Mimpi Untuk Nyata

Mimpi Untuk Nyata
24


__ADS_3

(Pov Mayang)


Setelah berbicara dan Rendra juga tidak menyetujuinya aku kembali ke ruang keluarga, di sana Kayla sedang menonton TV ditemani bi Sri yang sedang mengupas buah. Aku duduk di dekat Kayla dan ikut menonton TV. Aku teringat masa mudaku dulu sewaktu belum sukses seperti sekarang. Papahnya Rendra yang terus berjuang untuk bisa berhasil sampai seperti ini, namun sayangnya ia lebih dulu meninggalkan kami.


Ketika sudah bisa memiliki perusahaan sendiri mas Suroto tidak bisa menikmatinya. Ia mengalami kecelakaan ketika pulang dari kantor, menurut keterangan polisi ini murni kecelakaan tidak ada yang aneh dari mobil mas Suroto.


Mas Suroto menabrak sebuah truk, dari keterangan saksi truk dan mobil mas Suroto sama-sama melaju kencang jadi sopir truk dan mas Suroto meninggal di lokasi karena benturan yang cukup keras. Aku kira ini karena persaingan perusahaan tapi polisi tidak menemukan bukti kalau kecelakaan itu unsur kesengajaan.


Rendra yang masih SMA terpaksa membantuku untuk mengurus perusahaan, Rendra aku ajarkan untuk mengurus perusahaan agar nanti ia bisa meneruskannya. Aku tidak mungkin mengurus sendirian apalagi nanti usiaku akan bertambah jadi aku meminta Rendra untuk belajar sediki demi sedikit dulu sampai ia nanti lulus kuliah.


Rendra sempat memaksa untuk kuliah di luar negeri, tapi aku melarangnya dengan alasan aku hanya sendiri tak ada yang menemani. Meski ada pembantu dan juga sopir, aku kesepian jika tak ada Rendra. Akhirnya Rendra setuju dan kuliah di sini.


Flash back on


“Bu, aku ingin melanjutkan di luar negeri” ujar Rendra


“Kenapa harus ke luar negeri, lebih baik kuliah di sini saja biar ada yang bantu ibu mengurus perusahaan dan ibu juga tidak sendirian di sini” ucap Mayang


“Tapi bu, di sana aku bisa belajar tentang bisnis” bujuk Rendra


“Di sini kamu juga bisa kuliah jurusan bisnis, jadi kamu tidak perlu ke luar negeri dan ibu juga tidak ditinggal sendirian di sini. Kalau ibu kenapa-napa bagaimana? Ibu hanya punya kamu saja Rendra” ujar Mayang


Rendra menghela nafasnya, seperti berat menerima keputusan ibunya namun ini juga kebaikan dirinya juga ibunya. Memang benar hanya Rendra yang dimilikinya sekarang, ia tak mungkin meninggalkan ibunya seorang diri di sini.


“Ya sudah Rendra akan kuliah di sini” ucapnya dengan sangat terpaksa


“Nah itu baru keputusan yang baik untuk ibu dan juga kamu”


FLash back off


Setelah kuliah Rendra mengenalkan seorang wanita yang menjadi pilihannya, aku tidak membatasi pilihannya yang penting baik dan bisa membahagiakan Rendra. Dilihat dari penampilannya sepertinya ia orang baik dan Rendra juga sangat menyayanginya. Aku memberi waktu sampai mereka lulus kuliah untuk menikah dan Rendra maupun Dewi menyetujui. Jika mereka menikah sambil kuliah khawatir tidak fokus dan menghambat kuliah mereka jadi aku menyuruh untuk menyelesaikan kuliahnya terlebih dahulu.


Setelah lulus aku pasrahkan semua urusan perusahaan pada Rendra, aku yang sudah mulai berumur dan lebih mudah lelah harus banyak beristirahat di rumah. Cukup Rendra saja yang mengurus semua perusahaan, buktinya ia berhasil sampai memiliki beberapa usaha di kota lain.

__ADS_1


Akhirnya Rendra dan Dewi menikah, aku kira Dewi akan terus menemani Rendra sampai masa tuanya, namun Dewi juga meninggalkan Rendra. Saat melahirkan nyawanya tak tertolong hanya Kayla yang bisa diselamatkan. Itu semua membuat Rendra terpukul begitu pun aku, Rendra sangat kehilangan Dewi, sampai saat ini pun Rendra belum dapat mencari pengganti Dewi. Aku sudah menyuruhnya karena aku sadar aku tak akan bisa selalu mengurusnya.


