Mimpi Untuk Nyata

Mimpi Untuk Nyata
82


__ADS_3

Sebulan kemudian


Rio mulai mengingat meski tidak semuanya tapi beberapa memori yang hilang kembali, semua itu karna Kayla yang selalu menceritakan hal-hal yang belum diingat Rio, bahkan Kayla sering mengajak ke tempat di mana Rio dan dirinya dulu datangi, sebenarnya Kayla tidak tega melihat Rio kesakitan saat Kayla menceritakan sesuatu, tapi Rio selalu memaksa Kayla agar dirinya segera mengingat.


“Kita makan di sana yuk” ajak Kayla


“Apa di sana juga ada kenangan tentang kita?” tanya Rio


“Tidak ada, aku hanya lapar” jawab Kayla memegangi perutnya


“Ya sudah, ayo kita makan” Rio berjalan menggandeng Kayla


Meski Rio tak sepenuhnya ingat, kebiasaan yang setiap hari ia lalui dengan Kayla membuatnya merasa nyaman, terbukti selama satu bulan ini baru kali ini Rio menggandeng Kayla.


Kayla diam dan hanya melihat tangannya yang digandeng oleh Rio.


“Kenapa?” tanya Rio yang melihat Kayla dengan ekspresi kebingungan


“Hah eh tidak” jawab Kayal dengan senyum merekah


Setelah menghabiskan makanannya, Rio mengantarkan Kayla pulang.


Usaha Cafe milik Rio kini sudah maju, bahkan memiliki beberapa cabang. Rio bisa membeli mobil untuk mengantarkan Kayla agar tidak kepanasan juga kehujanan. Mayang yang dulunya tidak suka Kayla menjalin hubungan Rio kini sudah merestuinya.


Semua itu karna Rio yang sudah menyelamatkan dirinya dari kecelakaan itu, kalo saja dirinya yang ditabrak mungkin akan terjadi lain hal dan bisa lebih parah. Mayang juga sudah memberi tahu kalo perjodohan antara Kayla dan Bram tidak bisa dilanjutkan, keluarga Bram juga tidak marah karna Bram tidak menampakkan raut wajah sedih dan kecewanya.


Sebelum Rio kecelakaan Bram sudah berangkat ke luar negeri untuk mengurus perusahaan milik papinya, jadinya ketika Bram mendengar Rio kecelakaan dari Kayla, ia tak bisa datang karna memang sedang sibuk, Bram selalu menanyakan kabar Rio pada Kayal bahkan ketika sasar Bram juga sudah menghubungi Rio dan meminta maaf karna tak bisa hadir untuk menjenguknya.


Rio tidak masalah karna ia juga paham kalo Bram sedang sibuk untuk mengurus perusahaan papinya, asal komunikasi yang dilakukan harus tetap terjaga.


“Aku langsung pulang saja ya” ucap Rio


“Kenapa tidak mampir dulu” tawar Kayla


“Lain kali saja, aku ada urusan”

__ADS_1


“Ya sudah kamu hati-hati ya”


Rio melajukan mobilnya menjauh dari rumah Kayla.


Sebelum pulang ke rumahnya, Rio menyempatkan mampir ke Cafe.


“Apa semuanya berjalan lancar Desi?” tanya Rio yang baru saja sampai di Cafe miliknya


“Iya pak, semua aman” jawab Desi “Apa mau minum pak biar saya buatkan”


“Tidak usah, kamu masih sibuk” jawab Rio


“Tidak masalah, tunggu sebentar pak” Desi pergi ke belakan untuk mengambilkan minuman untuk Rio


Rio yang sedang duduk melihat Cafenya yang masih ramai pengunjung, memang jam seperti ini banyak orang-orang yang nongkrong atau mampir karna ingin mengisi perutnya.


