Mimpi Untuk Nyata

Mimpi Untuk Nyata
65


__ADS_3

Setelah mendengar ucapan yang disampaikan Rio, Kayla merasa sedikit tenang masih ada kemungkinan untuk perjodohan ini tidak dilanjutkan. Meski Kayla harus menunggu satu bulan untuk Rio bisa menemui orang tuanya, ia merasa lega mungkin nanti ketika Rio sudah bertemu dengan neneknya ia tak akan direncanakan karna sudah punya usaha dan neneknya tidak akan berpikir kalau Kayla akan kesusahan nanti jika hidup bersama Rio.


Terkadang hubungan memang butuh perjuangan dan melewati ujian seperti yang dialami Kayla dan Rio, dari ujian itu bisa dilihat seberapa kuat cinta mereka. Dalam hubungan memang tak ada jaminan dari fisik mau pun harta, karna sesungguhnya hubungan terjalin untuk saling melengkapi dan tidak meninggalkan setelah tahu kekurangan dan kelebihan, anggap saja jika kekurangan itu adalah ujian yang harus dihadapi dengan sabar, dan sebagai bonus ya adalah kelebihan dari pasangan.


Kayla tentu tak mau jika nanti harus hidup dengan orang yang tak pernah ia harapkan, meskipun Kayla sudah mengenal siapa Bram, tetap saja Kayla tak bisa membohongi perasaannya. Kayla ingin masa nanti bisa bersama orang yang sangat ia inginkan.


“Kayla” panggil Bela


“Iya mah, sebentar” Kayla berdiri dan menghampiri Bela “Ada apa mah?” tanya Kayla


“Ayo makan, kamu suka lupa makan ya kalo di dalam kamar. Lagi ngapain sih?” ucap Bela


“Oh iya, Kayla tidak lihat jam mah. Kayla cuma lagi tiduran saja kok, cuma tidak ingat karna tidak lihat jam kalo sudah waktunya makan malam” jawab Kayla


“Ya sudah, ayo kita ke bawah nenek sama papah sudah menunggu” ujar Bela


“Iya mah”


Bela turun ke bawah diikuti Kayla di belakangnya.


“Tumben kamu harus dipanggil biasanya juga langsung turun kalo waktunya makan” ujar Rendra


“Iya pah, tadi tiduran sampai lupa kalo sudah waktunya makan malam” ucap Kayla


“Ya sudah, ayo makan” ucap Rendra


“Berlian tidak ikut makan malam pah?” tanya Kayla sembari mengambil nasi


“Sudah makan duluan tadi, katanya mau mengerjakan PR jadi ke kamar” jawab Rendra


Kayla mengangguk mendengar jawaban Rendra.


Selesai makan Kayla langsung masuk ke kamarnya, ia membaca novel untuk menghilangkan suntuk. Cukup lama Kayla membaca novel membuat matanya lelah dan ia meletakkan novelnya, Kayla memilih untuk tidur karna matanya terasa berat untuk terbuka.


Keesokan harinya, Kayla sudah siap untuk berangkat ke kampusnya ia ingin menemui Rio terlebih dahulu di Cafe.


“Kayla berangkat ya pah, mah” ujar Kayla menyalami kedua orang tuanya


“Hati-hati bawa mobilnya” pesan Rendra


“Iya papah, nanti Kayla pelan-pelan kayak keong” jawab Kayla


“Kamu ini ada-ada saja” ucap Rendra


“Kayla berangkat, bye” ucap Kayla melangkahkan kakinya keluar dan menaiki mobilnya


Setibanya di Cafe, Kayla masuk dan menghampiri Rio.


“Rio” panggil Kayla

__ADS_1


“Loh Kayla, kenapa tidak bilang kalo mau ke sini” ujar Rio


“Biasanya juga aku tidak bilang kalo ke sini, memang kenapa kalo tidak bilang kamu menyembunyikan sesuatu” Kayla menyakitkan matanya


“Ya ampun, baru juga datang sudah curiga dan ngomel kayak begini” ucap Rio


“Ya habisnya kamu mencurigakan” ucap Kayla


“Sini duduk” Rio menaruh kursi di sampingnya


“Kamu kapan pindahkan?” tanya Kayla


“Mungkin besok, sekalian nanti mau kasih pengumuman sama pengunjung yang datang ke sini, dan teman-teman kampus kalo Cafenya pindah” jawab Rio


“Terus kamu ngapain nyuruh aku nunggu sampai satu bulan?” tanya Kayla lagi “Kenapa tidak besok saja datang ke rumah, bukannya lebih cepat lebih baik” imbuh Kayla


