Mimpi Untuk Nyata

Mimpi Untuk Nyata
66


__ADS_3

Setelah menunggu cukup lama dan Rio tak melihat adanya Kayla, Rio kembali ke Cafenya berharap nanti Kayla akan ke Cafe untuk menemui Rio.


“Kenapa mukanya seperti itu pak?” tanya Desi


“Tidak apa-apa kok, lagi pusing saja tugas banyak banget mungkin karna bentar lagi lulus” ucap Rio berbohong


“Oh saya kira kenapa pak” ujar Desi


“Saya ke belakang ya” ucap Rio berlalu


Rio merebahkan tubuhnya, besok ia harus memindahkan semua barang-barang yang ada di Cafenya. Untung saja besok hari sabtu, jadi ia tidak harus izin kuliah.


*


Kayla yang baru keluar dari kelasnya, Kayla langsung pergi ke taman dan duduk menunggu Rio. Ia menoleh ke sana sini tapi tak juga menemukan keberadaan Rio.


“Apa Rio belum keluar, atau dia marah karna sikap aku tadi” Kayla berbicara sendiri


Kayla mengambil HPnya di dalam tasnya untuk menghubungi Rio, namun ia urungkan niatnya.


“Mending aku ke Cafenya saja, siapa tahu Rio sudah di sana” ucap Kayla melangkah ke Cafe Rio


“Rio” panggil Kayla


“Tunggu di situ” ucap Rio, ia menghampiri Kayla yang sudah duduk


“Kamu masih marah ya?” tanya Rio


“Marah? Kenapa?” tanya Kayla balik


“Ya marah masalah yang tadi” ucap Rio


“Tidak” jawab Kayla


“Terus kenapa tadi aku tunggu kamu di taman tidak datang dan menghampiri aku” ujar Rio


“Tadi itu ada kelas tambahan karna materi yang belum selesai jadi keluarnya telat, kamunya saja yang tidak sabar menunggu aku” ucap Kayla pura-pura marah


“Ya kan aku tidak tahu kalo pulangnya telat, kamu tidak kasih kabar sama aku bagaimana aku bisa tahu” ucap Rio

__ADS_1


“Iya, sudahlah jangan ribut terus aku lapar” ucap Kayla memegang perutnya


“Mau makan apa?” tanya Rio


“Apa saja yang penting makan deh” jawab Kayla


“Tunggu ya aku buatan dulu” ucap Rio


Kayla mengangguk dan Rio pergi ke belakang untuk membuatkan makanan untuk Kayla


Setelah menunggu beberapa menit, Rio datang membawa nampan yang berisi makanan dan minuman.


“Makanan sudah datang tuan putri” ucap Rio seperti prajurit yang memberikan pada putri raja


“Kamu ada-ada saja” Kayla memukul lengan Rio


“Aww kok dipukul sih” ucap Rio memegang lengannya


“Ya habis kamu buat aku malu” ucap Kayla yang sudah memerah pipinya


“Oh jadi kamu malu, ini makanan dan minuman yang tuan putri selamat menikmati semoga bisa membuat cacing di perut tuan putri tidur nyenyak” Rio menaruh makanan dan minuman yang


“Ciye, ada yang malu nih pipinya kayak kepiting rebus” godaan Rio


“Sekali lagi kamu godaan aku, aku pukul kamu pakai nampan ini ya” ucap Kayla


“Ampun tuan putri jangan galak-galak” ucap Rio


“Terserah kamu saja, aku mau makan lapar” Kayla langsung melahap makanan yang sudah dibuatkan oleh Rio


“Pelan-pelan makanannya, aku tidak akan meminta juga” ucap Rio meledak


Kayla tak menjawab ucapan Rio, karna sudah lapar ia lebih memilih memakan daripada meladeni ocehan Rio.


Rio melihat Kayla yang sangat lahap makannya tersenyum, ada rasa bahagia melihat orang yang ia sayangi menikmati sesuatu yang ia rasa tidak begitu istimewa. Kayla yang sadar kalau Rio sedang memperhatikannya menghentikan makannya.


