
Surya yang baru saja menemui dokter kembali untuk menyampaikan apa yang disampaikan oleh dokter.
“Bagaimana yah?” tanya Rio
“Kamu boleh pulang karna tidak ada luka yang serius” jawab Surya
“Kalo begitu biar aku telepon sopir dulu biar dijemput” ucap Kayla
“Tidak perlu nanti malah merepotkan” ujar Surya
“Tidak merepotkan om, Rio lagi sakit tidak mungkin kalo dia yang nyetir daripada naik taksi lebih baik minta jemput saja” jelas Kayla
“Ya sudah kalo enaknya begitu”
Kayla menelepon sopir untuk meminta jemput, sedangkan Surya membantu Rio untuk berjalan.
*
Sesampainya di rumah, Rio langsung beristirahat dan Kayla pamit pulang.
“Aku pamit pulang ya, kamu jangan terlalu suka main di kamar mandi nanti malah jatuh lagi” ledek Kayla
“Iya, ngapain juga aku betah di kamar mandi kamu ada-ada saja” ucap Rio
“Ya sudah istirahat, aku pulang ya”
“Iya kamu hati-hati ya”
“Bukan aku yang nyetir, jadi bilang hati-hatinya ke sopir ya” Kayla terkekeh
“Sampaikan sama pak sopirnya hati-hati yang nyetir karna dia bawa calon istri aku” Rio menggoda Kayla “Kamu demam?” tanya Rio
“Tidak, memang kenapa?” tanya Kayla
“Itu pipinya merah begitu”
“Ih kamu, sudah aku mau pulang” Kayla mencubit lengan Rio dan langsung keluar dari kamarnya
“Loh mau pulang?” tanya Surya
“Iya om, pasti papah sudah menunggu” jawab Kayla
__ADS_1
“Ya sudah kamu hati-hati ya”
“Iya om, Assalamualaikum” Kayla mencium punggung tangan Surya
“Waalaikumsalam” jawab Surya
Kayla langsung pulang ke rumahnya.
“Sudah pulang sayang, bagaimana keadaan Rio?” tanya Rendra
“Iya pah, Rio baik-baik saja tadi hanya terpeleset di kamar mandi karna tidak hati-hati jadinya jatuh dan terbentur, tapi aku senang deh pah” ucap Kayla
“Orang kena musibah kok malah senang dasar kamu ya” omel Rendra
“Bukan itu pah, Rio sekarang sudah ingat semuanya mungkin karna terbentur kepalanya tadi membuatnya jadi ingat semua” terang Kayla
“Oh ya, sekarang Rio sudah ingat semuanya jadi dia ingat siapa kamu dong” Bela baru datang dari belakang langsung ikut menimbrung pembicaraan Rendra dan Kayla
“Iya mah, dia ingat sama aku siapa” ucap Kayla malu-malu
“Syukurlah, kamu tidak perlu galau-galau lagi karna Rio tidak ingat sama hubungan kalian, sekarang kalian bisa bersama lagi tanpa halangan dan rintangan yang harus kalian lalui” ledek Bela
“Ya setidaknya sekarang aku jadi nafsu makan tanpa harus memikirkan hal-hal yang tidak akan terjadi, nanti aku akan minta bi Sri untuk masak yang banyak dan akan aku habiskan semuanya” ucap Kayla sumringah
“Ih mamah, malah bilang kayak gitu, lihat pah masak mamah bilang kayak begitu, nanti aku galau lagi malah tambah kurus lagi” Kayla memajukan bibirnya
“Kalian ini ada-ada saja yang dibahas, syukurlah kalo Rio sudah ingat kamu tidak perlu jadi mentor lagi” ucap Rendra dengan santai
“Kok mentor sih pah, aku kan cuma menemani Rio kenapa malah jadi mentornya” omel Kayla
“Kan memang kamu jadi mentor, kan setiap kamu jalan ke tempat yang pernah kamu dan Rio datangi kamu harus menerangkan semuanya secara detail agar jelas hingga Rio bisa ingat ya kan?” ucap Rendra
“Mamah sama papah sama saja, suka meledek anaknya sendiri bukannya malah mendukung” Kayla cemberut
“Ayah telepon Rio dulu ya” Rendra hendak mengambil telepon
“Untuk apa pah?” tanya Kayla penasaran
“Biar kamu ada yang membela di sini, dan mau ngadu kalo kamu sukanya ngambek mungkin Rio masih mikir-mikir sama kamu” jawab Rendra
“Papah ngeselin” Kayla membalikkan badannya
__ADS_1
“Oh iya nenek sama Berlian ke mana kok tidak kelihatan?” tanya Kayla
“Nenek lagi menemani Berlian di kamarnya mengerjakan PR” jawab Bela
“Aku ke kamar dulu ya pah mah, mau mandi”
Kayla masuk ke dalam kamarnya.
