Mimpi Untuk Nyata

Mimpi Untuk Nyata
33


__ADS_3

Rendra mencerna ucapan Bela, memang benar apa yang dikatakan Bela ia tidak perlu melupakan istrinya, ia hanya perlu menempatkan istrinya di hatinya.


“Maaf kalo aku salah bicara” Bela menyadari kalo ia sudah lancang dan ikut campur dengan urusan pribadi Rendra


“Tidak masalah” ucap Rendra


Setelah sampai di depan rumah Bela, Rendra langsung pulang karena sudah malam dan tak baik jika mereka hanya berdua.


“Terima kasih sudah mengantarkan aku” ucap Bela


“Aku pulang dulu” ucap Renda


Rendra melajukan mobilnya dan meninggalkan rumah Bela.


 


Keesokan harinya, Rio dan Surya yang telah selesai sarapan berangkat. Rio yang sudah sampai di taman, mulai berkeliling menjajakan jualannya.


“Tisu, kacang. Tisunya bu” tawa Rio pada orang-orang yang berlalu


“Tidak dek” ucapnya


Rio kembali berjalan, sesekali ia berhenti untuk istirahat sejenak karena sudah cukup jauh berjalan dari rumah ke taman, dan Rio juga harus berkeliling taman untuk berjualan.


“Kayla ke mana ya, beberapa hari ini tidak kelihatan, aku juga tidak jualan beberapa hari apa dia marah karena aku tidak datang ya. Padahal aku mau cerita sama dia, biar ada yang dengar cerita aku dan aku tidak kesepian lagi” ucap Rio yang mulai merasa sedih


Rio teringat pada ibunya, meski ia melewati sebagian waktunya di taman, setidaknya sore harinya bisa ia nikmati bersama keluarga. Mereka makan malam bersama dengan cerita-cerita yang menjadi teman di saat makan.


Walau Ningsih tidak sesehat dulu, Rio tak pernah mengeluh karena harus berjualan ia tetap senang melihat ibunya baik-baik saja, semuanya kini menjadi kenangan yang harus tersimpan dalam benak Rio dan juga Surya.


Rio kembali menjajakan jualannya, hari ini adalah hari terakhir liburan besok Rio akan mulai masuk sekolah lagi, Rio sudah duduk di Bangku kelas 6 dan sebentar lagi ia akan lulus. Rio belajar dengan giat agar nanti ketika ujian kelulusan ia lulus dan bisa mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan sekolahnya, itu bisa meringankan beban ayahnya. Ayahnya tak perlu membayar biaya sekolah jika Rio mendapat beasiswa itu, makanya ia selalu menyempatkan belajar sebelum tidur.


Hari kini sudah siang, Rio masih berkeliling di area taman, banyak pengunjung di taman itu mulai dari anak kecil, remaja mau pun orang dewasa. Apalagi kalau hari libur, taman akan ramai oleh pengunjung, entah mereka untuk main atau sekedar berjalan-jalan saja. Karena hari ini libur sekolah jadi banyak anak-anak yang bermain di sini, orang tua pun banyak yang menemani anak-anaknya.


Rio melihat seorang anak kecil yang sedang terjatuh lalu anak itu menangis, ibunya memanggil Rio untuk membeli tisu.


“Dek” panggil ibu anak yang sedang menangis


“Iya bu” jawab Rio

__ADS_1


“Saya beli tisunya satu ya” ucapnya


Rio mengambilkan satu tisu di keranjangnya


“Ini bu, 3 ribu” Rio memberikan tisunya


“Ini uangnya, terima kasih ya” ucapnya


“Iya bu, sama-sama”


Rio meninggalkan ibu itu dan mengusap air mata anaknya dengan tisu yang dibeli pada Rio tadi. Anak itu berhenti menangis dan mau bermain lagi. Rio yang melihat itu teringat dengan ibunya, seandainya ibunya masih ada Rio akan merasakan pelukan ibunya, merasakan kasih sayangnya lagi, tapi semua sudah terjadi dan sudah takdir sang pencipta. Sebagai manusia dan ciptaannya kita hanya bisa menerima segala yang telah ditakdirkan oleh-Nya.


