
“Apa om percaya kalo Anggi pacarnya Rio?” tanya Kayla
“Tentu tidak, sebelum Rio kecelakaan Rio sudah pernah bilang kalau dirinya mempunya seseorang yang bernama Kayla teman masa kecilnya dulu” ucap Surya
Kayla lega karna Surya lebih percaya dirinya daripada Anggi, tapi tetap saja Rio mempercayai Anggi, entah apa yang ia ceritakan sehingga Rio bisa percaya begitu saja, padahal dulu Rio sangat tidak suka dengan Anggi.
“Aku bingung harus bagaimana om, sekarang Rio lebih percaya dengan dia bagaimana jika Rio tidak ingat kalo aku pacarnya” ucap Kayla sendu
“Kamu yang sabar ya, om akan bantu kamu agar Rio ingat kembali dengan kamu, kamu juga harus berdoa agar ingatan Rio lekas pulih” ujar Surya
“Aku akan menemui Rio setelah Anggi pulang dan akan meminta penjelasan pada Rio, kenapa dirinya bisa percaya dengan omongan Anggi”
Surya hanya memberi anggukan pada Kayla, Surya pamit ingin masuk ke dalam ia tak mau jika Rio dipengaruhi oleh Anggi sehingga dapat menghambat ingatannya.
Kondisi Rio semakin membaik, Kayla selalu menyempatkan datang untuk menjenguknya meski yang dilihatnya Rio bersikap manis dengan Anggi. Kayla tak putus asa karna seharusnya yang ada di samping Rio adalah dirinya bukan Anggi.
*
Hari ini Rio diperbolehkan pulang, Kayla ikut menjemput Rio bersama neneknya.
“Lebih baik ikut mobil kami saja” ujar Mayang
“Apa tidak merepotkan bu? Kami naik taksi saja” ucap Surya
“Tidak pak, kami juga tidak ada urusan ikut dengan kami saja” ujar Mayang
“Ya sudah, kami ikut ibu” ucap Surya
Surya membawa barang-barang Rio dan Kayla membantu Rio untuk mendorong kursi rodanya.
Sesampainya di rumah, Rio langsung beristirahat di kamarnya, Kayla, Mayang dan Surya mengobrol di ruang tamu.
“Om, kalo Anggi mengajak Rio pergi jangan dikasih izin takutnya nanti malah susah untuk mengingat kembali” ucap Kayla
“Iya nak, nanti om akan bilang yang sebenarnya dengan Rio, siapa tahu dia ingat, dan akan menasihati Anggi agar tidak mengarang cerita lagi” ujar Surya
“Kalo begitu kami pamit ya pak, semoga Rio segera pulih” ucap Mayang tulus
“Iya terima kasih bu” ujar Surya
__ADS_1
Di perjalanan Kayla hanya diam saja, Mayang yang melihat cucunya hanya diam saja merasa bersalah.
“Kayla” ucap Mayang
“Kalo nenek mau bahas masalah perjodohan Kayla lagi malas nek, jadi bahasnya lain waktu saja” ucap Kayla tanpa menengok ke arah Mayang
Mayang tahu kalo Kayla marah dengannya, di rumah Kayla tak pernah menegur dirinya semenjak Rio kecelakaan, apalagi setelah Rio mengalami gegar otak, Kayla seperti menjaga jarak dengan dirinya.
“Nenek tidak mau membicarakan itu, nenek mau minta maaf, kamu jangan menjauhi nenek ya. Nenek tahu kamu marah dengan nenek tapi jangan bersikap seperti ini pada nenek” Lirih Mayang
“Apa nenek akan melanjutkan perjodohan aku dengan Bram setelah tahu Rio tidak ingat kalo Kayla pacar Rio?” kini Kayla menatap neneknya dengan tatapan yang sulit diartikan.
Mayang melihat tatapan Kayla merasakan sedih dan takut, bahkan seperti tak bisa menyembunyikan perasaan kalutnya.
