Mimpi Untuk Nyata

Mimpi Untuk Nyata
75


__ADS_3

Keadaan Kayla sudah semakin membaik, semenjak menjalani terapi kini Kayla sudah bisa berjalan lagi dan tangannya sudah bisa digerakkan untuk mengambil dan melakukan sesuatu. Mayang yang sedang bersantai di ruang keluarga bersama Bela, Berlian dan juga Rendra Sedang asik menonton dan mengobrol, Kayla pun menghampiri mereka dan ikut bergabung.


“Pah, nanti Kayla mau ke luar” ujar Kayla


“Mau ke mana sayang?” tanya Rendra


“Mau nongkrong saja, sudah lama tidak keluar” jawab Kayla


“Iya tapi jangan pulang terlalu larut ya”


“Iya pah”


Kayla hendak berdiri namun ditahan oleh Mayang


“Kayla tunggu, duduk dulu” titah Mayang


“Ada apa nek?” tanya Kayla


“Nenek mau bicara tentang kelanjutan hubungan kamu, Bram kan sering main ke sini apa kamu sudah ada kemajuan?” tanya Mayang


“Kami masih sama tidak ada hubungan apa-apa, kan Kayla sudah bilang kalo Kayla sudah ada seseorang nek, besok Kayla suruh ke sini” ucap Kayla


“Seseorang yang seperti apa lagi sih, sudah jelas Bram itu baik dan masa depannya jelas jadi kamu tidak perlu ragu lagi”


“Sudahlah bu, lagian Kayla sudah punya pilihan lain. Mungkin Bram juga sama tapi tidak enak menyampaikan dengan kita” Rendra menengahi


“Keputusan ini tidak bisa dibatalkan begitu saja, lagian tujuannya kan sudah dari beberapa bulan yang lalu, karna Kayla sakit semuanya harus diundur. Seminggu lagi pertunangan akan dilangsungkan” ucap Mayang penuh penekanan


“Nenek kok malah memutuskan seperti itu, Kayla tidak suka dengan Bram, kenapa memaksa Kayla”


“Kamu masih kecil belum tahu apa-apa masalah ini, nanti kalo kamu sudah menikah terus susah baru kamu sadar dan menyesal” cibir Mayang


“Kalo nenek memaksa, Kayla akan keluar dari rumah ini” Kayla berdiri dan masuk ke dalam kamarnya


Jeedarr


“Anak itu kenapa susah sekali dikasih tahu” ucap Mayang


“Bu, Kayla sudah besar dia lebih tahu mana yang bisa membuatnya bahagia dan tidak, kenapa ibu ngotot banget menyatukan Kayla dengan Bram” ucap Rendra

__ADS_1


“Ibu hanya tidak mau kalo Kayla sama orang itu, kalo dia cuma mau mengambil harta kita bagaimana, sudah jelas Bram yang memang sejajar dengan kita”


“Maksud ibu Rio?” tanya Rendra


“Siapa lagi kalo bukan anak itu” jawabnya sinis


“Ibu belum tahu kalo Rio itu punya Cafe dan sudah memiliki cabang, jadi ibu tidak perlu khawatir kalo Rio akan mengambil harta kita” jelas Rendra


“Kita tidak pernah tahu niat dia, meski punya Cafe kalo nanti tidak rame pasti sama juga ujung-ujungnya”


“Ibu menilai orang buruk, padahal Rio baik anaknya kenapa ibu tidak bertemu dulu dan bertanya langsung agar ibu bisa menilai seperti apa anaknya, jangan menilai tanpa tahu”


“Mau bertemu langsung ataupun tidak tetap sama saja, kalo sudah dari awal niatnya tidak baik ya pasti tidak baik”


“Bagaimana bisa ibu menilai orang sebelum kenal dengan orangnya dulu, pepatah saja bilang tak kenal maka tak sayang”


“Firasat orang tua itu selalu benar, jadi kamu tidak usah menasihati ibu Rendra”


“Rendra bukan menasihati, Rendra hanya memberi tahu ibu”


“Terserah kamu” Mayang pergi masuk ke kamarnya


“Nanti kita coba lagi mas, mungkin ibu akan luluh” ucap Bela


“Semoga saja ya, aku sudah tidak tahu lagi membujuk ibu bagaimana. Ibu selalu menilai menurutnya sendiri, padahal dulu ibu tidak seperti itu”


“Itu karna ibu sayang sama Kayla, jadinya ibu mencarikan yang terbaik pasangan untuk Kayla”


“Kamu benar, tapi ibu belum kenal dengan Rio bahkan hanya bertemu beberapa kali sudah menilai dia”


“Kamu harus sabar mas, nanti kita coba bicarakan baik-baik dengan ibu”


Rendra mengangguk mengiyakan pendapat Bela.


