar Rendra akan membawa Kayla ke luar negeri agar mendapatkan penanganan di sana dan Kayla cepat pulih dan sehat kembali.
“Tante Bela” ucap Bram
“Bram, pagi-pagi sudah ke sini apa tidak kuliah?” ujar Bela
“Kuliah tan, tapi nanti agak siangan ini jenguk Kayla dulu baru ke kampus” jawab Bram
__ADS_1
Bram melihat sekeliling, ia tak menemukan Rio padahal ia berharap Rio bisa menjenguk Kayla siapa tahu Kayla merasakan dan bisa segera sadar, Bram juga tidak mau kalau hubungan Rio dan Kayla berakhir karna masalah perjodohan ini, semoga Rio tak benar-benar menjauhi Kayla dan dirinya.