Mimpi Untuk Nyata

Mimpi Untuk Nyata
51


__ADS_3

“Memang mau apa ketemu pak manajer?” tanya Desi lagi


“Saya mau berhenti kerja” ujar Rio membuat Desi kaget


“Kenapa berhenti? Apa ada sesuatu yang buat kamu tidak betah?” tanya Desi


“Aku betah cuma aku mau buat usaha sendiri, siapa tahu berkembang dan maju” ujar Rio


“Wah bagus itu, semoga maju dan sukses ya usahanya” ujar Desi tulus


“Amin, terima kasih Desi kalau begitu saya ke ruangan pak manajer dulu ya”


“Iya Rio”


Rio langsung masuk ke ruangan manajer karna sudah menghubunginya sebelum bertemu.


“Permisi pak” ujar Rio


“Ya silakan masuk Rio” ujarnya “Duduk” sambungnya


“Jadi begini pak, saya ingin berhenti bekerja” ujar Rio


“Kenapa? Apa ada sesuatu” pertanyaan yang dilontarkan sama dengan Desi


“Tidak pak, tidak ada sesuatu saya berhenti bekerja murni keinginan saya sendiri” ujar Rio


“Lalu kenapa kamu tiba-tiba berhenti? Kalau tidak ada sesuatu?” tanya manajer


“Jadi saya ingin mencoba membuka usaha sendiri pak, karna itu saya berhenti” ujar Rio


“Memang kamu mau usaha apa? Apa kamu yakin bisa?” tanya manajer seolah-olah meremehkan Rio


“Insya Allah saya yakin bisa pak yang penting berusaha dan berdo’a” ujar Rio tegas


“Ya sudah kalau itu mau kamu”


“Kalau begitu saya permisi pamit pak” Rio berdiri


“Hemm” jawabnya


Rio keluar dari ruangan manajer dan menemui teman-temannya yang ada di dapur.


“Hai semua” sapa Rio


“Tumben ke sini pagi-pagi?” tanya salah satu teman Rio


“Iya, aku ke sini sekalian mau pamit sama kalian. Aku sudah berhenti bekerja dari Cafe dan akan membuat usaha sendiri” ujar Rio


“Mau pamer tuh” ujar Leon pelan namun masih terdengar oleh Rio


“Saya ke sini buka mau pamer, hanya mau pamitan sama kalian dan minta do’anya semoga usaha aku lancar ya” ujar Rio


“Amin, kita semua pasti do’ain kapan-kapan kita boleh dong main ke tempat usaha kamu”

__ADS_1


“Boleh dong kalian datang saja di samping kampus itu tempatnya, kalo begitu aku pergi ya semangat kerjanya”


“Siap” ujar mereka


Rio meninggalkan dapur dan pergi dari Cafe itu. Rio pergi ke kampus karna ada kelas, dan di sana sudah ada Bram yang menunggu Rio.


“Aduuh pak bos lama banget, nungguin sampai lumutan” ujar Bram


“Lagian siapa suruh nungguin” ujar Rio tertawa


“Ya nungguin pak bos lah, kan nanti kita mau belanja ya kan pak bos” ujar Bram meledek


“Pak bos pak bos, kamu itu pak bos tapi tidak apa-apa deh aku aminkan semoga jadi pak bos beneran hahaha” ujar Rio tertawa


“Harus dong, kan sebentar lagi bakal jadi pak bos” ujar Bram


“Semoga usaha ini sukses ya, aku mau ajak ayah beli rumah dan pindah dari sana biar dekat jaraknya, kalau begini jauh harus pulang pergi, capek juga untung sekarang ada motor” keluh Rio


“Harus dinikmati capeknya, biar nanti pas hasilnya tidak kaget” ujar Bram tertawa


“Kamu ada saja Bram, aku ke kelas dulu ya nanti aku tunggu kamu di sini” ujar Rio


“Siap pak bos” Bram memeragakan seperti orang yang hormat pada bendera


“Sana masuk nanti aku laporin sama om” ancam Rio


“Ini juga mau masuk, wah main ancaman nih tidak seru” sungut Bram


Setelah selesai Rio menuju tempat di mana sudah janjian dengan Bram, Rio melihat Bram sudah di sana. Karna beda jurusan tentu membuat jadwal kuliah mereka berbeda, tapi semua itu tak berpengaruh dengan pertemanan mereka, meski tidak satu jurusan mereka tetap bisa bertemu dan saling bertukar pendapat.