“Nenek akan merestui hubungan kamu dengan Rio, asal kamu tidak menjauhi nenek dan bersikap dingin dengan nenek, nenek rindu mengobrol dengan kamu semenjak nenek kecelakaan kamu semakin menjauh dan seperti tidak peduli dengan nenek lagi” Mayang menunduk merasa bersalah
“ Kayla tidak menjauhi nenek bahkan bersikap dingin dengan nenek, Kayla hanya butuh waktu untuk menerima keadaan ini nek, semua di luar perkiraan Kayla. Kayla hanya kecewa dengan nenek, seandainya kecelakaan ini tidak terjadi pasti nenek akan menemui Rio dan meminta Rio menjauhi Kayla kan? Dan mungkin Kayla dan Bram pasti sudah bertunangan” ucap Kayla sendu
“Nenek akan ke rumah Bram, nenek akan bilang kalo perjodohan ini tidak bisa diteruskan, nenek akan membantu kamu untuk membuat Rio mengingat kembali, dokter bilang Rio hanya lupa sebagian ingatannya bukan lupa ingatan penuh, jadi nenek yakin Rio pasti akan mengingat semuanya, kamu harus sabar ya” Mayang memeluk cucunya
“Jadi nenek sungguh mau membatalkan perjodohan ini kan? Nenek tidak bohong?” Kayla menatap Mayang penuh harap
“Iya nek, besok Kayla akan mencoba, semoga Rio segera ingat ya nek” ucap Kayla di dekapan Mayang
“Maafkan nenek ya, gara-gara nenek kamu jadi menderita. Sekarang nenek tahu kalo Rio anak yang baik dan bisa menjaga kamu, aku yakin Rio bisa membuat hidup kamu bahagia” ujar Mayang
“Iya nek”
Setibanya di rumahnya, Mayang dan Kayla istirahat karna hari juga mulai gelap.
*
Keesokan harinya Kayla sudah berada di rumah Surya,
“Om, Rio ada di kamarnya?” Tanya Kayla
“Ada, tadi sudah sarapan mungkin lagi tiduran” jawab Surya
“Kayla ke dalam ya om” ujar Kayla
__ADS_1
Kayla mengetuk pintu kamae Rio.
Tok tok tok
“Masuk saja” ucap Rio
“Apa ada yang sakit?” tanya Kayla
“Kepala masih suka sakit kadang-kadang” jawab Rio
“Apa kamu ingat sesuatu saat kepala kamu sakit?” tanya Kayla lagi
“Aku cuma kayak merasakan sesuatu tapi aku tidak tahu apa, setiap Anggi bercerita aku kayak merasakan melakukan hal itu tapi bukan dengan dia” ujar Rio
“Aku mau cerita sesuatu sama kamu, tapi kalo kepala kamu sakit bilang ya, aku akan berhenti tidak meneruskan ceritanya” ucap Kayla
Rio mengangguk dan bersedia mendengarkan apa yang akan diceritakan Kayla.
“Aku tidak tahu Anggi sudah menceritakan apa saja sama kamu sehingga bisa membuat kamu percaya kalo dia itu pacar kamu. Apa kamu ingat kalo kita sering sekali pergi ke suatu tempat, tempat itu bisa membuat kamu tenang, bahkan setiap kamu ada masalah sering ke sana” ucap Kayla
“Tempat? Di mana?” tanya Rio
“Nanti kita ke sana kalo kamu sudah sembuh ya, kamu ingat tidak pertama kali kita bertemu setelah hampir 6 tahun lebih tidak bertemu lagi?”
Rio tampak mengingat.
“Kita bertemu di super market kan?”
“Iya, kita bertemu di super market, waktu itu kamu lagi belanja dan setelah itu kita bertemu lagi di kampus, ternyata kita satu kampus yang sama hanya beda jurusan, Setelah itu kita sering bertemu karna aku sekelas dengan Bram dan kamu ternyata berteman dengan Bram. Hingga kita sering jalan dan kamu menyatakan perasaan kamu pada aku” Kayla menghentikan bicaranya, ia ingin melihat respons Rio seperti apa
Rio diam dan mengingat semua kejadian yang ia lupakan.
“Apa aku benar menyatakan perasaan sama kamu bukan sama Anggi?” tanya Rio
“Iya, Anggi hanya mengarang cerita, kamu itu pacar aku Rio bukan Anggi bahkan kita akan bertemu dengan keluarga aku, tapi kamu kecelakaan” lirih Kayla
“Aku benar-benar tidak mengingatnya, setahu aku kita berteman kamu juga teman masa kecil aku. Aku juga tidak tahu kalo aku pernah menyatakan perasaan sama kamu, Maaf ya” Rio memegang kepala, mungkin reaksi setelah Kayla menceritakan kejadian lalu.
Kayla tersenyum getir setelah mendengar penuturan Rio, ia tak boleh menyerah dan tetap harus membuat Rio mengingat kembali.
__ADS_1