
🌸 6 Tahun kemudian
Setelah lulus dari SMA Merpati, Rio mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikannya di sebuah Universitas ternama. Rio akan membagi waktu kuliahnya dengan bekerja, sama seperti yang biasa ia lakukan ketika masih SD dan SMP. Sewaktu SMA, Rio tidak berjualan karna ayahnya melarang, cukup Surya saja yang bekerja, karna Rio sudah mendapatkan beasiswa jadi Surya berpikir tak perlu lagi berjualan, ia masih mampu jika hanya untuk uang jajan dan ongkos Rio. Rio sempat memaksa, namun setelah Surya memberi pengertian akhirnya Rio mengalah dan ia fokus untuk belajar agar bisa masuk ke Universitas yang ia inginkan tanpa membayar, yaitu ia harus bisa mempertahankan nilainya agar bisa mendapat beasiswa itu.
Dari SMP, SMA, sampai saat ini Rio diberi kemudahan yaitu dengan ia mendapat beasiswa sedikit mengurangi beban. Karna sudah kuliah, Rio akan mencari pekerjaan di Cafe-Cafe, ia bisa bekerja paruh waktu agar kuliahnya tidak terganggu. Mungkin dengan bekerja seperti ini penghasilannya lebih terjamin daripada berjualan tisu dan kacang yang pendapatannya tidak menentu. Ia berniat melamar kerja di Cafe depan kampus, sepulang kuliah ia bisa langsung bekerja di sana.
“Permisi kak” sapa Rio pada kasir yang berjaga di Cafe
“Iya, mau pesan apa?” tanyanya dengan sopan
“Saya tidak mau pesan kak, saya mau tanya. Apa di sini ada lowongan, saya mau melamar di sini” ucap Rio
“Saya menghubungi manajer dulu ya kak”
“Iya”
Sambil menunggu Rio melihat-lihat Cafe, dan mengamati isi yang ada di sana.
“Nama kakak siapa ya?”
“Saya Rio, bagaimana apakah saya bisa bekerja di sini?” tanya Rio
“Ada satu lowongan jadi kak Rio bisa bekerja di sini”
“Benarkah? Terima kasih, panggil Rio saja sepertinya kita seumuran, nama kamu siapa?”
“Iya Rio, aku Desi. Panggil aku Desi saja karna kita kan sering bertemu dan kamu benar kita seumuran jadi tidak perlu memanggil aku dengan embel-embel lain” ucapnya ramah
“Baiklah Desi, kalau boleh tahu kapan mulai bekerjanya?” tanya Rio
“Kamu bisa langsung bekerja besok”
“Apa di sini ada part time, aku kuliah jadi aku ingin bekerja setelah pulang kuliah” jelas Rio
“Iya, kamu boleh bekerja setelah pulang kuliah, biar nanti saya bicarakan pada manajer, besok kamu boleh bertemu dengannya” ucap Desi
__ADS_1
“Baiklah terima kasih banyak Desi, kalau begitu aku pulang dulu”
“Iya, sama-sama Rio”
Rio meninggalkan Cafe, ia senang bisa diterima di sana. Ia akan mengumpulkan uang untuk membeli motor agar bisa membantunya jika mau bepergian. Dengan hasil bekerja ia akan sisihkan untuk menabung, meski membutuhkan waktu yang cukup lama berbulan-bulan, tak masalah asal ia bisa membeli motor meski bukan motor baru, ia akan mencari motor bekas yang masih bagus.
“Sudah pulang nak”
“Loh ayah sudah pulang? Rio kaget belum mengucapkan salam” ujar Rio
“Iya ayah pulang karna tidak enak badan, kamu dari mana?” tanya Surya
“Ayah istirahat saja biar Rio yang masak buat makan malam nanti, tadi Rio cari kerja dan alhamdulillah Rio diterima” jawab Rio
“Kamu kerja di mana? Lalu kuliah kamu?” tanya Surya
“Rio kerja di Cafe depan kampus yah, ayah tenang saja bukankah anak ayah ini sudah berpengalaman jadi bisa membagi waktu, Rio juga tidak akan lupa untuk belajar” jawab Rio
“Ya sudah jika itu keputusanmu ayah tidak bisa melarang”Â
“Iya ayah kalo sakit tidak usah kerja, biar Rio saja yang kerja. Rio tidak tega melihat ayah kalo sakit, insya Allah gaji Rio cukup kok kalo untuk makan”
“Tapi yah”
“Sudah, kamu mandi dulu sana”
“Ya sudah Rio mandi dulu, ayah istirahat saja”
Rio masuk ke kamarnya meletakkan tas dan mengambil handuknya.