“Ngapain sih lama banget” Keluh Bram


“Namanya juga belajar, kok kamu cepat sih keluarnya jangan-jangan kamu bolos ya” sidik Rio


“Aku sampai bolos bisa mati sama papi” ucap Bram


“Bagus dong biar kamu pintar” ucap Rio tertawa


“Dari dulu juga pintar kali cuma ya dipendam saja jadi tidak kelihatan” ucap Bram


 “Terserah saja lah, ayo berangkat nanti keburu sore bisa kemalaman pulangnya” ujar Rio menarik Bram agar segera berdiri


“Iya iya sabar napa, pak bos tidak sabaran ya” sindir Bram


“Panas telinga dengar kamu bilang pak bos” ujar Rio


“Kan memang pak bos” Bram memainkan alisnya


“Ayo Bram” teriak Rio di telinga Bram membuat Bram menutup telinganya dan mendorong Rio


Akhirnya Bram dan Rio menuju parkiran.


“Tunggu kenapa kita jadi ke sini?” tanya Rio

__ADS_1


“Kan mau belanja, kemarin katanya mau pakai mobil biar tidak repot” ucap Bram


“Oh iya aku lupa” Rio menunjukkan deretan giginya


“Huh sekarang ketahuan kan siapa yang pintar” Bram menepuk dadanya dengan bangga


“Iya yang pintar tidak ada duanya” ujar Rio


Rio dan Bram masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya ke sebuah toko yang menjual peralatan memasak, di sana banyak pilihan jadi Rio bisa memilih barang-barang yang diperlukan untuk keperluan di Cafenya.


Setelah membeli semua peralatan yang ada, Rio dan Bram kembali ke kampusnya karna satu arah dengan Cafe jadi mereka bisa lewat kampus dan bisa parkir di area kampus.


“Kuncinya sudah diminta?” tanya Bram


“Sudah dong” Rio menunjukkan kunci yang dipegangnya


“Hah kapan? Perasaan tadi kita sama-sama terus” ucap Bram heran karna mereka dari sebelum masuk jelas dan keluar kelas selalu bersama


“Rio gitu loh, ayo bantuin angkat ini dan taruh di dalam besok kita beres-beres biar cepat buka” ujar Rio


“Iya pak bos”  ucap Bram pasrah


Rio dan Bram menurunkan perlengkapan Cafe dan memasukkannya ke dalam.


“Akhirnya beres juga” ujar Bram


“Kamu pulang saja, aku juga mau pulang setelah ini” ucap Rio


“Jadi aku diusir nih” ucap Bram


“Ini sudah mau maghrib, entar dicariin sama papi kamu jadi mending pulang”


“Iya iya ini juga mau pulang galak banget sih kayak mami lagi marah” ujar Bram tertawa


“Kamu menyamakan aku dengan emak-emak begitu” Rio melipat tangannya di dada


“Eh eh ampun pak bos, aku pulang dulu” Bram berlari ke dalam mobilnya seperti takut pada Rio


Rio tertawa melihat tingkah Bram yang menurutnya konyol. Rio mengunci gemboknya dan ia berjalan menuju motor untuk pulang, ayahnya pasti khawatir karna tidak pulang sampai maghrib, Rio menyempatkan sholat di masjid untuk sholat maghbrib.


Perjalanan dari kampusnya ke rumah sekitar 1 jam, jadi kalau Rio tidak sholat di masjid pasti tidak akan keburu, setelah sholat Rio melanjutkan perjalanannya.


“Assalamualaikum ayah” ujar Rio


“Waalaikumsalam kenapa pulangnya malam nak? Apa ada masalah?” tanya Surya yang khawatir


“Tidak yah tadi belanja peralatan untuk Cafe jadi pulangnya malam” jawab Rio


“Ayah pikir kamu kenapa-napa karna kemarin katanya mau berhenti kerja” ucap Surya


“Ayah jangan khawatir Rio baik-baik saja kok, ayah sudah makan?” tanya Rio


“Sudah, ayah makan duluan kamu makan di dapur ya” jawab Surya

__ADS_1


__ADS_2