
“Kenapa kamu tidak jujur kalo laki-laki yang dijodohkan dengan kamu adalah Bram, kenapa kamu tidak bilang sama aku” ucap Rio tertunduk menarah perasaannya
“Kamu sudah tahu?” Tanya Kayla
Rio mengangguk mengiyakan jawab Kayla.
“Maaf, bukannya aku tidak mau kasih tahu atau tidak mau jujur sama kamu, tapi aku takut pertemanan kalian nanti rusak hanya karna aku yang baru datang di kehidupan kalian, aku meminta Bram untuk menyembunyikan semua ini untuk mencari waktu yang tepat menyampaikan sama kamu” jawab Kayla
“Kenapa tidak jujur saja, setidaknya kita bisa mencari solusi bersama” ucap Rio
“Maaf” Kayla tertunduk merasa dirinya bersalah
“Ya sudah, kita bicarakan semua ini nanti, kalo kamu sudah sembuh yang penting kamu sehat dulu” ujar Rio
Kayla mengangguk tersenyum mendengar ucapan Rio.
Rio dan Kayla membahas yang lain, agar Kayla tidak terlalu banyak pikiran dulu.
“Kayaknya seru banget ngobrolnya” ucap Bram yang baru masuk
“Tidak kami hanya bicara biasa saja, tanya tentang Cafe dan kampus” jawab Kayla
“Cafe? Cafe siapa?” tanya Rendra ingin tahu
“Cafenya Rio pah, sekarang kan sudah buka cabang, Cafenya makin sukses jadi aku tanya perkembangannya” jawab Kayla
“Wah ternyata kamu punya Cafe, om baru tahu kalo kamu punya Cafe, kapan-kapan om boleh dong main ke Cafe kamu” ucap Rendra
“Tentu boleh dong om, kapan pun om main pasti Rio senang kalo om bisa main ke Cafe Rio” ucap Rio ramah
“Ternyata teman-temannya Kayla sudah sukses semua ya, nah Kayla kamu pasti bisa meniru seperti Rio yang sudah sukses di masa mudanya” ucap Rendra membanggakan Rio
“Om bisa saja, aku juga cuma buka Cafe kecil-kecilan” ucap Rio tak enak dibanggakan di depan Bram dan Kayla
“Loh tidak masalah besar kecilnya, kalo kamu niat dan serius buat mengembangkan usaha kamu pasti nanti akan bertambah maju dan bisa buka cabang di mana-mana” nasihat Rendra
“Iya om terima kasih” ucap Rio
“Kalo begitu aku harus pamit dulu om, karna masih harus kembali ke Cafe” ujar Rio
__ADS_1
“Terima kasih ya sudah menjenguk Kayla”
“Iya om, sama-sama” jawab Rio “Kayla aku pamit ya, semoga lekas sehat”
“Iya, terima kasih Rio”
Rio keluar dari kamar rawat Kayla, Rio berjalan di lorong rumah sakit.
“Rio!”
Mendengar namanya disebut Rio menoleh.
“Rio aku mau bicara dulu sama kamu” ucap Bram
“Aku buru-buru harus kembali ke Cafe” ucap Rio
“Kamu masih marah karna perjodohan ini?” Tanya Bram
Tak ada jawaban dari mulut Rio.
“Kalo kamu diam berarti iya, kamu masih marah karna perjodohan ini” ucap Bram
“Sudahlah, aku malas membahas ini” ucap Rio
Rio masih diam, entah ia sedang berpikir tentang ucapan Bram atau ia memang sudah tak mau mendengar ucapan Bram. Merasa tak ada tindakan dari Rio, Bram membalikkan badannya dan hendak berjalan, tapi ada yang menarik pundaknya.
“Kita masih berteman” ucap Rio mengulurkan tangannya
Bram yang mendengar itu langsung memeluk Rio.
