Mimpi Untuk Nyata

Mimpi Untuk Nyata
72


__ADS_3

Hari ini adalah hari bahagia Rio, Bram dan teman-teman lainnya yang mengikuti wisuda, perjuangannya dalam pendidikan sudah selesai.


“Selamat bro, akhirnya diwisuda juga” ucap Bram pada Rio


“Selamat juga, meski sering tidak masuk kelas masih wisuda juga kamu” ucap Rio tertawa


“Bram gitu loh” Bram memegang kerah bajunya menyombongkan dirinya


“Kamu lihat Kayla?” Tanya Rio


“Dari tadi sih tidak lihat, mungkin dia tidak datang” ucap Bram menoleh ke kanan dan kiri mencari keberadaan Kayla


Ketika Rio dan Bram tengah berfoto, ada seseorang yang datang dan menghampiri mereka.


“Selamat ya” ucap Kayla yang baru tiba ditemani pembantunya karna Kayla harus memakai kursi roda sebelum dirinya benar-benar sehat dan tangannya yang reta belum bisa melakukan sesuatu.


“Akhirnya datang juga, kirain tidak datang” ucap Bram


“Pasti datang dong, kan hari bahagia kalian” ucap Kayla tersenyum


“Ayo kita foto-foto dulu” ajak Rio


Rio, Bram dan Kayla berpose ria untuk mengabadikan momen. Merasa puas berpose mereka menepi dari keramaian dan duduk.


“Aku tidak menyangka loh, ternyata sudah wisuda saja” ucap Bram “Bakal jarang ketemu karna sibuk” imbuh Bram


“Kamunya saja yang sibuk, aku sih masih bisa ketemu kalo kalian ke Cafe” ujar Rio


“Ya iyalah bisa wong tempatnya di tempat kerjamu kutu kupret, jadi ya gampang” ucap Bram tak terima


“Hehehe ya kan memang di sana tempat yang cocok bisa santai, bisa makan dan minum” ucap Rio “Tidak mungkin di kantor papi kamu dong” imbuh Rio


“Boleh juga, nanti aku izin ke papi” ucap Bram semringah


“Papi kamu tidak mungkin kasih izin” Rio menoyor Bram yang tidak habis pikir dengan idenya yang konyol


“Siapa bilang? Kitakan belum mencobanya” ucap Bram tak mau kalah


“Terserah deh, panjang kalo sudah begini” ucap Rio mengalah


“Apa sih bahas begitu, kita cari tempat yang enak saja biar adil” Kayla menimbrung


“Nah ini baru solusi” ucap Bram bertepuk tangan


“Apa sih lebay banget Bram” Rio memutar bola matanya melihat Bram yang terlalu berlebihan

__ADS_1


“Sudah-sudah, kita harus rayakan wisuda kalian jangan malah ribut saja” Kayla melerai


“Berarti Bram yang traktir” ucap Rio dengan santai


“Loh kok aku”


“Iya dong, kamu kan yang diwisuda” jawab Rio enteng


“Kamu kan juga wisuda, jadi kamu juga yang traktir” Bram tak mau kalah


“Tidak bisa” ucap Rio


“Kenapa tidak bisa?” tanya Bram


“Sudah, karna kalian yang diwisuda aku yang traktir tapi nanti kalo aku wisuda kalian yang traktir” ucap Kayla


“Nah itu baru oke” Bram dan Rio melakukan tos


Kayla yang melihat mereka seperti bocah hanya menggeleng-gelengkan kepala


“Bagaimana bisa aku membuat pertemanan kalian hancur” Kayla membatin


“Ayo kita berangkat” ajak Bram


“Kayaknya bakal jadi obat nyamuk” sindir Bram


“Biar tidak ada nyamuk jadi kamu jadi obat nyamuk saja” ucap Kayla terkekeh


“Awas ya aku punya pacar” Bram menyipitkan matanya


“Memang ada yang mau sama kamu” ucap Rio meremehkan


“Ya banyaklah malah antri, kayak mau ambil sembako” ucap Bram tertawa


“Kapan berangkatnya kalo kalian bicara terus” ucap Kayla


Rio dan Bram hanya menunjukkan deretan gigi putihnya.


Akhirnya setelah perdebatan yang panjang antara Rio dan Bram, mereka pergi ke Restoran untuk makan bersama.


Selesai makan di Restoran, Kayla langsung pulang karna ia hanya pamit untuk datang ke acara wisuda Rio dan Bram.