“Semua butuh proses Kayla, aku pindah juga harus menata semuanya dari awal meski sudah mendapat pengunjung dan pembeli yang lumayan tapi setelah pindah bisa saja mereka tidak tahu terus datang ke sini tiba-tiba tutup dan mereka tidak dapat info kalo Cafenya pindah. Jadi kamu harus sabar ya, satu bulan bukan waktu yang cukup lama kan?” ujar Rio


“Iya, tapi aku takut nenek malah tidak yakin karna kamu datang disaat aku sebentar lagi mau tunangan” ucap Kayla


“Kita pasrahkan semua pada Allah ya, jodoh, rezeki dan umur sudah diatur oleh-Nya, jadi selain kita harus berusaha kita juga harus berdo’a hanya Ia yang bisa membolak-balikkan hati manusia” ucap Rio


“Iya, maaf ya aku terlalu gegabah kamu benar, aku akan sabar menunggu kamu satu bulan lagi, semoga nenek bisa berubah pikiran ya” ucap Kayla penuh harap


“Nah begitu, itu baru namanya Kaylanya Rio” ucap Rio


“Apaan sih, sejak kapan aku jadi Kaylanya Rio” ucap Kayla dengan nada bercanda


“Iih apaan sih kamu, sejak kapan kamu jadi genit seperti ini” ucap Kayla


“Aku genit ya juga cuma sama kamu doang, kalo yang lain aku mana berani” jawab Rio


“Kenapa tidak berani?” tanya Kayla


“Pawangnya galak” ucap Rio tertawa


“Apa kamu bilang, jadi aku galak begitu, rasain ini” Kayla menggelitik Rio


“Hahaha ampun Kayla, ampun” Rio tak tahan dengan gelitikan Kayla


Prang


Kayla dan Rio kaget dan melihat sumber suara.


“Ma-maaf saya tidak sengaja” ucap Desi


“Tidak apa-apa Desi lain kali kamu hati-hati ya. Sekarang berencana pecahan piringnya” tidak Rio


Rio dan Kayla berpindah tempat karna ada pecahan piring jadi mereka sedikit menjauh.

__ADS_1


“Dia siapa?” tanya Kayla


“Oh itu karyawan baru, namanya Desi, sebenarnya sih teman sewaktu bekerja di Cafe” jawab Rio


“Kenapa tadi tidak kamu tegur” ucap Kayla


“Kan sudah aku tegur tadi” jawab Rio


“Kamu bukan menegur, kamu perhatian itu namanya” ucap Kayla memanyunkan bibirnya


“Ya terus harus tegur bagaimana?” tanya Rio


“Ya kamu tanya, ngapain ada di situ bukannya di belakang bantu yang lain” ucap Kayla merasakan seperti bis yang menegur karyawannya


“Ya kan sudah, paling dia juga cuma lewat jadi wajar dong dia ada di belakangnya kita” ucap Rio


“Terserah kamu sajalah, aku mau ke kampus” ucap Kayla berdiri hendak pergi namun Rio menahannya


“Kok buru-buru sih” ucap Rio


“Aku ada kelas” jawab Kayla singkat


Kayla pergi meninggalkan Rio yang masih duduk dan melihat Kayla perlahan menjauh.


“Apa semua wanita begitu kalau lagi emosi, suka pergi begitu huh” Rio menghilangkan nafasnya


Rio mengambil tasnya dan pergi ke kampusnya karna ia juga ada kelas.


Setelah selesai kuliah, Rio menunggu Kayla di taman tempat biasanya ia dan Kayla duduk bersantai setelah pulang kuliah.


“Kayla mana ya, apa mungkin belum selesai” tanya Rio pada diri sendiri “Mending aku telepon saja” Rio mengambil HPnya dan memanggil nomor Kayla.


Tut tut tut


“Tidak diangkat lagi, aku coba telepon Bram deh” ucap Rio


“Halo bro, kamu di mana?” tanya Rio


“Aku lagi di jalan, kenapa?” jawab Bram


“Kamu tadi pas di kelas lihat Kayla?” tanya Rio


“Aku tidak masuk kuliah hari ini, aku lagi antar mamah” jawab Bram


“Oh ya sudah kalo begitu, aku tunggu Kayla di sini saja” ucap Rio kecewa karna tak mendapat jawaban


“Iya, kamu tunggu saja mungkin sebentar lagi keluar” ucap Bram


“Ya sudah kalo begitu, terima kasih bro” ucap Rio

__ADS_1


“Iya sama-sama bro” Bram mematikan sambungan teleponnya


“Aku tunggu sebentar lagi, kalo Kayla tidak datang juga lebih baik aku ke Cafe” ucap Rio


__ADS_2