Mimpi Untuk Nyata

Mimpi Untuk Nyata
17


__ADS_3

"Ibu siapkan makanan ya, kalian mandi terus sholat setelah itu kita makan bersama" ujar Ningsih


"Iya bu" jawab Rio dan Surya bersamaan


Surya dan Rio keluar dari kamarnya dan langsung duduk di ruang tamu untuk makan.


"Ayah senang banget, karena kita selalu bersama seperti ini, dan Rio juga sudah tumbuh menjadi anak yang baik." Ujar Surya


"Aku juga senang yah, karena kalian adalah sumber kebahagiaan bagiku" ucap Ningsih


"Rio juga senang dan bangga punya orang tua seperti kalian. Rio akan menjadi orang sukses nantinya, dan ayah gak perlu kerja lagi. Do'ain Rio ya yah, bu semoga Rio bisa mencapai cita-cita Rio" ucap Rio sungguh-sungguh


"Do'a kami tak pernah putus untukmu nak" jawab Ningsih


"Besok Rio mau jualan bolehkan yah bu?"


"Memang kamu sudah sehat total?"


"Sudah bu, aku sudah sangat sehat, lihat otot Rio" menunjukkan ototnya yang tidak terlihat


"Kamu ada-ada saja" Surya dan Ningsih tertawa melihat tingkah Rio


"Ibu tidak akan melarang jika kamu sudah benar-benar sehat, tapi kalau belum sembuh ibu pasti melarang kamu"


"Iya bu, Rio sudah sehat kok. Rio juga bosan pulang sekolah tidak ada kegiatan"


"Iya, tapi kalau capek langsung pulang ya"


"Iya yah, Rio akan pulang kalau merasa capek"


"Kamu istirahat saja biar ibu yang beresin ini semua"


Ningsih membersihkan tempat tadi, dan membawa piring-piring kotor ke dapur untuk dicuci.


Semenjak Rio sakit, Surya tidak pernah sholat berjamaah di masjid. Surya tidak tega meninggalkan Ningsih sendirian, Ningsih yang tidak bisa beraktivitas seperti dulu apalagi pernah kejadian Ningsih pingsan di depan kamarnya tak ada seorang pun untung saja Rio sudah pulang.


Hari ini, Surya mengajak Rio sholat di masjid.


"Ayo, berangkat nak" ajak Surya


"Ayo yah"


Surya dan Rio berjalan ke masjid. Mereka bertemu dengan tetangga yang juga akan sholat di masjid.

__ADS_1


"Baru kelihatan pak Surya, kemarin-kemarin tidak ke masjid ya" tanya Anton


"Eh iya pak Anton, karena Rio sakit jadi tidak tega meninggalkan istri saya sendirian buat mengurus Rio"


"Kamu sakit Rio? Sakit apa?" Tanya Anton


"Iya pak, Rio hanya demam beberapa hari dia gak sekolah, dan baru masuk kemarin itu pun saya mengantarkan karena takut kenapa-napa di jalan" jawab Surya


"Benar juga pak, kalau seumpamanya pingsan di tengah jalan kan repot juga, kalo gak sehat jangan maksa sekolah istirahat aja Rio" Nasehat pak Anton


"Aku tidak enak kalo ketinggalan pelajaran pak, sebentar lagi mau ujian kenaikan kelas takutnya nanti soalnya malah pelajaran yang aku tidak paham." Jawab Rio


"Anak kamu ini rajin banget ya pak Surya sampai-sampai tidak bisa ketinggalan pelajaran"


"Alhamdulillah pak" ujar Surya tersenyum


Mereka bertiga melanjutkan perjalanannya ke masjid. Sudah banyak jamaah di masjid yang datang untuk sholat maghrib.


Surya dan Rio tidak langsung pulang, mereka menunggu sholat isya' di masjid. Berhubung Rio tidak terlalu capek karena ia tidak jualan tadi, jadi Rio manut saja dengan Surya. Sambil menunggu isya' Surya membantu takmir masjid untuk membereskan di depan dan juga belakang masjid, Rio juga membantunya. Selesai membereskan halaman masjid, takmir masjid langsung pamit untuk adzan karena sudah masuk waktu isya'.


