
Kayla yang melihat Rio berada di depan rumahnya menghampiri Rio.
“Hai Rio” panggil Kayla
“Eh Kayla” ujar Rio
“Kenapa tidak langsung masuk, malah diam di sini ayo masuk, aku kenalkan dengan papah dan mamah” Kayla menarik tangan Rio
“Kayla, aku takut” ucap Rio
Seketika Kayla berhenti dan melepaskan tangan Rio.
“Takut? Kenapa?” tanya Kayla
“Aku takut nanti orang tua kamu tahu kalo aku miskin” ucap Rio
“Ya ampun Rio, papah sama mamah tidak akan memandang rendah orang apalagi hanya masalah harta” Kayla menenangkan Rio yang terlihat gugup “Ayo masuk, mamah dan papah ada di dalam”
Kayla masuk diikuti Rio di belakangnya.
“Pah mah, kenalin ini Rio” ujar Kayla
“Rio om tante” Rio mengulurkan tangannya
“Saya papahnya Kayla dan ini mamahnya” Rendra menjabat tangan Rio
“Papah ingat tidak waktu kecil aku pernah cerita tentang Rio dan sering ke taman untuk menemuinya” ucap Kayla
Rendra tampak berpikir mengingat yang diucapkan Kayla.
“Oh iya, papah ingat jadi kamu Rio teman kecilnya Kayla. Sudah besar ya sekarang, bagaimana kabar kamu?” tanya Rendra
“Baik om, tante dan om apa kabar?” tanya Rio
“Kami baik, tidak menyangka ya kalau kita bisa bertemu juga. Dulu aku sempat meminta Kayla untuk mengajak main ke rumah, tapi katanya kamu tidak ke taman jadi Kayla pulang sendiri” ucap Rendra “Kamu kuliah?” imbuhnya
“Iya om saya kuliah, satu kampus sama Kayla.” Jawab Rio
“Wah bagus kalau begitu”
Mayang yang baru keluar dari kamarnya menghampiri Rendra, Bela dan Kayla.
“Nenek kenalin ini Rio teman Kayla” ucap Kayla
“Rio” Rio mengulurkan tangannya
“Iya” jawab Mayang singkat tak menerima uluran tangan Rio
“Rendra, Bela sapa dulu tamunya yang di luar” ucap Mayang
“Kalo begitu kamu ngobrol sama Kayla dulu ya, om sama tante ke luar dulu” ucap Rendra
“Iya om” jawab Rio
“Kayla di sana ada om Aditiya sana kamu temui” suruh Mayang
“Ayo Rio kita temui om Aditiya” ajak Kayla
Rio mengikuti langkah Kayla.
__ADS_1
“Halo om, apa kabar?” Kayla mencium tangan Aditya
“Kabar om baik Kayla, kamu bagaimana?” tanya Aditiya “Loh Rio kamu di sini juga ternyata” imbuh Aditiya
Rio mencium tangan Aditiya. “Iya om” jawab Rio
“Kayla baik om, om kenal sama Rio?” tanya Kayla
“Ya kenal dong, Rio kan temannya anak om, malah sering ke rumah” ucap Aditiya
“Wah benarkah” ujar Kayla “Om sama siapa ke sini
“Om sama anak om, kamu belum pernah bertemu kan sekalian om kenalkan” Aditiya sedang mencari seseorang “Itu dia anak om, Bram” panggil Aditiya
Bram menoleh dan menghampiri papahnya.
“Bram” ucap Kayla
“Kamu kenal dengan Bram, Kayla?” tanya Aditiya
“Kenal om, kami satu kampus” jawab Kayla
“Wah kebetulan kalau begitu” ujar Aditiya “Jadi kalian bertiga satu kampus ya” ujar Aditiya
“Rio, Kayla kok bisa ada di sini?” Tanya Bram
“Ya bisalah kan ini rumah aku, aku ajak Rio ke sini” jawab Kayla
“Jadi om Rendra papah kamu?” tanya Bram
Kayla mengangguk.
“Dunia sempit banget ternyata ya” Bram tertawa
“Aku juga baru tahu kalo kamu anaknya om Aditiya” ucap Kayla
“Sepertinya Kayla dan Bram sangat dekat apalagi orang tua mereka juga dekat, apa aku menjauh saja ya” ucap Rio dalam hati
“Aku ke sana ya” ucap Rio membuat Kayla dan Bram menoleh
“Mau ke mana? Kamu kan tidak ada yang kenal di sini” ujar Kayla heran
“Mau duduk saja di sana, kalian lanjut saja ngobrolnya” jawab Rio
“Kita ngobrol bertiga saja, om kami ke sana dulu ya” ucap Kayla pada Aditiya
“Iya” jawab Aditiya
Rio, Kayla dan Bram menuju taman yang sudah disediakan tempat duduk.
