Mimpi Untuk Nyata

Mimpi Untuk Nyata
57


__ADS_3

“Kamu yakin?” tanya Bram tampak ragu dengan ucapan Rio


“Iya aku yakin, aku bisa menghubungi ayah kalo ada apa-apa, jika nanti Cafenya sudah aman aku akan pulang ke rumah, oiya aku belum bisa balikin uang yang aku pinjam, sebenarnya kalau tidak ada kejadian seperti ini aku bisa balikin tapi aku harus membeli beberapa barang yang rusak, bulan depan aku akan balikin” ucap Rio


“Kalo cuma masalah itu kamu santai saja lah, yang penting Cafe kamu maju da bisa buka cabang di mana-mana” Bram menepuk pundak Rio “Kita kan teman jadi kamu tidak usah pikurin masalah modal itu” ucap Bram


“Kamu memang teman terbaik aku Bram” Rio memeluk Bram karna terharu


“Aduuh Rio jangan merusak reputasi aku” Bram mencoba melepas pelukan Rio


“Reputasi apa?” Rio mengernyitkan dahinya


“Ya reputasi ketampanan lah kalo kamu peluk aku kayak tadi orang-orang ngira kita itu ada apa-apa terus cewek-cewek pada jauhin aku” ucap Rio dengan muka melas


“Cewek mulu pikirannya kuliah yang benar baru mikirin cinta dasar playboy cap kapak” ucap Rio tertawa


“Enak saja cap kapak, aku bukan playboy ya tapi aku menghargai wanita” ucapnya bangga


“Menghargai apa, yang ada kamu menyakiti wanita kurang asem memang kamu” Rio menoyor kepala Bram


“Aku tidak pernah menyakiti wanita, kalo dia merasa tersakiti ya bukan salah aku dong” ucap Bram membela dirinya


“Sudah sana pulang nanti dicari lagi” ucap Rio


“Kamu ngusir aku?” tanya Bram


“Katanya mau ke perusahaan papi kamu malah nongkrong di sini, aku mau bantu yang lain sekalian mau beli beberapa barang yang rusak” ucap Rio


“Aku pulang ya” Bram melambaikan tangannya seperti anak-anak yang berpisah dengan orang tuanya

__ADS_1


“Iih geli tahu” ucap Rio


Rio menghubungi ayahnya dan ia akan bilang kalau malam ini menginap di Cafe karna Rio takut ada kejadian seperti tadi, Rio sudah menceritakan pada Surya dan Surya mengizinkan.


“Kalau ada apa-apa kamu hubungi ayah ya” ucap Surya


“Iya yah, ya sudah aku matikan dulu mau membantu yang lain” ujar Rio


“Iya” jawab Surya


Rio berangkat membeli barang-barang yang rusak akibat orang yang tidak dikenalnya. Rio akan menyelidiki siapa yang sudah membuat Cafenya seperti itu, ia tak akan berhenti karna sudah ada bukti dan akan melanjutkannya nanti malam untuk melihat lebih detail siapa mereka.


Seusai berbelanja beberapa barang, Rio kembali ke Cafe, ia sengaja tak membuka Cafe hari ini karna harus membereskan dan memperbaiki kerusakannya, Rio dibantu dua karyawannya selesai membereskannya. Rio menyuruh mereka pulang untuk beristirahat karna terlihat sudah kelelahan.


Rio yang terlihat sangat kelelahan memutuskan untuk beristirahat, ia merebahkan tubuhnya. Baru saja mau memejamkan matanya, Rio sudah mendengar seperti suara jatuh di luar.


Ceniiing Brrukkkk


“Hei, siapa kamu” ucap Rio berlari menangkap dua orang itu, namun karna dirinya sendiri ia lolos dan hanya bisa menangkap satu orang saja.


“Mau lari ke mana kamu hah, berani-beraninya kamu merusak Cafe aku, siapa kamu. Buka topengnya cepat” ucap Rio berteriak menahan amarahnya


Karna tidak sabar Rio langsung membuka topeng yang dipakainya, Rio sangat terkejut ternyata yang melakukan semua ini adalah orang yang baru ia kenal.


