Mimpi Untuk Nyata

Mimpi Untuk Nyata
68


__ADS_3

“Silakan ikut suster pak” ucap dokter


“Ayo sus” ucap Rendra


Rendra mengikuti suster untuk mengambil darahnya.


"Saya mau bicara sama kamu” ucap Mayang pada Rio


Mayang berjalan menjauh dari Bela dan Bram


"Ada apa nek?" Tanya Rio


"Kamu berhenti dekati cucu saya, karna Kayla sudah saya jodohkan dengan Bram jadi kamu jangan berharap lebih terhadap Kayla. Saya tahu niat kamu yang sebenarnya apa, pasti bukan hanya untuk mendapatkan Kayla kan" ucap Mayang


"Jadi Kayla dijodohkan dengan Bram" ucap Rio kaget mendengar apa yang dikatakan Mayang, ia tak menyangka jika Kayla dijodohkan dengan Bram bukan orang lain, Bram sahabat Rio tapi kenapa mereka tak berterus terang, kenapa mereka menyembunyikan semua ini, Rio masih bertanya-tanya.


"Iya, Bram sudah pasti mempunyai masa depan yang menjamin untuk kehidupan Kayla, jadi kamu berhenti mendekati dan menemui cucu saya" tegas Mayang


"Tapi Kayla tidak mencintai Bram" ucap Rio


"Cinta bisa datang dengan sendirinya, apalagi kalo sudah bersama pasti cinta itu akan tumbuh seiringnya waktu, kamu itu seharusnya sadar diri, siapa kamu, saya harap tidak pernah melihat kamu lagi setelah ini, saya yakin kecelakaan Kayla ini pasti ada hubungannya dengan kamu, menjaga Kayla sebentar saja kamu tidak bisa bagaimana mau menjadi suami yang mendampinginya setiap saat, saya rasa Kayla pasti hidup sengsara"


Mayang sudah pergi dari hadapan Rio, sedangkan Rio masih mencerna ucapan Mayang yang memang ada benarnya tapi jika hanya masalah kesanggupan untuk menghidupi Kayla, Rio pasti sanggup kenapa neneknya masih meragukan semua itu, pikir Rio dalam benaknya.


Rio tak menyangka kalau Kayla tega menyembunyikan masalah ini, seharusnya ia cerita kalau orang yang akan dijodohkan dengannya adalah Bram, dan Bram juga tak pernah menyinggung masalah ini. Mereka sengaja menyembunyikan semuanya dari Rio agar apa. Tanya Rio pada dirinya sendiri.


Mayang sudah kembali di depan ruangan Kayla bersama Bram dan Bela.


“Rio ke mana nek? Kok tidak bareng nenek?” tanya Bram yang melihat Mayang kembali seorang diri


“Mungkin sudah pulang” jawab Mayang


“Tadi kan sama nenek, memang nenek bicara apa?” giliran Bela yang bertanya

__ADS_1


“Iya, tadi aku cuma tanya kejadiannya seperti apa, setelah itu aku ke toilet tidak melihat dia lagi setelah keluar dari toilet” Mayang berbohong


“Oh, ayo kita ke dalam tapi kata dokter dua orang yang bisa menemani dan menjenguknya karna kondisinya masih kritis” ucap Bela


“Biar tante sama nenek saja, Bram tunggu di luar sekalian menunggu om Rendra” ucap Bram


“Ya sudah kami masuk, kalo nanti pulang kabari ya” ucap Mayang


“Iya nek”


Bela dan Mayang masuk ke ruangan Kayla dirawat.


Sedangkan Rio yang sudah berada di parkiran rumah sakit sudah kehilangan semangatnya, apalagi kini Kayla sedang dirawat dan ia tidak bisa berada di sampingnya.


“Apa aku harus menyerah dengan semua ini Kayla, apa aku bisa bertahan jika sikap nenek kamu yang jelas melarang dan menentang hubungan kita” ucap Rio tertunduk lesu


Ketika Rio menyalakan motornya, Rio mendengar ada yang memanggilnya.


“Rio”


“Bram” gumam Rio


Bram berlari mendekati Rio.


