Mimpi Untuk Nyata

Mimpi Untuk Nyata
73


__ADS_3

“Anak muda zaman sekarang seperti itu, kalo dinasihati malah melawan dan kekeh dengan pendiriannya nanti kalo sudah susah baru menyesal nangis-nangis, dikasih tahu yang benar tidak peduli padahal orang tua memberi tahu begitu karna sayang dan tidak ingin salah pilih dalam hidupnya” ucap Mayang emosi


“Sabar bu, mungkin Kayla lagi capek dan keadaannya kan belum pulih jadi dia tertekan dengan keadaannya sekarang makanya Kayla seperti itu” Bela menenangkan Mayang


“Sejak kenal dengan si Rio itu, Kayla jadi suka membantah, dulu Kayla tidak pernah melawan sama neneknya sekarang seperti tak ada baiknya yang diucapkan aku”


“Ibu coba bicara pelan-pelan mungkin Kayla akan mengerti dan menerima semua ini, Kayla masih labil bu jadi wajar kalau emosinya naik turun, apalagi Kayla sudah punya pacar jadi bakal susah buat membujuknya” ucap Bela mengelus pundak mertuanya


Mayang yang mendengarnya kaget “Punya pacar? Siapa? Apa si siapa namanya tadi ibu lupa”


“Bukan punya pacar maksudnya, tapi seandainya Kayla punya pacar” ucap Bela gelagapan


Bela tak mungkin bilang kalo Kayla sudah berpacaran dengan Rio, bisa-bisa nanti Mayang akan mengamuk dan menyuruh Kayla tidak menemui Rio lagi.


“Apa aku percepat saja acaranya ya?” tanya Mayang pada Bela


“Sebaiknya ibu bicarakan dulu dengan Kayla, kasihan dia kalo nanti malah syok dan kondisi makin drop, dokter kan bilang kalo Kayla tidak boleh tertekan nanti malah berpengaruh pada fisiknya” Bela mengingatkan Mayang pesan dokter.


“Tapi Kayla pasti akan menolak terus kalo harus dibicarakan dulu dengan dia”


“Iya, tapi siapa tahu nanti Kayla akan luluh jadi ibu harus sabar dan bicara pelan-pelan dengan Kayla, siapa tahu Kayla mengerti kalo tujuan ibu baik untuk Kayla, takutnya kalo ibu langsung memaksakan dan mempercepat acara lamaran Kayla mungkin Kayla bisa melakukan hal-hal yang bisa merugikan dirinya sendiri dan juga kita sebagai keluarganya”


“Aku akan coba nanti kalo Kayla sudah membaik keadaannya dan ketika tangan dan kakinya sudah sembuh, semoga saja dia mau, kalo dia masih tidak mau mungkin dipercepat adalah satu-satunya cara agar Kayla bisa menerima”


Bela sebenarnya kasihan dengan Kayla, tapi dirinya tak bisa membantu banyak selain meminta ibu mertuanya bersabar menunggu Kayla membaik keadaannya, mungkin seiring berjalannya waktu ibunya itu akan sadar dengan kebahagiaan Kayla dan akan membebaskannya untuk memilih pasangan, hanya Rendra yang bisa mengambil keputusan. “Semoga saja semuanya baik-baik saja” Bela membatin


“Ibu lebih baik istirahat dulu, ibu jangan terlalu banyak pikiran nanti malah sakit” ucap Bela


“Iya, kalo begitu ibu ke kamar ya ibu pusing karna tadi emosi dengan Kayla” ujar Mayang


“Iya bu”


Mayang masuk ke dalam kamarnya, kini Bela sendiri yang sedang duduk di ruang keluarga menunggu Rendra pulang dari kantor.


*


Di rumah, Bram yang sedang menikmati malam dengan dinginnya angin ditemani secangkir kopi yang dibuat olehnya. Ia mendengarkan lagu yang belakangan ini sering ia dengarkan ketika sedang bersantai di rumah.

__ADS_1


Harusnya aku yang di sana


Dampingimu dan bukan dia


Harusnya aku yang kau cinta dan bukan dia


Harusnya engkau tahu bahwa


Cintaku lebih darinya


Harusnya yang kau pilih bukan dia...


Terkadang larut dalam sebuah lagu yang mengutarakan sesuai isi hatinya bisa membuat merasakan sakit, apalagi jika kisahnya sama seperti kejadian yang dialaminya. Bram tidak ingin jika persahabatannya harus selesai karna keegoisannya. Tentu banyak yang akan lebih memilih kebahagiaannya sendiri dibandingkan melihat orang yang dicintai bahagia, tapi puncak tertinggi dalam mencintai ada merelakan dan mengikhlaskan orang yang dicinta dengan kebahagiaannya.


