Mimpi Untuk Nyata

Mimpi Untuk Nyata
44


__ADS_3

Rio berangkat ke sekolahnya, di perjalanan ia tak putu-putus berdo’a, agar nanti hasilnya bisa membuat ayahnya bangga dan juga membantu meringankan beban ayahnya. Tanggung jawab seorang ayah memang mencari nafkah, tapi Rio tak ingin ayahnya terlalu capek bekerja karna saat ini Rio hanya punya ayahnya, ia sudah tak punya siapa-siapa lagi, maka dari itu ia tak mau ayahnya kenapa-napa.


Sudah banyak murid yang datang untuk mendengarkan pengumuman dan melihat nilainya. Rio langsung duduk di bangkunya agar pengumuman segera di mulai.


"Selamat pagi anak-anak" sapa wali kelas Rio


"Selamat pagi bu" jawab semua murid


"Hari ini adalah pengumuman kelulusan dan juga siapa yang akan mendapatkan beasiswa, ibu berharap siapa pun yang mendapat beasiswa bisa lebih giat lagi belajarnya dan untuk yang tidak mendapatkan tetap semangat belajar jangan pernah menyerah apalagi putus asa, mengerti?"


"Mengerti bu"


"Ibu akan terlebih dahulu mengumumkan kelulusan, bahwa siswa kelas 6 dinyatakan lulus semua"


Semua murid bersorak bahagia, termasuk Rio yang mengucapkan syukur.


"Dan untuk nilai terbaik yaitu 92,5 adalah Rio. Dan karna Rio mendapatkan nilai tertinggi maka yang mendapatkan beasiswa adalah Rio, selamat Rio kamu mendapat beasiswa untuk melanjutkan sekolah kamu ke SMP Abadi, semoga kamu bisa membawa nama baik sekolah ini meski pun kamu mendapatkan beasiswa kamu jangan pernah berhenti belajar. Ingat apa yang kalian peroleh hasilnya adalah proses yang telah kalian lalui, jika kalian tidak serius belajar maka hasilnya pun tidak akan serius. Jangan lupa pesan ibu, meski pun kalian tidak mendapat nilai terbaik dan beasiswa kalian sudah berjuang dan jangan pernah menyerah tetap semangat belajar ya anak-anak"


"Baik bu"


"Sebelum kalian pulang, silakan maju sesuai urutan absensi untuk mengambil raport dan ijazah kalian, dan untuk Rio setelah ini kamu ke ruangan kepala sekolah ya"


"Iya bu"


Rio yang sudah mengambil raport dan ijazah langsung menuju ke ruangan kepala sekolah.


"Assalamualaikum pak" panggil Rio


"Waalaikumsalam, masuk Rio" jawab kepala sekolah "Apakah wali kelasmu sudah menyampaikan semuanya?" Tanyanya


"Sudah pak, dan beliau meminta saya untuk menemui bapak" ujar Rio


"Saya ingin mengucapkan selamat untuk kamu Rio, karna sudah berhasil mendapatkan nilai terbaik, kamu adalah anak baik dan juga pintar, bapak hanya berpesan agar kamu bisa membanggakan sekolah ini, jika nanti kamu sudah sekolah di SMP Abadi jangan pernah membuat sekolah ini malu, tetap semangat belajar karna bapak tahu kamu orangnya tidak pernah menyerah" ujar kepala sekolah


"Iya pak, Rio tidak akan membuat sekolah ini malu, terima kasih untuk beasiswanya, Rio akan terus belajar, karna Rio ingin menggapai mimpi Rio"

__ADS_1


"Semoga mimpi dan cita-cita kamu tercapai ya, oh iya ini ada seragam untuk kamu melanjutkan sekolah" memberikan sepasang seragam SMP pada Rio


"Terima kasih pak, terima kasih banyak"


"Iya sama-sama, kamu boleh pulang dan ingat pesan bapak tadi"


"Iya pak, Rio akan selalu ingat pesan bapak"


Rio keluar dari ruangan kepala sekolah dengan perasaan senang dan haru. Ia bisa mendapatkan beasiswa itu, jika bagi anak-anak lain itu tidak penting, namun bagi Rio sangatlah penting.


