
“Sudah selesai mas?” tanya Bela yang sedang duduk di ruang tamu
“Iya sudah sayang” jawab Rendra
“Aku mau istirahat di kamar” ucap Mayang berlalu masuk ke dalam kamarnya
“Memang ngapain mas ke rumah pak Aditiya?” tanya Bela
“Kayla sudah datang?” tanya Rendra
“Belum, kok malah tanya Kayla sih belum dijawab pertanyaanku” ucap Bela
“Jadi ibu ajak aku ke rumah Aditiya itu mau bicara soal perjodohan” ucap Rendra
“Perjodohan? Perjodohan siapa mas?” tanya Bela
“Ya siapa lagi sayang kalo bukan Kayla masak iya Berlian yang mau dijodohkan baru juga masuk TK” ucap Rendra bercanda
“Oh iya ya kan yang sudah besar cuma Kayla, tapi mas apa Kayla akan menerima dan kamu setuju saja Kayla dijodohkan?” ujar Bela
“Siapa bilang aku setuju, tentu aku menolak tapi aku tidak mungkin bilang ketika berada di rumah Aditiya, aku menasihati ibu ketika di mobil sewaktu pulang dari rumah Aditiya, tapi tetap saja ibu kekeh dengan pendiriannya. Ibu takut nanti Kayla mendapatkan laki-laki yang hanya memanfaatkannya, makanya ibu mau menjodohkan Kayla dengan Bram” jelas Rendra
“Apa Kayla akan menerima ini mas?” tanya Bela
“Entahlah sayang, semoga saja ibu berubah pikiran. Aku saja baru tahu niat ibu waktu di rumah Aditiya, ibu tidak bicara kalau mau bahas masalah perjodohan, beruntung Bram datang tepat waktu” ucap Rendra
“Bram juga ada di sana ketika kalian bicara itu mas?” tanya Bela
“Iya, Bram baru pulang dari kampus” jawab Rendra
“Terus dia menyetujui perjodohan ini?” tanya Bela lagi
“Bram memasrahkan semuanya pada Kayla, jika Kayla mau menerima dia juga akan menerimanya, tapi Bram bilang kalau pun dia dan Kayla sekelas dia tidak ada hubungan lebih dari seorang teman” ucap Rendra
“Apa Kayla akan menerimanya mas?” tanya Bela
“Kita bicarakan ini nanti setelah Kayla pulang, jika dia tidak mau aku akan membantu untuk membuat ibu membatalkan perjodohan ini, biarkan Kayla memilih siapa pasangannya tapi tetap persetujuan kita. Jika orang itu baik aku akan merestuinya tapi aku akan selidiki dulu pasangan Kayla seperti apa sebelum menerimanya” jelas Rendra
“Aku setuju sama kamu mas, biarkan Kayla bahagia dengan pilihannya, kasihan jika dia harus bersama orang yang tidak pernah ia cintai pasti hidupnya terpaksa” ujar Bela
“Kau benar, seperti aku yang bahagia bersama kamu” ucap Rendra memeluk Bela
“Issh apaan sih mas, sadar umur kalo mau gombal” ucap Bela
“Siapa yang gombal, aku tidak gombal sayang aku serius malahan seribu rius” ucap Rendra
__ADS_1
“Iya iya, sekarang kamu mandi sambil menunggu Kayla, biar aku hangatkan airnya” ucap Bela
“Iya, badan aku terasa tidak nyaman” ucap Rendra
“Bukan tidak nyaman tapi bau” Bela berlari ke kamarnya sambil tertawa
“Kamu bilang apa bau, sini kamu biar aku peluk kita sama-sama bau” Rendra mengejar Bela ke kamarnya
*
“Rio aku pulang dulu ya, sudah sore takut papah khawatir” ucap Kayla pada Rio yang sedang berjaga di kasir
“Iya hati-hati ya Kayla, besok mampir ke sini lagi” ucap Rio
“Pasti dong” ujar Kayla
Kayla pulang membawa mobil ke rumahnya. Di perjalanan ia mendengarkan lagu cinta yang memang sedang ia rasakan sekarang.
Bahagia aku bila bersamamu
Tenang hatiku dalam pelukanmu
Tetap denganku hingga kau menua
Lirik lagu yang didengarkan Kayla Membuatnya tersenyum sampai ia tiba di rumahnya. Kayla masuk ke dalam rumahnya, di sana ia disambut Rendra, Bela dan Mayang yang memang sedang menunggunya.