“Aku kira kamu sudah pulang, kenapa ada di sini? Ayo masuk” ajak Bram


“Aku mau pulang, aku rasa kamu lebih pantas di sana” ucap Rio


“Maksudnya apa? Kamu kan pacarnya Kayla” ujar Bram


“Iya kamu kan yang akan menjadi pendamping Kayla nantinya jadi aku tidak perlu ke dalam karna sudah ada kamu” jawab Rio


Deg

__ADS_1


Bram yang mendengar itu kaget, “Bagaimana Rio tahu kalo aku yang akan dijodohkan dengan Kayla, apa Kayla sudah menceritakannya pada Rio sebelum dia kecelakaan atau nenek yang bilang pada Rio tadi” ucap Bram dalam hatinya


“Kamu bicara apa sih, aku tidak paham” ucap Bram pura-pura tidak tahu


“Sudahlah Bram, aku kira kamu benar teman aku, tapi masalah serius seperti ini saja kamu tidak bilang sama aku setidaknya kita bisa cari solusinya bersama-sama, atau kamu memang sengaja menyembunyikan ini semua karna kamu juga setuju dengan perjodohan ini” ucap Rio sinis


“Aku aku, bukannya mau menyembunyikan semua ini tapi aku dan Kayla belum tahu bagaimana cara menyampaikannya pada kamu, dan masih mencari waktu yang pas, kami juga sudah berusaha agar perjodohan ini tidak berlanjut dengan melakukan berbagai cara agar nenek membatalkan perjodohan ini, Kayla meminta untuk tidak menceritakan dulu sama kamu karna ia takut merusak pertemanan kita dan membuat kita menjadi jauh, ia tak mau jika pertemanan kita selama ini harus berakhir hanya karna masalah seperti ini, kamu tenang saja aku tidak akan merebut Kayla dari kamu, Kayla juga sangat mencintai kamu” jelas Bram


“Aku mau pulang, lebih baik kamu kembali ke dalam pasti nenek sudah menunggu kamu” Rio menyalakan motornya


“Rio tunggu, kamu harus kembali ke dalam, Kayla butuh kamu, ayolah jangan seperti ini” ucap Bram menahan motor Rio


“Kayla memang butuh aku, tapi keluarganya lebih butuh kamu jadi lebih baik kamu yang ke dalam, kamu tidak perlu khawatir aku akan terima semua ini” jawab Rio


Rio melajukan motornya dan meninggalkan Bram.


“Arrggh kenapa jadi begini sih, Rio kenapa tidak percaya sama aku padahal aku sudah menjelaskan semuanya, seharusnya aku menceritakan semua ini agar tidak seperti ini” ucap Bram mengacak-acak rambutnya


Karna pikirannya sedang tidak terkendali karna perdebatan dengan Rio tadi, Bram memutuskan untuk pulang dan beristirahat, besok ia akan kembali lagi ke rumah sakit.


“Aku bilang dulu ke tante Bela kalo aku mau pulang” Bram mengambil HPnya di kantongnya


Setelah menghubungi Bela, Bram menuju mobilnya dan langsung pulang ke rumahnya


*


Setelah beberapa hari di rawat, kondisi Kayla membaik namun Kayla belum juga sadar, setiap hari Bram selalu menjenguk Kayla dan mengajaknya mengobrol berharap Kayla bisa mendengar dan meresponsnya. Bram sudah menemui Rio di Cafe, namun Rio terlihat masih marah dan enggan bertemu dengan Bram, bahkan Rio sudah tidak pernah menjenguk Kayla di rumah sakit semenjak Mayang meminta Rio untuk menjauhi Kayla.


Bukannya Rio tak mau menjenguk, percuma saja jika Rio datang ke rumah sakit pasti Mayang akan mengusir dan menyuruhnya pulang. Rio tetap menunggu Kayla sembuh dan nantinya bisa menemuinya, tak henti-hentinya Rio berdo’a, ia meminta agar Kayla segera disembuhkan agar ia bisa kembali bertemu dan Kayla bisa memberi tahu kalau dirinya akan berkunjung ke rumahnya untuk menuju hubungan yang lebih serius. Meski Mayang sudah memperingati agar tidak mendekati Kayla, Rio berharap Kayla bisa mengambil keputusan agar hubungannya bisa diperjuangkan.


Kini Cafe baru Rio sudah kembali ramai seperti sebelum ia pindah, semua orang sudah tahu kalau Cafenya pindah. Keuntungan yang diperolehnya juga cukup banyak, karna tempatnya tidak perlu membayar sewa, jadi Rio bisa menyimpan uangnya untuk gaji karyawannya dan untuk membeli rumah.


Rio ingin sekali mendampingi Kayla di rumah sakit, ikut menjaganya tapi pasti Mayang tak akan mengizinkannya masuk.

__ADS_1


“Besok aku akan ke rumah sakit, jika neneknya Kayla tidak ada aku akan meminta izin om Rendra untuk menemui Kayla, tapi jika neneknya Kayla ada di sana aku akan kembali ke sini” ucap Rio


__ADS_2