Mimpi Untuk Nyata

Mimpi Untuk Nyata
48


__ADS_3

Tak terasa sudah satu bulan Rio bekerja di Cafe, ia sudah menerima gaji pertamanya, ia menyisihkan uangnya untuk bisa membeli motor, dan sisanya ia berikan pada ayahnya untuk disimpan takutnya sewaktu-waktu membutuhkan, selain itu untuk membeli kebutuhannya.


Rio sudah melarang ayahnya untuk makan, meski gajinya tidak banyak tapi kalau hanya untuk makan cukup, tapi Surya tetap ingin bekerja karna dirinya akan bosan dan tidak nyaman kalau hanya berdiam diri di rumahnya.


“Ayah tidak usah kerja lagi ya, ayah tidak boleh terlalu capek, nanti ayah sakit” ujar Rio menasihati ayahnya, ia tak tega melihat ayahnya yang sudah mulai menua masih terus bekerja, jika perkerjaannya tidak melelahkan tidak masalah, tapi ia tak tega melihat ayahnya mengayuh sepedanya dengan beban yang berat.


“Ayah tidak capek, lagian ayah senang bisa ketemu sama teman ayah jadi bisa cerita-cerita, kalo ayah di rumah yang ada malah bosan” ujar Surya


“Ayah selalu begitu, setiap disuruh berhenti tidak mau, aku tidak tega kalo lihat ayah capek” ucap Rio


“Ayah akan pulang dan istirahat kalo sudah capek”


“Kalau memang mau ayah begitu, ya sudah tapi kalo nanti ayah sakit harus berhenti ya” ujar Rio


“Iya, hitung-hitung olahraga biar badan ayah tidak sakit-sakitan kalo hanya diam saja di rumah” ujar Surya


Rio akhirnya mengalah dan tidak mau berdebat dengan ayahnya, Rio melarang karna ia sayang kepada ayahnya, ia tak mau ayahnya malah sakit, ia ingin di masa tuanya beristirahat. Tapi Surya kekeh dengan keinginannya, sudah beberapa kali Rio membujuk agar tidak bekerja lagi, meski dirinya masih kuliah tapi ia masih punya waktu untuk bekerja.


Rio sedang menikmati malam di depan rumahnya, ia melihat bintang yang bersinar menampakkan keindahan. Rio melihat di tangan kanannya, ia masih memakai gelang yang diberikan Kayla, sudah 6 tahun lebih ia tak bertemu dengan Kayla, sejak Kayla pindah ke Bandung Rio tak pernah melihat Kayla lagi, bahkan di rumahnya hanya ada satpam yang terlihat berjaga.


“Sudah lama kita tidak bertemu, apa mungkin masih bisa bertemu lagi? Aku belum mengucapkan terima kasih, jika boleh meminta aku ingin bertemu denganmu lagi” ucap Rio memandang gelang yang mulai usang itu.


Rio menghela nafasnya, ia tak tahu kabar Kayla sekarang. Bahkan Kayla tak pernah berpamitan kepada dirinya, seandainya ia tahu kalau Kayla pindah ia akan menemuinya langsung dan mengucapkan terima kasih padanya.


Dio tidak tahu perasaannya bagaimana, tapi ia senang bertemu dan berteman dengan Kayla, ia sangat baik pada Rio, meski kaya Kayla tak pernah memandang dirinya rendah bahkan ia tak pernah melihatkan kekayaannya pada Rio.

__ADS_1


Hari demi hari telah berlalu, waktu  berjalan dengan cepat, Rio kini sudah bisa membeli motor walau hanya bekas tapi itu bisa membantunya dan lebih mudah untuk bepergian. Hasilnya selama 5 bulan ini cukup membeli motor bekas yang harganya 4 juta. Rio membeli motor temannya yang memang sedang membutuhkan uang, jadi temannya menjual murah, seharusnya Rio membayar 6-7 juta karna surat-suratnya lengkap, karna membutuhkan uang cepat jadi ia menjualnya dengan harga murah.


Rio menaiki motornya ke kampusnya, Rio berjalan menuju kelasnya. Di depan kelas lagi-lagi ia harus dihadapkan dengan wanita seperti Anggi, membuat Rio pusing. Apalagi ia harus berhadapan dengan Denis yang tidak suka dengan Rio.