Jamaah yang belum pulang juga sholat berjamaah.


"Ayo pulang nak" ajak Surya


"Iya yah, Rio mau ambil sandal dulu tadi lupa tidak dibawa"


"Ayo yah"


Surya mengangguk dan mereka berdua pulang ke rumah.


"Assalamualaikum bu" ucap Surya


"Kok tidak ada jawaban apa ibu sudah tidur ya?" Tanya Surya pada Rio


"Entah lah yah, biasanya ibu selalu tunggu kita, kecuali ada pengajian" jawab Rio


Memang biasanya Ningsih selalu menunggu Rio dan Surya pulang dari masjid, mereka hanya menunggu isya' tidak sampai larut malam, tapi rumah sepi dan Ningsih tak menjawab salam dari Surya. Surya menuju kamarnya dan melihat apakah Ningsih benar-benar sudah tidur atau tidak, namun nihil Surya tak menemukan Ningsih di kamarnya.


"Rio...Rio" panggil Surya yang mulai panik mencari Rio


"Ada apa yah? Kenapa ayah seperti panik?" Tanya Rio


"Ibu tidak ada di kamarnya, kamu coba cari di dapur ya, ayah mau cari ke belakang"

__ADS_1


Ketika Surya dan Rio hendak berjalan, tiba-tiba ada orang yang membuka pintu.


"Eh ayah sama Rio sudah pulang"


"Ya ampun, ibu dari mana saja kami khawatir ibu kenapa-napa, kami panggil-panggil tidak jawab dan dicari di kamar tidak ada"


"Maaf yah, ibu tadi ke luar sebentar habisnya bosan di rumah terus jadi ibu ke rumah bu Mely, sudah lama tidak ke sana sekalian mengobrol"


"Ayah cuma khawatir ibu kenapa-napa, ya sudah kita tidur. Kamu tidur juga ya nak, besok katanya mau jualan jadi tidak boleh terlalu capek" ucap Surya


"Iya yah, aku masuk ke kamar ya"


"Iya" jawab Surya dan Ningsih


Surya dan Ningsih pun masuk ke kamarnya.


"Ibu tidak kenapa-napa benar kan?" Tanya Surya meyakinkan


"Iya ibu tidak apa-apa yah, tadi kan ibu sudah bilang gak kenapa-napa"


"Ayah khawatir takut ibu pingsan lagi, makanya ayah panik cari ibu"


"Maafkan ibu ya yah, ibu tidak bilang kalau mau ke rumah bu Mely" Ningsih merasa bersalah karena membuat Surya panik


"Tidak apa-apa kok bu, yang penting ibu selamat dan tidak kenapa-napa. Ayo kita tidur, ibu juga istirahat ayah juga capek"


Surya merasa lega karena istrinya tidak apa-apa, tidak ada lecet di tubuhnya. Surya dan Ningsih tidur untuk mengistirahatkan tubuhnya yang sudah lelah karena seharian Surya mengayuh sepedanya membawa penumpang, dan cuacanya sangat terik. Matahari menunjukkan cahayanya dengan sempurna membuat makhluk yang ada di bumi kepanasan.


 


Di rumah Rendra menyempatkan untuk sarapan bersama Kayla dan juga ibunya, itu harus ia lakukan agar Kayla tetap merasakan kenyamanan dan kasih sayang yang utuh, meski pun sibuk Rendra harus meluangkan waktunya untuk Kayla.


“Kayla sayang, hari ini papah mau ke Bandung. Apa Kayla mau ikut?” tanya Rendra


“Apa kamu yakin mengajak Kayla ke Bandung?” tanya ibunya


“Iya bu, aku yakin”


“Tapi kan Kayla sekolah hari ini pah” jawab Kayla


“Nanti papah izin ke guru dan kepala sekolah, Kayla mau ikut? Sekalian nanti jalan-jalan”


“Jalan-jalan pah?” mata Kayla berbinar “Kayla mau pah”

__ADS_1


“Kayla siap-siap ya biar dibantu bi Sri”


“Iya pah”


__ADS_2