Merasa kesal dengan sikap Kayla yang keras kepala dan tidak mau mengikuti apa yang diinginkannya, Mayang berniat menemui Rio dan memintanya untuk menjauhi Kayla, tidak hanya itu Mayang ingin Rio tidak bertemu Kayla lagi, dengan begitu Kayla tidak akan menolak perjodohannya dengan Bram. Karena Mayang tidak tahu di mana Cafe milik Rio, ia akan menanyakannya pada Bram, jika Mayang bertanya pada Kayla pasti Kayla merasa curiga begitu pun dengan Rendra, bisa-bisa ia gagal menemui Rio. Kali ini Mayang akan memaksa Rio untuk benar-benar menjauhi Kayla, dan akan melakukan apa saja agar anak itu tidak menemui Kayla lagi.


Setelah tahu di mana Cafe milik Rio, Mayang bergegas untuk berangkat ke alamat yang diberitahu Bram.


Sesampainya di depan Cafe milik Rio, Mayang melihat sekeliling Cafe, ia juga mencari apakah Rio ada di sana, Kayla juga meminta izin takutnya Kayla sedang berada di Cafe Rio. Setelah merasa aman dan tidak menemukan Kayla, Mayang turun dari mobilnya, ia meminta sopir untuk parkir di seberang jalan agar tak ada yang tahu kalo dirinya datang ke Cafe milik Rio. Saat Mayang hendak menyeberang Mayang tak melihat motor yang sedang melaju dengan ugal-ugalan, karna tatapannya hanya tertuju pada Cafe milik Rio.

__ADS_1


Rio yang baru keluar dari Kafenya karna mau pulang, melihat Mayang yang dalam bahaya langsung berlari ke arah Mayang dan berteriak.


“Awas nek!” teriak Rio


Karna jarak yang sudah dekat, Rio berlari dan mendorong Mayang hingga dirinya yang tertabrak oleh motor dan Mayang terjatuh karna Rio mendorongnya ke pinggir jalan.


Bruuk


Suara hantaman motor dan Rio terdengar keras. Mayang yang melihat, kalau Rio yang menyelamatkannya terkejut, ia tak menyangka kalo Rio nekat berbuat seperti itu merelakan dirinya hanya untuk menyelamatkan Mayang yang sudah memakinya.


Semua orang berkumpul melihat kejadian itu, ambulans yang baru datang langsung membawa Rio ke rumah sakit, Mayang pun ikut di dalam ambulans itu karna ada luka-luka pada tubuhnya karna terjatuh ke aspal.


Di perjalanan Mayang menghubungi Rendra untuk menyusulnya ke rumah sakit yang ditujunya. Rendra yang mendengar ibunya kecelakaan langsung panik dan bergegas memberitahu Bela dan Kayla, mereka tak membawa Berlian karna besok harus sekolah.


Rendra yang sudah sampai mencari kamar tempat ibunya dirawat. Setelah menemukannya, Rendra masuk ke dalam dan melihat keadaan Mayang.


“Bu, ibu tidak apa-apa?” tanya Rendra


“Ibu tidak apa-apa, hanya luka sedikit karna terkena aspal, tapi” Mayang menghentikan ucapannya


“Tapi apa bu?” tanya Rendra


“Tapi Rio yang parah” ucap Mayang tertunduk


“Kenapa Rio bisa ada sama nenek? Apa nenek sengaja membuat Rio kecelakaan agar Rio tidak bisa bersama dengan Kayla” ucap Kayla yang terkejut karna neneknya bersama dengan Rio


“Kayla kamu tenang dulu ya, biar nenek jelaskan kenapa nenek bisa bersama Rio dan kenapa bisa kecelakaan” Bela menenangkan Kayla


“Tidak mah, nenek dari awal sudah tidak suka dengan Rio, ini pasti akal-akalan nenek membuat Rio kecelakaan” ucap Kayla sesenggukan “Rio di mana sekarang nek?” Tanya Kayla


“Rio sedang ditangani dokter” jawab Mayang


Kayla langsung keluar dan mencari ruangan Rio, setelah menemukan Kayla menunggu karna suster melarangnya untuk masuk dan menunggu di luar.


“Maaf, pasien sedang ditangani dokter. Silakan menunggu di luar” ucap suster


“Tolong selamatkan pacar saya sus” ucap Kayla yang sudah sangat panik


“Kami akan berusaha semampu kami” jawab suster

__ADS_1


Kayla menunggu di depan, karna khawatir Kayla tak bisa duduk tenang ia mondar-mandir menunggu dokter keluar.


__ADS_2