“Kamu ke sini naik apa?” tanya Bram
“Ya naik motor lah, kan aku cuma punya motor” jawab Rio
“Oh iya ya hehehe” Bram menggaruk kepalanya yang tidak gatal
“Kalian di sini ya” ucap Mayang yang tiba-tiba muncul
“Iya bek kami lagi ngobrol” ucap Bram
__ADS_1
“Iya bagus, kalian ngobrol pendekatan siapa tahu cocok kan” ucap Mayang membuat Kayla dan Rio saling memandang
“Maksud nenek apa?” tanya Kayla
“Ya nenek kan bilang siapa tahu cocok dan jodoh ya kan Bram” ujar Mayang
“Kami cuma berteman nek, jadi tidak mungkin lah” jawab Kayla
“Memang kenapa kalau berteman? Bukannya dari bisa jadi terbiasa” ucap Mayang
“Iya nek, kami cma berteman jadi tidak mungkin” ucap Bram
Rio hanya diam tidak ikut berbicara, ia tahu posisinya hanyalah orang luar tidak seperti Bram yang sepertinya mendapat sambutan hangat di keluarga Kayla.
“Ya sudah kalian lanjut ngobrol-ngobrolnya nenek ke belakang ya” ucap Mayang
“Aku pulang saja ya” ucap Rio setelah kepergian Mayang
“Kenapa?” tanya Bram dan Kayla bersamaan
“Emm aku ada perlu, Cafe juga tadi rame jadi aku harus segera pulang” ujar Rio mencari alasan, ia hanya tidak nyaman berada di sini dengan melihat Bram dengan Kayla dekat dan keluarganya menyambut baik.
“Aku antar ke depan ya, Bram aku antar Rio ke depan ya” ucap Kayla
“Iya, hati-hati ya bro” ujar Bram
Rio dan Kayla pergi ke luar rumah.
“Kayla aku mau bicara serius sama kamu” ucap Rio
“Ada apa Rio?” tanya Kayla
“Aku senang sekali ketika bertemu kamu lagi, aku berharap kita semakin dekat setelah pertemuan kita. Jujur aku mulai ada rasa sama kamu, aku tidak suka ketika kamu dekat dengan Bram apalagi melihat kalian yang begitu akrab membuat sesak di dada. Sepertinya nenek kamu juga merestui kalau kamu berhubungan dengan Bram” ujar Rio
“Maksud kamu?” Kayla masih belum mengerti
“Aku mau hubungan kita lebih dari sekedar teman, setelah melihat kamu dekat dengan Bram aku takut dia juga suka sama kamu, makanya aku mau menyatakan perasaan aku” ucap Rio
“Kamu serius?” tanya Kayla
“Apa aku terlihat bercanda” ucap Rio
“Aku senang melihat kamu cemburu Rio, aku juga suka sama kamu, bahkan semenjak kita jauh dan tidak bertemu aku selalu menghindar kalo ada laki-laki yang dekat dengan aku, karna aku yakin kita akan bertemu lagi suatu saat nanti, dan semua benar Tuhan mempertemukan kita lagi setelah bertahun-tahun kita tidak bertemu” ujar Kayla
“Jadi kamu mau” tanya Rio
“Mau apa?” tanya Kayla
“Kamu mau jadi pacar aku?” tanya Rio
Kayla mengangguk, Rio melompat bahagia ternyata cintanya tak bertepuk sebelah tangan.
“Terima kasih ya, aku janji akan berusaha membuat Cafe aku maju dan sukses agar aku bisa segera melamar kamu dan nenek kamu bisa menerima aku” ucap Rio
“Jadi kamu kira nenek aku tidak suka karna kamu bukan sesukses papah?” tanya Kayla
“Iya aku melihat nenek kamu lebih dominan pada Bram yang memang lebih kaya, tapi aku janji aku akan bekerja keras agar aku bisa membuat Cafe yang besar nantinya” ucap Rio
“Apa pun itu aku mendukung kamu” ucap Kayla tersenyum
__ADS_1
“Ya sudah kamu kembali ke dalam, aku mau ke Cafe dulu” ucap Rio
“Kamu hati-hati ya” ujar Kayla melambaikan tangannya pada Rio