Rio kembali menjual barang dagangannya, ia menghampiri tempat yang ramai agar banyak yang membeli. Siapa tahu ada yang membutuhkan tisu, pikir Rio.


“Dek” panggil seorang yang sedang duduk di tengah taman


“Iya kak, mau beli apa?” tanya Rio


“Sini duduk dulu” ucapnya menepuk kursi yang kosong di sebelahnya “Nama kamu siapa?” tanyanya


“Nama aku Rio kak” jawab Rio


“Sekolah, karena hari ini libur sekolah” jawab Rio


“Kamu mau es krim” menunjuk seorang yang berjualan es krim


Rio diam, tak menjawab pertanyaannya


“Tunggu di sini ya, kakak beli es krim dulu” ucapnya berlalu menghampiri penjual es krim


“Ini” memberikan es krim pada Rio


“Terima kasih kak, nama kakak siapa?” tanya Rio sambil memakan es krim yang diberikan


“Nama aku Mita” jawabnya


“Kak Mita, sama siapa ke taman?” tanya Rio


“Sendiri, kamu jualan ini? Memang orang tua kamu ke mana?” tanya Mita

__ADS_1


“Ayah kerja jadi tukang becak, kalo aku memang bantu ayah kerja biar lumayan pendapatannya meski hanya cukup untuk makan dan keperluan saja tapi alhamdulillah” ucap Rio


“Lalu ibu kamu?” tanya Mita


“Ibu baru saja meninggal, sebelum meninggal ibu sempat jual gorengan tapi berhenti karena sakit jadi aku yang ganti ibu buat jualan, jualan tisu dan kacang” jawab Rio


“Meninggal? Kenapa?” tanya Mita penasaran


“Ibu ditabrak mobil waktu jualan gorengan dan mobil itu malah kabur dan tidak bertanggung jawab”


“Memang ibu kamu tertabrak di mana?”


“Di depan gang rumah, ibu mau menyeberang tapi ada mobil yang ngebut, kata orang-orang yang lihat begitu ceritanya”


“Memang kamu tidak di lokasi? Lalu mobil yang menabrak ibu kamu ketemu?”


“Kak Mita kayak wartawan ya, dari tadi tanya terus” ucap Rio


“Hehehe kakak cuma penasaran saja kok, ayo lanjut ceritanya Rio”


“Aku pagi jualan di sini, terus setelah pulang banyak orang di rumah, kalau yang menabrak ibu belum ketemu, sudah dicari tapi belum ketemu jadi ayah sudah ikhlas kalau pun nanti ketemu pelakunya paling ayah cuma tanya kenapa ia kabur dan tidak tanggung jawab”


“Kalau Rio? Apa akan memaafkan?”


“Sebenarnya Rio belum memaafkan tapi lihat nanti saja Rio juga belum ketemu dengan pelakunya” ucap Rio


“Apa jangan-jangan” ucap Mita dalam hati


“Ini buat Rio” Mita memberikan uang 100 ribu kepada Rio


“Ini apa kak? Kok banyak banget? Kan kakak tidak beli apa-apa” ucap Rio


“Anggap saja rezeki buat Rio, kalau begitu kakak mau pulang dulu ya” ucap Mita


“Iya kak, terima kasih ya pasti ayah senang kalo nanti Rio kasih uangnya lumayan buat bayar sekolah kan sebentar lagi ujian kelulusan” ucap Rio


“Iya sama-sama kakak pulang dulu ya”


Mita pergi dari taman dan pulang menuju rumahnya. Rio kembali berjualan sampai ia lupa kalau hari sudah sore. Rio memutuskan untuk pulang ke rumahnya, ayahnya mungkin sudah pulang dan menunggunya, Rio tak mau membuat ayahnya khawatir karena ia tak kunjung pulang.

__ADS_1


Sesampainya di rumah Rio belum melihat becak ayahnya, sepertinya ayahnya belum pulang mungkin ada penumpang jadi ayahnya belum pulang. Rio pergi mandi dan ia melihat makanan yang ada di dapur, ternyata hanya sisa nasi saja. Rio menggoreng ikan dan menyiapkan makanan agar ketika ayahnya pulang, ia tak perlu menasak lagi dan langsung makan nantinya.


__ADS_2