“Eh Rio, bareng yuk masuknya” ajak Anggi pada Rio


Rio tak menghiraukan ajakan Anggi, ia masuk ke dalam kelas tanpa menoleh ke arah Anggi.


“Nanti selesai kelas kita jalan yuk atau nonton, ada film bagus aku yakin kamu pasti suka, nanti aku beli tiketnya dua, buat aku sama kamu, kita nonton film yang romantis” ajak Anggi dengan bahagia


“Aku kerja Anggi, jadi aku tidak bisa jalan atau apa pun itu, jadi tidak perlu ajak aku jalan lagi, lebih baik kamu ajak yang lain saja” ucap Rio dengan tegas.


“Izin kan tidak masalah Rio, kamu kenapa sih setiap aku ajak jalan pasti menolak, mau ajak siapa aku maunya sama kamu, aku tidak mau sama yang lain” ucap Anggi cemberut


Tiba-tiba Denis dan teman-temannya datang menghampiri Anggi dan juga Rio.


“Apaan sih, sana pergi” ucap Anggi mendorong Denis agar menjauh darinya


“Eh kamu jangan ganggu bebep aku yah, sudah miskin mau gangguin pacar orang lagi sadar diri dong, palingan nanti kalo jalan yang bayar bukan kamu” ucap Denis menunjuk Rio


“Aku tidak pernah mengganggu pacar kamu, jadi lebih baik kamu jaga pacar kamu ini jangan menuduh sembarangan” ucap Rio berlalu duduk ke bangkunya


“Jadi maksud kamu bebep aku yang ganggu kamu begitu? Eh malah asal menyelonong, orang lagi bicara, tidak punya sopan santun, makanya belajar sopan santun biar paham ” ucap Denis meninggi


Rio tak membalas ucapan Denis karna bisa semakin menjadi-jadi kalau diladeni, Rio tak mau membuang tenaganya untuk bertengkar dengan Denis, Rio juga sudah paham sifat Denis seperti apa. Lebih baik ia menghiraukan ucapan Denis, karna ia harus bekerja nanti dan membutuhkan tenaga, jika ia meladeni Denis bisa-bisa ia terpancing emosi dan membuatnya bertengkar Denis.

__ADS_1


“Siapa yang pacar kamu?” tanya Anggi


“Ya kamulah bebep” ucap Denis mendekati Anggi


“Iih amit-amit aku punya pacar kayak kamu” Anggi duduk di bangkunya menghiraukan Denis yang masih mengejarnya “Ngapain sih kamu ke sini, sana duduk bentar lagi dosen bakal masuk” Anggi mendorong Denis


“Iya Iya bep, aku duduk dulu ya” Denis melambaikan tangannya seakan-akan pergi jauh


“Najis” ucap Anggi membuang mukanya karna malas melihat Denis


“Nanti kalo sudah jatuh cinta malah bilang jangan tinggalkan adik bang” meniru suara perempuan dan seketika semuanya tertawa mendengar Denis berbicara seperti itu


“Bisa diam, ngomong saja terus tu mulut tidak dikasih rem apa” ucap Anggi


“Ya mana bisa mulut dikasih rem, bebep ada-ada saja hahaha” ujar Denis


Anggi tak menanggapi ucapan Denis, ia capek berdebat dengan Denis yang tak pernah mau kalah, jadi mendiamkan lebih baik agar Denis juga tidak bicara lagi. Tak lama dari itu dosen datang dengan memberikan materi serta tugas yang harus dikerjakan.


Setelah kelas selesai mereka semua keluar, Rio pergi ke parkiran ia menaiki motornya untuk pergi ke Cafe.


“Hai Rio, baru sampai?” tanya Desi


“Iya, selesai kuliah langsung sini” jawab Rio “Aku ke belakang ya” sambungnya


“Iya” jawab Desi

__ADS_1


Rio berganti pakaian dan menyimpan barang-barangnya, Rio langsung pergi ke dapur untuk membantu yang lain yang sedang memasak dan membuat minuman. Selama bekerja di Cafe, Rio jadi banyak tahu menu-menu yang ada di Cafe, karna ia juga ikut membantu memasak, dan bisa memasak di rumahnya, jika ia punya uang lebih untuk membeli bahan-bahannya.


__ADS_2