“Melihat kamu tersenyum saja sudah membuat aku senang” ucap Bram


Bram memilih masuk ke dalam kamarnya karna sudah larut malam, besok ia harus ke kantor mengelola perusahaan papinya, meski papinya masih menangani perusahaan itu tapi ia ingin Bram bisa mengelolanya karna bisa saja sewaktu-waktu ada hal-hal yang terjadi pada dirinya, apalagi Aditiya merasa umurnya juga sudah menua, jadi Bram harus bisa memimpin perusahaannya.


Pagi harinya Bram yang sudah rapi memakai jas dan dasinya menuju meja makan yang sudah ada Aditiya dan istrinya.


“Pagi mi, pi” sapa Bram


“Pasti dong anak mami ini memang ganteng dan gagah” ucap Bram dengan bangga


“Kamu bareng papi kan berangkatnya Bram?” tanya Aditiya


“Iya pi, Bram berangkat bareng papi saja malas kalo nyetir mending diantar sopir” jawab Bram


“Mau pakai apa Bram, kacang atau cokelat?” tanya mami Bram


“Cokelat saja mi” jawab Bram


“Oh iya, apa Rendra atau ibunya ada menghubungi kamu dan membahas kelanjutan perjodohan kamu dan Kayla?” tanya Aditiya


Bram melupakan sesuatu, ya semenjak Kayla kecelakaan dan dirawat ia lupa kalo dirinya dijodohkan dengan Kayal, mesku sampai saat ini belum ada pembahasan yang serius tentang rencana ini tapi neneknya Kayla sudah pernah membahas ini dan menyuruhnya untuk mengenal Kayla lebih dalam lagi agar hubungan keduanya bisa lebih akrab tanpa canggung.


“Tidak ada pi, mungkin mereka memang sudah melupakan rencana perjodohan itu” ucap Bram

__ADS_1


“Tidak mungkin mereka melupakan, mungkin mereka ingin fokus pada kesembuhan Kayla apalagi tangan dan kakinya sedang tahap penyembuhan” ujar Aditya


“Bisa jadi pi” ucap Bram


“Memang kamu tidak ada rasa dengan Kayla, kalo kamu menyukai Kayla papi bisa kok langsung melamar Kayla” ucap Aditya


“Biarlah Kayla fokus pada kesembuhannya dulu pi, kasihan kalo harus memikirkan masalah ini juga nanti Kayla bisa drop lagi” ucap Bram


“Ya sudah kalo kamu maunya begitu” ucap Aditya mengunyah rotinya


“Menurut mami Kayla anaknya baik dan penurut, mami juga senang sama dia. Apa kamu tidak jatuh cinta sama dia Bram?” tanya mami Bram


“Tentu aku mulai menyukainya mi, tapi apa mungkin Kayla bisa menerima aku sedangkan orang yang dicintainya adalah sahabat aku sendiri, Rio. Aku tidak mungkin merusak hubungan mereka berdua, mungkin Kayla akan lebih bahagia dengan Rio, apalagi Rio sudah sukses, pasti dia bisa membuat hidup Kayla bahagia dan tidak akan kesusahan” ucap Bram dalam hati


“Bram! Bram kok malah bengong sih” ucap mami Bram membuat Bram sadar dari lamunannya


“Eh iya kenapa mi?” tanya Bram


“Kamu itu bukannya jawab malah bengong”


“Maaf mi, tadi mami bilang apa?”


“Apa kamu tidak jatuh cinta dengan Kayla, kamu dan Kayla kan bertemu setiap hari apa tidak ada rasa sedikit pun?”


“Emm Bram coba pikir lagi nanti ya mi, apa Bram jatuh cinta atau tidak sama Kayla, kalo Bram sudah tahu jawabannya nanti Bram kasih tahu ke mami”


“Iissh kamu ini, apa tidak bisa dijawab sekarang saja kenapa meski menunggu nanti”


“Karna Bram dan papi harus berangkat ke kantor, sudah hampir jam 7, kalo telat bagaimana?”


“Kalian kan bos jadi tidak masalah meskipun telat, tidak akan ada yang berani menghukum”


“Karna kami bos mi, harus memberikan contoh pada karyawan untuk tidak telat, kalo bosnya saja telat karyawannya mau jadi apa, bisa-bisa nanti malah mengikuti perbuatan kita”


“Terserah kamu saja”


“Kami berangkat dulu ya mi” pamit Aditya

__ADS_1


Aditiya dan Bram keluar dan masuk ke dalam mobilnya.


__ADS_2