Rumah yang ditempati Rio dan Surya masih sama tak ada yang berubah, kenangan di dalamnya pun masih ada di ingatan Surya dan Rio. Sudah hampir tujuh tahun Ningsih meninggal tapi Rio dan Surya belum bisa melupakannya. Meski sudah tiada, Rio dan Surya rajin mengunjungi makan Ningsih, agar mereka bisa mengurangi kerinduannya.
Selesai mandi, Rio langsung ke dapur untuk menyiapkan makan malamnya. Surya tidak membantu karna Rio melarangnya agar ia bisa beristirahat.
“Ayah, makanannya sudah siap ayo makan dulu” panggil Rio
__ADS_1
“Iya nak” jawab Surya
Rio dan Surya menikmati makanan yang dimakannya, memang sederhana tapi bagi mereka itu sudah cukup untuk mengenyangkan dan mengisi tenaga mereka.
Tak terasa, hari sudah semakin larut, Surya memilih untuk beristirahat agar besok kembali sehat dan bisa bekerja lagi, sedangkan Rio masih membaca buku-bukunya. Besok ia ada presentasi, jadi ia harus mempersiapkan materi dan memahaminya agar ia bisa menjelaskan dengan baik dan membuat teman-temannya paham tentang materi yang dijelaskan. Karna sudah selesai dan Rio juga mengantuk jadi ia memutuskan untuk tidur, agar besok ketika bekerja ia bersemangat, apalagi besok akan bertemu dengan manajernya, Rio harus menunjukkan yang terbaik agar bisa bekerja tetap di sana, karna jaraknya tidak terlalu jauh dari kampus jadi ia bisa menghemat ongkos.
Kukkuruyyuuuk
Kokok ayam berbunyi, Rio sudah terjaga dari bangunnya. Ia melakukan pekerjaan rumah mulai dari berberes, menyapu, dan juga menyiapkan makanan. Surya juga membantu menyiapkan makanan, Rio sudah melarang ayahnya untuk bekerja hari ini karna takut nantinya akan sakit, tapi Surya kekeh dan tetap ingin bekerja. Rio pun pasrah dengan kemauan ayahnya, ia meminta pada ayahnya kalau merasa tidak enak badan untuk segera pulang.
“Ayah tidak apa-apa, ayah juga sudah enakan jadi kamu tidak perlu khawatir” ujar Surya
 “Tapi kalau nanti ayah tidak enak badan atau merasa pusing langsung pulang ya. Rio takut nanti ayah kenapa-napa di jalan, apalagi ayah harus mengayuh sepeda”
“Iya ayah akan langsung pulang, kamu tidak perlu cemas begitu”
“Ya sudah Rio berangkat, ayah juga mau berangkat kan?”
“Iya ayah mau berangkat, kamu tumben mau berangkat pagi, biasanya jam setengah 8 kamu baru berangkat”
“Iya Rio mau ke perpustakaan dulu”
“Ya sudah kamu hati-hati, ayah berangkat dulu ya”
“Iya yah, ayah juga hati-hati”
Surya sudah berangkat mengayuh sepedanya, Rio juga akan berangkat dan mengunci pintu rumah. Surya dan Rio tidak pergi bersama karna arah kampus dan pasar berlawanan. Rio menaiki angkot untuk membawanya ke kampus, perjalanan dari rumah ke kampusnya setengah jam jika menaiki angkot. Surya menyuruh Rio untuk naik angkot, agar ia tidak capek karna Surya tidak tega kalau melihat Rio berjalan kaki terus. Sewaktu SD dan SMP saja yang berjalan kaki karna jarak dari rumah ke sekolahnya tidak terlalu jauh, sedangkan waktu SMA harus naik angkot karna cukup jauh, tak mungkin ia berjalan kaki karna akan membuatnya telat dan capek, bisa mempengaruhi ketika belajarnya.
Dari dulu Surya juga melarang Rio untuk berjualan, tapi Rio tetap ingin berjualan dan mencari alasan agar Surya dan juga Ningsih mengizinkannya untuk berjualan.
“Hai Rio” sapa Anggi teman sekelas Rio
“Eh Anggi hai” jawab Rio
“Tumben sudah di kampus?” tanya Anggi
__ADS_1
“Iya, mau ke perpustakaan” jawab Rio
“Kalau begitu aku ikut ya?” Anggi langsung berjalan mendekati Rio