Mimpi Untuk Nyata

Mimpi Untuk Nyata
60


__ADS_3

Rio sudah sampai di Cafe, Cafe sudah buka karna masih pukul 9 malam.


“Pak Rio sudah balik? Acarnya sudah selesai?” tanya karyawannya


“Acaranya belum selesai, cuma pulang duluan takut rame” ujar Rio


Rio langsung menuju kasir dan duduk, perasaannya lega karna sudah menyampaikan perasaannya pada Kayla, meski nanti perjalanannya tidak akan mulus tapi Rio akan berusaha agar ia bisa membuat Cafenya maju dan tidak dipandang rendah lagi.


Setelah Cafe ditutup Rio menuju ke tempat biasanya ia tidur, Rio sudah mengabari ayahnya kalau ia akan menginap di Cafenya, tentu Surya tak melarang. Rio masih belum memejamkan matanya, ia masih mengingat pertemuan tadi ketika bersama keluarga Kayla.


“Mamah dan papahnya Kayla baik dan sepertinya tidak memandang orang dari kastanya, tapi tidak dengan neneknya yang terlihat tidak suka denganku.” Ucap Rio bermonolog sendiri


Karna lelah dengan pikiran yang mengganggunya, Rio memilih memejamkan matanya untuk beristirahat agar besok kembali segar dan semangat lagi.


Semenjak kejadian malam itu, Rio dekat dan sering bertemu dengan Kayla. Bram yang memang suka sekali mengikuti Kayla dan Rio seperti ibat nyamuk diantara keduanya.


“Aku kayak obat nyamuk ya, dicuekin begini” ujar Bram membuat Rio dan Kayla menoleh


“Ya siapa suruh kamu ngikutin kita, kan bisa pergi kek atau jalan ke mana kek” ucap Rio


“Kan kita teman masak iya aku jalan sendirian sih” ucap Bram “Memang kalian ada hubungan ya, kok dekat banget” tanya Bram


“Kalo iya kenapa, kalo tidak kenapa” ujar Rio membuat Bram kesal


“Pakek rahasia-rahasia segala, aku sudah tahu kamu kayak apa” ucap Bram


Rio menahan tawa melihat ekspresi Bram yang sewot “Kok malah sewot sih, mau tahu nih” ucap Rio membuat Bram tidak sabar


“Terserah deh, kalo tidak dikasih tahu aku mau pulang saja” ucap Bram mengancam


“Kayak cewek saja ngambekan” ucap Rio terkekeh “Iya aku sama Kayla sudah pacaran” ucap Rio


“Serius? Kapan?” tanya Bram langsung duduk di dekat Rio


“Iya serius Bram, kapan? Apanya yang kapan?” tanya Rio


“Ya kapan jadiannya kok aku tidak tahu sih” ucap Bram


“Waktu aku ke rumah Kayla” ucap Rio

__ADS_1


“Wah parah banget ya, aku tidak menyangka loh seorang Rio akhirnya bisa punya pacar” ucap Bram


“Memang Rio belum pernah pacaran?” tanya Kayla


“Ya belumlah, kamu wanita pertama yang bisa dapat si Rio. Aku mikirnya dulu dia tidak suka sama perempuan tapi sekarang aku lega” ucap Bram


“Lega kenapa?” tanya Rio


“Ya lega, kalo ketemu kamu aku tidak khawatir lagi” ucap Bram membuat Kayla dan Rio saling pandang karna tidak mengerti ucapan Bram


“Khawatir apa sih Bram, kalo ngomong yang jelas” ucap Rio


“Khawatir kamu naksir sama aku” Bram tertawa


“Apaan sih, kalau pun aku harus suka sama cowok, aku pilih-pilih juga mana mau aku sama kamu” ucap Rio mendorong Bram


“Yee banyak yang ngantri buat jadi pacar aku ya” ucapnya bangga


“Sana pulang gih, nanti dicari sama papinya” ucap Rio


“Iya iya, ini juga mau pulang daripada jadi obat nyamuk di sini mending aku pulang” ucap Bram berdiri meninggalkan Rio dan Kayla


*


“Eh Bram sudah pulang” ucap Mayang yang sedang berada di rumah Bram


“Ada nenek sama om Rendra” Bram menghampiri dan mencium tangan Mayang dan Rendra


“Sini duduk dulu, ada yang mau dibicarakan” ucap Aditiya


“Ada apa pah? Sepertinya serius banget” ucap Bram


“Biar saya saja yang bicara pada Bram” ucap Mayang “Sebenarnya tujuan kami ke sini untuk menjalin hubungan agar tetap terjaga” imbuh Mayang