“Aku pulang ya” ujar Kayla


“Mau aku antar?” ucap Rio

__ADS_1


“Tidak usah aku kan bareng sopir yang ke sini jadi kamu langsung pulang juga” jawab Kayla


“Ya sudah hati-hati ya” ucap Rio


Kayla mengangguk dan langsung masuk ke dalam mobilnya. Selama perjalanan Kayla hanya memainkan ponselnya.


Setibanya di rumah Kayla turun dibantu pembantu dan sopirnya dan didorong masuk, Mayang sudah menunggu di ruang keluarga bersama Bela.


“Sudah pulang sayang?” tanya Bela


“Iya mah” jawab Kayla


“Kayla sini dulu, bi bawa Kayla ke sini setelah itu kamu boleh balik ke belakang” titah Mayang


“Ada apa nek?” tanya Kayla


“Bagaimana wisudanya? Kamu kasih apa sama Bram?” tanya Mayang


“Aku kasih Bram hadiah nek sama kayak Rio juga aku kasih hadiah” jawab Bela


“Nenek lagi bahas Bram bukan anak itu” ucap Mayang sinis


“Iya nek, kan Kayla juga sudah jawab” Kayla mulai malas meladeni neneknya


“Bagaimana perkembangan hubungan kamu sama Bram? Sudah dua bulan lebih ini, apalagi Bram sering ke rumah sakit jenguk kamu begitu perhatian ya Bram pasti kalo nanti kamu nikah sama Bram kamu akan menjadi ratu” ucap Mayang membayangkan Kayla yang akan menikah dengan Bram


“Kok nenek malah bahas ini lagi sih, padahal selama aku sakit tidak pernah ada pembahasan ini, dan aku juga masih sama dengan Bram tidak ada perubahan hanya sebatas teman” jawab Kayla penuh penekanan


“Waktu itu kamu masih sakit jadi kami belum mau membahas ini, kami fokus pada kesembuhan kamu” ucap Mayang


“Nenek harus bertemu dengan Rio dulu, sekarang Rio sudah punya usaha sendiri, Rio sudah punya Cafe yang memiliki cabang jadi dia bukan orang miskin lagi nek”


“Meski pun dia punya Cafe apa yakin Cafenya akan bertahan lama dan dia tidak akan miskin lagi? Tidak Kayla, kalo Cuma usaha Cafe bisa nantinya sepi terus tutup dan kamu yang kena dampaknya” “Lalu apa Bram juga tidak bisa begitu, kalo nanti Bram bangkrut dan tidak punya pekerjaan apa Kayla bisa hidup bahagia, bisa jadi Kayla juga akan sengsara kan nek, jadi nenek jangan memandang orang dari materinya saja nek, lihat tanggung jawabnya kalo orang itu bisa bertanggung jawab meskipun kehidupannya susah pasti dia akan berusaha agar tidak berlarut-larut susah dan mencari solusinya, lalu kalo orang yang hidupnya mampu punya harta banyak setelah dia bangkrut apa bisa menerima dan mau berusaha lagi, belum tentu nek karna semua bergantung pada dirinya” ucap Kayla yang sudah tidak tahan dengan sikap neneknya yang selalu memandang orang dengan hartanya


“Kamu kenapa malah menasihati nenek begini, nenek lebih tahu mana yang baik buat kamu, nenek begini karna nenek peduli dengan kamu, nenek peduli dengan masa depan kamu agar nantinya kamu tidak hidup susah, papah kamu membesarkan kamu susah payah agar tidak kekurangan apa pun lalu kamu setelah besar mau hidup susah pasti kami tidak rela, coba kamu pikir bagaimana sedihnya papah kamu kalo nanti melihat kamu hidup kesusahan, dan laki-laki yang kamu pilih malah tidak mau bertanggung jawab” ucap Mayang meninggi


“Kayla lebih kenal Rio seperti apa nek, jadi Kayla tahu sikap Rio bagaimana nenek bilang seperti itu karna nenek tidak kenal dengan Rio makanya nenek menyimpulkan sendiri, sebelum nenek kenal dengan Rio jangan anggap Rio seperti itu” ucap Kayla ketus


“Kayla tidak boleh bicara seperti itu pada nenek” ucap Bela


“Kayla mau ke kamar” ucap Kayla memutar rodanya menuju kamarnya


Karna kondisi Kayla yang harus memakai kursi roda jadi Rendra memindahkan kamar Kayla di bawah untuk sementara waktu sampai Kayla nanti sembuh dan bisa berjalan lagi.


“Apa nenek tidak pernah memikirkan perasaan aku, apa nenek tahu kalo aku tidak bisa menerima Bram” ucap Kayla

__ADS_1


__ADS_2