“Kamu memang kebiasaan ya, peluk-peluk kalo kelihatan orang kan malu dikira kita apaan lagi” omel Rio
“Itu tanda kalo aku lagi senang” ucap Bram ingin memeluk Rio lagi, beruntung Rio bisa menghindar
“Sudahlah aku mau pulang” Rio memutar bola matanya dengan malas karna sikap Bram yang aneh
“Yaelah bro begitu saja ngambek kayak anak gadis” ucap Bram tertawa
“Awas saja kalo kamu memanfaatkan kesempatan buat dekat-dekat sama Kayla, kamu berhadapan dengan saya” ancam Rio
__ADS_1
“Santai bro, aku selalu jenguk Kayla setiap hari sebagai teman yang peduli dengan keadaan dia, memang kamu yang katanya pacar tidak pernah jenguk, pacar macam apa begitu” sindir Bram
“Bukannya tidak mau jenguk, tapi aku lagi ada urusan dan tidak bisa datang ke sini” Rio membela
“Alasan” tegas Bram
“Toyor juga tuh mulut ya, lemes banget kayak emak-emak” ucap Rio mengangkat tangannya
“Eh ampun-ampun, bercanda kali marah-marah mulu” ucap Bram menangkap tangan Rio agar tak bergerak
“Aku mau pulang” Rio melangkah pergi meninggalkan Bram, tak ada habisnya meladeni ia, bisa-bisa semua pekerjaannya berantakan dan Rio juga harus pulang mengantarkan makan untuk ayahnya. Meski sudah bisa berjalan walau sedikit-sedikit, Rio tak mau ayahnya kenapa-napa jadi Rio memutuskan untuk mengantarkan makan untuknya.
Bram merasa lega karna Rio sudah bersikap semula, ia tak lagi marah dengan dirinya.
“Apa pun akan aku lakukan agar pertemanan kita tetap utuh, meski harus mengorbankan perasaanku sendiri” ucap Bram
Tanpa disadari bahwa Bram merasa ada yang aneh dengan perasaannya, entah perasaan itu muncul karna ia setiap hari bertemu untuk menjenguk Kayla sehingga mulai terbiasa dengannya atau memang dirinya mau menerima perjodohan ini. Tak bisa dipungkiri kalau Bram merasa nyaman ketika bersama Kayla, obrolan mereka selalu nyambung. Tapi semua itu ia pendam untuk mementingkan pertemanannya dengan Rio yang sudah lebih dulu terjalin. Mungkin perasaan yang dirasakannya hanya karna dirinya sudah terbiasa bersama dengan Kayla, jika Kayla sudah sembuh mungkin semuanya akan kembali seperti semula.
Berada di posisi ini memang tidak enak, bukan hanya perasaan sendiri yang dipikirkan tapi juga perasaan orang lain, apalagi Rio dan Bram sudah lebih dulu kenal dan berteman sangat dekat sebelum Kayla hadir di tengah-tengah mereka, memang benar yang dikatakan orang-orang bahwa urusan cinta bisa merubah sikap dan sifat seseorang, cinta juga bisa membuat keutuhan dalam pertemanan bisa hancur dalam sesaat.
Bram harus bisa menetralkan perasaannya ketika melihat Rio dan Kayla bersama, karna mereka memang menjalin hubungan, bisa saja ia meminta papahnya untuk membicarakan masalah perjodohan ini dengan serius, tapi Bram sadar jika cinta tak bisa dipaksakan. Dirinya bisa saja mendapatkan raga Kayla seutuhnya, tapi tidak dengan hatinya. Jika hatinya tak bisa ia genggam untuk apa ia memiliki raganya yang hanya bisa ia dekap tanpa perasaan. Sebaiknya Bram harus membuang jauh-jauh pikiran yang bisa membuatnya kehilangan kewarasan, Bram menganggap perasaannya selama ini hanyalah kekaguman pada sosok Kayla tidak lebih.
“Kok lama ke toiletnya?” tanya Rendra
Setelah Rio keluar dari kamar rawat Kayla, Bram keluar beralasan untuk pergi ke toilet.
“Iya om, tadi habis cari udara segar” jawab Bram
Rendra mengangguk.
“Aku harus ke kampus dulu untuk menyelesaikan semua tanggungan biar cepat wisuda om, Kayla” ucap Bram
“Aku ingin sekali diwisuda bareng kamu dan juga Rio” ucap Kayla tertunduk
Seketika Bram dan Rendra saling pandang.
“Sepertinya aku salah ngomong” ucap Bram dalam hatinya
“Kamu kan bisa nyusul nanti, kamu bisa ikut wisuda di gelombang kedua. Kamu fokus kesembuhan kamu dulu baru kamu bisa kuliah lagi” ucap Rendra
__ADS_1
“Iya benar kata om Rendra kamu harus sembuh dulu baru kamu bisa kuliah dan menyelesaikan semuanya, jadi sekarang jangan terlalu dipikirkan biar kamu cepat sehat ya” ucap Bram menyemangati
“Iya, terima kasih Bram” ucap Kayla