“Baru pulang Kayla” ucap Mayang membuat Kayla berhenti melangkah “Dari mana? Sore begini baru pulang” tanya Mayang
“Tadi Kayla mampir di Cafe teman Kayla nek, jadi kesorean pulangnya” jawab Kayla
“Kayla sini duduk dulu sayang” ucap Rendra
“Ada apa pah?” tanya Kayla
“Begini Kayla nenek ma” belum sempat melanjutkan Rendra sudah memotong ucqpan Mayang
“Biar Rendra yang jelaskan bu” ucap Rendra
“Ada apa sih pah, kayak serius banget” ujar Kayla yang penasaran
“Begini Kayla, kami ingin kamu mengenal Bram lebih jauh lagi, karna menurut kami Bram anaknya baik, apalagi kita juga sudah kenal dekat dengan keluarganya” ucap Rendra
“Maksud papah Kayla mau dijodohkan dengan Bram?” ujar Kayla
“Iya Kayla, kamu harus mendapatkan pasangan yang mapan, agar hidup kamu terjamin keluarganya juga baik jadi masa depan kamu pasti baik” ucap Mayang
__ADS_1
“Tapi nek, aku sama Bram cuma teman tidak ada perasaan yang tumbuh diantara kami, kenapa harus Bram dan Kayla yang dijodohkan” ucap Kayla frustasi
“Kamu sudah dewasa Kayla, kamu harus tahu mana yang pantas untuk masa depan kamu dan mana yang hanya main-main” ucap Mayang
“Karna Kayla sudah dewasa nek Kayla berhak atas hidup Kayla, Kayla tahu mana yang baik dan tidak” ucap Kayla kesal
“Kayla bicara yang baik, jangan bicara kasar seperti itu” ucap Rendra
“Kayla tidak mau dijodohkan pah, Kayla punya pilihan sendiri kenapa nenek tidak bertanya dulubpada Kayla, kenapa langsung bilang begitu” ucap Kayla menahan tangisnya
“Bu, biarkan Kayla tenang dulu, bukankah Bram bilang kalau semua ini diserahkan pada Kayla, jadi perjodohan ini berlanjut atau tidak ada di tangan Kayla, biar dia yang menentukan” ucap Rendra menengahi Mayang dan Kayla
“Memang Bram bilang keputusan ada di tangan Kayla, tapi perjodohan ini akan tetap berlanjut karna aku sudah menentukan tanggal untuk acara tunangan Bram dan Kayla”
Ucapan Mayang membuat Rendra, Bela dan Kayla kaget, mereka tak menyangka kalau Mayang akan melakukannya secepat ini .
“Kenapa ibu buru-buru menentukan tanggal, padahal Bram dan Kayla belum memulai semuanya. Biarkan mereka mengenal lebih dekat dulu, jangan mengambil keputusan yang nantinya akan membuat hubungan keluarga kami dan keluarga Aditiya rusak” ucap Rendra
“Tidak akan membuat hubungan keluarga rusak Rendra, yang ada hubungan keluarga ini akan semakin dekat, apalagi perusahaan kita juga bekerja sama dengan perusahaan Aditiya, yang pastinya nanti akan membuat perusahaan kita semakin maju” ucap Mayang
“Kayla mau ke kamar” Kayla berdiri dan melangkahkan kakinya ke kamar
“Nenek belum selesai bicara Kayla” ucap Mayang
Namun Kayla tetap masuk ke dalam kamarnya, ia tak mau meladeni permintaan neneknya yang tidak bisa mengerti perasannya. Bagaimana mungkin Kayla bisa menerima perjodohan dengan Bram, Kayla baru saja berpacaran dengan Rio, ia tak mungkin memutuskan hubungannya. Apa ia harus memberi tahu Rio tentang perjodohan ini, tapi apa Rio mau memperjuangkannya agar bisa membatalkan perjodohannya dengan Bram.
“Nenek jahat, nenek egois kenapa nenek tidak bilang dulu sama Kayla” Kayla menangis di dalam kamarnya
Tok tok tok
“Mamah boleh masuk sayang” ucap Bela mengetuk pintu kamar Kayla
“Iya mah” jawab Kayla
Bela menghampiri Kayla yang sedang duduk di tepi ranjang.
“Maafin nenek ya, mungkin nenek lagi kesal karna Kayla tadi bicaranya tidak sopan sama nenek” ucap Bela menenangkan Kayla yang masih menangis
“Nenek jahat mah, nenek tidak memikirkan perasaan Kayla, padahal Kayla sudah punya seseorang. Dia baik dan pastinya akan membuat hidup Kayla bahagia” ucap Kayla
“Kamu harus sabar, nenek seperti itu karna nenek sayang sama kamu jadi kamu tidak boleh bicara yang tidak sopan ya, meskipun nenek marah sama kamu” ucap Bela
“Mah tolong bilang sama nenek, Kayla tidak mau dijodohkan apalagi sama Bram, Kayla tidak punya rasa sama Bram, kita hanya berteman” ucap Kayla menggenggam tangan Bela
“Iya, mamah sama papah akan bantu bicara sama nenek ya, kamu tenang dulu” Bela memeluk Kayla agar putri sambungnya itu tidak menangis lagi
__ADS_1