“Ini pak silakan diminum” Desi memberikan segelas minuman


“Terima kasih Desi” ujar Rio


“Pak” panggil Desi


“Boleh saya duduk, saya ingin berbicara” ucap Desi


“Boleh, memang kamu mau bicara apa? Apa ada masalah dengan Cafe?” tanya Rio yang mulai serius


“Ini bukan masalah Cafe, ini masalah pribadi pak” Desi mulai menampilkan mimik muka serius


“Pribadi?” Rio mengerutkan keningnya


“Saya harap setelah saya jujur bapak tidak akan marah atau memecat saya” ucap Desi menundukkan wajahnya


“Jika itu bukan hal serius tentu aku tidak akan memecat kamu, tapi jika itu masalah serius bisa jadi” ucap Rio “Silakan kamu sampaikan apa yang ingin kamu sampaikan” imbuh Rio


“Sebelumnya saya mohon maaf kalo saya lancang, tapi sebelum saya bekerja di Cafe ini saya sudah menyukai pak Rio, ya waktu pak Rio masih bekerja di Cafe itu, tapi setelah saya bekerja di sini dan selalu bertemu dengan bapak setiap hari saya menahan untuk tidak menuruti hati saya. Namun kenyataannya semua malah percuma, aku tidak bisa menghilangkan perasaan ini. Saya menyampaikan perasaan ini karna saya sudah tidak tahan setiap hari dihantui rasa tak tenang karna ingin hal yang seharusnya tidak mungkin terjadi antara kita. Sekarang saya lega karna sudah menyampaikan perasaan saya, bapak jangan marah ya” Desi menundukkan kepalanya mungkin ia takut Rio akan marah atau bahkan memecatnya.

__ADS_1


“Aku menghargai semua yang kamu sampaikan, tapi maaf aku tidak bisa membalas perasaan kamu. Kamu sudah tahu kalo aku memiliki Kayla, meski aku belum mengingat sepenuhnya tapi aku tetap akan berusaha mengingat semuanya, aku yakin akan ada laki-laki yang lebih baik dari aku, kamu hanya butuh waktu untuk menghilangkan perasaan kamu” ucap Rio


“Apa bapak akan memecat saya karna saya sudah lancang mengatakan hal ini” tanya Desi


“Untuk apa aku memecat kamu, kamu bekerja cukup baik di Cafe ini tidak ada kesalahan yang membuat aku harus memecat kamu” jelas Rio


“Terima kasih pak, bapak sudah memberi saya kesempatan untuk bekerja di sini”


“Kamu lanjutkan pekerjaan kamu, bekerja seperti biasanya suatu saat nanti akan ada lelaki yang akan menemui kamu dan pasti dia adalah lelaki terbaik untuk kamu, perasaan kamu itu hanya perasaan kagum jadi kamu tidak perlu memikirkannya lebih jauh lagi”


“Iya pak, saya akan membuang perasaan konyol saya”


“Itu bukan perasaan konyol, itu hanya perasaan yang biasa dirasakan orang ketika melihat orang yang dikaguminya dan kamu hanya perlu mencari lelaki yang bisa membuat perasaan itu hilang dengan sendirinya”


“Iya pak, kalo begitu saya pamit bekerja lagi terima kasih atas waktunya” ucap Desi


“Iya Desi”


Desi melanjutkan pekerjaannya.


Rio sebenarnya sudah tahu kalo karyawannya itu menaruh hati padanya, ia hanya tak mau melibatkan masalah hati dengan pekerjaan.


Merasa tak ada lagi pekerjaan yang harus dikerjakan Rio memutuskan untuk pulang.


“Sudah pulang nak?” tanya Surya


“Iya yah, tadi mampir ke Cafe dulu” jawab Rio


“Kamu mandi dulu sana, ayah mau bicara sama kamu” Ujar Surya


“Mau bicara apa yah kok kayak serius banget sih” Rio penasaran


“Kamu mandi dulu, sudah bau biar bicaranya enak ayah tidak perlu tutup hidung kalo dekat kamu” ledek Surya


“Ih ayah, bicara sekarang saja, Rio sudah penasaran mandinya nanti saja lagian Rio tidak bau-bau banget kok” Rio mencium bajunya

__ADS_1


“Kamu ya kalo sudah penasaran tidak sabar, mandi dulu sana biar bicara enak kamu juga biar segar kan sudah capek tadi jalan sama Kayla” Surya mendorong tubuh Rio agar segera masuk ke dalam kamarnya untuk mandi


“Ayo lah yah, bilang sekarang saja kalo nunggu mandi lama” Rio memaksa


__ADS_2