“Pak manajer” ucap Rio seperti tak percaya dengan orang yang dilihatnya


“Lepa” ucapnya mencoba memberontak


“Kenapa pak manajer melakukan ini, padahal saya tidak pernah mempunyai salah sama pak manajer” ucap Rio meminta penjelasan dengan hal yang dilakukannya

__ADS_1


“Lepasin, lepas” ucapnya belum menjawab pertanyaan Rio


“Jawab pak, jawab” teriak Rio yang sudah kehilangan sabarnya


“Kamu mau tahu” ia tersenyum sinis “Karna semenjak kamu buka Cafe, tak ada yang datang ke Cafeku mereka lebih memilih Cafe kamu yang baru buka ini, padahal di sana lebih luas dan nyaman tempatnya. Dan semenjak aku mendengar kamu mau buka usaha sendiri aku langsung mengawasi kamu ternyata dugaanku benar, kamu bekerja di Cafeku hanya untuk mencari tahu masakan di sana kan? Leon yang melihat kamu seperti mencatat-catat sesuatu” ucapnya membuat Rio terkejut


“Leon?” gumam Rio


“Jadi hanya karna itu pak manajer membuat Cafe saya seperti ini?” tanya Rio tak menyangka bahwa orang yang terlihat baik melakukan semua ini


“Ya, lalu untuk apa lagi” ucapnya tertawa


“Pak rezeki sudah ada yang mengatur, jadi bapak jangan takut kalau pelanggan bapak berpindah ke sini, saya akan memaafkan bapak kalau bapak berjanji tidak akan mengulangi perbuatan ini lagi” ucap Rio


“Saya tidak akan mengacak-acak Cafe kamu asalkan kamu pindah dan mencari tempat lain” ucapnya penuh penekanan


“Sepertinya hati bapak keras, saya akan menelepon polisi dan bapak akan tanggung sendiri akibat dari perbuatan bapak” ucap Rio yang tak habis pikir dengan manajernya


“Lepas” ia mencoba memberontak dan kabur namun Rio berhasil menelepon polisi dan akan menyerahkannya pada polisi agar Rio bisa tenang dan ia tidak perlu menginap di Cafe karna masalahnya sudah selesai.


Setelah menunggu akhirnya polisi datang untuk membawa manajernya ke kantor polisi, Rio sudah menunjukkan bukti dari rekaman CCTV dan juga ia menunjukkan barang yang berhasil dirusaknya tadi. Beruntung barang yang dirusak hanya piring-piring tidak sampai pada barang yang lain.


Rio sudah tenang orang yang membuat Cafenya berantakan sudah ditangkap dan ada di kantor polisi. Tubuhnya terasa sakit semua, mungkin karna seharian ini Rio benar-benar sibuk membereskan Cafenya. Rio mulai terlelap di keheningan malam dengan tempat tidur yang pas karna memang biasanya di sini tempat untuk sholat dan meregangkan otot-otot jadi hanya muat dua orang itu pun akan sesak jika tidur bersamaan.


Jalan menuju sukses memanglah tidak mudah, harus jatuh bangun lebih dulu. Bahkan sering kali kegagalan yang harus dihadapi, tapi semua proses yang dialami adalah untuk membuat mental terjaga dan tidak mudah menyerah dengan keadaan tersulit sekali pun. Tapi tak jarang orang yang langsung menyerah dan putus asa dengan kegagalan, padahal kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda.


Jika orang itu tidak tahu rasanya gagal, ketika dihadapkan dengan kegagalan akan membuatnya frustrasi. Rio yang memang terbiasa hidup susah dan biasa dengan hal-hal sulit tak membuatnya kaget ketika harus melihat Cafenya berantakan seperti tadi pagi. Tapi perasaannya pasti juga tidak bisa menahan amarah dan sedih. Tapi ia sudah lega karna orang jahat itu sudah ditangkap dan diamankan oleh polisi, sekarang Rio bisa tenang karna tak ada yang akan mengacaukan Cafenya lagi.


Sifat iri terkadang bisa membuat seseorang celaka atau merugikan orang lain, maka dari itu Allah sangat melarang kita mempunyai sifat iri. Keberhasilan seseorang tergantung usahanya, jangan pernah iri karna kesuksesan seseorang.

__ADS_1


Pagi harinya Rio terbangun karna adzan subuh, Rio menuju masjid untuk sholat berjamaah. Sudah lama Rio tak sholat di masjid, karna dirinya sibuk dan terkadang kelelahan yang membuat tidurnya pulas dan tidak bangun saat adzan berkumandang.


__ADS_2