Aku juga kasihan melihat Kayla yang Besar tanpa kasih sayang seorang mamah di sampingnya, meski aku dan juga bi Sri sangat menyayangi Kayla, sehingga Kayla tak merasa kurang kasih sayang dari seorang ibu. Pikirku Kayla juga butuh sosok ibu yang nanti akan menjadi tempat cerita, dan mengurus semua keperluan sekolahnya nanti.


Ketika aku mendengar bahwa Kayla menyebut seseorang dengan sebutan mamah, awalnya aku terkejut tapi setelah mendengar penjelasan Rendra aku paham bahwa Kayla seperti itu karena mungkin ia ingin merindukan sosok ibu.


Aku berniat menyuruh orang untuk mencari tahu siapa Bela dan seperti apa kehidupannya, aku tidak mau salah pilih, meski aku mengatakan pada Rendra kalau aku tidak memandang seseorang dari hartanya, jika orang yang mendekati Rendra hanya memanfaatkannya aku tidak akan merestui hubungannya.


Setelah menemani Kayla menonton TV, aku pergi ke kamar untuk menelepon seseorang.


“Halo, tolong kamu cari informasi tentang sekretaris Rendra yang bernama Bela. Saya tunggu secepatnya”


Aku langsung mematikan teleponnya.


Aku melarang Kayla bermain di luar karena takut kejadian beberapa waktu lalu terulang. Aku akan mengizinkan Kayla pergi atau main di luar bila ada yang menemani. Tapi jika sendiri aku melarangnya, Kayla lebih banyak berdiam atau pun bermain di rumah, makanya ia tak banyak teman, kecuali di sekolahnya.


Malam harinya aku menunggu orang suruhanku, dan setelah ditunggu Hp berdering.


“Halo bos, saya sudah mendapatkan informasi tentang Bela” ujarnya


“Sebenarnya Bela adalah sekretaris dari Erik yang merupakan asisten pak Rendra, ia baru bekerja sekitar satu tahun di kantor pak Rendra. Dia tinggal sendiri di rumahnya berdasarkan informasi yang saya dapat orang tuanya sudah meninggal, itu informasi yang saya dapat bos”


“Ya sudah kalo begitu” Aku mematikan sambungan teleponnya


“Aku akan menemuinya nanti, saat Rendra membawaku dan Kayla” ujarnya


Tok tok tok


Aku membuka pintu kamar setelah mendengar ada yang mengetuknya.


“Nenek ayo makan, papah sudah menunggu di bawah” ujar Kayla


“Iya sayang, ayo kita ke bawah” jawabku

__ADS_1


Aku dan Kayla turun ke bawah untuk makan malam.


“Tumben ibu harus di panggil, biasanya ibu yang ada di sini” ujar Rendra


“Iya tadi ibu sempat ketiduran” jawabku berbohong


“Ayo makan”


Kami langsung makan menikmati hidangan yang sudah dibuat oleh bi Sri.


“Kayla mau tambah?” Tanyaku


“Kayla sudah kenyang nek” jawab Kayla


“Makan yang banyak biar sehat dan cepat besar” ujar Rendra


“Iya pah, tapi Kayla sudah kenyang tidak muat perut Kayla buat tambah lagi” jawab Kayla


“Jangan paksa Kayla tambah terus biar  saja kalau kenyang” ujarku pada Rendra


“Iya bu”


Kami melanjutkan makan sambil mengobrol tentang apa saja, Kayla juga sempat bercerita tentang Rio yang jualan di taman. Mendengar cerita Kayla aku kasihan, tapi aku melarangnya untuk berteman terlalu dekat dengannya apalagi Kayla sampai membantunya berjualan. Aku sempat menasihatinya untuk tidak perlu bertemu lagi tapi Kayla memaksa, Rendra pun menyetujuinya jadi aku pun terpaksa mengiyakan permintaan Kayla.


“Tapi jangan terlalu sering  bantu jualan, nanti malah kamu yang disuruh-suruh” ucapku pada Kayla


“Ibu bicara apa sih, lagian Kayla hanya bantu saja, sudahlah jangan diperpanjang” ucap Rendra


“Kayla ke kamar dulu ya nek pah” ucap Kayla


“Iya sayang, jangan tidur terlalu malam ya” ujar Rendra


“Iya pah”

__ADS_1


Kayla menaiki tangga dan masuk ke dalam kamarnya, Rendra juga langsung ke kamarnya. Aku masih diam di ruang makan sembari memainkan ponsel untuk menghilangkan bosan. Setelah merasa sudah lelah duduk aku pergi ke kamar untuk tiduran, karena semua orang sudah ada di kamarnya masing-masing.


__ADS_2