“Kenapa lihat seperti itu?” tanya Kayla


“Tidak apa-apa” ucapnya tersenyum

__ADS_1


“Apa sih, lihatnya begitu banget apa ada sesuatu, tunggu aku ambil HP” Kayla membuka tasnya dan mengambil HP untuk melihat wajahnya


“Tidak ada apa-apa, kamu kenapa lihat aku seperti itu” tanya Kayla lagi


“Memang tidak boleh lihat pacar sendiri” ucap Rio


“Ya boleh tapi jangan lihat begitu juga, aku jadi takut” ucap Kayla merasa takut karna Rio tak berhenti ya menatap Kayla


“Takut? Takut kenapa?” tanya Rio heran


“Ya namanya juga takut, karna tahapan kamu itu aneh” jawab Kayla


“Aneh bagaimana sih, orang cuma lihat saja kok” ucap Rio


Kayla melanjutkan makanannya, karna ia pikir tak akan ada habisnya meladeni Rio yang tidak peka itu.


“Sudah kenyang” Kayla meletakkan sendoknya dan mengelus perutnya yang sudah terisi


“Kalo kenyang itu bilang alhamdulillah” ucap Rio mengingatkan


“Alhamdulillah” ucap Kayla “Aku langsung pulang ya, sudah sore takut mamah khawatir karna aku tidak mengabaikan tadi” imbuh Kayla


“Iya, hati-hati bawa mobilnya ya, jangan ngebut meski buru-buru” ujar Rio


“Iya, aku pelan-pelan nanti, kecepatannya 20 ya” ucap Kayla


“Ya jangan 20 juga, bisa 3 jam sampainya” ucap Rio


“Kan disuruh pelan-pelan, Aku pulang ya dah” Kayla berdiri dan keluar dari Cafe Rio


Keesokan harinya, Rio terlihat sangat sibuk, ayahnya juga ikut membantu tapi Rio tak mengizinkan kalau mengangkat yang berat-berat, khawatir ayahnya kelelahan jadi Rio hanya mengizinkan ayahnya untuk membawa seperti piring-piring atau benda-benda yang enteng saja.


Ketika semua barang-barangnya sudah dipindahkan di tempat yang baru, Rio dan karyawannya mulai menata seperti semula, kini Cafenya lebih luas dari sebelumnya jadi tak ada yang tidak kebagian tempat duduk karna Rio juga menyediakan untuk lesehan bagi yang nongkrong bersama teman-temannya.


Cukup melelahkan, karna memang butuh tenaga ekstra untuk mengangkat dan memindahkan barang-barangnya, apalagi seperti meja, kursi dan kulkas yang berat dan butuh beberapa orang untuk mengangkatnya. Namun Rio tetap semangat, ini adalah mimpinya, mempunyai usaha sendiri tanpa harus bekerja pada orang lain, menjadi orang yang sukses adalah keinginannya dari kecil. Sayangnya Ningsih tak dapat merasakan dan melihat semua ini, andai saja ia masih hidup tentu akan sangat senang dan bangga pada Rio, meski usahanya tidak besar tapi seiring berjalannya waktu akan berkembang jika Rio bersungguh-sungguh dalam pekerjaannya. Memang kunci utama untuk sukses adalah berjuang meski pernah dan sering mengalami kegagalan, karna akan tahu sekuat mana jiwa kita untuk bisa menghadapi masa-masa sulit itu, karna gagal adalah sukses yang tertunda.


Meski Rio harus berjuang dari kecil, berjualan untuk membantu perekonomian keluarganya, Rio tak pernah menyalahkan takdir atas apa yang menimpanya. Tak ada yang ingin hidup susah, tentu bahagia adalah tujuan dari setiap manusia, tapi ketika Tuhan sudah menggariskan takdir yang tak diinginkan maka di situlah sebuah kesabaran dan keikhlasan akan diuji. Terkadang yang dianggap tidak baik adalah yang terbaik untuk hidup kita, tapi Tuhan punya cara sendiri untuk menyelamatkan dari sesuatu yang mungkin membuatmu tidak bahagia.


Rio yang sudah terbiasa dicaci dan dihina sewaktu kecil dulu menjadi tegar menghadapi jalan takdir yang penuh dengan perjuangan, meski sekarang ia bisa membuka Cafe, semua itu tak membuatnya lupa ia berasal dari mana, tak pernah sedikit pun ia sombong, karna memang harta adalah titipan yang bisa kapan saja diambil. Rio dan ayahnya masih mengunjungi desanya, selain untuk melihat rumah mereka, Rio dan Surya juga masih menjalin silaturahmi dengan tetangga-tetangga desanya, agar tak ada yang berpikir setelah mereka pindah akan melupakan dan tidak ingat asal mereka dari mana.

__ADS_1


Selesai membereskan semuanya, Rio menyuruh para karyawannya untuk pulang dan beristirahat karna mereka pasti sudah lelah mengangkat barang-barangnya, agar besok ketika Cafe buka mereka sudah segar dan semangat lagi.


__ADS_2