“Maksudnya?” tanya Bram belum mengerti maksud Mayang


“Begini Bram, kami ingin menjodohkan kamu dengan Kayla, karna kami sudah kenal kamu dan juga keluarga kamu. Kamu anak yang baik jadi aku yakin kamu adalah jodoh yang baik dan tepat untuk Kayla” jelas Mayang


Bram yang mendengar penjelasan Mayang terkejut, baru saja ia pulang dari kampusnya melihat Kayla dan Rio bahagia, setelah pulang ia mendapatkan kabar yang baginya buruk. Tak mungkin ia merusak pertemanannya dengan Rio, semua di luar pikirannya. Bagaimana Bram akan menjelaskannya pada Rio, ia tak mungkin membuat Rio sedih.

__ADS_1


“Bagaimana Bram? Kamu setuju kan? Kamu kan satu kampus dan juga satu kelas juga sama Kayla jadi nenek pikir akan mudah jika kalian mulai pendekatan dulu” ucap Mayang


“Apa Kayla sudah tahu tentang ini?” tanya Bram


“Belum, kami akan memberitahunya nanti” jawab Mayang


Rendra terlihat diam saja, ia hanya mendengarkan ucapan Mayang.


“Saya pasrahkan ini pada Kayla, jujur saya dengan Kayla hanya berteman tidak lebih. Sebaiknya nenek memberi tahu Kayla dulu, bagaimana keputusannya saya serahkan pada Kayla” ucap Bram


“Kalau itu keputusanmu, nenek akan tanyakan pada Kayla. Pasti Kayla mau karna kita juga sudah kenal dan berhubungan sangat baik, juga saling mengenal” ucap Mayang “Kalau begitu kami permisi” ucap Mayang berdiri


“Kenapa buru-buru” ucap Aditiya


“Kami masih ada perlu pak Aditiya, lain waktu kita ngobrol lagi” ucap Mayang


“Mari saya antar ke depan” ucap Aditiya


“Kami pamit pak Aditiya” ucap Rendra


“Iya pak” jawab Aditiya


Rendra dan Mayang masuk ke dalam mobil, mereka pergi dari rumah Aditiya.


DI perjalanan Rendra membicarakan keinginan Mayang yang belum dipikirkan dan memberi tahu Kayla terlebih dahulu.


“Bu, apa semua ini akan diterima Kayla, apa Kayla akan setuju dengan semua ini” ujar Rendra


“Meskipun Kayla tidak setuju dia harus bisa menerima, lagian dia sudah kenal dengan Aditiya merek juga satu kelas, jadi mudah bagi mereka nantinya” ucap Mayang


“Tapi bu, Kayla pasti punya pilihannya sendiri. Aku tidak mau membuat Kayla sedih, cukup waktu kecil saja ia sedih karna kurangnya kehadiran seorang ibu, biarkan dia memilih sendiri siapa yang akan menjadi pendampingnya nanti, Kayla sudah dewasa pasti dia ingin menentukan pilihannya sendiri” ucap Rendra lirih


“Ibu tahu, tapi Kayla belum bisa menentukan pilihan yang baik untuk hidupnya, jadi kamu turuti saja semua ini, ini akan membuat hidup Kayla bahagia, Bram juga masa depannya cerah bagaimana kalau Kayla salah pilih dan mendapatkan laki-laki yang hanya memandang hartanya saja lalu hidupnya tidak bahagia” ucap Mayang


“Kenapa ibu jadi memandang orang seperti ini, padahal dulu ibu tidak pernah melarangku jika pun aku bersama perempuan yang tidak sama dengan kita” ucap Rendra


“Itu karna kamu laki-laki, kamu yang akan memimpin jadi ibu tidak terlalu khawatir, Kayla perempuan yang nantinya akan tunduk pada suaminya, kalau suaminya tidak bisa menafkahinya lalu Kayla hidup susah, apa kamu tidak kasihan” ucap Mayang


“Kalau begitu, kita bisa memperkerjakan suami Kayla di perusahaan, Kayla juga punya hak atas perusahaan aku” ucap Rendra tak mau kalah

__ADS_1


“Kayla memang punya hak di perusahaan, tapi kalau suaminya tidak bisa mengelola perusahaan terus perusahaan anjlok siapa yang rugi Rendra, kamu harus bisa memahami ke depannya seperti apa” ucap Mayang


Mayang sepertinya memang kekeh pada pendiriannya, meskipun Rendra menyangkal selalu ada saja jawaban Mayang, Rendra memilih diam tak meladeni Mayang lagi sampai mereka tiba di rumahnya.


__ADS_2