*
Hari berganti, minggu terlewati Kayla dan Rio semakin dekat dan hubungan keluarga mereka juga baik semenjak Mayang memberi restu pada Kayla dan Rio mereka jadi tak perlu diam-diam lagi kalau bertemu.
Cafe milik Rio juga semakin maju, usahanya selama ini tidak sia-sia. Kerja kerasnya membuahkan hasil, sekarang Rio menikmati semuanya ia bisa membeli rumah dan mobil. Impiannya tercapai, ia tak perlu susah payah lagi untuk bisa makan.
“Kalian sudah dewasa, dan hubungan kalian juga sudah lama apa tidak ingin melangkah ke jenjang yang lebih serius lagi, kalo seperti ini nanti malah khilaf dan bisa jadi dosa” ucap Surya
“Sebenarnya bulan ini aku ingin mengikat Kayla, apa kamu setuju?” Rio meminta pendapat Kayla
“Tentu saja aku sangat setuju” jawab Kayla malu-malu
“Nanti aku akan ke rumah kamu, aku akan menyampaikan niat baikku semoga saja berjalan lancar ya” ucap Rio penuh harap
“Iya, kamu kabari Bram siapa tahu dia bisa pulang dan datang waktu acara kita” ucap Kayla
“Ya, aku akan kabari Bram nanti dia harus ada di hari bahagia kita” ucap Rio tersenyum
“Lihatlah putra kuta sudah dewasa, dia mendapatkan wanita yang baik sama seperti mu Ningsih andai kamu ada di sini kamu pasti bahagia melihat Rio bersama wanita yang tepat” ucap Surya dalam hati
“Ayah nangis? Ayah kenapa nangis” tanya Rio yang melihat Surya meneteskan air matanya
“Ayah tidak apa-apa kok, ayah hanya bahagia sekali akhirnya kamu menemukan wanita yang tulus dengan kamu pasti ibumu bahagia lihat kamu, mimpi kamu juga tercapai ayah bangga sama kamu nak” ucap Surya tak sanggup lagi membendung air matanya
“Ayah jangan nangis, Rio sedih lihatnya ibu juga pasti sedih lihat ayah seperti ini. Kita bisa melewati masa-masa sulit itu, sekarang Tuhan memberikan kebahagiaan setelah ujian yang berhasil kita lewati meski tanpa ibu” Rio memeluk sang ayah
“Iya kamu benar, cukup dulu saja kita harus susah payah semoga kita selalu bahagia ke depannya”
Setelah puas menumpahkan rasa haru karna bahagianya, Kayla berpamitan untuk pulang dan menyiapkan semua keperluan yang harus dipersiapkan pada hari H nanti.
Setiap ujian yang diberikan oleh Tuhan selalu ada kebahagiaan setelahnya, seperti pelangi yang akan muncul setelah hujan dan badai berlalu. Meski harus bersusah-susah dahulu yakinlah setiap usahamu pasti ada hasil yang menantimu meski harus merasakan sakit sekujur tubuh.
*
__ADS_1
Semua persiapan sudah siap, gedung, undangan bahkan kerabat-kerabat sudah sebagian yang datang. Acaranya masih besok, mereka datang terlebih dahulu karna jaraknya cukup jauh yang tidak memungkinkan untuk berangkat besok.