"Eh ada yang dapat beasiswa nih, kasihan ya tidak mampu bayar sekolah untung dapat kalo tidak bisa tidak sekolah deh" ucap Kevin


"Meski tidak dapat saya masih bisa sekolah kok, jadi kamu tidak perlu khawatir Kevin" jawab Rio tersenyum


"Aku sih tidak peduli" ujar Kevin, ia berlalu meninggalkan Rio


Rio kembali melangkahkan kakinya, ia pulang ke rumahnya, hari ini ia akan berjualan dan ingin mendatangi rumah Kayla untuk bertemu dan mengucapkan terima kasih.


Sesampainya di rumah Rio menaruh raport, ijazah dan juga seragam yang diberikan oleh kepala sekolah, Rio mengambil keranjang yang berisikan jualannya. Ia langsung berangkat ke taman untuk berjualan, sebelum ke taman ia akan mampir ke rumah Kayla terlebih dahulu untuk menemuinya.


Sampai di depan rumah Kayla, Rio melihat tak ada satu pun orang di dalamnya, ketika hendak memanggil ada seorang laki-laki yang memakai pakaian satpam menghampiri Rio.


"Aku tidak mau jualan kok pak, aku mau ketemu yang punya rumah ini namanya Kayla saya temannya Kayla. Apa orangnya ada pak?" Tanya Rio dengan sopan


"Orang yang punya rumah ini sudah pindah beberapa minggu yang lalu" jawab satpam


"Pindah? Pindah ke mana pak?"


"Pindah ke Bandung, rumah ini saya yang jaga"


"Memang kenapa pindah ya pak?"


"Yang punya rumah ini kecelakaan dan dirawat di sana"


"Apa mereka tidak akan kembali lagi ke sini pak?"

__ADS_1


"Kalo itu saya juga tidak tahu, tapi rumah ini belum dijual, saya juga disuruh untuk menjaganya, sudah sana" usir satpam itu


"Ya sudah terima kasih pak"


Satpam itu masuk dan Rio pergi dari sana, Rio terkejut mendengar kalau Kayla pindah, pantas saja ia tidak melihat Kayla lagi.


"Kenapa Kayla pindah tidak bilang, padahal aku belum bilang terima kasih karna sudah kasih oleh-oleh yang banyak. Jadi tidak punya teman lagi kalau Kayla pindah, mungkin lain waktu bisa bertemu lagi, lebih baik aku jualan" Rio melangkahkan kakinya ke taman, ia menjajakan jualannya.


Meski tak ada lagi yang membantunya ia tetap harus berjualan, sebelumnya juga Rio berjualan sendiri. Ketika ia menawarkan jualannya pada orang-orang ada yang memanggilnya.


"Rio"


Rio menoleh mencari sumber suara yang memanggilnya.


"Hai kak, sudah lama tidak ketemu, kakak tidak ke sini ya kok aku baru lihat" ujar Rio setelah menemukan siapa yang memanggilnya dan ia menghampirinya.


"Ah iya, kakak waktu itu sibuk kuliah jadi tidak ke sini, sekarang baru ke sini lagi karna bosan mau ke mana" ujar Mita


Mita yang memanggil Rio, ia melihat Rio sedang berjualan dan menawarkan pada orang-orang, jadi Mita memanggilnya.


"Aku mau beli kacangnya dong, biar ada kerjaan mulutnya" ucap Mita terkekeh


"Kakak bisa aja, ini ambil saj buat kakak. Kakak kan baik jadi Rio kasih gratis" ucap Rio


"Kakak mau beli bukan mau minta, jadi kamu tidak boleh memberi kakak" ucap Mita membuat Rio tertawa kecil


"Kakak kan pernah kasih uang ke Rio, jadi hari ini kakak tidak perlu bayar kan sudah dibayar waktu itu" ucap Rio


"Tidak mau, kakak mau bayar ini uangnya kakak ambil 3 bungkus kacang sama satu botol air" Mita mengambil kacang dan air di keranjang Rio dan memberikan uang 50 ribu


"Tapi Rio tidak ada kembalian" ucap Rio


"Kembaliannya ambil saja, anggap saja kakak membeli waktumu sebentar untuk menemani kakak bagaimana?"


"Ya sudah, tapi Rio tidak bisa lama-lama ya kak, Rio harus segera pulang"

__ADS_1


"Iya sebentar saja, sini duduk"


Akhirnya Rio duduk di sebelah Mita.


__ADS_2